Berawal dari Hati Berbagi untuk Anak Negeri

Gerakan untuk berbagi dengan anak-anak sekolah yang berada di pedalaman itu ternyata banyak banget. Beberapa diantaranya adalah Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi, dan 1000 guru. Dalam 1000 guru ini mereka memiliki program Traveling and Teaching yang dilakukan di banyak wilayah Indonesia. Setiap daerah biasanya punya organisasi regional 1000 guru sendiri seperti 1000 guru Bandung, 1000 guru Malang, 1000 guru Bogor, dan masih ada 32 regional lainnya.

Sudah lama saya tertarik dengan 1000 guru dan pengen ikutan Traveling and Teaching atau disingkat TNT, tapi setiap pengen ikutan, ada aja yang menghalangi. Hingga akhirnya bulan Mei kemarin saya bisa bergabung sebagai volunteer dalam program TNT#10 spesial Hari Pendidikan Nasional dari 1000 guru Bandung.

Untuk hari spesial ini, 1000 guru Bandung mendatangi sebuah SD di wilayah Kabupaten Bogor bernama SDN Pangereunan 5. Sekolahnya berada di Kampung Kubang, Desa Pangereunan, Kecamatan Blubur Limbangan Garut dan menjadi titik perbatasan antara tiga kabupaten sekaligus, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, dan Kab Garut. Jalan menuju ke sananya sungguh berliku, berbatu, dan berupa tanah. Perjalanan ke sana aja kita perlu menggunakan kendaraan offroad.

Saya dan temen-temen yang ikutan TNT#10 dari 1000 guru Bandung memulai perjalanan jam sepuluh malam dan sampai di sana ada yang jam setengah tiga, jam setengah empat hingga setengah enam pagi. Kita datengnya beda-beda karena perjalanan yang lumayan menantang. Istirahat sebentar, dan siap-siap untuk ngajar di SDN Pangereunan 5. Selain persiapan mengajar, kami juga membawa perlengkapan sekolah yang akan dibagikan ke adik-adik di SDN Pangeureunan 5.

Saya deg-degan banget saat mau ngajar di sana. Ini efek pertama kali ikutan dan saya belum pernah berhadapan dengan anak SD untuk ngajar. Apalagi kami kebagian anak kelas 6 yang mau masuk SMP dengan materi cita-cita. Topik ini dipilih untuk memotivasi adik-adik kelas 6 untuk mau melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP. Ternyata apabila adik-adik di SDN Pangeureunan mau melanjutkan sekolah ke SMP Negeri, mereka perlu pergi ke desa lain yang berjarak 1 jam dari sana. Duh melihat perjuangan mereka untuk sekolah, hati saya mencelos. SDN ini masih berada di Pulau Jawa dan masih perlu dibantu, bagaimana dengan SD-SD di wilayah lain? 😥

Setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang, ternyata tingkat kesadaran masyarakat untuk mengenyam pendidikan pun masih kurang. Saya paham dan ngerti banget sih gimana lelahnya untuk orang tua nganter anaknya ke SMP di Desa lain yang jarak tempuh bolak baliknya bisa dua jam, belum masalah biaya. Untungnya sekarang sudah ada madrasah setingkat SMP di Desa Pangeureunan.

Kalau dilihat-lihat, desa ini benar-benar sungguh terpencil. Kondisi jalan yang berbatuan, licin, tanah, dan hanya muat satu mobil menambah kesulitan warga kampung. Untuk beli gas elpiji aja, mereka perlu menempuh jarak lebih kurang 5 km dengan kondisi jalan seperti itu!! Kantor kelurahan dan pusat kesehatan pun jaraknya kurang lebih 3 km.

