Tiga Belas Tahun dan Terus Berlanjut

Selamat ulang tahun untuk blogku di wordpress yang ke-13 tahun!!! Tiga belas tahun!! Bahkan kalau punya anak, udah masuk masa remaja loh blogku ini :’). Udah jadi anak smp! Meskipun kadang ada aja masa on off blog ini didiamkan dalam waktu berbulan-bulan. Terkadang juga banyak yang ingin ditulis sampai bingung sendiri mau nulis dari mana. Ada juga kadang lebih seru main sosial media lain dibandingkan dengan menulis, padahal menulis mungkin jejaknya lebih detail dibandingkan yang lain.

Selama tiga belas tahun menulis ini, siapa yang menyangka saya akan dapet banyak temen baru dari sini. Berawal dari komen-komenan, mengikuti lini masanya di sosial media lain, hingga bertemu di dunia nyata. Bahkan jadi dekat dan curhat!! 🀣🀣🀣

Semoga apapun jejak digital yang ada di sini dapat menjadi pengingat, penyemangat, dan merefleksikan perjalanan hidup saya sendiri. Aamiin!!

Happy Anniversary Coklat dan Hujan!!

Memulai 2022

Selamat tahun baru 2022!!

Semoga apa-apa yang diharapkan, dicitakan, dan menjadi doa baik untuk tahun ini bisa dikabulkan, aamiin.

Menyambut awal tahun 2022 ini saya sudah berusaha mengalahkan ketakutan diri sendiri: bermain kayak. Buat saya, ini adalah tantangan tersendiri karena saya ga bisa berenang!! Dipikir-pikir nekat dan berani itu beda tipis ya, bisa-bisanya main kayak ke tengah Waduk Saguling yang ada di Kota Baru Parahyangan. Tapi saya bermainnya ga sendiri, tapi bareng sepupu dan juga ada yang ngejagain dan nge-briefing kami, yaitu uwa yang berumur lebih dari 75 tahun.

Saat awal berada di kayak sudah tentu saya agak panik. Pertama karena saya disuru mendayung kayak sendirian. Kedua saya takut aja terjun ke waduk, padahal sudah pakai pelampung sih. Ketiga karena kepanikan saya itu lah, kayaknya jadi goyang-goyang. Akhirnya dengan berusaha menenangkan diri dan mendayung pelan-pelan akhirnya bisa juga berkayak di Waduk Saguling!!

Waduk Saguling di Kota Baru Parahyangan

Seru sekali saat kami berkayak di sana. Ada aja kejadian yang bikin bercerita seperti sepasang sepupu saya yang mendapatkan kayak untuk berdua, mereka mesti kompak untuk mendayung agar bisa mengarahkan kayaknya ke tempat yang diinginkan. Alih-alih berjalan lurus, lebih banyak berjalan zig-zagnya πŸ˜†πŸ˜†. Ada lagi sepupu dan seorang ponakan yang sepantaran dan mereka berlomba-lomba untuk paling depan dalam berkayak. Saya sendiri pun lebih sering berada di paling belakang karena paling lambat dalam mendayung. Oh otot tanganku lemah sekali!!! Kejadian lain adalah sepupu saya yang kayaknya bocor!! Jadilah ia harus memompa air dari dalam kayak 🀣🀣. Paling keren sudah tentu Uwa. Beliau yang paling fit dan bisa menyusul, bolak balik dari depan ke belakang untuk memastikan rombongan tidak ada yang terlalu cepat atau ada yang tertinggal, serta memfoto kami semua. Kami yang muda-muda ini kalah tenaga dengan Uwa. Paling swag-nya lagi, bisa-bisanya beliau menerima telepon di tengah sedang berlomba kayak dengan ponakan-ponakannya, di tengah danau. Kami semua yang mendengar beliau menelpon sambil berkata “Halo, iya saya sedang berkayak di tengah danau bareng keponakan-keponakan.” seketika langsung berpikir “oh inilah hari tua yang diimpikan!!”. Aamiin-in dulu aja yaaa!!

Senang sekali hati ini rasanya setelah hampir dua tahun tidak tatap muka dengan sepupu-sepupu tercinta dan bermain bersama. Semoga akan datang hari di mana kita bisa berkumpul lengkap dan seru-seruan seperti ini lagi, aamiin!!

Untuk saat ini, doa saya semoga tetap waras dan sehat baik fisik maupun mental dalam menghadapi apapun yang akan hadir di 2022 ini serta dapat dicukupkan nikmat dan rizkinya oleh Tuhan YME. aamiin!!

Perubahan

Itulah yang saya lakukan dan rasakan selama tahun 2021.

