Menonton Legal Acara Asia

Zaman dulu sangat sulit menemukan cara untuk dapat menonton drama Asia atau Barat secara legal. Kalau ga punya tv kabel dipastikan akan mengunduh lewat website ilegal. Itu pun kalau di rumah punya internet, kalau engga tentu akan menggunakan internet kampus. Atau kalau untuk saya dulu, suka pakai intranet kampus tetangga lewat total commander untuk dapat mengunduh tv series (halo para pengguna tc maupun yang sampe patungan demi beli space di kampus ituuu!).

Sekarang sudah tak menjadi alasan lagi untuk menonton secara ilegal (yah kecuali kalau tontonan yang diinginkan benar-benar ga ada di saluran ott streaming manapun seperti variety show Begin Again Korea, Sea of Hope, Amazing Saturday, ataupun drama-drama Jepang). Saat ini sudah banyak sekali ott streaming yang memiliki beragam acara dan juga penawaran akun premium berdasarkan kebutuhan penonton. Kalau tidak ingin membayar akun premium, masih bisa kok menonton acara lain, namun tentu bukan acara terbaru yang sedang tayang juga di negara asalnya. Di tulisan kali ini saya mau menulis beberapa ott streaming acara Asia yang saya tahu.

Netflilx
Hampir semua orang berlangganan Netflix. Kalau dulu Netflix terkenal dengan acara-acara khasnya yang berat (sampai sekarang sih sebenernya). Namun sejak banyaknya tontonan populer lain yang ada di Netflix, penggunanya pun semakin banyak. Apalagi sejak Telkom membuka akses Netflix untuk penggunanya, maka semakin besarlah pengguna Netflix di Indonesia. Sekarang pilihan tontonan Asia semakin semarak di Netflix. Kalau dulu drama Jepang dan Koreanya hanya yang benar-benar terkenal, sekarang ragam pilihannya untuk drama Korea semakin banyak. Sedangkan untuk drama Jepang sayangnya tidak sebanyak drama Korea. Walaupun begitu, beberapa drama Cina, Filipina, juga Thailand sudah mulai bermunculan di Netflix. Meski ga banyak, tapi pada bagus-bagus dan cukup terkenal di negaranya. Beberapa diantaranya sudah ada yang saya tonton seperti My Husband in Law (Thailand), Dare To Love (Thailand), BG Personal Bodyguard (Jepang), A Love so Beautiful (China), dan Go Ahead (China). Oia selain drama, di Netflix ini juga ada beberapa acara dokumenter musik dari Korea dan Jepang. Jangan lupakan juga seri kuliner seperti Street Food Asian!

Viu
Untuk penggemar drama Korea, sebelum ke Netflix biasanya berawal menonton di Viu terlebih dahulu. Kalau dramanya ga ada di Netflix, biasanya akan muncul duluan di Viu. Viu pun biasanya menayangkan drama Korea di H+1 dari dramanya tayang. Untuk tayangan Asia, Viu ini lebih banyak pilihannya dibandingkan dengan Netflix. Selain drama Korea, mereka biasanya banyak drama dan film dari Indonesia, Thailand, dan India. Belakangan Viu pun mulai melirik drama-drama dari China juga. Selain itu belakangan Viu sedang menguatkan variety dan reality shownya, khususnya dari Korea. Saya sebagai penonton sangat senang sekali, karena jadi bisa pindah ke tontonan yang legal. Sebut saya seperti Yoon’s Stay, Running Man, 1 Night 2 Days, Men in Mission, I live Alone, New Journey to the West, Six Senses, The House Detox, House in Wheels, Unexpected Bussiness, Siberian Pathfinder, dan banyak lagi. Selain itu Viu pun banyak menayangkan acara musik Korea seperti Music Bank, Yu Hui Yeol Sketch Book, I Can See Your Voice, Inkigayo, King of Mask, Music Core, serta acara penghargaan akhir tahun. Selain itu acara variety show Korea, Viu juga mulai menayangkan beberapa program tv show dari Singapore loh. Belakang ini saat membuka Viu, saya lebih banyak menonton variety dan reality shownya.

Iqiyi
Tidak banyak yang tahu soal ott streaming yang satu ini. Iqiyi merupakan website ott streaming miliki China sehingga merupakan surga buat yang mencari drama dan variety show dari mainland China. Drama Chinanya pun tidak hanya drama modern, namun juga yang kerajaan loh. Saya mendatangi Iqiyi karena sedang mencari drama China dengan jalur legal. Beberapa drama China yang saya tonton adalah Love is Sweet, Moonlight, Perfect and Casual, Hello Mr. Gu, dan yang terakhir adalah Unforgettable Love. Lalu saya pun baru tahu kalau banyak juga drama Korea yang tayang di sini dan menariknya, drama Korea yang ada di Iqiyi biasanya tidak tayang di dua ott sebelumnya. Kalaupun ada yang tayang biasanya beda beberapa hari atau bulan. Sebut saja drama seperti Dinner mate, How to Be 30, My Roommate is Gumiho, So I married my Anti Fans, Monthly Magazine Home, She Would Never Know, More than Friends, serta The Spies who Loved Me. Oia di sini juga ada anime Jepang dan China! Seru banget sebenernya ngulik tontonan di Iqiyi.

Wee TV
Terakhir adalah Wee TV. Untuk beberapa orang, Wee TV ini banyak digunakan untuk nonton series dan film dari Indonesia loh. Beberapa judul ada yang bagus dan jarang tayang di ott streaming lainnya seperti Imperfect the series, My Lecture My Husband, film Milly dan Mamet, film Rudy Habibie, Sweet 20, Belok Kanan Barcelona, serta Selamat Pagi Malam. Saya sih awal mendatangi Wee TV karena ingin menonton drama Thailand Bad Genius. Saya dulu pernah menonton filmnya dan bagus banget!! Sampai saya review di blog. Ternyata tv seriesnya ga kalah bagusnya. Detail-detail yang ga ada di film, dibikinlah di tv seriesnya. Selain itu berhubung Wee TV ini surganya drama China, jadi tentu saja saya menonton judul-judul yang ga ada di Iqiyi seperti Forever Love dan beberapa drama lain yang saya lupa judulnya karena banyak banget! Hahahaha, Oia di sini juga ada drama Jepang loh. Salah satu yang saya tonton adalah Cursed in Love. Lalu saya juga sedang memasukkan satu drama Korea ke list tontonan saya di Wee TV yaitu The WItch’s Dinner karena hanya tayang di Wee TV. Wee TV juga menayangkan anime Jepang dan China serta variety show China.