_MG_6360

Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional

Kami berada di Desa Pangereunan selama dua hari dua malam. Hari pertama kami berbagi cerita dan bermain dengan adik-adik di SDN Pangeurenan 5, sorenya kami kembali bermain dengan adik-adik serta orang-orang di Desa Pangeureunan. Sebagian dari kami pun melakukan pengobatan gratis di sana. Rasanya hati saya anget banget ngeliat muka-muka ceria adik-adik saat mereka kedatangan kami ke sana. Dipikir-pikir bantuan yang diberikan ga sebanding sama pelajaran dan pengalaman yang saya dapet di sini.

IMG_6088

salah seorang anak kelas 6 lagi berbagi pengalaman

Sampai di Bandung  pun, kami para volunter ini susah banget move on dari Desa Pangeureunan. Hingga salah seorang dari kami berinisiatif untuk membuat tulisan di instagram yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Pak Ahmad Heryawan dan diteruskan ke istrinya. Minimal itu lah yang bisa dilakukan oleh seorang diantara kami. Hingga ga lama dari situ, istrinya Pak Gubernur menanggapi. Itu beneran bikin geger satu grup whats app!! Suara kita didenger loh sama pemerintah provinsi dan diteruskan ke Bupati Garut. Hal ini bisa langsung dilihat dari instagramnya Pak Wakil Bupati Garut, @kanghelmi_budiman yang baru saja melakukan perjalanan ke Desa Pangeureunan. Salah seorang diantara volunter pun ada yang sempat ngobrol via pesan instagram dengan Pak Wakil Bupati atau mungkin adminnya. Bookkk…rasanya baru kali ini saya beneran ngerasain cepet dan tanggapnya Pak Gubernur beserta jajarannya. Sungguh ga salah waktu seorang dosen saya bilang soal sepak terjang pak Gubernur di wilyaha kabupaten. Makanya beliau dicintai warganya bahkan sampai naik dua kali jadi Gubernur kami di Jawa Barat. Semoga amanah dan niat baiknya memajukan wilayah Jawa Barat selalu dilancarin ya bapak-bapak semua.

IMG_6125

kakak-kakak volunteer dan adik-adik kelas 6 SDN Pangeureunan 5

Saya dan temen-temen volunter hanya melakukan sebuah langkah kecil. Semua dilakukan dari hati dan memang pengen berbagi buat adik-adik di daerah terpencil. Saya mah boro-boro mikir masalah travelingnya. Kegiatan sehari mengajar dan follow up-nya aja udah bikin hati hangat dan brebes mili.

IMG_6359

because their smiles are precious

Hai adik-adik di Pangeureunan, semoga senantiasa semangat belajar biar cita-citanya tercapai ya, aamiin. Semoga saya pun bisa dikasi kesempatan ikutan lagi TNT-TNT selanjutnya di berbagai wilayah Indonesia, aamiin.

_MG_6781-01

Salam lima jari!!
Berawal dari hati, berbagi untuk anak negeri.

*foto-foto berasal dari semua kamera hp kakak2 volunteer.
**untuk yang mau melihat video TnT#10 bisa ke sini

 

Semalam di Sampireun

IMG_5668Kampung Sampireun

Dua hari sebelum akhir tahun, saya diajak seorang teman untuk beramai-ramai liburan ke Kampung Sampireun yang terletak di Garut, Jawa Barat. Total ada tiga keluarga dan tiga orang yang masih single. Kami menggunakan dua mobil dari Bandung. Di dalam mobil sama-sama heboh sepanjang perjalanan.

Sampai di Kampung Sampireun, saya merasa sedang menjauh dari hingar bingar dan sibuknya dunia luar. Suara yang terdengar hanya suara air, jangkrik, serta lagu instrument Sunda yang ada di lobbi Kampung Sampireun. Adem banget!!

IMG_5530Bajigur Hangat

Sambil menunggu proses check in, kami semua mendapatkan bajigur hangat. Setelah itu, kami diantar ke sebuah bungalow yang berada persis di pinggir danau! Yeay!! Kampung Sampireun ini terdiri dari 22 bungalow. Ada yang berada di pinggir danau dan mendapat akses ke perahu, dan ada yang berada di atas dan menghadap ke taman. Saya dan seorang temen langsung mencoba berperahu mengelilingi danau.