Pelan tapi pasti, perubahan itu terjadi sejak awal tahun. Mulai dari rasa tidak nyaman dan mulai banyak mengeluh dengan pekerjaan, mulai berpikir untuk pindah kota, dan bersiap untuk perubahan yang akan terjadi tapi ntah apa di tahun ini. Perlahan tapi pasti, saya mulai mencoba bergerak ke hal-hal yang dulu saya hindari atau takuti. Pemikirannya saat itu adalah, mau sampai kapan menghindar dan menolak setiap ada pertanyaan terkait hal tersebut yang ditujukan kepada saya.

Oia buat yang penasaran apakah pertanyaannya, bukan pertanyaan “kapan nikah?” sodara-sodara!! Udah lelah kayaknya beberapa orang bertanya hal ini kepada saya. Pertanyaan yang kerap datang di tujuh tahun terakhir ini adalah “mau jadi guru ga Ra?”. Walaupun tidak sering seperti pertanyaan kapan nikah, pertanyaan ini kerap diajukan, berkali-kali, yang selalu saya hindari. Serem ngebayangin tanggung jawab serta beratnya pekerjaan tersebut. Berat baik dalam hal fisik, mental, serta emosi. Hingga tahun ini seperti saya yang bersiap menerima ketika hal tersebut kembali menghampiri. Kayak “oke, ini saatnya!”. Saya ingin menjawab pertanyaan yang kerap muncul itu. Untuk menyelesaikan bagian dari pertanyaan yang berulang selalu ditanyakan. Terpikirkannya, kalau memang ini jalan saya, berarti sudah saatnya dihadapi dan tidak lagi dihindari, agar bisa melanjutkan hidup ke jenjang selanjutnya. Semacam naik level saat bermain games.

Persiapan itu pun sebenarnya sudah lama saya lakukan tanpa saya sadari. Mulai dari ikut study group, ikut teacher training di Bangkok, ikut komunitas di sekolah, ambil bagian yang kecil-kecil, kadang jadi guru pengganti, hingga akhirnya di sekitar bulan Maret saya mencoba untuk jadi asisten guru SD1. Walaupun gagal, namun saya merasa sudah mengambil bagian. Hingga akhirnya di bulan Agustus/September, saya kembali ditanya apakah masih berminat menjadi asisten untuk guru tk.

Saya teringat sebuah quote:

Quote by Johann wolfgang von Goethe: β€œKnowing is not enough; we must apply.  Willing i...”

Quote ini pun sejalan dengan “semua yang saya pelajari dan miliki ini nantinya akan dimintai pertanggungjawabannya”. Sudah sejauh apa saya melakukan ilmu yang telah saya pelajari ini? Akhirnya saya pun memantapkan diri untuk mengambil peran baru menjadi asisten guru tk.

Tiga bulan awal ini, bukan perjalanan yang mudah meski saya sudah bersiap. Selalu ada hal yang mengingatkan saya untuk menjadi lebih waspada untuk setiap tindakan dan keputusan yang diambil. Ada hal-hal yang harus dibuat dan dilakukan untuk membuka sebuah kelas baru. Saya sampai ada di fase stres saat menjalani bulan kedua hingga berat badan turun 2kg!! Walaupun stres dan merasa memiliki beban yang berat, selalu ada orang-orang yang mengulurkan bantuannya baik langsung ataupun tidak. Ini pun adalah hal berharga yang saya temui. Hingga membuat saya bangkit dan pada akhirnya bisa lega dan tertawa melihat beragam kejadian yang ada.

Perubahan tidak pernah membuat nyaman. Namun dalam perjalanannya banyak pelajaran berharga yang saya ambil setitik demi setitik, menghargai berbagai hal yang kadang luput dari perhatian, dan terakhir betapa lega dan bahagianya ketika menyelesaikan satu hal kecil sedikit demi sedikit. Dan saya tetap bisa tertawa di tengah perubahan ini. Membuat saya semakin yakin bahwa disetiap kesulitan, ada kemudahan. Sebuah ayat yang saya selalu pegang saat berada di tengah-tengah kesulitan dan perubahan yang terjadi dalam hidup.

Terima kasih 2021 untuk semua pelajaran dan masa kritis yang saya alami. Benar-benar berada di umur 33 tahun di tahun ini perasaan dan pikiran-pikiran yang bergejolak membuat saya akhirnya memilih sebuah jalan yang baru. Saatnya menyongsong 2022, semoga semoga semoga lebih cerah dari 2021 ini, aamiin!!

Kopdar Akhir Tahun

Minggu lalu, akhirnya saya memutuskan untuk berlibur ke Jakarta dan Bogor. Liburannya yang deket dulu karena orang-orang ibu kota ini kan banyak yang berlibur ke luar Jakarta. Harapannya Jakarta rada kosong gitu kan ya. Ternyata, Jakarta tetep ramai ya!! Untuk cerita liburan nanti menyusul ya. Tulisan kali ini saya mau cerita soal pertemuan dengan temen-temen dari dunia blog. Mumpung ceritanya masih hangat dan sekalian mengisi tulisan blog biar ga cuma soal Korea terus πŸ˜†.