Keempat ott streaming ini baru untuk menonton acara Asia ya. Belum untuk mencari film dan tv series bagus dari Barat. Sebut saja beberapa ott streaming seperti Mola, Apple tv, Amazon Prime, Hulu, dan juga HBO Max. Ini semua baru ott streaming drama dan film ya. Belum digabung dengan ott music dan juga per-fansgirling-an. Pusing banget kalau sampai semua harus berlangganan! Bisa-bisa gaji jebol hanya untuk membiayai ott streaming ini semua. Saya biasanya akan mencoba berlangganan selama sebulan untuk menonton tv series yang ingin saya tonton di ott tersebut. Untuk langganan awal ada ott yang menyediakan gratis ataupun seperti Iqiyi hanya perlu membayar tiga ribu saja!. Selain itu cara lain yang bisa dimanfaatkan adalah patungan dengan teman-teman untuk berlangganan bersama. Seperti Netflix yang memiliki pilihan berlangganan untuk 4 devices, atau viu dan iqiyi untuk 2 devices, semua bisa dimanfaatkan. Cara terakhir adalah saling pinjam id dengan teman yang berlangganan beda ott streaming, sehingga bisa lebih hemat!

Ingat, ga semua drama dan film harus ditonton. Begitu pun dengan ott streaming, ga semua perlu berlangganan.



Sea of Hope Episode 7

Untuk yang sering lihat instagram story atau twitter saya, mungkin sudah tahu kalau setiap Selasa sejak beberapa minggu lalu saya selalu ribut banget menonton performance dari sebuah reality show berjudul Sea of Hope. Alasan awalnya saya mau menonton acara ini, tak lain dan tak bukan karena ada leader-nya Shinee, Lee Jinki a.k.a Onew. Sudah lama banget sejak terakhir saya melihat Onew di sebuah reality show. Jadi lah penasaran. Eh saat melihat cast-nya hampir semua aku kenal!! Mulai Lee Su Hyun dari Akmu, Yoon Jong Shin yang saya kenal jaman Family Outing, artis Lee Dong Wook, Kim Go Eun, dan Le Ji Ah sih saya menonton beberapa drama mereka. Jeong Dong Hwan ini saya baru kenalan lewat acara ini. Padahal untuk grup duetnya, Melomance itu suka mengisi soundtrack drama Korea loh. Saya aja yang ga sadar. Sedangkan Zai Ro adalah pemusik dan juga pencipta lagu.

Sea of Hope merupakan acara yang bertema healing dengan menggabungkan antara laut, bar, dan harapan. para cast nanti akan menjalankan bar dengan menyediakan minuman (alkohol dan jus) dan makanan yang berasal dari daerah tempat mereka membuka bar, serta menyajikan live music diiringi deburan ombak sehingga para tamu yang datang ke bar mereka merasakan suasana rileks. Selain itu acara ini mengajak kita untuk hidup lebih sustainable dengan menerapkan hidup bebas dari sampah. Hal ini diperlihatkan saat mereka membeli bahan-bahan untuk minuman dan makanan menggunakan kontainer yang dibawa sendiri serta memanfaatkan panel tenaga surya untuk listrik di bar. Selain itu di hari terakhir pembukaan Bar di Pohang, mereka pun melakukan operasi semut dengan mengambil sampah yang berserakan di sekitar lokasi Bar. Selama acara berlangsung pun Kim Go Eun selalu menyelam untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di tepi laut. Oia apron mereka pun terbuat dari bahan daur ulang plastik dan disupport sama wwf loh! Saya jadi pengen punya satu apronnya 😀 .

Sebenarnya, saya mau menulis soal Sea of Hope ketika acaranya sudah selesai, karena acaranya benar-benar bagus dan enak banget buat ditonton malam-malam. Namun saat memasuki episode ketujuh, saya takluk. Ngebrudul banget rasanya yang ingin disampaikan saat menonton episode tujuh!

Pada episode ketujuh ini, mereka berpindah bar dari Pohang ke Goseong. Di lokasi yang baru ini, mereka pun memiliki pekerja paruh waktu baru. Kalau sebelumnya ada Rose dari Blackpink, maka kali ini ada Sun Woo Jung A yang merupakan penyanyi Jazz dan juga sering bernyanyi di reality serupa bernama Begin Again.

Saat episode tujuh ini, cast Sea of Hope tidak bisa membuka bar mereka di tepi pantai. Hujan deras disertai angin kencang menerpa tempat mereka syuting hingga akhirnya lokasi acara dipindahkan ke penginapan mereka yang disekelilingnya terdapat banyak pohon pinus. Jadinya malah hangat dan terasa dekat. Apalagi ditambah dengan hujan gerimis yang menemani mereka bernyanyi, duh syahdu banget.

Live music episode ini dimulai dari Onew yang menyanyikan lagu berjudul My Other Side, yang dilanjutkan oleh Yoon Jong Shin dengan lagu Like it. Lalu pekerja paruh waktu yang baru, Sun Woo Jung A pun menyanyikan lagunya sendiri berjudul Run with Me. Di sinilah aku petjah!!! Ga mau mewek pun akhirnya air matanya menetes sendiri. Mana memang liriknya tuh bagus banget, ditambah Sun Woo Jung A bernyanyi dengan penampilan prima. Kayaknya ga ada yang biasa aja raut wajahnya sepanjang lagu.

Buat yang penasaran sama lirik lagunya, bisa langsung melihat ke sini ya. Sungguh cocok sekali dengan perasaan saya selama sebulan terakhir lagi stres sepanjang pandemi gelombang kedua. Lalu ditambah dengnan lelah sama pekerjaan sendiri. Terus pas denger lagu ini berasa dimengerti. Apalagi pas lirik “Kaboneun geoya dallyeodo bolkka..” hingga akhir. Berasa banget dibolehin buat kita untuk melepaskan isi hati yang tercekat sebelum akhrinya kembali lagi dengan menjadi lebih kuat. Pas bagian ini pun semua orang langsung netes (termasuk saya)!!

