[EF]#16.11 Holiday Picture

picnic-1208229_960_720picture taken from here

Holiday, everybody love holiday! I really miss going holiday with my friends. So we can sit down in random places and talk and laugh together. That’s why for this challenge I choose this photo.

When I went to Singapore with my friends, we could sat down in random places. I always laugh if I remember our first night in Singapore. When we could talked all night and did silly things in Singapore. For this moment, I always say thank you to Mas Eriek that help us laugh really hard.

Sometimes, holidays are not about the places. Sometimes it is about people around us. Times that we can release our tension about work, university life, or our problems in daily routine. Sometimes, that we need from holiday is just like in that picture, sit down together and talk about everything, with our dear friends or partner.

* This post is submission for English Friday Challenge
** Feel free to be grammar Nazi

Singapore: Shophouse The Social Hostel

IMG_8255one of the friendly staff

When I went to Holiday last February, my friends and I prefer to stay at Shophouse The Social Hostel. It located 5 minutes by walk from Bugis MRT, near Bugis Market, just a minute to Sultan Mosque, across Haji Lane, and a lot of cafe and restaurant. For the price? It just around 18 SGD!!!

At first, I was afraid to see the dorm bedroom since it wasn’t spring bed like another hostel. But after I figure it out, It was not as bad as I thought. Maybe because I lower my expectation, so what I got there really great experience.

The front desk really friendly, helpful, kind, and tell us about the tourist place around hostel. The first floor of this hostel is cafe. My friends ate there at second night we slept and said that it was delicious. The second floor is No Man’s Land for woman dormitory, the third is The Loft dorm consist of eight and 12 beds, and the fourth is Social Room consist of 12 beds , and the last floor was rooftop to eat breakfast and chill out.

IMG_8254working Title cafe

IMG_7872the computers

IMG_7873the pantry

At No Man’s Land or woman  dormitory, there are two rooms that consist of eight and 12 beds. For room with 8 beds, there is no window there. I really support you to choose beds that near the window. You can see the cute cafe around Arab Street. For one bed, there is a pillow, blanket, electrical sockets, individual lockers, and reading lights. There are also four bathrooms in this floor, but the toilet is become one with bathroom. So maybe if you not really use to it, it will be little bit inconvenient. What I love in here, they also provide you with iron, hairdryer, soap, and shampoo.

IMG_8250my dormitory

IMG_8253the bathroom

Another thing that I love is social terrace. In the rooftop, you will see room to get your breakfast and free use of the computers. Beside that there is also social lounge. There are board game, movies, television, and also books. There is also social terrace with beautiful view of Kampong Glams and Singapore buildings. My friends and I really love to sit back and talking about everything at the evening. In the morning, it was really interesting to see view from Singapore in the morning and enjoy our breakfast. We can chat with other  people in the social terrace. Event we went for Holiday at Singapore, we still see another Indonesian in here 😆 .

IMG_7888breakfast!!

IMG_7875Scenery around hostel

If you want to know more about Shophouse The Social Hostel, please visit their website.

Singapura: Henderson Wave

IMG_7890

Salah satu keinginan ketika ke Singapura adalah mengunjungi Henderson Wave yang terletak di Henderson Road, sekitar 5 halte bus dari Harbour Front. Memang ga semua orang tahu soal jembatan ini, karena bukan daerah turis. Untuk orang Singapuranya sendiri, jembatan ini lebih sebagai tempat istirahat ketika joging.

Apa yang membuat Henderson Wave istimewa? Buat saya sih jembatan ini menarik karena terbuat dari kayu!!  Selain itu jembatan untuk manusia tertinggi di Singapura ini memiliki pemandangan yang indah banget. Februari kemarin, saya berhasil meracuni temen-temen seperjalanan buat mendatangi jembatan ini.

IMG_7944Henderson Wave dari tangga

Kita sengaja dateng ke sini sebelum main ke Universal Studio Singapore dan ga nyesel dateng pagi-pagi. Matahari masih bersahabat dan sepi!! Kita turun di halte Henderson Road dan bengong liat jembatan yang tinggi banget. Saya sempet ga enak dengan temen-temen seperjalanan karena perjalanan menuju ke atas ini lumayan terjal, kudu melewati puluhan anak tangga. Udah berasa kayak mau ke kuil shaolin!!

IMG_7896puluhan anak tangga menuju Henderson Wave

Tapi semua kelelahan menuju Henderson Wave terbayar kontan saat berada di atas. Pemandangannya indah banget!! Kita bisa ngeliat laut, hutan, hingga deretan gedung. Lengkap deh. Saya juga dibuat kagum dengan deretan kayu yang membentang vertical, beneran membentuk gelombang. Sambil mengagumi pemandangan, kita duduk-duduk menikmati angin sepoi-sepoi.

