Musik Kamar: Wind

img_0943

Awalnya saya sempat bingung dengan judul musik kamar. Ternyata ini adalah jenis pertunjukan yang berbeda dengan orkestra. Musik kamar atau chamber music biasanya dilakukan oleh dua hingga lima belas orang tanpa ada konduktor yang mengarahkan musik. Pertunjukkannya pun dilakukan dalam ruangan yang memiliki jumlah penonton terbatas. Tidak seperti saat orkestra yang memiliki ruangan luas. Musik kamar ini pertama kali muncul saat musik Barok yaitu sekitar tahun 1600-1750 (Wikipedia).

img_0946

Wind Quintet and Bassoon

Seni musik kamar yang saya tonton kemarin digelar di IFI Bandung, tepat di depan BEC. Dari judul pertunjukkannya “Wind”, musik kamar ini menampilkan empat orang dengan alat musik tiup. Ada yang menggunakan flute, clarinet, oboe, dan horn. Mereka berempat tampil didampingi seorang pemain Bassoon. Beberapa judul yang dimainkan oleh mereka adalah inute Bourree dari Blas Maria De Colomer, Pastorale dari Gabriel Pierne, dan Le Petit Negre dari Claude Debussy.

Keunggulan dari musik kamar ini, saya jadi bisa mendengarkan warna yang berbeda dari setiap alat musiknya. Jadi kenal mana yang suara flute, oboe, clarinet, horn, maupun bassoon. Saya pun dapat merasakan kekompakan dan harmonisasi dari kelompok kecil ini. Seru aja ngeliat interaksi mereka berlima ketika memainkan musik. Kayak lagi ngobrol. Apalagi saat mereka memainkan Mosaik karya Fauzie Wiriadisastra. Mosaik ini adalah sekumpulan lagu daerah yang dimainkan sendiri-sendiri tapi saya tetap bisa mengetahui lagu-lagu yang mereka mainkan. saya beneran dibikin bengong!! Kok bisa sih mainin lagu yang berbeda dan ga pecah konsentrasi?! Kalau saya kayaknya milih melambaikan tangan ke kamera aja, nyerah kak!! Mana harmonisasi dan perpindahan tiap lagunya smooth banget!

img_0954

Pada paruh kedua menampilkan seorang pianis dan pemain bassoon yang berkolaborasi memainkan beberapa lagu. Dua lagu terakhir merupakan lagu untuk salsa, dan saya gatel banget deh pengen nari >< . Beneran kangen dansa latin nih!!

img_0961

saya dan para pemain musik

Sayangnya waktu pertunjukan hanya satu jam. Ga berasa banget!! Padahal saya masih ingin mendengarkan permainan alat musik tiup mereka. Semoga lain kali akan ada chamber music lagi dan bisa lebih lama 😀 .

Soal Sipit

img_5649

Ini lagi merem kok

Ada yang lucu dan bikin bengong saat saya berkeliling George Town, Penang. Kejadian pertama adalah ketika saya dan Dwi berjalan ke arah toko yang menjual kartu pos. Saya tiba-tiba dicegat oleh turis dari Cina dan ditanya mengenai entah apa dalam Bahasa Mandarin. Saat itu saya hanya bengong dan menjawab dalam Bahasa Inggris yang sepertinya tidak dipahami oleh mereka.

Kejadian kedua adalah saat saya sedang menikmati es kelapa muda sementara Dwi sedang berbelanja oleh-oleh di Penang. Saya ditegur oleh tukang becak dan ditanya mengenai asal negara. Sebelum sempat menjawab, beliau segera menebak “from Japan, right?” dan saya hanya bisa bengong dan menggeleng. Beliau pun belum mau menyerah “Malaysia?” saya pun kembali menggeleng dan menjawab “Indonesia”. Padahal di Penang saya memakai baju terusan batik loh. Tapi tetep ga dikira dari Indonesia. Sampai penjual es kelapa mudanya ngomong untuk tidak ambil hati pertanyaan dari bapak becaknya. Kasian kali ya liat saya bengong sendiri 😆 .

Keesokan harinya, saya pergi mengunjungi Kuala Lumpur City Galleries. Saat menukar voucher dengan minuman, pelayannya dengan sigap menyapa “Ohayou Gozaimasu!!” yang mau tidak mau saya balas mengucapkan “Ohayou” juga.