Selesai lagu ini, ternyata, Sung Woo Jung A berduet sama Onew untuk menyanyikan The Distance between You and Me atau yang lebih dikenal dengan Selena 6.23. Muka Onew masih tegang banget karena emosional mendengar lagu Run with Me. Apalagi mengingat dia akan menyanyikan lagu dari grupnya sendiri, Selena 6.23. Sampai sebelum mulai, Onew minta waktu dulu untuk menenangkan diri dan minum. Dong Wook, Su Hyun, dan Go Eun langsung sigap menyiapkan air minum buat Onew. Terharu banget melihat mereka membantu dan membesarkan hati Onew.

Untuk yang ga paham kenapa situasi ini sangat emosional untuk Onew, lagu Selena 6.23 ditulis oleh mendiang Jong Hyun yang merupakan member dari Shinee. Jong Hyun meninggal dunia bunuh diri akibat depresi pada akhir tahun 2017. Pada saat kejadian itu beritanya gempar banget. Saya yang saat itu sedang tidak mengikuti per-idol-an Korea pun jadi mengikuti beritanya dan ikut sedih. Sebenarnya lagu Selena 6.23 ini diciptakan sebagai bentuk perasaan dari Shinee kepada fans mereka yang ada di luar Korea Selatan, yang tidak terjangkau oleh mereka. Tapi semakin ke sini, para fans merasa setiap Shinee menyanyikan lagu ini, terasa seperti lagu yang dinyanyikan untuk mendiang Jong Hyun.

Sepanjang lagu ini, kelihatan banget Onew menahan air matanya tapi juga emosinya nyampe banget!!! Kayaknya fans Shinee langsung lega banget ngeliat Onew akhirnya bisa menunjukkan kesedihannya walau masih tetap menahan air mata biar ga tumpah. Sejak meninggalnya Jong Hyun, Onew ini yang paling berubah diantara member Shinee. Dia banyak menahan emosinya dan berasa harus kuat untuk member lainnya. Makanya meskipun kelihatan kayak yang paling muda dan ga keliatan sperti leader, Onew ini sebenernya mengayomi dan memperhatikan anggotanya loh.

Kalau menonton video youutubenya, perhatiin deh, semua orang merasakan emosinya Onew. Yoon Jung Shin aja serius banget saat Onew nyanyi “oh ini bagian Jong Hyun, Onew pasti banyak yang berkecamuk dipikirannya!”. Dong Wook aja sampai ga lepas pandangannya dari Onew dan bahkan remek banget mukanya!! Go Eun juga berusaha banget untuk menahan nangisnya sampai menghadap ke dinding saking ga tahannya. Dong Wook di akhir lagu pun mewek loh!! Dan saat Onew akhirnya pergi ke samping dapur, semua menyambut Onew dan ngasi tepukan di pundak. Ya ampuuun hangat sekali mereka ke Onew! Berasa banget supportnya dan udah keliatan kayak keluarga. Beda banget sama awkward-nya di episode satu.

Lagu terakhir di episode kali ini dinyanyikan oleh Su Hyun yang juga menyanyikan lagu That I was Once by your Side. Sejak hari Selasa Malam hingga Jumat malam ini, saya masih belum berhasil move on dari episode tujuh Sea of Hope ini. Semua lagunya dalem dan bikin hati hangat. Ini adalah episode terfavorit dari pada episode yang lain. Sayangnya justru episode ini punya episode paling rendah dibandingkan episode yang lain.

Update Sekejap

Sudah sebulan saya tidak menulis. Sejak awal tahun, saya mulai kembali jarang menulis blog. Tidak sesering ketika tahun lalu dan saat awal-awal pandemi. Mungkin karena secara aktivitas mulai berjalan dengan normal, jadi mulai ga ada waktu juga buat nulis blog. Kalo pun ada waktu kosong pun lebih memilih leyeh-leyeh dari pada mengetik.

Saat lockdown ke-2 ini, lumayan membuat saya mental break down. Lingkaran dalam pertemanan saya mulai terkena covid. Hampir setiap hari saya mendapatkan kabar duka (mulai dari yang positif dan harus isoman, keluarganya ada yang positif, ada yang mencari plasma darah-obat-oksigen, dan juga kabar duka karena ada yang meninggal). Rasanya sedih ga selesai-selesai. huuuffft banget deh gelombang kedua pandemi ini!! Rasanya lebih intens dibandingkan gelombang pertama pandemi. Menonton drama Korea pun udah ga mempan untuk menghibur diri. Saya akhirnya kembali ke jalan variety show untuk bisa ketawa-ketawa dan melihat idola-idola lama kembali muncul di sana. Buat yang ingin tahu, saya lagi sering nonton Amazing Saturday, Men in Mission (Knowing Brothers), I live Alone, sama Sea of Hope.

Walaupun begitu tetap bersyukur, masih bisa bekerja yang tidak mengharuskan saya keluar rumah. Ini benar-benar sebuah berkah dan keistimewaan yang tidak bisa didapat semua orang. Akhir tulisan ini saya mau berdoa, semoga kita semua senantiasa dicukupkan rizkinya, mendapatkan berkah di tengah kesulitan ini dan juga selalu diberi kesehatan, aamiin.

Bandung Kembali Lockdown

Dengan tingginya kasus covid-19 akhir-akhir ini, Bandung akhirnya kembali lockdown. Kali ini istilah yang dipakai adalah PPKM – Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Kalo dihitung-hitung istilah yang dipakai pemerintah ini bisa dijadikan satu buku sendiri 😀 . Karena adanya PPKM ini orang-orang yang tadinya sudah mulai beraktivitas normal seperti masuk kantor setiap hari, uji coba sekolah offline, tempat makan dan nongkrong yang ramai, tempat wisata yang ga pernah sepi dari pengunjung, rapat dan seminar di hotel kembali ditiadakan.