Saat sedang liburan ke Jakarta, saya sempet komen-komenan instagram story sama Mbak Jo. Awalnya saya pikir Mbak Jo masih berlibur di Bandung, ternyata udah balik ke Jakarta dong! Lalu Mbak Jo pun ngajakin saya buat ketemuan hari Minggu sore. Rencana awalnya, Mbak Jo udah janjian sama Dila dan Mbak Dewi yang juga saya kenal dari sksd komen di blog mereka 😁 . Pas banget karena saya pun baru pulang dari Bogor di Minggu pagi. Awalnya tentu saya antara kepengen ikut ketemu tapi kan malu, soalnya belum pernah ketemu sama Dila dan Mbak Dewi. Alhamdulillah mereka mau menerimaku yang tiba-tiba ikut kumpul hore!!

Saya kenal Mbak Jo, Dila, dan Mbak Dewi ini dari blog walking enam atau tujuh tahun yang lalu. Awalnya mulai dari nge-like tulisannya sampai akhirnya komen-komenan. Dari ngeblog ini, saya juga mulai mengikuti twitter dan instagram mereka. Tentu saja ketika ada foto di lini waktu maupun instagram story saya suka nge-like dan komen. Dari sana lah percakapan pun bergulir. Dari dunia ngeblog ini, saya sudah beberapa kali kopi darat alias meet up. Di mulai dari ketemuan sama Mas Ryan di Bandung, lalu pernah juga ketemu Mas Ryan dan Mas Dani saat saya sedang kerja di Jakarta. Saya juga pernah ketemuan sama Mbak Noni saat kita lagi sama-sama ada di Kuala Lumpur. Kalau sama Mbak Jo, kita udah berkali-kali ketemu, mulai dari yang sekilas doang sampai yang berjam-jam. Kali ini selain sama Mbak Jo, saya akhirnya ketemu sama Mbak Dewi dan Dila.

Kita janjian di Hakata Ikkousha yang ada di lantai bawah Plaza Indonesia. Saat menuju ke sana, saya sempat tersesat dulu di dalam mallnya! Selain memang turis, saya pun jarang main ke mall yang satu ini. Saya biasanya suka janjian sama orang-orang di Grand Indonesia yang berada di sampingnya. Eh ternyata, ga cuma saya yang tersesat karena semuanya pun sama-sama tersesat!!! Bahkan Dila sampe salah masuk tempat ramen karena sama-sama punya latar warna merah.

Satu persatu pun datang. Setiap ada yang datang, kita heboh banget buat nyambutnya. Maklumin aja, udah lama ga ketemu temen sejak pandemi jadi emang heboh banget. Padahal awalnya saya udah deg-degan aja takut awkward karena kan belum pernah beneran ngobrol hadap-hadapan, ternyata engga saudara-saudara!! Sampai mata-mata pengunjung Hakata melihat ke arah kami saking berisiknya! Kita ngobrol banyak hal dan ga brenti-brenti. Mulai dari cerita awal kenal pas di blog dan dunia nyata, ngobrol di dm instagram, sampai ngobrolin per-Korea-an mulai dari drama sampai gosip-gosipnya. Bahkan ada masa di mana saya ngobrol nyautin Mbak Jo dan Mbak Dewi lagi nyautin Dila, tapi udah gitu ngobrol lagi berempat.

Rasanya waktu beneran berlalu hanya sekejap!! Tiba-tiba waktu menunjukkan sudah mau jam 17.30. Kita akhirnya memutuskan untuk pulang biar ga kemaleman sampai rumah. Sebelum pulang tentu kita wajib foto-foto dulu dong. Berhubung ga kepikiran mau foto di mana, akhirnya foto di depan Hakata aja! Mulai dari foto berempat, foto berdua-berdua, foto selfie, sampe akhirnya kita beneran pergi dari Hakata. Bodo deh diliatin orang-orang.

foto dengan gayanya masing-masing

Siapa yang menyangka ternyata seru-seruan ngobrol di komen blog dan dm instagram juga terbawa sampai saat bertemu di dunia nyata. Kayak temen lama yang udah lama ga ketemu dan ga ada canggung-canggungnya. Saya dan Mbak Dewi yang pulang bareng satu mrt pun tetep curi-curi ngobrol dan baru diem kalau ada satpam yang mendekat 😝.

Hatiku beneran hangat dan seneng banget dengan kopdar kemaren. Padahal ga lama, tapi efeknya ga kelar-kelar. Semoga tahun depan dan dalam waktu dekat bisa ketemuan lagi ya mbak-mbakku semuaaa~ 😘 . Jangan sampai perlu waktu bertahun-tahun lagi hingga pertemuan kita berikutnya.