Ga cuma ketika di Malaysia. Saat saya liburan ke Singapura pun saya sempat tiba-tiba diajak ngobrol Bahasa Mandarin oleh kakek-kakek di MRT. Saya yang saat itu duduk terpisah dari temen-temen yang lain cuma bisa bengong bego ngedenger si kakek ngomong panjang. Sampai akhirnya beliau sadar dengan kebingungan saya dan melambaikan tangan tanda ga usah dipikirin. Temen-temen saya yang lain langsung nahan ketawa semua. Sebel!!  -____-“.

Saya ga paham kenapa beberapa kali ke negara tetangga, orang sering salah mengira bahwa saya adalah orang Cina ataupun Jepang. Awalnya saya malah berpikir bakal disangka Pinoy (Orang Filipina) karena menurut banyak traveler, orang Indonesiakan suka disangka Pinoy. Makanya aneh sendiri saat diajak ngobrol Bahasa Mandarin.

Menurut orang-orang disekitar saya, ini karena mata saya yang sipit dan warna kulit yang ga sawo mateng banget. Padahal mata saya ini besar loh!! *langsung cari foto yang matanya besar*. Ngomongin soal mata, bahkan kalau lagi foto saya suka dijahilin buat ngebuka mata karena kalau senyum atau ketawa suka segaris. Makanya sama adik-adik ketemu besar pun saya sempet ditanyain punya darah Cina atau engga. Yang mana saya jawab engga. Darahnya murni Sumatera kak! Karena sering disangka punya darah keturunan Cina, saya sampai dipanggil Cici atau Cipit sama mereka. Mungkin ini adalah tanda bahwa saya harus mulai belajar Bahasa Mandarin atau Jepang kali ya 😀 .

Relax

 

pict from here

I remember about this quote when I was walking to campus this morning. This days I felt so tense with my thesis revision. My back hurt and I felt nausea. This what we called psychosomatic disorder. As you may know,  A psychosomatic disorder is a disease which involves both mind and body. Some physical diseases are thought to be particularly prone to be made worse by mental factors such as stress and anxiety.

 So I remember one thing to help me through this, mindfulness meditation. So I tried to relax my body and mind, focus to what I felt, what I need to do, and tried not to remember what will happen in the future. Since future is still a mystery, so I just have now, this time in my life.

This year, If I have one word for this year, It will relax. Last year, I learn a lot of things, so this year I want to relax my body, mind, and soul. I don’t want to search who is my future husband, I don’t want to ask about what happen with my life lately, I don’t want to take something for granted. Like Osho said, relax. If we relax, the universe start vibrating with us. God has unique way to answer our prayer. So why scared? why anxiety? I have God. God know what best for me, so relax and be patient.

Relax and see what doors that open for me. It may be surprise me, but that’s life right? We never know what will happen tomorrow, next week, or maybe next month. I just know that this day is present from God. So I need to focus on this day, this time. Not yesterday or tomorrow. Do what I can do, let go what I can’t handle. So I feel mindful, content, and accept what I have today.

Kumpul di Bellamie Boulangerie

Sebelum akhir tahun, saya dan teman-teman tidak memiliki rencana untuk berkumpul dan memilih untuk berkumpul di awal tahun saja. Saya pun berpikir untuk berdiam di rumah dan mengobrol dengan orangtua.

img_0637

Bellamie Boulangerie

Di awal tahun, saya dan beberapa teman yang dulu pernah ke Garut dan Bromo bareng memutuskan untuk bertemu dan makan siang di Bellamie Boulangerie. Tempatnya berada di Jl. Cihapit dan berada di atas Kambing Bakar Kairo. Di sini tempatnya terbagi dua, ada smoking dan non smoking. Tadinya sih saya mau milih di non smoking mengingat ada dua ibu hamil di sini, sayangnya non smoking room ini kecil, jadi cepet banget penuhnya.Untungnya smoking roomnya berupa joglo besar, tinggi, dan banyak area bukaan, jadi tidak bikin gerah dan bebas dari kepungan asap. Saya dan teman-teman pun memilih duduk di sofa demi kenyamanan ibu hamil. Duh seneng banget lihat temen-temen ini udah hamil!! Bentar lagi nambah ponakan buat digendong dan diajak main.