IMG_5538ada congklak!!

Tipe kamar yang kami tempati adalah Waluran Suite Lake yang terdiri dari dua kamar tidur, area menonton tv, serta teras ke arah danau. Di ruangan menonton tv tersedia dua cangkir kopi, empat buah gelas, dan pemanas air. Ini penting banget buat mana-manasin air. Saat di perjalanan menuju Kampung Sampireun mending beli persediaan cemilan, makanan, dan air mineral. Karena di dalam Kampung Sampireun ga ada mini market.

Kamar mandi yang ada di kamar utamanya luas banget! Maklum soalnya selain ada shower, juga ada bath tub-nya. Toiletries yang tersedia juga lengkap loh. Kasurnya empuk banget!! Ini nih yang bikin gagal move on dari kamar pagi-pagi: kasur empuk dan udara dingin. Bungalownya juga cukup luas untuk anak-anak bisa berlarian. Selain itu, saat pertama kali datang, saya segera menemukan congklak!! Segera saya mengajak anak-anak untuk bermain congklak 😀 . Di bagian belakang ada teras kecil dengan tempat duduk panjang. Di sini asyik banget buat duduk-duduk menikmati senja ataupun fajar.

IMG_5534Kamar Utama

IMG_5535kamar mandi di Kamar Utama

IMG_5549kamar dengan twin bed

IMG_5533kamar mandi satu lagi

Asyik banget rasanya bisa ngobrol ngalor ngidul dari siang sampai sore. Kalau bosen ngobrol, bisa keliling danau dengan menggunakan perahu. Udara di Kampung Sampireun yang adem dan bersih paling enak ditemani hangatnya cokelat, teh, maupun kopi. Saya juga membawa novel untuk dibaca sambil menghadap danau. Duh bahagia banget!!! Kalau malem, bakal ada tukang cemilan seperti wedang ronde dan surabi yang berperahu mengelilingi danau. Asyik banget buat ngemil sore ataupun malam. Walau dari sisi rasa ga terlalu istimewa sih yah.

IMG_5774Spa dan kolam renang

IMG_5617ikan-ikan di deket kamar

IMG_5810pemandangan dari Bungalow

IMG_5573sempet foto sendiri dulu 😀

Rasanya puas banget punya waktu berkualitas bareng sahabat-sahabat yang sudah bagai keluarga ini. Saya kenal mereka semua dari zaman putih abu-abu hingga saya S2. Lama banget!! Udah tahu deh polos dan keluguan saya zaman dulu. Beneran temen berbagi suka dan duka, temen untuk diskusi apa aja. Ini aja ngobrolnya ga beres-beres loh. Sampai saya ketiduran, bangun, ngobrol lagi ampe pagi, terus tidur lagi.

Kampung Sampireun
l. Raya Samarang Kamojang KM 4
Kp. Ciparay Desa Sukakarya
Kec. Samarang Kab. Garut,
Jawa Barat – Indonesia
website: kampungsampireun.com

Ngeliwet di Asep Stroberi

20131227_132620Ada model dari Jakarta :p *lirikin Umar*

Garut itu ternyata menyimpan beragam kuliner! Salah satunya adalah Liwet Pak Asep Stroberi yang memiliki  tiga atau empat cabang di Garut *saya lupa tepatnya berapa banyak tempat ini di Garut*. Kalau makan siang di sini, siap-siap dikasi pemandangan kolam ikan dan juga hamparan sawah. Bawaannya jadi adem dan pengen leyeh-leyeh. Untungnya di sini kebanyakan makannya di saung. Jadi bisa selonjoran selama makan sambil memandang sawah.

SAMSUNG CSC

sawah di depan saung tempat kita makan

Untuk yang bawa anak kecil, di setiap Liwet Asep Stroberi ada tempat bermainnya yang lumayan lapang. Di tempat kita makan sih ada lapangan dan juga becak kecil. Jadi bisa main tanpa takut anaknya hilang 😀 . Saya makin senang karena di Liwet Pak Asep Stroberi ini juga menyediakan mushala yang lapang plus toilet yang bersih.