Would You Like a Cup of Coffee?

Untuk yang sudah lama mengikuti blog ini, tentu sudah tahu kalau saya ini suka banget berkunjung ke kedai kopi. Mulai dari minum cokelat hangat; mengerjakan mulai dari skripsi, thesis, hingga pekerjaan; numpang baca buku, menulis jurnal, hingga akhirnya beneran minum kopi dan bertemu dengan teman-teman baru. Dipikir-pikir banyak juga ya yang saya lakukan di sebuah kedai kopi. Uniknya, saya suka kedai kopi yang memiliki tempat tidak terlalu besar dan punya tone warna yang hangat.

Hal itulah yang membuat saya akhirnya menonton drama Korea Would You Like a Cup of Coffee. Bercerita mengenai Park Seok adalah pemilik kedai kopi 2nd Generation Coffee yang sangat passionate dengan pekerjaannya. Ia menjalankan kedai kopinya sendiri dan sering mengobrol dengan pelanggan-pelanggannya sambil duduk di belakang bar kopi. Suatu hari ia kedatangan tamu, Go Bi yang baru saja gagal menempuh ujian menjadi pegawai negeri. Park Seok lalu membuatkan secangkir kopi yang mengubah hidup Go Bi. Go Bi akhirnya meminta Park Seok untuk mengajarkannya membuat kopi yang enak.

Ceritanya sederhana dan tidak ada drama yang heboh. Sesederhana cerita mengenai tamu-tamu yang berkunjung ke kedai kopi kecil. Ada tamu yang datang silih berganti, tamu yang mencari tempat tenang sejenak, tamu yang merupakan pelanggan tetap, ataupun tetangga sekitar kedai kopi yang mampir berkunjung. Semua diceritakan dalam 12 episode selama 30 menit setiap episodenya. Tone warna dramanya juga hangat. Ditambah dengan lagu-lagu instrumentalnya membuat setiap kali menontonnya jadi tenang dan damai bawaannya. Cocok banget untuk menutup akhir pekan!

Rasanya hal-hal yang saya sukai dari sebuah kedai kopi diceritakan di Would You Like a Cup of Coffee. Bagaimana sebuah kedai kopi dapat menginspirasi orang-orang yang sedang kesulitan dengan hidupnya. Baik gagal ujian negara, stuck sama pekerjaan, atau pun sedang galau dengan sebuah hubungan. Selain itu drama ini juga menceritakan beratnya menjadi seorang barista ketika bos-nya adalah orang yang perfeksionis dan bener-bener mau mengajari baristanya dengan cara berbeda dari bos-bos lainnya. Oh ini mengingatkan saya sama seorang pemilik kedai kopi yang perfeksionis banget sama baristanya πŸ˜€ . Selain itu kita juga akan melihat ada tamu-tamu kedai kopi yang aneh-aneh dan menyebalkan. Kalau sering duduk di sebuah kedai kopi, kita pun akan melihat kelakuan dari tamu-tamu itu yang bikin geleng-geleng kepala.

Would You Like a Cup of Coffee ini bisa ditonton di Wetv ya. Semoga ikut menghangatkan hati saat menontonnya.

Belum Berjodoh

Mungkin belum waktunya.

Mungkin belum pas aja tempatnya.

Mungkin bukan jalannya.

Mungkin memang ga cocok.

Mungkin dicukupkannya segitu dulu.

Yah…belum berjodoh aja.

Walaupun tahu semua itu, ternyata memang tetep sedih dan berasa patah hatinya ketika dapet kabar ada yang mengundurkan diri setelah bertemu beberapa kali tuh.

Oia walaupun ini judulnya soal jodoh, tapi bukan soal pasangan hidup ya. Ini sedang curhat terkait pekerjaan terbaru saat ini. Padahal mungkin ini pun menjawab doa-doa ku kemarin. Apapun itu, berapapun itu, sudah pasti yang terbaik yang diberikan Sang Maha Kuasa untuk bisa saya dan rekan saya jalani bersama.

Dua Bulan Menuju 2022

Mungkin malah 1,5 bulan lagi ya!!!

Saya pun baru sadar kalau sudah sejak Agustus tidak ada tulisan apapun di blog ini. Sibuk? Sudah pasti!! Apalagi perasaan saya belakangan ini lagi roller coaster banget, pekerjaan yang ga beres-beres, dan berakhir dengan overwhelmed. Baru minggu ini sudah mulai bisa nafas dengan lebih normal lagi.

Banyak sekali yang ingin diceritakan dan ditulis, sampai bingung akan memulai dari mana. Update pertamanya mungkin adalah saya akhirnya beneran pindah kerja!! Setelah jadi pekerja perusahaan, sekarang saya banting setir ke area pendidikan. Di tulisan yang lain saya akan cerita lebih detail.