Buat yang penasaran bahwa Bandung udah seramai itu, saya kasi beberapa pandangan mata yang pernah saya sendiri rasakan. Pertama adalah Gazibu di hari Minggu. Di masa sebelum pandemi, Gazibu di hari Minggu adalah pasar kaget yang penuh dengan orang menjual segala macam produk. Mulai dari barang baru, second, pakaian, furniture, mainan anak, hingga makanan semua ada. Dua bulan yang lalu saya pernah bepergian pagi-pagi dan melewati Gazibu di hari Minggu. Penuh sodara-sodara!! Saya sampe bengong dan amazing. Kayaknya Corona ini ga ada di sana.

Sebulan kemudian saat bulan puasa, saya pernah pergi malam-malam dan pulang tidak sengaja melewati daerah Jalan Diponegoro Bandung. Saya kejebak macet dan mobilnya diam selama 15 menit ga bergerak!! Semua karena ada pasar malam. Ini ga kalah ramai dengan Gazibu di hari Minggu pagi! Saya lagi-lagi hanya bisa melongo melihatnya.

Beberapa minggu yang lalu, saya ada urusan untuk pergi ke daerah Braga. Saat itu menjelang sore hari. Ternyata sepanjang jalan Braga penuh dengan orang yang lagi jalan-jalan dan jarang aja gitu yang pakai masker. saya sungguh shock bukan main. Begitu menyelesaikan urusan, saya langsung belok kanan buat pulang! Oia ini belum ditambah dengan banyaknya orang Jakarta yang main ke Bandung. Weekend di Bandung itu kembali macet!

Dengan semua kejadian ini wajar aja sih kalau kasus covid-19 di Bandung meningkat. Teman-teman yang bekerja di rumah sakit sebagai dokter, perawat, dan pegawai adminstrasi udah komplain terus tiap lagi wa di dalam grup. Saya juga suka stres karena tiap hari ada saja berita dari lingkungan terdekat kalau kelaurga atau mereka sendiri terpapar Covid. Makanya ketika ada kebijakan untuk kembali lockdown di Bandung ini, saya menyambutnya sebagai langkah pemerintah untuk mengurangi pergerakan manusia di Kota Bandung. Walaupun begitu, ini ga berarti menyelesaikan masalah sih. Di beberapa ruas jalan, tetap saja terjadi kemacetan karena buntut dari penutupan jalan. Saya juga sedih kalau melihat temen-temen yang bergerak di bidang FnB. Their struggle are real! Dengan adanya lockdown ini mereka kembali harus memutar otak menjalankan bisnisnya. Tapi semoga perjuangan semuanya ini bisa untuk melindungi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan terdekat.

Semoga keadaan semakin baik dan kita selalu sehat, aamiin.

Unexpected Reality Show: Unexpected Business

Dramabeans Korean drama recaps

Saya beneran ga menduga akan selesai juga menonton reality show Unexpected Business. Awalnya saya ga terlalu tertarik untuk menonton karena lagi banyak daftar tontonan yang makin lama makin panjang 😀 . Apalagi durasi acaranya yang panjang sekitar 90 – 110 menit, bikin saya maju mundur untuk mulai! Tapi akhirnya tetep aja sih ditonton, karena lagi bosen banget sama drama-drama Korea yang sejak awal tahun sedang berat-berat. Apalagi di sini ada salah satu aktor kesayangan., Zoo In Sung dan melihat beberapa orang yang datang sebagai pekerja paruh waktu di Unexpected Business, jadi lah tertarik buat nonton.

Unexpected business adalah sebuah reality show mengenai Cha Tae Hyun dan Zoo In Sung yang menggantikan ibu pemilik toko kecil di daerah Woncheon-ri Provinsi Gangwon untuk mengelola tokonya selama 10 hari. Toko kecil ini seperti warung kalau di Indonesia, menjual semua barang kebutuhan sehari-hari dan juga dijadikan tempat nongkrong buat penduduk desa. Setiap harinya Cha Tae Hyun dan Zoo In Sung harus bangun pagi-pagi untuk mulai membuka toko dan baru menutup tokonya sekitar pukul 21.30. Ini karena hanya di toko ini saja yang menjual tiket bus. Tidak ada mesin pembeli tiket otomatis di Woncehon-ri, sehingga kalau butuh membeli tiket transportasi harus dateng ke toko ini. Selain tiket transportasi yang masih manual, daftar harga barang di toko pun masih berupa daftar harga yang ditulis tangan. Hanya cara pembayarannya saja di sini yang sudah bisa menggunakan kartu dan kalau tidak salah hanya di toko ini yang ada mesin penjual kopi otomatisnya. Cha Tae Hyun sama Zoo In Sung sampai pusing banget saat pertama kali melihat ini semua sampai berpikir mereka bisa survive atau engga selama 10 hari nanti 😀 .

Ketika jam makan siang dan pulang kantor, toko kecilnya sering banget dikunjungi hampir setiap warga desa mulai dari yang mau membeli barang kebutuhan rumah, cemilan, atau mau makan dan minum. Mulai dari anak-anak, remaja, pekerja di kantor sekitar, sampai nenek kakek semua nongkrongnya di sini. Ternyata memang toko kecil ini ada tepat di tengah-tengah pusat kehidupan masyarakat Woncheon-ri sehingga selalu ramai dikunjungi. Untungnya setiap harinya ada part timer yang diminta datang oleh Cha Tae Hyun dan Zoo In Sung untuk membantu mereka mengurus toko. Part timer yang datang mulai dari aktor, aktris, atlet, hingga penyanyi datang silih bergantian meramaikan toko.

Setiap menonton Unexpected Business, saya jadi teringat warung kecil milik almarhum Pak Tuo yang tinggal di Surabaya. Suasana yang ditampilkannya sama persis seperti kalau saya sedang berkunjung dan membantu di warung kecil milik almarhum Pak Tuo. Suasana hangat pengunjung yang mengobrol setelah pulang kerja, interaksi antara pemilik toko dan pengunjung pun hangat banget. Ga jarang malah jadi ngobrol macem-macem mulai dari pekerjaan, keadaan di sekitar Woncheo-ri, hingga cerita mengenai keluarganya. Saking serunya mengobrol sambil makan dan minum, bahkan ada yang sampai dijemput oleh istrinya karena ga balik-balik 😀 .Setelah lima hari mengurus toko, Cha Tae Hyun dan Zoo In Sung sudah berasa warga lokal karena kenal sama semua orang 😀 .