Untuk menunya, di sini terkenal dengan menu croissant dan sandwichnya. Tapi kalau merasa ga kenyang, juga ada menu pasta, steak, dan nasi sih. Berhubung Bellamie buka dari pagi, mereka juga menyediakan menu sarapan di sini. Pada lantai bawahnya, kita juga bis abeli roti dan kue untuk dibawa pulang!! Duh rasanya pengen dibeli semua roti dan kuenya!! Untuk minumannya ada berbagai jenis kopi, cokelat, dan jus sehat. Tapi saya lihat gelas jusnya kecil, jadi kurang puas gitu minumnya 😦 .

Sambil menantikan temen-temen yang lain, saya yang udah kelaparan memilih pesan crispy mushroom.

img_0639

crispy mushroom

Jamurnya endut-endut dan digoreng kering, tapi jamurnya tetep lembut!! Saus cocolannya sendiri ada dua jenis, saus tomat dan barbeque. Saya sih lebih senang saus barbequenya. Enak dan renyah!!

Menu andalan croissantnya adalah beef and mushroom carbonara sandwich. Tapi saya lihat dimenunya nampak enek gitu. Maklum saya ga terlalu suka keju dan saus krim, jadi saya lebih memilih beef  stroganoff sandwich.

img_0641

 Croissantnya memang juara!! Renyah dibagian luar dan lembut dibagian dalamnya. Menu ini datang ditemani kentang goreng besar besar dan selada. Rasanya enak banget!! Potongan dagingnya lembut dan sausnya juga ga terlalu gurih.

Saya pun memesan teh leci sebagai pendamping kedua makanan ini. Gelas tehnya besar dengan dua leci di dalamnya. Rasa lecinya juga tidak terlalu manis. Sesuai dengan kesukaan saya.

img_0644

Saya dan teman-teman puas banget makan dan ngobrol di sini. Memang beda ya kalau ngobrolnya sama yang udah pada nikah dan bersiap punya anak. Udah ga ngobrol galau kayak dulu lagi karena masih banyak hal penting lain yang perlu dipikirin *kayak biaya persalinan dan mau ngelahirin di mana* 😆 . Permasalahan hidup emang masih banyak, tapi kita yang milih untuk lebih fokus menyelesaikan permasalahan yang mana.

So Long 2016!!

Udah hari terakhir di 2016 aja ya!! Berbeda dengan 2015, di tahun ini saya tidak membuka tahun dengan sebuah tulisan mengenai apa yang ingin saya lakukan di 2016. Kayaknya baru beberapa tulisan sesudahnya saya baru membuat tulisan soal apa yang ingin saya lakukan di 2016 (terima kasih buat BEC yang ngingetin bikin tulisan ini). Apa yang terjadi di 2016 memang luar biasa ya!! Kayaknya semua udah saya rekap ditulisan awal Desember kemarin.

Kalau melihat best nine versi instagram, tahun ini saya banyaknya makan enak ya!! Hahahaha. Maklum efek dari Agustus menahan diri dari setiap godaan pekerjaan dan liburan yang ada.

Lalu apa yang akan menanti di 2017? Sejak 2015, saya sudah tidak membuat resolusi lagi. Efek jadi beban dan kesel sendiri kali ya kalau resolusinya ga tercapai. Saya sih lebih memilih untuk berkesadaran menjalani saat ini dengan sebaik-baiknya sambil berdoa dibukakan setiap pintu yang baik untuk saya. Karena bagaimana pun rencana Tuhan pasti indah. Mungkin sekarang saya ga ngerti, tapi ketika tiba saatnya tentu itu yang terbaik.

Selamat menyambut 2017 semua!! Semoga banyak hal-hal baik menanti kita di tahun depan, aamiin 🙂

Goblin: The Lonely and Great God

Goblin (Korean Drama)-p1.jpg

Saat ini saya sedang menonton sebuah drama korea berjudul Goblin: the lonely and great God. Alesannya secetek mau ngelihat om ganteng, Gong Yoo di sini. Selain itu juga ada Lee Dong Wook yang selalu saya ikuti drama-dramanya. Dipikir-pikir baru dua bulanan yang lalu saya menonton film Train to Busan yang diperankan oleh Gong Yoo, eh udah bisa liat lagi di Goblin.

Dramanya bermula dari zaman kerajaan di mana Kim Shin (Gong Yoo) adalah sebuah panglima perang yangtidak terkalahkan. Tetapi raja muda saat itu jealous dengan si panglima memutuskan untuk ngebunuh Kim Shin. Ia pun jadi goblin dan ga bisa mati hingga di kehidupan modern.