Saya pun beberapa kali mengunjungi kedai kopi yang ingin dikristalkan ceritanya di sini, tapi yah itu juga terbengkalai, baru sampai dipikiran aja. Semoga saya mulai bisa kembali lagi menulis untuk mengkristalkan kejadian-kejadian di hidup dan juga mengurai pikiran di blog ini, aamiin!! Saat ini bahkan saya belum bisa bepergian terlalu sering karena masih adaptasi dengan pekerjaan yang baru ini. Jangankan bepergian, untuk sekedar menonton drama pun kemarin-kemarin sempat tidak ada waktu dan memilih tidur. Rasanya sejak pindah kerja saya dihadapkan pada kenyataan kalau dua tahun ini sudah keenakan untuk bekerja dengan santai, jadilah berasa banget jompo dan lemesnya.

Saat ini mungkin hal yang bikin semangat adalah memikirkan liburan yang akan datang sebentar lagi. Kurang lebih sebulan lagi. Oia sejak pindah kerja, berarti saya ga bisa lagi bepergian seenaknya seperti sebelumnya, menjadi orang kebanyakan yang akan bepergian saat libur sekolah datang berkunjung.

Sekilas dulu cerita random yang ingin dituliskan menjelang akhir tahun. Semoga ke depannya saya bisa kembali rajin menulis ya!

Menonton Legal Acara Asia

Zaman dulu sangat sulit menemukan cara untuk dapat menonton drama Asia atau Barat secara legal. Kalau ga punya tv kabel dipastikan akan mengunduh lewat website ilegal. Itu pun kalau di rumah punya internet, kalau engga tentu akan menggunakan internet kampus. Atau kalau untuk saya dulu, suka pakai intranet kampus tetangga lewat total commander untuk dapat mengunduh tv series (halo para pengguna tc maupun yang sampe patungan demi beli space di kampus ituuu!).

Sekarang sudah tak menjadi alasan lagi untuk menonton secara ilegal (yah kecuali kalau tontonan yang diinginkan benar-benar ga ada di saluran ott streaming manapun seperti variety show Begin Again Korea, Sea of Hope, Amazing Saturday, ataupun drama-drama Jepang). Saat ini sudah banyak sekali ott streaming yang memiliki beragam acara dan juga penawaran akun premium berdasarkan kebutuhan penonton. Kalau tidak ingin membayar akun premium, masih bisa kok menonton acara lain, namun tentu bukan acara terbaru yang sedang tayang juga di negara asalnya. Di tulisan kali ini saya mau menulis beberapa ott streaming acara Asia yang saya tahu.

Netflilx
Hampir semua orang berlangganan Netflix. Kalau dulu Netflix terkenal dengan acara-acara khasnya yang berat (sampai sekarang sih sebenernya). Namun sejak banyaknya tontonan populer lain yang ada di Netflix, penggunanya pun semakin banyak. Apalagi sejak Telkom membuka akses Netflix untuk penggunanya, maka semakin besarlah pengguna Netflix di Indonesia. Sekarang pilihan tontonan Asia semakin semarak di Netflix. Kalau dulu drama Jepang dan Koreanya hanya yang benar-benar terkenal, sekarang ragam pilihannya untuk drama Korea semakin banyak. Sedangkan untuk drama Jepang sayangnya tidak sebanyak drama Korea. Walaupun begitu, beberapa drama Cina, Filipina, juga Thailand sudah mulai bermunculan di Netflix. Meski ga banyak, tapi pada bagus-bagus dan cukup terkenal di negaranya. Beberapa diantaranya sudah ada yang saya tonton seperti My Husband in Law (Thailand), Dare To Love (Thailand), BG Personal Bodyguard (Jepang), A Love so Beautiful (China), dan Go Ahead (China). Oia selain drama, di Netflix ini juga ada beberapa acara dokumenter musik dari Korea dan Jepang. Jangan lupakan juga seri kuliner seperti Street Food Asian!

Viu
Untuk penggemar drama Korea, sebelum ke Netflix biasanya berawal menonton di Viu terlebih dahulu. Kalau dramanya ga ada di Netflix, biasanya akan muncul duluan di Viu. Viu pun biasanya menayangkan drama Korea di H+1 dari dramanya tayang. Untuk tayangan Asia, Viu ini lebih banyak pilihannya dibandingkan dengan Netflix. Selain drama Korea, mereka biasanya banyak drama dan film dari Indonesia, Thailand, dan India. Belakangan Viu pun mulai melirik drama-drama dari China juga. Selain itu belakangan Viu sedang menguatkan variety dan reality shownya, khususnya dari Korea. Saya sebagai penonton sangat senang sekali, karena jadi bisa pindah ke tontonan yang legal. Sebut saya seperti Yoon’s Stay, Running Man, 1 Night 2 Days, Men in Mission, I live Alone, New Journey to the West, Six Senses, The House Detox, House in Wheels, Unexpected Bussiness, Siberian Pathfinder, dan banyak lagi. Selain itu Viu pun banyak menayangkan acara musik Korea seperti Music Bank, Yu Hui Yeol Sketch Book, I Can See Your Voice, Inkigayo, King of Mask, Music Core, serta acara penghargaan akhir tahun. Selain itu acara variety show Korea, Viu juga mulai menayangkan beberapa program tv show dari Singapore loh. Belakang ini saat membuka Viu, saya lebih banyak menonton variety dan reality shownya.