Saya juga suka sama obrolan antara Cha Tae Hyun, Zoo In Sung, serta para pekerja part time saat mereka sedang makan malam. Beneran berasa melihat pemikiran dari mereka yang manusiawi banget. Mulai dari ngobrolin soal keluarga, dampak covid terhadap pekerjaan mereka sebagai public figure, kehidupan mereka sehari-hari, serta curhatan ketika mereka merasa stuck dengan kehidupannya. Ceritanya mulai dari ketawa-ketawa, serius, sampai sedih semua ada.

Meski durasinya lama, bukan berarti saya menonton langsung satu episode. Malah biasanya saya udah keburu ngantuk saat masih menonton sepertiga episode. Nontonnya beneran nyantai banget dan memang ditonton sebagai penutup hari. Jadi begitu ngantuk, matiin laptop, dan langsung tidur nyenyak 😀 . Suasana yang dibangun saat nonton Unexpected Business ini sama ketika sedang menonton Korean Hostel in Spain ataupun Little Cabin in The Wood. Bawaannya rileks. Ga ada keseruan yang menggebu-gebu ataupun heboh. Beneran ngeliat keseharian warga desa aja sebagai pemilik toko kecil yang menjalani pekerjaan kesehariannya. Apalagi ketika diperlihatkan keindahan Desa Woncheo-ri yang tertutup salju ataupun sungainya yang mengeras, beneran pengen ikutan tinggal di sana juga selama beberapa hari! Rasanya adem banget nontonnya. Pantas saja banyak yang mengatakan bahwa ini adalah salah satu acara yang bertujuan untuk healing.

Satu lagi yang saya sukai dari Unexpected Business adalah lagu-lagunya! Saya bahkan sampai mencari di spotify siapa tahu sudah ada yang bikin playlist dari reality show ini dan ternyata beneran ada dong! Lagunya pun ga melulu lagu Korea. Ada lagunya Bee Gees (How deep is your love), Bill Withers (Ain’t no sunshine), Barry Manilow (Can’t smile without you), lagu-lagu korea lawas dan baru, serta lagu instrumental. Lengkap banget daftarnya! Lagu-lagunya enak untuk menemani saat bekerja maupun untuk bersantai.

Idulfitri 2021

Bulan Ramadhan telah usai, kemarin kita menyambut awal bulan Syawal dengan merayakan Idulfitri. Namun buat saya pribadi, bulan Ramadhan dan Idulfitri kali ini saya jauh dari kemenangan. Ga setiap bulan Ramadhan mudah dan menyenangkan buat saya pribadi. Sebagai manusia tetep aja ada naik turunnya, mulai dari seneng banget, pengen cepet udahan, atau ada juga masa-masa sedihnya. Untuk tahun ini saya merasa berat saat menghadapinya. Tantangannya ada aja terus. Mungkin karena saya sedang berada di titik terjenuh selama pandemi yang entah kapan akan selesainya. Entah saya sedang jenuh dengan pekerjaan yang kayaknya dua bulan terakhir ini lagi padet banget. Alhamdulillah banyak kerjaan, tapi badan capek pun ga bisa bohong. Lalu berita-berita menjelang akhir bulan Ramadhan pun bikin patah hati banget!! Lalu kemaren pun saya sempet menghadapi drama kumbara.

Mungkin bulan Ramadhan kali ini memang harus saya akui kegagalan yang dialami. Semoga tahun depan masih bisa bertemu kembali dengan bulan Ramadhan dan menjadi manusia yang lebih baik dari bulan Ramadhan tahun ini, aamiin. Saya yakin Allah SWT punya rencana yang baik. Meskipun ga tahu apa maksud dari kejadian-kejadian yang saya alami, tapi takdir Allah SWT itu adalah yang terbaik untuk hidup saya. Ia selalu memberikan yang terbaik di waktu dan tempat yang tepat.

Meski Ramadhan dan Idulfitri tahun ini masih dalam suasana pandemi Covid-19, namun buat saya terasa berbeda sekali dengan tahun lalu. Tahun ini masjid sudah ramai kembali didatangi orang-orang yang mau beribadah, sudah banyak yang buka puasa bareng, serta banyak yang pada mudik meski dilarang. Kangen dengan kehangatan keluarga setelah setahun hidup dengan ketidakpastian di tengah pandemi, tentu membuat sebagian besar orang rela untuk kembali kepada keluarga mereka. Ga bisa serta merta disalahkan juga. Mau apapun keputusan yang dibuat, semoga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain, semoga pada sehat, serta selamat.

Di akhir tulisan kali ini, ijinkan saya pun meminta maaf untuk semua tulisan yang mungkin membuat sakit hati ataupun tersinggung. Selamat Idulfitri 2021!! Semoga amal ibadah kita diterima Allah SWT, aamiin!

Beyond Live: SHINee World

Setiap ada poster atau tulisan mengenai konser online, saya selalu berpikir tidak akan seseru konser aslinya. Apalagi tanpa suara riuh penonton, tentu akan ada sesuatu yang dirasa kurang. Saya pikir, kalau nonton konser online akan seperti sedang menonton acara musik di tv atau youtube aja, aura konsernya ga akan dapet. Tapi pada akhirnya semua pemikiran ini kalah saat ada pemberitahuan soal konser online-nya Shinee bertajuk SHINee World di Vlive. Saya pun memutuskan untuk membeli tiket konsernya secara patungan dengan seorang kawan.

Salah satu keuntungan dari menonton konser secara online adalah bisa berbagi layar dengan membeli satu tiket konser. Untuk konser online Shinee Beyond Live: SHINee World sendiri harga satu tiketnya adalah 48,51 USD atau setara 722,000 IDR dan bisa ditonton melalyi website Vlive. Mahal? Tergantung sih. Buat saya ini terbayar banget dengan keuntungan yang didapatnya. Satu tiket untuk ditukarkan saat hari H konser ini bisa ditonton satu akun Vlive di dua layar, bisa menonton konser secara utuh selama hampir tiga jam dan mendapatkan video yang fokus kepada anggota yang ingin dilihat, serta empat kali siaran ulangnya. Serunya menonton konser idol Korea yang diatur oleh Vlive adalah suasana konser yang benar-benar dibangun, sehingga idol pun bisa melihat fansnya secara live dan berinteraksi sebagaimana layaknya konser biasa. Baik melalui kamera seperti sedang video call ataupun melalui live chat. Ini juga yang menjadi pertimbangan saya untuk mau mencoba nonton konser secara online. Walaupun energi konsernya tidak seriuh konser secara tatap muka langsung, tapi energi Idol dan fansnya tetap bisa sampai dong. Ini terasa karena sampai hari ini saja saya masih gagal move on dari konsernya.

