Jazz Buzz – Gerald Situmorang dan Sri Hanuraga

Bulan Februari lalu, saya berkesempatan menikmati konser dari Gerald Situmorang serta Sri Hanuraga yang diadakan di Komunitas Salihara Jakarta dalam rangka Salihara Jazz Buzz 2019. Rasanya sungguh senang sekali akhirnya bisa berkesempatan menikmati kembali musik Jazz setelah lama ga pernah berjodoh dalam acara serupa di Bandung. Pas main ke Jakarta kok pas banget ada acara ini.

Seminggu sebelum kepergian ke Jakarta, saya sudah heboh mencari informasi tiket dan mengajak beberapa teman dan seorang sepupu, Tane untuk ikut menonton. The more the merrier!! Alhamdulillah pada mau diajakin nonton konser ini!!

Saat hari H saya sempat mengisi acara parenting hingga siang di daerah Jakarta Pusat, lalu mampir ke Senayan dulu karena seorang teman yang tetiba ngidam ramen dan saya udah nyaris pingsan butuh makan. Keluar dari Senayan jam tiga sore, macetnya bukan main!! Saya sampai berdoa dalam hati semoga masih sempat dan tidak telat lama. Di perjalanan, ternyata seorang teman ga jadi ke Jakarta dan Tane sempat ragu untuk datang karena sebenernya lagi ga enak badan. Walaupun begitu, akhirnya dia memutuskan datang karena butuh curhat 😀 .

Sampai di Komunitas Salihara, ternyata kami sudah telat untuk dua lagu pertama. Jadilah kudu menunggu hingga selesai baru dibolehin masuk. Alhamdulillah seenggaknya saya masih sempat menyaksikan lagu-lagu di album Meta yang baru saja dirilis.

Saya benar-benar menikmati pertunjukan sore hari itu. Dengan adanya larangan untuk merekam membuat kami penonton benar-benar menikmati setiap alunan gitar dan piano yang dimainkan. Apalagi saat melihat Sri Hanuraga memainkan organ dan piano secara bersamaan, rasanya saya sampai tidak menutup mulut saking terpukaunya!! Lucunya, di atas piano Sri Hanuraga, saya bisa melihat ada figurin Lutfi dari One piece di sana. Sepertinya digunakan untuk menyetel pianonya.

Karya-karya favorit saya sudah tentu Rintik Hujan, Curnocopic, Something New, His Spirit, Thrown Word, serta Perjalanan Menuju Ke Sana yang dimainkan secara akustik tanpa ada vocalist Ify. Rasa-rasanya merinding banget mendengarnya hingga saya segera berkeinginan untuk menuliskan tulisan yang terinspirasi dari Perjalanan Menuju Ke Sana. Ternyata malah tulisannya terbit duluan ya 😀 .

Di sela-sela permainan Gerald Situmorang dan Sri Hanuraga, mereka pun bercerita mengenai apa yang membuat mereka bisa berkolaborasi dan bagaimana mereka bisa menciptakan karya-karya yang ada di album Meta. Menarik sekali kisah-kisah yang dibicarakan oleh mereka berdua.

Saat konser pun harus berakhir, rasanya saya masih tetap ingin di sana dan ikut menonton pertunjukan mereka pada jam kedua. Bahkan hingga saya kembali ke Bandung, bekerja, menulis laporan, hingga mengerjakan tugas-tugas, lagu-lagu di album Meta selalu membantu saya memiliki mood untuk menyelesaikan semuanya. Beneran setelah menonton konsernya, saya jadi gagal move on!!

Terima kasih banyak untuk Oji dan Tane yang menemani saya menonton Jazz Buzz di Komunitas Salihara 🙂 .

Advertisements

Mengunjungi Galeri Nasional

20161210_102901

Galeri Nasional

Saya pertama kali mengetahui soal Galeri Nasional saat lagi iseng mencari tempat wisata di seputaran Gambir, Jakarta Pusat. Jadi kalau menantikan kereta ke Bandung, saya ga nongkrong di Monas terus 😆 *ga ada kerjaan emang, kalo sekarang sih pasti milih nongkrong di Gambir aja*.

Tahun ini ada dua pameran yang ingin saya kunjungi, pameran Lukisan Istana dan pameran Nautika. Sayangnya, saya ga bisa mengunjungi dua pameran tersebut. Ada aja halangannya >< . Makanya ketika kemarin ke Jakarta naik kereta, saya udah berniat untuk mengunjungi Galeri Nasional. Teman seperjalanan Ko Er pun mau digeret ke sini 😀 .

Beruntungnya, saat itu lagi ada pameran Ways of Clays yang udah saya ceritain di sini. Setelah muter-muter ngeliat berbagai bentuk karya lempung dan keramik, saya pun mengunjungi pameran tetap di Galeri Nasional. Ruang pamerannya berada di lantai 2 dan terbagi atas 2 ruangan. Ruangan sebelah kiri adalah karya seni kontemporer sedangkan sebelah kanan berisi karya seni modern.