Kemudian drama pun berlanjut ke masa sekarang di mana Kim Shin udah nunggu 900 tahun buat mencari calon pengantinnya agar bisa mati. Sampai suatu hari ia menyelamatkan seorang perempuan hamil yang seharusnya mati. Hingga si grim reaper (Lee Dong Wook) ga bisa menemukan perempuan hamil yang harusnya mati tersebut. Perempuan yang hamilpun ngelahirin dan menamakan bayinya Ji Eun Tak (Kim Go Eun).

Cerita pun kembali berputar hingga Eun Tak sudah SMA dan bisa melihat hantu. Semua hantu tahu bahwa Eun Tak ini adalah calon pengantin goblin. Hingga akhirnya dia ketemu sama goblin dan cerita mereka pun bermula. Sementara, secara ga sengaja si grim reaper tinggal bareng Kim Shin. (cuplikan soal dramanya lihat disini)

Kebayangkan praharanya kayak gimana?! Tapi dramanya sendiri jauh dari kesan gelap ataupun nyeremin. Saya aja ketawa ngakak terus tiap nontonnya. Di awal-awal saya suka gaya Eun Tak yang ceria dan gampang banget!! Masa begitu tahu goblin bisa pindah tempat ke Kanada dengan nyentuh pintu langsung bilang “I’ll marry you, sarange!’. 😆

Tapi ngerti sih kenapa Eun Tak kayak gitu. Kalau punya pacar yang bisa pindah tempat dengan megang pintu kan berasa punya pintu ke mana saja ya!!  *mulai halu* . Ataupun saat Eun Tak sebel dan bete sama goblin, begitu ditawarin makan, langsung luluh dong!! Kan gampang bangetttt!!

Selaen adegan kayak di atas, saya juga suka ngetawain adegan Eun Tak sama Goblin kalau lagi berantem, suka impulsif gitu ngomongnya, terus jadi awkward karena malu-malu pas udah ngucapinnya. Atau pas Goblin sama Eun Tak lagi ngedate nonton di bioskop. Mereka nonton Train to Busan dan goblinnya ketakutan sendiri nontonnya. Saya sampai sakit perut ngetawain kelakuan goblin. Secara pemeran utama Train to Busan dan goblinkan sama-sama Gong Yoo ya!!

Image result for goblin, episode 7

kelakuan 😆

Selain ngeliat Eun Tak sama goblin, saya juga seneng sama bromance-nya goblin dan grim reaper!!! Lucu banget lihat love-hate relationship mereka. Goblin yang suka makan daging dan grim reaper yang vegetarian. Sampai kayaknya tiap pagi tuh ada aja adegan mereka berantem di meja makan. Selain itu yang satu tipe vintage dan yang lain punya kecenderungan OCD (Obsessive compulsive disorder).

Image result for goblin grim reaper

udah siap berantem

Paling bikin ngakak sebenernya kelakukan kedua orang ini sih. Mulai dari yang ga punya mobil, ga punya hp, sampai bikin frustrasi orang sekitarnya. Adegan yang paling gokil adalah waktu mereka belajar pake hp. Jadi kedua orang ini kan ga pernah pake hp karena bisa saling baca pikiran, sampai akhirnya dibeliin sama Duk Hwa. Pas awal-awal, goblin cuma bilang “ajarin aja grim reaper”. lalu saat adegan yang ini:

img_0384

saya hanya bisa ketawa ngakak ga brenti brenti 😆 😆 😆

Setiap episodenya selalu ada adegan yang bikin ketawa ngakak sampai sedih. naek turunin emosi penontonya bisa banget!! Tapi saya deg-degan nih sama akhir dramanya. Takut berakhir sedih 😥 . Apalagi sampai episode 8 ini mulai keliatan siapa reinkarnasi siapa, dan terjawab sudah siapa cewe yang kena panah di episode 1 serta siapa sebenernya lady in red!!

Selain hal-hal yang bikin ketawa, nonton drama ini juga mesti siap-siap ganti wallpaper hp sama desktop pc atau laptop. Banyak banget pengambilan gambar yang bagus dan cantik. Lebih berasa nonton film bioskop daripada drama Korea deh. Selain itu soundtracknya juga bagus-bagus. Duh emang ya TvN ini kalau bikin drama super niat. Yah coba aja diinget seperti reply series atau Descendants of The Sun, itukan niat banget bikinnya.