Sebagaimana yang saya tulis di atas, konsernya berlangsung selama tiga jam!!! Udah kayak konser secara offline. Konser pun dibuka dengan lagu kesukaan saya “Good Evening” yang segera berlanjut mereka bernyanyi lima lagu “Dream Girl”, “I Really Want You”, “Heart Attack” dan “Married to the Music” sebelum akhirnya menyapa penonton live-nya. Saya cuma bisa menggelengkan kepala, karena ngeliat mereka yang keringetan parah!! Sampai mikir ini di studionya Vlive ac-nya kurang kenceng gitu ya?! Beneran keringetan yang sampai basah sebaju-baju gitu dan rambut mereka keliatan banget lepeknya. Oia karena kondisi mereka yang kayak begini, saya jadi bisa membedakan mana video yang dilakukan secara pre-record dan mana yang engga 😀 . Perlu diketahui, kalo Vlive seperti ini tentu ada beberapa lagu yang dinyanyikan secara pre-record dan buat saya ga masalah. Maklumin aja, gerakan-gerakan Shinee ini powerful semua, kalo mereka tiga jam gerak terus, yang ada saya khawatir mereka bakal pingsan!!! Walaupun begitu saya tetap terkesan banget ketika mereka beneran nyanyi menggunakan band secara live!! Jadi ga ada yang namanya lip sync sepanjang konser.

Setelah menyapa Shawol -sebutan untuk fans Shinee- dengan berbagai bahasa, mereka lanjut menyanyikan lagu “Hello” dalam versi slow dengan latar belakang Shawol. Saya yang menontonnya merinding!! Mereka pun melanjutkan menyanyi “Attention” dan “View”. Lalu anggota Shinee pun berganti kostum dan video lagu berjudul “Chemistry” pun diputar. Saat video selesai, mereka kembali ke panggung untuk bernyanyi “Code”, “Prism”, Sherlock”, dan Everbody”. Keempat lagu ini semua gerakannya rumit dan banyak loncat-nya, sampai di tengah-tengah lagu saya bisa mendengar suara mereka yang lagi memperbaiki napasnya 😀 . Dipikir-pikir Idol Korea ini staminanya kuat banget ya!! Apalagi mengingat mereka menyanyi secara live dan bergerak, tapi suaranya tetap stabil dong. Setelah selesai menyanyikan “Everybody”, untuk kedua kalinya mereka kembali menyapa penonton dan membaca komentar dari live chat. Saat sesi ini Key kebagian untuk membaca komen berbahasa Indonesia, tapi dia menggunakan logat Thai!! Duh ngakak banget ngedengernya. Mereka juga bercerita mengenai lagu-lagu yang baru saja dinyanyikan serta bercerita mengenai kostum yang mereka pakai saat ini.

Konser pun berlanjut dengan video lagu comeback mereka “Don’t call me” dan “Kind”. Diantara video pre-record yang ditunjukkan selama konser, saya paling senang dengan video “Kind” karena mereka mengenakan kostum seperti Indian Amerika. Lagu ini pun merupakan salah satu lagu yang saya sukai di album mereka. Shinee pun kemudian kembali ke panggung dan menyanyikan “Atlantis” lagu terbaru mereka di album repackage yang baru diumumkan saat konser selesai. Setelah lagu dari album baru, mereka pun bergeser kembali ke salah satu lagu lamanya yaitu “Love like Oxygen” yang dilanjut dengan lagu dari album Don’t call me, “Kiss Kiss”. Saya senang sekali dengan setlist lagu mereka yang menyanyikan lagu secara maju mundur dari berbagai album. Setelah itu kamera pun mengarah dari sudut pandang pemain band live, terlihat Shinee yang membelakangi layar penuh fans dan mulai menyanyikan “Juliette”.

Shinee saat menyanyikan Atlantis
Live ban, Shinee, Shawol

Pada bagian ketiga ini, Shinee pun kembali berbicara dengan penonton dan bergantian untuk berganti dengan kostum selanjutnya. Dua orang pertama yang berganti kostum adalah Onew dan Minho dilanjutkan dengan Taemin dan Key. Untuk kostum terakhir mereka ini simpel dan baguuusss banget!! Pada pakai jas dan kemeja putih dengan celana berwarna hitam. Tadinya saya curiga mereka mau nyanyi “Marry You” ternyata engga dong. Ini adalah kostum panggung terakhir mereka dan setelah mereka memberikan salam perpisahan untuk Shawol, mereka menyanyikan lagu “Selena 6.23”. Lagu ini merupakan lagu yang ditulis Alm. Jong Hyun untuk Shawol. Duh berasa banget deh matengnya vokal mereka nyanyi lagu ini.

Lagu terakhir yang dinyanyikan oleh Shinee adalah “An Encore”. Saat ini pun kita bisa melihat bagaimana Shinee dikelilingi oleh lautan berwarna pearl aqua dari light stick Shawol. Saat mereka menyanyikan lagu ini terlihat banget sisi sentimentalnya. Mereka pun bernyanyi dengan berpindah panggung dari panggung belakang ke depan dan hingga akhirnya mengucapkan terima kasih kepada Shawol, memberikan jempol kepada penonton, dan akhirnya berpelukan hingga panggung ditutup. Saya sebagai penonton puas banget sama konsernya. Semua emosi berasa banget!!!

Semoga suatu saat saya bisa menonton konser mereka secara langsung, aamiin!!!

*Tulisan ini mulai ditulis dari setelah konser live tanggal 4 April 2021 dan baru selesai ditulis tepat ketika delay streaming terakhir mereka tanggal 18 April 2021.

SHINee’s Back!