Karya seni kontemporer lebih banyak berupa lukisan. Ada sih beberapa karya seperti patung, tetapi dikit banget. Sedangkan karya seni modern lebih banyak macamnya. Mulai dari audio hingga bentuk tiga dimensi. Sedangkan dari sisi lukisan, lebih banyak lukisan yang mudah diinterpretasi dibandingkan saat melihat lukisan kontemporer.

20161210_105736

Dua versi Lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro

Ngomongin lukisan di sini banyak banget lukisan yang dipamerkan. Kayaknya saya bisa 2 jam sendiri muter-muter buat ngeliat detail lukisannya. Saya paling suka begitu masuk ruangan yang berisi lukisan dari Raden Saleh. Apalagi saat melihat dua lukisan Penangkapan Pangeran Diponegoro yang merupakan versi Raden Saleh dan Nicolaas Pieneman, rasanya seneng banget!! Maklum biasanya cuma liat dari google 😀 .

img_9959

Ada yang tahu buku apa saja ini?

Saya juga menemukan sebuah lukisan tentang orang berkumpul dan dihadapannya banyak buku-buku sastra seperti karya Pramoedya. Saya dan Koko sampai bertanya-tanya siapa saja yang ada dilukisan itu. Selain lukisan, dibagian dalam gedung ada patung-patung yang dipamerkan. Memang sih jumlahnya ga sebanyak koleksi lukisan. Patung-patung ini saya lihat lebih banyak berada di bagian karya seni modern dan biasanya digabung dengan audio serta visual.

img_9957

20161210_105025

img_9958

Karya yang ini unik, karena bisa timbul gitu

img_9962

Salah satu karya Raden Saleh

20161210_110338

Ga cuma karyanya, saya juga seneng sama ukiran di piguranya

20161210_110531

Benang Kusut

20161210_111028

20161210_111141

Di bagian luar gedung terdapat mural dan patung. Saat melihat patung yang ada di luar, mengingatkan dengan patung yang ada di Galeri Semarang!! Ini patung yang sama atau ada dua jenis patung ya? Sayang ga ada keterangannya.

page

Sebelah kiri di Galeri Nasional, Kanan di Galeri Semarang. Lihat detailnya sih beda ya

20161210_104222

Sekali-sekali kita swafoto

Senang sekali rasanya bisa muter-muter di Galeri Nasional. Kayaknya kalau ada kesempatan lagi, saya akan datang dan melihat koleksinya dengan lebih santai lagi.

Galeri Nasional
Jl. Medan Merdeka Timur No. 14, Jakarta Pusat
Waktu Berkunjung: 09.00 – 16.00
Website: galeri-nasional.or.id
Tiket Masuk: Gratis

*Foto-foto ini sebagian besar diambil dari hp Koko E

Juru Bicara Jakarta

img_9985

Ini adalah kali pertama saya nonton stand up comedy secara live. Bukan sembarang stand up comedy, tapi stand up comedy world tour!! Pandji merupakan komika Indonesia yang berhasil menggelar pertunjukan stand up-nya di 24 kota dan 5 negara. Jakarta merupakan kota terakhir untuk pertunjukan stand upnya yang diberi nama Juru Bicara.

Awalnya, saya masih bingung mau menonton apa engga. Beruntungnya, seorang kawan ingin menonton dan ngajakin saya juga. Tentu saja langsung saya iyakan. Kapan lagi ada temen buat nonton stand up ke Jakarta. Terus dia juga ngajak adik ketemu gede dan seorang temen maen di kampus. Yeay kita rame-rame nontonnya. Saya ga tahu seberapa besar perjuangan untuk membeli tiketnya, karena saya tahu beres. Tapi saya merupakan salah seorang yang beruntung karena berhasil mendapatkan tiket Juru Bicara Jakarta.

Pertunjukannya sendiri dimulai jam setengah delapan malam teng!! Stand upnya dibuka oleh Coki Pardede dan Indra Jegel. Mereka berdua berhasil membawa suasana menjadi hangat sebelum Pandji naik panggung. Sebelum Pandji naek panggung, ada sebuah video yang ditayangkan terlebih dahulu. Duh sampai merinding loh nonton videonya. Coba aja deh tonton video ini

Kemudian Pandji pun tampil di atas panggung. Sejak pertama kalli melihat programnya provokative proaktif, sebelas12, dan beberapa materi stand up-nya, saya sudah khatam kalau nanti Pandji akan membawakan materi yang sensitif dan kontroversial. Seperti materinya soal rating tv, sensor, pengalamannya di negeri lain, membuat sebuah karya, agama, isu radikalisme, HAM, ganja, prostitusi, hingga perlindungan hewan. Malam itu, Pandji benar-benar menjadi juru bicara dari banyak orang dan pihak yang jarang di dengar. Semua topik yang berat ini dibawakan dengan bumbu humor dan bikin saya mikir banyak!!