IMG_7891how can I am not falling in love?

IMG_7892laut, gedung, dan hutan

IMG_7897hari yang cerah di Henderson Wave

Henderson Wave ini merupakan jembatan kayu yang memisahkan dua taman yang luas di Singapura. Kalau sore-sore ke sininya, kita bisa menikmati sunset yang cantik banget. Henderson Wave-nya sendiri juga cantik karena bakal ada lampu-lampu yang membuat suasana sore semakin hangat. Dengan kecantikan yang dimiliki Henderson Wave, ga aneh kalau tempat ini sering dipakai untuk foto pre wedding. Saat saya berkunjung pun tak lama sudah ada sekumpulan orang yang bersiap untuk foto pre wedding.

IMG_7925Berjalan di Henderson Wave

Untuk yang ingin melihat Singapura dari sudut lain, Henderson Wave bisa jadi pilihan. Tinggal bawa cemilan dan kita bisa piknik di atas sini ditemani angin sepoi-sepoi dan pemandangan indah. Kalau solo traveling, duduk di sini dan baca novel bisa jadi pilihan. Berhubung ini ‘hanya’ sebuah jembatan, tentu tempat ini buka 24 jam dan bisa dinikmati kapan saja 🙂 .

Singapura: Jalan-jalan Sore Hingga Malam

Minggu kemarin, saya baru bepergian ke Singapura bareng temen kerja di Laboratorium Psikologi kampus. Awalnya sih yang mau pergi bertujuh, kemudian mulai berguguran dan menyisakan empat orang 😀 . Untuk liburan kali ini, saya ngerasanya lebih santai dan ga bereskpektasi apa-apa. Cuma pengen kabur dan seneng-seneng aja di Singapura.

IMG_7698panda aja berdua, kamu kapan?

Berhubung ketiga orang lainnya belum pernah ke Singapura, kita berencana untuk jalan-jalan sore ke daerah super mainstream. Saya ngajakin buat ke patung Merlion dan jalan santai sampai Marina Bay Sands. Buat perjalanan ini, asyiknya kita bisa nikmatin banyak hal sambil jalan kaki.

Perjalanan kita di mulai dari halte bus di deket Fullerton Hotel. Dari sana, kami berjalan hingga patung Merlion yang rame banget!! Padahal saat itu hari kerja, tapi patung Merlion ini tetap ramai dikunjungi turis. Kita sih cuma ambil beberapa foto bareng-bareng, foto patung Merlionnya, terus foto Marina Bay Sands dan sekitarnya yang keliatan jelas dari sini.

IMG_7703hari Senin tetep ramai

Perjalanan dilanjutkan ke Esplanade. Sempet istirahat dan duduk-duduk di taman kecil depan Esplanade sambil ngobrol-ngobrol seru. Ngobrol satu topic selesai, kita pindah tempat tongkrongan di open theaternya . Saya juga sempet diminta salah seorang temen buat foto ala ala di dekat patung-patung yang ada di depan Esplanade 😆 .Kita memang sengaja ga jalan terlalu cepat, karena juga nungguin temen saya, Mas Eriek.

IMG_8808we’re going to Esplanade!!
Pict from Yaslin

IMG_7755meditasi sejenak

IMG_7847pengen ikutan maen!!
pict from Teh Silva

IMG_7782pemandangan Marina Bay Sands dari Espalanade

IMG_7784pemandangan gedung-gedung bertingkat dari Esplanade

Saya dan Mas Eriek janjian buat ketemu dan makan malem bareng di Makan Sutra yang letaknya persis bersebelahan sama Esplanade. Udah lama banget ga ketemu Mas Eriek. Terakhir kita ketemu adalah saat saya ke SIngapura empat tahun yang lalu. Kalau dulu saya “ngintrogasi” Mas Eriek, tahun ini gantian saya yang ditanyain macem-macem >< . Saat di Makan Sutra ini, kami memesan lumayan banyak menu. Sebenernya sih tiap orang pesen satu menu, terus Mas Eriek nraktir kita buat nyobain Sate Singapura dan Roti Cane keju. Satu meja itu penuh banget sama makanan, padahal kita semua ini kurus-kurus dan kecil-kecil badannya. Sampai seorang bule yang duduk di belakang kita ikutan motoin makanan di meja kita. Aneh kali ya kita makan banyak banget 😆 .