Saya pun ga sabar nih menanti kelanjutan dramanya yang hari Jumat nanti bakal tayang episode 9-nya. Apa ya yang bakal dipilih sama Goblin? Gimana ya endingnya nanti? Yukk ditonton yuuuukkk

*gambarnya diambil dari google

Semarang Contemporary Art Gallery

img_2678

Pintu masuk

Bulan Juni lalu saya mengunjungi Semarang untuk urusan pekerjaan. Saya dan tiga orang lainnya sengaja pergi dua hari sebelumnya karena hanya ada kereta malam menuju Semarang. Seorang sudah memiliki rencana sendiri. Jadi tinggallah saya dan dua orang lainnya bingung mau maen ke mana. Apalagi bulan Juni itu adalah bulan puasa, ga mungkin banget buat jajan dan ngemil 😀 .

Akhirnya, saya mengusulkan untuk melihat Galeri Semarang. Awalnya mereka berdua bengong dengan saran saya. Ternyata mereka ga pernah pergi ke galeri 😆 . Udah pesimis pada ga mau ikutan dan mikir saya bakal pergi sendiri sekalian mengelilingi kawasan Kota Tua Semarang. Eh ternyata pada mau ikut, ya uwis mari kita ke Galeri Semarang Contemporary Art!!

Kita sampai di sana jam 10 lebih. Eh kok seperti belum buka yah? Gedungnya beneran pakai gedung lama dan ga kelihatan kalau dijadiin galeri. Akhirnya kita nongkrong dulu di taman Srigunting sambil ngeliat Gereja Blenduk. Begitu jam 11-an seorang dari kami, mas B sengaja nelpon untuk memastikan kalau galerinya udah buka. Ternyata oh ternyata, si galeri udah buka dari jam 9 tapi.. yang kita kira pintu masuk itu bukanlah pintu masuknya!! *tepok jidat*

img_2679

Saat ke sana, sedang ada pameran Semarang Punya Cerita #2 yang merupakan pameran foto tentang kegiatan di Semarang. Melihat-lihat fotonya, duh berasa banget kalau Semarang ini punya banyak kebudayaan yang beragam. Mulai dari perayaan imlek, lebaran, sampai pagelaran budaya. Semua foto bisa dilihat di lantai satu dan dua.

Disamping itu, juga ada beberapa karya yang ditampilkan. Awalnya saya hanya melihat ‘oh bikin bentuk mobil”. Ternyata pas dilihat lebih dekat, mobilnya dibuat dari kamera nikon yang telah dipreteli. Antara sayang banget kameranya dijadiin mobil dan kagum karena bisa loh ya kepikiran buat kayak gini!! Selain itu, juga ada seseorang yang seperti mengambil foto dengan metode lama. Pas dilihat-lihat olala ternyata ini termasuk karya yang dipamerkan, alias orang boongan. Aku tertipu!!

img_2676

img_2643

Keliatan kayak benerankan?!

img_2653

img_2647

keretanya dibuat dari kamera!!

img_2652

img_2650

mobilnya dibuat dari kamera Nikon o_O

Saya suka sekali dengan gedung tempat Semarang Contemporary Art Gallery berada. Ruang pamernya terbuka luas dan tidak bersekat, sehingga kita bisa melihat sekeliling dengan leluasa. Bagian atasnya pun sama luasnya dengan bagian bawah. Di samping ada sebuah taman yang asyik banget buat duduk dan berkontemplasi. Di sanalah ada sebuah patung karya Budi Kustarto yang merupakan icon dari galeri ini, patung orang yang berdiri miring. Makanya saya sempet bengong saat melihat patung yang mirip di Galeri Nasional. Tetapi saya dilihat lebih dekat, ternyata yang di Galeri Nasional ga sedetail yang ada di Semarang.

img_2664

img_2675

Oia, koleksi Semarang Contemporary Art Gallery ini selalu berubah. Sehingga setiap ke sana bisa saja kita mendapat pengalaman yang berbeda.

Semarang Contemporary Art Gallery
Jl. Taman Srigunting No. 5-6 Jalan Letjen Suprapto
Tj. Mas, Semarang Utara, Semarang
Buka: Selasa – Minggu
Jam: 10.00 – 16.30
Website: www.galerisemarang.com