20131227_134318tanah lapang untuk anak bermain

Makanannya, tentu banyak makanan sunda yah mulai dari nasi liwet komplit, nasi tutug oncom, dan juga beberapa oseng-osengnya. Saya dan teman-teman memesan nasi liwet komplit untuk lima orang yang terdiri nasi liwet, tempe goreng, tahu goreng, ayam bakar, ikan asin, lalapan, dan sambal. Selain itu saya memesan oseng kangkung.

20131227_135606liwet komplit plus kangkung

Rasanya enak!!! Nasi liwetnya gurih manis dan meresap bumbunya. Ikannya juga jadi rebutan semua orang. Bumbu kecap si ayamnya juga meresap, jadi aku senang sekali karena ga perlu lagi dicocol kecap. Teman-teman seperjalanan yang suka sambal, bilang kalau sambalnya juga enak. Kangkungnya sih, lumayan ya, walau ga yang bikin nagih. Buat saya makan di saung dengan pemandangan sawah, angin sepoi-sepoi, dan teman seperjalanan yang seru bikin makan jadi nikmat banget. Selain itu saat melihat harganya, ga terlalu mahal juga jadi makin senang 😀 .

SAMSUNG CSCsebelum pulang eksis dulu di depan saung

Secara keseluruhan, saya puas banget makan di sini. Buat yang jalan sama anak kecil ke Garut, tempat ini bisa jadi pilihan makan siang 🙂

*Beberapa foto berasal dari kamera Nuni

Sarapan di Soto Ahri, Garut

20131226_072731Nasi dan Soto Daging Sapi

Soto Ahri ini terletak di jalan Mandalagiri. Awalnya saya sempat bingung mau diajak sarapan ke mana sama si Nuni, ternyata nyicipin soto Ahri ini. Letaknya sendiri memang di gang gitu, tapi bersih loh tempatnya, ga keliatan tumpukan sampah atau becek. Jadi beneran nyaman buat makan di sana. Begitu kita masuk di gangnya, langsung bisa ngeliat daging yang siap dipotong-potong plus panci besar tempat si kuah soto, serta tumpukan piring. Tempat duduknya memanjang ke dalam gitu.

20131226_074109sedang meracik soto

Soto Ahri ini menggunakan kuah santan berwarna kuning dengan potongan daging sapi. Buat yang suka jeroan juga bisa minta untuk ganti daging sapi dengan jeroan. Daging sapinya empuk dan bumbunya meresap ke dalam daging. Kuahnya juga dicampur dengan seledri, bawang goreng, dan kacang kedelai. Saat sampai di meja, saya juga menambahkan perasan jeruk. Seger!!!

20131226_072739kuah santan kuning penggugah selera

Walau tempatnya di gang gini, pengunjungnya silih berganti loh. Rame banget. Ternyata si soto Ahri ini emang udah terkenal banget sebagai tempat wisata kuliner. Harganya sendiri ga mahal. Untuk semangkuk soto panas, nasi putih, dan air teh tawar dibanrol dengan harga Rp.15.000,-!!

Berburu Kolam Air Panas

SAMSUNG CSCKampung Sumber Alam, Cipanas Garut

Berlibur ke Garut belum lengkap kalau tidak mencoba berendam di kolam air panasnya. Banyak pilihan tempat berendam mulai dari Puncak Darajat, hingga kawasan Cipanas Garut. Saya dan teman-teman tentunya pengen dong berendam di kolam air panasnya. Kesalahannya cuma satu, kita datang saat puncak liburan Natal.

-__________________-!!!!