Shinee merupakan salah satu idol k-pop yang berada pada generasi kedua. Waktu debut mereka tidak jauh berbeda dengan Super Junior, Girls Generation, f(x), CN Blue, IU, 2pm, 2am, Bigbang, dan juga 2ne1. Saya tahu lagu-lagu mereka pun karena lagunya menjadi soundtrack di drama Boys Before Flower dan Prosecutor Princess. Lalu semakin mengenal mereka karena suka menonton acara musik seperti Inkigayo, Music Bank, dan juga Music Core. Jadi walaupun ga ngefans, tapi lagunya akrab di telinga. Lagu-lagu Shinee pun semakin akrab karena sering menjadi lagu yang saya pakai kalau maen Pump di Game Master!

Selebihnya, saya ga banyak tahu mengenai kegiatan Shinee maupun berita setiap personilnya. Bahkan saya ga ngeuh ketika menonton We Got Married season 3 ada Taemin di sana, atau ketika nonton We Got Married International ada Key. Bahkan saat menonton drama Descendant of The Sun saya ga ngeuh kalau Onew berperan sebagai dokter junior Song Hae Kyo!! Hingga tahun 2017 saat berita salah satu member Shinee, Jong Hyun meninggal karena bunuh diri di umurnya yang ke 27. Semua orang ikut berduka cita dengan berita meninggalnya tersebut. Pecah banget ngeliat keempat anggota Shinee dan idol lain yang datang ke pemakamannya. Setelah itu saya baru mengikuti berita Shinee tahun 2020 akhir, saat Choi Min Ho menjadi salah satu pemain di drama Lovestruck in The City.

Saya ikut senang ketika Onew (Lee Jin Ki), Taemin, Key (Kim Ki Bum), dan Min Ho kembali berkumpul sebagai Shinee setelah tiga tahun rehat. Mereka rehat ini karena Onew, Key, sama Min Ho bergantian wamil dan Taemin pun disibukkan dengan jadwalnya sebagai bagian dari Super M dan juga kegiatan solo-nya. Hingga awal Januari kemarin, SM mengadakan konser berjudul Culture Humanity, saat itulah ada pemberitahuan kalau Shinee’s Back!!!

Saat Shinee mulai come back, mereka jadi sering muncul di berbagai acara baik di tv maupun video youtube. Walaupun bukan Shawol (sebutan untuk fans Shinee), saya beneran ikut senang ketika mereka aktif di berbagai acara, mulai dari bersikap serius seperti di IU’s Palette dan SBS Exclusive; becanda seperti di I Can See Your Voice, Knowing Brother, Amazing Saturday; sampai berupaya untuk coping dengan kehilangan Jong Hyun. Iya, yang bikin saya makin respek sama mereka adalah bagaimana mereka berusaha untuk tetap mengenang almarhum Jong Hyun. Seperti saat di acara ODG maupun I live Alone.

Di luar kegiatan mereka di dunia hiburan, lagu di album Don’t Call Me ini emang enak semuaaa!!! Beneran deh vokal Shinee itu bagus banget dan punya warna suara yang berbeda, sampai kita yang mendengar bisa membedakan warna suara masing-masing anggotanya. Satu album pun punya berbagai warna musik, mulai dari lagu yang enak buat gerak, hip hop, EDM, reggae, dan ada lagu yang pelan juga. Lengkap banget!! Mereka berempat pun punya suara dengan tangga nada yang berbeda-beda, mulai dari nada rendah sampai tinggi ada semua di keempatnya. Jadi jangan kaget ketika dengar Onew bernyanyi dengan nada tinggi dan tiba-tiba akan ada Min Ho dengan nada rendahnya.

Koreografi gerakannya pun powerful banget!! Sama aja kayak gerakan-gerakan mereka di album yang lama. Apalagi mengingat mereka yang sudah tidak muda lagi alias udah jadi om-om, saya hanya bisa berdecak kagum. Oia anggota termuda mereka, Taemin aja sudah berusia 27 tahun sedangkan Onew berumur 31 tahun loh!! Saya pernah beberapa kali mencoba olah raga pakai lagu Don’t Call Me ini beneran sampai capek banget!! Begitu pun saat mencoba dengan lagu-lagu mereka yang lain. Jadi semakin sadar kalau hampir semua koreografi mereka ini pakai tenaga!! Pantesan paling enak dipake buat lagu zumba 😀 .

Sebagai tempat yang menaungi Shinee, saya senang akhirnya SM Entertainment memberikan ruang khusus dan cukup banyak untuk Shinee di come back-nya saat ini. Apalagi aktivitas come back ini bener-bener di maksimalin banget sebelum semua pada fokus ke come back-nya Super junior. Terutama saat mereka memutuskan mengadakan konser live melalui aplikasi Vlive tanggal 4 April 2021.

New York Style Pizza di Bandung

Saat ini di Bandung sedang ramai dengan tempat New York Style pizza. Untuk yang belum tahu, New York Style Pizza biasanya memiliki ukuran yang besar dengan roti yang tipis. Biasanya dijual per satu iris, maupun dalam bentuk pizza utuh. Saya sendiri sudah mencoba ketiga tempat New York Style Pizza yang ada di Bandung. Ada yang favorit banget sampai pesan berkali-kali, ada juga yang baru dua kali mencoba.

Tempat pizza yang pertama adalah Pizza Place yang terletak di Jalan Dago. Tempatnya persis serumah dengan Two Hands Full (THF) Coffee. Sebenernya Pizza Place Bandung ini adalah cabang dari Pizza Place yang ada di Kemang Jakarta. Menurut saya tempatnya beneran ngeliatin banget kalau ini adalah tempat New York Style Pizza. Kayak lagi nonton tv series Amerika dan mereka lagi di tempat pizza gitu loh. Lengkap dengan dinding penuh piring-piring kertas bergambar macam-macam serta kursi kayu sembilan puluh derajatnya. Walaupun tidak terlalu besar, namun ada delapan meja di dalam ruangan untuk yang mau makan di tempat. Sedangkan di luar ada dua meja lain untuk menikmati pizza. Kalau mau sambil ngopi, terakhir sih saya boleh bawa pizza dari Pizza Place buat dimakan di THF. Menurut saya Pizza Place ini memiliki ukuran pizza paling besar diantara semua tempat New York Style Pizza. Sayang toppingnya memang hanya sedikit. Saya penasaran dengan Pizza Place karena untuk cabang Bandung mereka bekerja sama dengan Carne yang terkenal dengan daging asapnya yang enak! Saya pribadi ga begitu cocok sama Pizza Place, karena kegedean pizzanya. Jadi lah suka bosen duluan di tengah-tengah makan. Akhirnya saya akali dengan cara digulung makannya atau dibagi dua untuk di makan di waktu yang lain 😀 .