IMG_7787Keadaan meja sebelum kita makan

Setelah menghabiskan semua makanan di meja serta ngobrol ngalor ngidul bareng, kita kembali jalan santai melewati Stadion terapung “The Float Marina Bay lalu melanjutkan perjalanan ke jembatan double helix. Sepanjang perjalanan, saya banyak bertukar pikiran dengan Mas Eriek. Saya kembali belajar ngeliat sudut pandang masalah dari arah yang berbeda. Saat di jembatan Double Helix ini, Mas Eriek semangat banget buat bantuin saya dan yang lain foto-foto. Kita sampai kehabisan gaya saking banyaknya foto yang diambil. Duh curiga sebenernya Mas Eriek yang pengen foto-foto -___-.  Perjalanan sepanjang jembatan hingga Marina Bay Sands itu ga kerasa berkat obrolan ngaco dan ketawa ga habis-habis. Kayaknya kita berlima ini berisik banget 😆

IMG_7858foto dengan latar belakang Marina Bay Sands ini kayaknya wajib banget ya
Pict from Teh Silva

IMG_7857terima kasih Mas Eriek sudah membuat kami ketawa sepanjang malam

IMG_7867Pulang ke Hoste dengan bahagia

Dipikir-pikir jalan-jalan kali ini penuh ketawa-ketawa sampe capek!! Saya sangat berterima kasih ke Mas Eriek yang sepanjang sore hingga malam menemani jalan-jalan.

Baca juga:

Kartu Pos: Singapura

Singapura (2)Marina Bay Sand

Minggu kemarin dua orang kawan yang kemarin liburan ke Garut, Puti dan Nuni jalan-jalan ke Singapura. Berhubung dua tahun lalu saat ke Singapura saya ga sempet beli kartu pos, kali ini saya nitip kartu pos ke mereka berdua. Kemarin saat ketemu sama Nuni, saya mendapatkan dua buah kartu pos yang fotonya diambil saat matahari tenggelam. Cantik banget dan saya suka sama kartu posnya.

SingapuraSingapura Flyer

Lihat kartu pos ini, saya jadi pengen menjelajah kembali Singapura. Kemarin belum puas menjelajahnya. Apalagi sekarang banyak tempat baru di Singapura. Hihihihi semoga ada rizki dan waktunya buat jalan-jalan dan ngubek-ngubek Singapura lagi, aamiin.

Soal Jajan di Singapore

Masih cerita liburan yang kemaren nih, saya baru sadar kalo saya kebanyakan jajan :))))). Dipostingan ini sebenernya mau cerita apa yang menyebabkan saya banyak jajan. Hmm bentuk pembelaan lebih tepatnya. Tapi beneran loh, yang awalnya ga pengen jajan, jadi kalap aja gitu *tutup muka*.

Alasan pertama saya adalah, saya ga perhitungan. Jadi kalau beli barang saya ga akan ngitung-ngitung berapa harganya kalo beli di Indonesia. Kecuali untuk barang diatas harga 20 SGD yah :)). Kalau saya perhitungan, bisa-bisa ga akan ngapa-ngapain di Singapura. Orangtua saya juga berpesan hal yang sama. Takut anaknya stres kalo dikit-dikit ngitungin berapa rupiah yang dikeluarin kali yah. Nah berhubung  nilai tukarnya beda banget dengan Indonesia, jadi kalau liat barang harga 5 SGD atau 10 SGD, kesannya murah :)). Kalau di Indonesiakan ngeluarin Rp.10,000,- aja suka mikir karena berasa gede nilainya. Hal ini membuat saya gampang jajan di 711. Dikit-dikit ngemil pasta, beli sandwich, dan juga beli mashed potato. Selain gampang jajan di 711, jadi gampang beli minum yang harganya cuma 1 SGD-an. Padahl dipikir-pikir air minum di sanakan pada layak minum semua bukan?! x_x.

Selain gampang jajan makanan, jajan barang juga jadi kelemahan. Negara satu ini bisa aja membuat jiwa haus akan belanja murah saya keluar. Bayangkan aja, siapa yang ga tergiur kalau disetiap toko souvenir di Bugis street, Chinatown, Mustofa Center, dan bahkan Vivo City Mall, selalu ada tulisan kaos seharga 10 SGD dapet 3. Di Chinatown lebih sadis lagi, ada yang jual gantungan kunci 10 SGD dapet 18, 10 SGD dapet 6 tempelan kulkas, 10 SGD bisa milih beli souvenir 3 biji. Yes saya beneran tergiur ama yang beginian. Di Mustofa center, saya dapet 6 pack cokelat hersey seharga 6 SGD! Ada juga sih yang 4 kotak cokelat 10 SGD, 2 kotak gede cokelat 10 SGD. Gimana saya ga mau tekor karena beli kayak beginian? x_x.