Saat malam pertama, kita memutuskan untuk berendam air panas. Pas bangetkan, abis naik bus dari Bandung ke Garut, pegel-pegel, dan berendam di kolam air panas. Pilihan pertama untuk berendam air panas adalah Puncak Darajat, tetapi kita semua membayangkan betapa penuhnya itu kolam air panas. Jadi udah pasti males banget berendam di sana. Pilihan kedua jatuh di kawasan Cipanas Garut. Untuk berendam di Sabda Alam hotel yang punya water boom, tentu bukan pilihan. Udah kebayang duluan penuhnya kayak gimana dan bakalan banyak anak kecil yang berseliweran. Sedangkan kita pengennya berendem santai gitu kalau bisa sih ga rame juga *banyak maunya* yang tentu tidak mungkin karena sedang ramai yang liburan ke Garut.

Pilihan selanjutnya adalah di Hotel Tirtagangga. Menurut temen saya, Nuni kolam di Tirtagangga ini keren karena bukan berbentuk kolam renang. Jadilah kita ke sana. Sampai di depan Tirtagangga, penuh aja parkirannya, jadilah kita nyari tempat parkir dulu di depan hotel Tirtagangga. Sempet diminta bayaran Rp.5.000,- buat markirin mobil di area parkir yang ga luas-luas amat. Begitu nanya ke satpam hotelnya, eh kolam Tirtagangga lagi di kuras dong.

-____________________-!!

Kitapun tidak gentar, cari lagi kolam air panas yang bisa didatengin. Pilihannya adalah ke Kampung Sumber Alam Resort yang deketan sama Tirtagangga. Parkirannya aja udah penuh banget dong!! Nunipun ngecek dulu bisa apa engga berendam di sana. Ternyata penuh banget. Gagal sudah berendam malam-malam di Garut.

Keesokan harinya, setelah melihat Fajar dari Batu Tumpang, kita nyobain lagi berburu kolam air panas. Pilihannya langsung jatuh ke Tirtagangga, karena abis dikuras, pasti bersih dong yah airnya :D. Ternyata yang berpikiran buat berendem pagi-pagi di sana tidak hanya kita. Parkirannya penuh banget!! Udah muter-muter dua kali tetep ga nemu T_______T. Saat melihat ke pintu masuk kolam air panasnya, antri banget dong. Lanjut ke Kampung Sumber Alam Resort. Eh gantian dong, kolam di sini yang lagi di kuras. Ah sudahlah, terpaksa berendam air panas ini ditunda kembali.

Besoknya, kita beneran maksain buat bisa berendam air panas. Soalnya hari itu adalah hari terakhir kita di Garut. Sebelum pulang ke Bandung, kudu berendam dulu di Garut. Begitu lewat Kampung Sumber Alam, kita langsung takjub karena sepi :D. Akhirnya kita memutuskan berendam di sana aja. Gampang banget pula dapet parkirnya. Udah gitu yang bikin makin bahagia adalah kolam air panasnya sepi!! Yeahhh!!

Kolam air panas di Kampung Sumber Alam ini, berupa kolam renang biasa. Pemandangan dari kolamnya indah banget!! Senang sekali bisa berendam santai di sini, bebas jalan dari ujung ke ujung kolam *iya, saya ga bisa berenang T__T*, ngobrol-ngobrol di pinggir kolam, serta menikmati pemandangan gunung yang cantik. Udah gitu berendam di sini murah dong!! Hanya Rp.25.000,- saja!! Akhirnya, perburuan kolam air panas berakhir di hari terakhir liburan ke Garut.

Talaga Bodas, Kawah Putihnya Garut

SAMSUNG CSCTalaga Bodas, Garut

Tidak hanya Ciwidey yang punya kawah putih. Garut juga punya kawah putih yang dikenal dengan nama Talaga Bodas. Perjalanannya sendiri lumayan membuat jantung berdebar-debar. Sepanjang jalan, saya tidak melihat ada papan yang menunjukkan arah ke Talaga Bodas. Selain itu jalannya masih sepi dan ada jalanan berbatunya. Lebar jalannya sendiri beneran pas dua mobil aja yang bisa lewat dan kudu mepet-mepet gitu. Kalau mepet deket dinding bukit sih ga masalah, kalau mepetnya deket jurangnya lumayan bikin dag dig dug :D. Menuju ke kawasan Talaga Bodas, kita akan melewati pemandangan yang indah berupa deretan kebun sayur yang seperti motif karpet. Selain itu kita bisa melihat Gunung Sadahurip atau yang terkenal dengan Piramida dari Garut *ga tahu bener ga tahu engga, tapi bentuknya aja sih yang mirip piramid*.