Pesto Pizza di Pizza Placed

New York Style Pizza lain yang pernah saya cobain adalah Sliced Pizzeria yang ada di lantai dua kawasan Ranggamalela No. 8 . Sliced Pizza ini juga merupakan cabang dari Sliced Pizzeria Jakarta. Kalau di Bandung tempatnya modern banget dengan dominan berwarna abu-abu baik dari warna kursi, besi-besi, meja, maupun lantai beton atau semennya. Mengingatkan saya sama kebanyakan kedai kopi yang juga lagi ramai memanfaatkan concrete design. Pilihan pizzanya cukup banyak dan beragam. Dari sisi ukuran, Sliced Pizzeria memiliki ukuran pizza yang lebih kecil sedikit dari Pizza Placed. Buat saya ukurannya pas banget. Sedangkan dari sisi menu, pilihan di sini banyak dan ada menu pizza manisnya juga. Oia di sini ada menu Pizza Truffle dan Nutella yang jarang ada di tempat pizza lainnya. Sliced Pizzeria ini kesukaannya kakak saya. Menurutnya dibandingkan tempat pizza yang lain, ini yang paling enak.

Quattro zformaggi Tartufo di Sliced Pizzeria

Tempat lain yang menjual New York Style Pizza adalah Park Slope Pizzeria yang terletak di Jalan Pandawa No.30 Bandung. Tempatnya lumayan deket sama Bandara Husein Bandung. Saya sih belum pernah mengunjungi langsung tempatnya. Dari awal tahu sampai sekarang, selalu pesan via aplikasi ojek online. Pilihan menunya cukup banyak dan beragam. Saya suka tempat ini karena topping pizzanya lebih banyak dibandingkan tempat lain dan mereka juga ada menu untuk saus dasar pizzanya pakai saus putih. Ukuran pizzanya memang yang paling kecil diantara yang lain, namun buat saya sih pas. Jadi bisa makan dua menu pizza 😀 . Park Slope sendiri adalah tempat favorit saya kalau mau makan New York Style Pizza.

Laddy Liberty & Williamsburg di Park Slope Pizza

Oia saya dan kakak memiliki selera yang berbeda. Kakak saya ini lebih senang dengan Pizza Hut dari pada Domino, sedangkan saya sebaliknya. Makanya saya sempet deg-degan ketika mengajaknya untuk coba membeli New York Style pizza seperti ini. Karena dari sisi ketipisan, tipisnya New York Style Pizza ini kan mirip sama Domino ya. Siapa yang menyangka ternyata kakak saya juga suka! Meski tetep aja ya, beda selera. Walaupun saya menggebu-gebu dengan pizza di Park Slope, tapi kakak saya tetap lebih menyukai Sliced Pizzeria.

Saya jadi menantikan apa akan ada yang membuka tempat pizza dengan New York Style lagi ga ya? Atau siapa tahu ada yang membuka tempat pizza lain dengan jenis yang berbeda.

Di Mana Dirimu Setahun yang Lalu?

Di tanggal-tanggal segini, saya masih jetlag setelah pulang umroh. Badan masih terasa capek banget dan remek, namun tugas-tugas sudah menunggu. Satu hari sebelumnya saya sempet ketemu dengan teman sekomunitas untuk menyiapkan kegiatan pelatihan untuk menjadi guru SD Waldorf di akhir bulan Maret 2020, lalu besoknya saya masih masuk kerja di kantor, Saya juga masih berjalan-jalan dan bertemu dengan teman-teman sambil membagikan cerita dan oleh-oleh dari umroh.

Tentu saja kabar adanya virus Covid19 sudah terdengar dan sudah ada kasus pertama di Jakarta. Saat saya pulang umroh pun kegiatan di bandara sudah mulai berbeda. Seperti untuk para pendatang dari daerah asia harus mengisi surat kuning untuk mempermudah pencarian ketika ada kasus Covid19, sedangkan untuk pendatang dari daerah non Asia masih diperbolehkan untuk langsung mengambil bagasi. Berhubung sekali lagi masih jetlag dan ga buka media sosial maupun portal berita, saya nyaris ga tahu ada kejadian apa selama nyaris 2 minggu saya melakukan umroh. Saya masih teringat saat hari kedua sampai di Indonesia, seorang teman sampai bertanya apakah saya sudah sampai di Indonesia atau belum melalui whats app. Saya yang ga tahu apa-apa hanya menjawab “sudah”. Ternyata, saat itu Bandara Jeddah dan Madinah sudah menutup bandaranya, sehingga pesawat yang akan masuk dan pergi praktis tidak bisa melakukan kegiatannya. Beberapa jamaah umroh yang saat itu sudah sampai di bandara Jeddah maupun Madinah tidak diperbolehkan memasuki bandara dan harus terbang kembali ke Indonesia. Sedangkan jamaah yang ada di bandara, harus menunggu dan tidak diperbolehkan untuk terbang selama beberapa hari.

Seminggu kemudian, saya masih bisa nongkrong di kedai kopi kesayangan sambil menyelesaikan pekerjaan ditemani angin yang bertiup kencang. Saat itu saya dan teman berbagi meja masih sempet-sempetnya saling komen betapa kencang anginnya dan dingin banget, tapi kita tetep bertahan di sana untuk menyelesaikan pekerjaan masing-masing. Tentu saja saat itu kami bebas mengobrol dan bekerja tanpa perlu memikirkan hand sanitizer maupun masker. Selama psbb, rasanya kami lebih rela bisa kena angin yang bertiup kencang ini dibandingkan kesetresan menghadapi pandemi seperti setahun belakangan ini.

Setahun yang lalu, di tanggal-tanggal awal Maret ini adalah saat masih bebas melakukan segala sesuatu tanpa perlu ketakutan akan terkena Covid19. Siapa yang menyangka pandemi ini berlangsung selama ini dan kita khususnya yang di Indonesia, jadi terbiasa memakai masker setiap keluar rumah.