Iqiyi
Tidak banyak yang tahu soal ott streaming yang satu ini. Iqiyi merupakan website ott streaming miliki China sehingga merupakan surga buat yang mencari drama dan variety show dari mainland China. Drama Chinanya pun tidak hanya drama modern, namun juga yang kerajaan loh. Saya mendatangi Iqiyi karena sedang mencari drama China dengan jalur legal. Beberapa drama China yang saya tonton adalah Love is Sweet, Moonlight, Perfect and Casual, Hello Mr. Gu, dan yang terakhir adalah Unforgettable Love. Lalu saya pun baru tahu kalau banyak juga drama Korea yang tayang di sini dan menariknya, drama Korea yang ada di Iqiyi biasanya tidak tayang di dua ott sebelumnya. Kalaupun ada yang tayang biasanya beda beberapa hari atau bulan. Sebut saja drama seperti Dinner mate, How to Be 30, My Roommate is Gumiho, So I married my Anti Fans, Monthly Magazine Home, She Would Never Know, More than Friends, serta The Spies who Loved Me. Oia di sini juga ada anime Jepang dan China! Seru banget sebenernya ngulik tontonan di Iqiyi.

Wee TV
Terakhir adalah Wee TV. Untuk beberapa orang, Wee TV ini banyak digunakan untuk nonton series dan film dari Indonesia loh. Beberapa judul ada yang bagus dan jarang tayang di ott streaming lainnya seperti Imperfect the series, My Lecture My Husband, film Milly dan Mamet, film Rudy Habibie, Sweet 20, Belok Kanan Barcelona, serta Selamat Pagi Malam. Saya sih awal mendatangi Wee TV karena ingin menonton drama Thailand Bad Genius. Saya dulu pernah menonton filmnya dan bagus banget!! Sampai saya review di blog. Ternyata tv seriesnya ga kalah bagusnya. Detail-detail yang ga ada di film, dibikinlah di tv seriesnya. Selain itu berhubung Wee TV ini surganya drama China, jadi tentu saja saya menonton judul-judul yang ga ada di Iqiyi seperti Forever Love dan beberapa drama lain yang saya lupa judulnya karena banyak banget! Hahahaha, Oia di sini juga ada drama Jepang loh. Salah satu yang saya tonton adalah Cursed in Love. Lalu saya juga sedang memasukkan satu drama Korea ke list tontonan saya di Wee TV yaitu The WItch’s Dinner karena hanya tayang di Wee TV. Wee TV juga menayangkan anime Jepang dan China serta variety show China.

Keempat ott streaming ini baru untuk menonton acara Asia ya. Belum untuk mencari film dan tv series bagus dari Barat. Sebut saja beberapa ott streaming seperti Mola, Apple tv, Amazon Prime, Hulu, dan juga HBO Max. Ini semua baru ott streaming drama dan film ya. Belum digabung dengan ott music dan juga per-fansgirling-an. Pusing banget kalau sampai semua harus berlangganan! Bisa-bisa gaji jebol hanya untuk membiayai ott streaming ini semua. Saya biasanya akan mencoba berlangganan selama sebulan untuk menonton tv series yang ingin saya tonton di ott tersebut. Untuk langganan awal ada ott yang menyediakan gratis ataupun seperti Iqiyi hanya perlu membayar tiga ribu saja!. Selain itu cara lain yang bisa dimanfaatkan adalah patungan dengan teman-teman untuk berlangganan bersama. Seperti Netflix yang memiliki pilihan berlangganan untuk 4 devices, atau viu dan iqiyi untuk 2 devices, semua bisa dimanfaatkan. Cara terakhir adalah saling pinjam id dengan teman yang berlangganan beda ott streaming, sehingga bisa lebih hemat!

Ingat, ga semua drama dan film harus ditonton. Begitu pun dengan ott streaming, ga semua perlu berlangganan.