SAMSUNG CSCderetan kebun yang mirip motif karpet

SAMSUNG CSCGunung Sadahurip a.k.a Piramida Garut

Wilayahnya sendiri masih sepi dan asri. Untuk menuju ke lokasi Talaga Bodasnya, dari parkiran mobil kita masih harus jalan dulu. Jalannya sendiri ada dua macam, melalui jalan beraspal atau jalur tracking. Jalur tracking-nya sendiri pendek sih, tapi lumayan nanjak dan bikin deg-degan. Apalagi saya ngerasa salah kostum, ke sana pakai sendal jepit dan rok. Beneran ga mumpuni banget buat tracking -_______-;;. Mana sempet harus loncat pula karena jalan yang ada tangganya ngadep ke sungai *sayang ga sempet moto, karena takut si tasnya kejebur ke sungai*. Saat pulang, kita nyobain lewat jalan beraspal dan ternyata lebih jauh daripada jalur tracking 😆 .

20131226_120447jalan menuju Talaga Bodas

Talaga Bodasnya sendiri masih sepi banget!! Saat saya ke sana hanya ada beberapa orang yang sedang berwisata. Serasa belum banyak dijamah wisatawan. Pemandangannya juga indah banget. Serasa pengen naik perahu muterin danau 😀 . Oia, di sekitaran Talaga Bodas ini juga dibuat kolam kolam gitu loh, siapa tahu ada yang mau berendam di sana 😀

20131226_121358danaunya luas

20131226_121200
Pagar disekitar danau

Saat saya ke sana, sayangnya danau ini mulai dipasang pagar berwarna hijau. Sepertinya sih, karena kemarin-kemarin sempet ada yang tenggelem di sana, jadi aja dipasangin pagar buat keamanan. Tapi, saya tetep nakal, jadi loncat pagar buat mengagumi keindahan danau berwarna putih kehijauan ini plus deretan pohon-pohon berwarna hijau. Duh beneran cantik banget. Di Talaga Bodas, juga disediakan saung-saung dan tempat duduk. Jadi yang mau piknik dan bawa makanan, bisa bebas makan di tempat yang disediakan. Sayangnya, saya ga ngeliat tempat sampah. Jadi banyak botol berserakan gitu di saungnya 😦 .

SAMSUNG CSCIndah banget!!

SAMSUNG CSCga afdol kalau engga foto dengan latar belakang keren kayak gini

Kalau di Kawah Putih kita bakal melihat banyak saung makanan plus ramainya orang-orang yang penasaran dengan danau berwarna hijau tosca, di Talaga Bodas, kita bakal jarang menemukan orang berjualan dan ramainya wisatawan yang datang. Buat yang mau piknik, bawa makanan saat masih di Garut ya!! Saya dan teman-teman beneran kelaparan saat ke sana siang-siang 😆 .

SAMSUNG CSCduduk duduk menikmati pemandangan Talaga Bodas

Saat diperjalanan menuju mobil, saya melihat di sekitaran Talaga Bodas sedang dibangun rumah-rumah. Sepertinya akan dijadikan villa gitu. Sedangkan di parkiran mobil sedang di bangun saung-saung untuk berjualan. Tinggal bikin tempat sampah buat nampung sampah agar tidak mengotori wisata alamnya yang keren. Sepertinya saat saya ke sana lagi, Talaga Bodas akan lebih ramai dikunjungi wisatawan.

*Foto diambil dari kamera pribadi dan kamera Nuni