Di Lucky Plaza yang terletak di Orchad Road, saya mendapatkan polo shirt Hang Ten seharga 7,5 SGD!! Untuk kaos semacam Giordano mereka memberikan harga 10 SGD untuk setiap kaos dengan minimal pembelian 2 buah. Penawarannya beneran menarik banget!! Mangkanya saya mesti bener-bener ngelist apa saja yang pengen saya beli dan untuk siapa saja sehingga tidak over budget dan jadi menumpuk di rumah.

source for image: here

Singapore (Hari Keempat – Akhir)

Di Hari terakhir di Singapura ini, Iza-Cyntia-Surya bangun paling pagi dan bergegas mandi, masukin baju kotor, dan siap-siap untuk check out. Anduk dan selimut segera dibawa ke receptionist biar dapet kembali uang 10 SGD yang disimpan di deposit box hostel. Saya dan Sakti yang terbangun sempat cupika cupiki sama mereka bertiga. Tinggalah kami berempat di kamar. Saya yang sudah mandi, bersiap untuk last packing. Huff untung tas saya masih cukup untuk memasukkan semua barang, walau tas selempang biru ga bisa masuk dan kudu dipake.

Setelah semua siap, kami sempat sarapan dulu dan menghabiskan perbekalan makanan. Santai-santai aja dulu di hostel, mengingat pesawat kami adalah pukul 14.20. Pukul 09.00 akhirnya kami memilih check out. Selimut dan handuk ditunjukkan ke reseptionist sebelum akhirnya kami lemparkan ke tempat cucian kotor. Uang deposit kita yang 10 SGD dikembalikan. Ah senang sekali dengan hostel ini. Someday we’ll be back.

Sebelum ke Changi, kami mengantarkan Sakti dan Tia untuk mencari oleh-oleh di Orchad Road. Saya sih berharap nemu uncle ice cream. Beneran nagih deh ic ecream yang satu ini. Bersama dengan backpack kami yang penuh, kami menyusuri Orchad Road. Tadinya dari Orchad Road ini ingin naik bus menuju Airport. Tapi berhubung jauh banget, kami memutuskan naik MRT aja :D. Dari Orchad kita naik MRT hingga stasiun City Hall dan ganti East West Line hingga stasiun Tanah Merah. Di Stasiun Tanah Merah, baru kita ganti kereta yang menuju Changi Airport.

Kita sampai di Changi pukul 11.00. Dari stasiun MRT yang berada di terminal 2, kita naik ke atas naik trem menuju terminal 1 untuk check-in. Setelah mendapatkan boarding pass, masih ada waktu sekitar dua setengah jam untuk berjalan-jalan hingga waktu boarding tiba. Akhirnya kami memutuskan untuk berjalan-jalan dan makan siang di terminal 3. Di terminal 3 ini banyak banget toko-toko branded dan tempat makannya. Kita dari hostel sih udah niat banget pengen makan Burger King :)). Saya memesan paket double Swiss cheese burger yang di upsize dengan total harga 8 SGD 75 sen. Masuk akal dan beneran kenyang banget!!!

Tak terasa kita makan hingga pukul 13.00. Wah setengah jam lagi waktu boarding dan ruang boarding kita berada di ujung terminal 1!! Selesai makan, saya, Tia, dan Pite berpisah dengan Sakti untuk menuju ruang boarding masing-masing. Sakti dengan tujuan Bandara Husein, saya-Tia-Pite dengan tujuan Bandara Soekarno-Hatta.  Selesai sudah backpackeran kami kali ini. Banyak yang didapat, banyak yang dipelajari, dan semakin memupuk kepercayaan kami bahwa backpacker itu adalah salah satu cara wisata murah yang bisa banget kita lakukan.

Semoga rencana tahun depan terlaksana yah kawan-kawan….aamiin.

Oia total pengeluaran saya hari ini adalah 1 SGD 25 sen (Rp,9,250,-). Hal ini karena saya mendapatkan kembali 10 SGD dan mengeluarkan 8 SGD, 75 sen. Total pengeluaran saya selama 4 hari 3 malam tanpa belanja dalam rupiah adalah Rp.1,083,250,-. Jika ditambah dengan harga tiket pesawat total biaya adalah Rp.1,716,250,-. Tetapi berhubung saya belanja, total pengeluaran saya kali ini adalah Rp.2,559,850,-. Ini semua belum ditambah Rp.80,000,- harga travel dari BandaraSoekarno-Hatta menuju Bandung yah :).