Sea of Hope Episode 7

Untuk yang sering lihat instagram story atau twitter saya, mungkin sudah tahu kalau setiap Selasa sejak beberapa minggu lalu saya selalu ribut banget menonton performance dari sebuah reality show berjudul Sea of Hope. Alasan awalnya saya mau menonton acara ini, tak lain dan tak bukan karena ada leader-nya Shinee, Lee Jinki a.k.a Onew. Sudah lama banget sejak terakhir saya melihat Onew di sebuah reality show. Jadi lah penasaran. Eh saat melihat cast-nya hampir semua aku kenal!! Mulai Lee Su Hyun dari Akmu, Yoon Jong Shin yang saya kenal jaman Family Outing, artis Lee Dong Wook, Kim Go Eun, dan Le Ji Ah sih saya menonton beberapa drama mereka. Jeong Dong Hwan ini saya baru kenalan lewat acara ini. Padahal untuk grup duetnya, Melomance itu suka mengisi soundtrack drama Korea loh. Saya aja yang ga sadar. Sedangkan Zai Ro adalah pemusik dan juga pencipta lagu.

Sea of Hope merupakan acara yang bertema healing dengan menggabungkan antara laut, bar, dan harapan. para cast nanti akan menjalankan bar dengan menyediakan minuman (alkohol dan jus) dan makanan yang berasal dari daerah tempat mereka membuka bar, serta menyajikan live music diiringi deburan ombak sehingga para tamu yang datang ke bar mereka merasakan suasana rileks. Selain itu acara ini mengajak kita untuk hidup lebih sustainable dengan menerapkan hidup bebas dari sampah. Hal ini diperlihatkan saat mereka membeli bahan-bahan untuk minuman dan makanan menggunakan kontainer yang dibawa sendiri serta memanfaatkan panel tenaga surya untuk listrik di bar. Selain itu di hari terakhir pembukaan Bar di Pohang, mereka pun melakukan operasi semut dengan mengambil sampah yang berserakan di sekitar lokasi Bar. Selama acara berlangsung pun Kim Go Eun selalu menyelam untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di tepi laut. Oia apron mereka pun terbuat dari bahan daur ulang plastik dan disupport sama wwf loh! Saya jadi pengen punya satu apronnya πŸ˜€ .

Sebenarnya, saya mau menulis soal Sea of Hope ketika acaranya sudah selesai, karena acaranya benar-benar bagus dan enak banget buat ditonton malam-malam. Namun saat memasuki episode ketujuh, saya takluk. Ngebrudul banget rasanya yang ingin disampaikan saat menonton episode tujuh!

Pada episode ketujuh ini, mereka berpindah bar dari Pohang ke Goseong. Di lokasi yang baru ini, mereka pun memiliki pekerja paruh waktu baru. Kalau sebelumnya ada Rose dari Blackpink, maka kali ini ada Sun Woo Jung A yang merupakan penyanyi Jazz dan juga sering bernyanyi di reality serupa bernama Begin Again.

Saat episode tujuh ini, cast Sea of Hope tidak bisa membuka bar mereka di tepi pantai. Hujan deras disertai angin kencang menerpa tempat mereka syuting hingga akhirnya lokasi acara dipindahkan ke penginapan mereka yang disekelilingnya terdapat banyak pohon pinus. Jadinya malah hangat dan terasa dekat. Apalagi ditambah dengan hujan gerimis yang menemani mereka bernyanyi, duh syahdu banget.

Live music episode ini dimulai dari Onew yang menyanyikan lagu berjudul My Other Side, yang dilanjutkan oleh Yoon Jong Shin dengan lagu Like it. Lalu pekerja paruh waktu yang baru, Sun Woo Jung A pun menyanyikan lagunya sendiri berjudul Run with Me. Di sinilah aku petjah!!! Ga mau mewek pun akhirnya air matanya menetes sendiri. Mana memang liriknya tuh bagus banget, ditambah Sun Woo Jung A bernyanyi dengan penampilan prima. Kayaknya ga ada yang biasa aja raut wajahnya sepanjang lagu.

Buat yang penasaran sama lirik lagunya, bisa langsung melihat ke sini ya. Sungguh cocok sekali dengan perasaan saya selama sebulan terakhir lagi stres sepanjang pandemi gelombang kedua. Lalu ditambah dengan lelah sama pekerjaan sendiri. Terus pas denger lagu ini berasa dimengerti. Apalagi pas lirik “Kaboneun geoya dallyeodo bolkka..” hingga akhir. Berasa banget dibolehin buat kita untuk melepaskan isi hati yang tercekat sebelum akhrinya kembali lagi dengan menjadi lebih kuat. Pas bagian ini pun semua orang langsung netes (termasuk saya)!!

Selesai lagu ini, ternyata, Sung Woo Jung A berduet sama Onew untuk menyanyikan The Distance between You and Me atau yang lebih dikenal dengan Selena 6.23. Muka Onew masih tegang banget karena emosional mendengar lagu Run with Me. Apalagi mengingat dia akan menyanyikan lagu dari grupnya sendiri, Selena 6.23. Sampai sebelum mulai, Onew minta waktu dulu untuk menenangkan diri dan minum. Dong Wook, Su Hyun, dan Go Eun langsung sigap menyiapkan air minum buat Onew. Terharu banget melihat mereka membantu dan membesarkan hati Onew.

Untuk yang ga paham kenapa situasi ini sangat emosional untuk Onew, lagu Selena 6.23 ditulis oleh mendiang Jong Hyun yang merupakan member dari Shinee. Jong Hyun meninggal dunia bunuh diri akibat depresi pada akhir tahun 2017. Pada saat kejadian itu beritanya gempar banget. Saya yang saat itu sedang tidak mengikuti per-idol-an Korea pun jadi mengikuti beritanya dan ikut sedih. Sebenarnya lagu Selena 6.23 ini diciptakan sebagai bentuk perasaan dari Shinee kepada fans mereka yang ada di luar Korea Selatan, yang tidak terjangkau oleh mereka. Tapi semakin ke sini, para fans merasa setiap Shinee menyanyikan lagu ini, terasa seperti lagu yang dinyanyikan untuk mendiang Jong Hyun.

Sepanjang lagu ini, kelihatan banget Onew menahan air matanya tapi juga emosinya nyampe banget!!! Kayaknya fans Shinee langsung lega banget ngeliat Onew akhirnya bisa menunjukkan kesedihannya walau masih tetap menahan air mata biar ga tumpah. Sejak meninggalnya Jong Hyun, Onew ini yang paling berubah diantara member Shinee. Dia banyak menahan emosinya dan berasa harus kuat untuk member lainnya. Makanya meskipun kelihatan kayak yang paling muda dan ga keliatan sperti leader, Onew ini sebenernya mengayomi dan memperhatikan anggotanya loh.

Kalau menonton video youutube saat Onew dan Sung Woo Jung A nyanyi, perhatiin deh, semua orang merasakan emosinya Onew. Yoon Jung Shin aja serius banget saat Onew nyanyi “oh ini bagian Jong Hyun, Onew pasti banyak yang berkecamuk dipikirannya!”. Dong Wook aja sampai ga lepas pandangannya dari Onew dan bahkan remek banget mukanya!! Go Eun juga berusaha banget untuk menahan nangisnya sampai menghadap ke dinding saking ga tahannya. Dong Wook di akhir lagu pun mewek loh!! Dan saat Onew akhirnya pergi ke samping dapur, semua menyambut Onew dan ngasi tepukan di pundak. Ya ampuuun hangat sekali mereka ke Onew! Berasa banget supportnya dan udah keliatan kayak keluarga. Beda banget sama awkward-nya di episode satu.

Lagu terakhir di episode kali ini dinyanyikan oleh Su Hyun yang juga menyanyikan lagu That I was Once by your Side. Sejak hari Selasa Malam hingga Jumat malam ini, saya masih belum berhasil move on dari episode tujuh Sea of Hope ini. Semua lagunya dalem dan bikin hati hangat. Ini adalah episode terfavorit dari pada episode yang lain. Sayangnya justru episode ini punya rating paling rendah dibandingkan episode yang lain.

Update Sekejap

Sudah sebulan saya tidak menulis. Sejak awal tahun, saya mulai kembali jarang menulis blog. Tidak sesering ketika tahun lalu dan saat awal-awal pandemi. Mungkin karena secara aktivitas mulai berjalan dengan normal, jadi mulai ga ada waktu juga buat nulis blog. Kalo pun ada waktu kosong pun lebih memilih leyeh-leyeh dari pada mengetik.

Saat lockdown ke-2 ini, lumayan membuat saya mental break down. Lingkaran dalam pertemanan saya mulai terkena covid. Hampir setiap hari saya mendapatkan kabar duka (mulai dari yang positif dan harus isoman, keluarganya ada yang positif, ada yang mencari plasma darah-obat-oksigen, dan juga kabar duka karena ada yang meninggal). Rasanya sedih ga selesai-selesai. huuuffft banget deh gelombang kedua pandemi ini!! Rasanya lebih intens dibandingkan gelombang pertama pandemi. Menonton drama Korea pun udah ga mempan untuk menghibur diri. Saya akhirnya kembali ke jalan variety show untuk bisa ketawa-ketawa dan melihat idola-idola lama kembali muncul di sana. Buat yang ingin tahu, saya lagi sering nonton Amazing Saturday, Men in Mission (Knowing Brothers), I live Alone, sama Sea of Hope.

Walaupun begitu tetap bersyukur, masih bisa bekerja yang tidak mengharuskan saya keluar rumah. Ini benar-benar sebuah berkah dan keistimewaan yang tidak bisa didapat semua orang. Akhir tulisan ini saya mau berdoa, semoga kita semua senantiasa dicukupkan rizkinya, mendapatkan berkah di tengah kesulitan ini dan juga selalu diberi kesehatan, aamiin.