Sebut saja mulai dari berkarya. Kalau kata Pandji “karya itu yang penting dibuat dulu.” atau “membuat karya itu sedikit lebih beda, lebih baik daripada sedikit lebih baik“. Terus kok yah keingetannya sama si tesis ini sih. Iya, saya lagi mandek dan males banget ngerjain bab sekian ini >< . Jadi keinget buat yang penting dibikin dulu aja, nantikan bakal ada bimbingan buat ngebenerinnya.

Saya juga baru tahu soal aksi kamisan. Iya ketinggalan banget ya?! Kalau yang mau tahu soal aksi kamisan ini, bisa cek langsung websitenya. Walaupun ada juga beberapa materinya yang saya ga setuju, tapi saya bisa melihat sudut pandang lain dari masalah yang dilontarkan Pandji.

img_9990

Pertunjukan 2,5 jam pun ga kerasa udah selesai aja. Begitu Pandji mengatakan terima kasih, saya bersama penonton lainnya segera berdiri dan bertepuk tangan. Pandji hari itu telah membuktikan bahwa ia bisa menggenapi mimpinya menjadi seorang komika yang berhasil menggelar pertunjukan stand up world tour. Saya sampai merinding nontonnya.

Selesai menonton, saya dan lima orang lainnya beruntung mendapatkan kartu prioritas untuk foto bareng Pandji. Kartu prioritas ini terbatas untuk 1000 orang pertama yang menukar tiketnya. Saya dan temen-temen sih memutuskan untuk antri terakhir saja buat foto bareng. Jadi kita duduk-duduk dan sibuk foto-foto 😆 . Bahkan ada satu orang yang sempet buka laptop buat ngerjain kerjaannya *dedikasi tinggi ya Koko*. Hingga akhirnya pukul satu lebih dini hari, kita kebagian foto bareng pandji!!

20161211_011320

saya dan Pandji

Saya beneran salut karena Pandji masih melayani penontonnya untuk foto bareng. Pasti capek banget loh itu mulai dari nyiapin diri buat stand up, stand up selama 2,5 jam, dan masih dilanjut foto bareng. Saya juga salut sama usher-nya yang udah sabar buat bantuin foto dan ngatur antrian 1000 orang lebih!! Iya, saya paham banget capeknya kerja jadi usher, pengalaman pribadi kak! Ngurusin yang meet and greet 100an aja udah lelah apalagi ini lebih dari 1000.

Akhirnya, saya beneran bisa pulang sambil tersenyum senang malam itu.

B to the I to the G (Bang Bang), Galaxy Alive Tour 2012

Setelah meragu dan ternyata emang ditakdirkan untuk nonton, maka tanggal 12 Oktober 2012 kemarin, gw ketemu juga sama BIGBANG!! Akhirnya bisa juga ngeliat wajah T.O.P, G-Dragon, Taeyang, Daesung, dan Seungri. Lima belas menit sebelum konser gw udah ada di tribun sebelah kanan panggung. Pas liat ke bawah,,,,sepi yah bok :D. Maklum, walau hari pertama konser, tapi itungannya second show. Sempet takut Bigbang kecewa ngeliat penontonnya dikit dan ga heboh *yang mana ternyata salah besar*. Terus yang gw perhatiin, itungannya jarak panggung dengan tribun ga jauh-jauh amat. Mikirnya ga bakal keliatan gitu merekanya, ternyata gw masih bisa liat mereka jelas loh. Aaaaakkkk aku bahagia!!

Sebelum konser dimulai, sempet beberapa kali ribut dan teriak-teriak. Kayaknya sih emang diminta pihak promotor buat make some noise gitu. Gw, Yaya, Rifki, Tia, sama Richard yang emang niat buat teriak-teriak dan melepaskan stres *ini sih khususnya gw ama Rifki* seneng-seneng aja nurutin yang laen teriak-teriak :p. Kita juga sempet beberapa kali pindah bangku buat nyari posisi oke. Ternyata dari ujung tribun, kita bisa ngeliat backstage. Aaaaakkk keliatan aja pas mereka mau masuk kapsul.

ga keliatan kalo dikit yak penontonnya 😀

Jam delapan teng konser beneran dimulai. Dibuka sama Intro (alive) dan dilanjut sama lagu tonight. Bawaannya langsung pengen goyang bok!! Terus lanjut nyanyi hands up,fantastic baby, how gee, sama stupid liar. Berhubung kita ga desek-desekan di tribun, bawaannya beneran loncat-loncat bebas :D. Beres lagu itu, T.O.P sama GD kayaknya ganti baju deh buat nyiapin duetnya mereka berdua. Taeyang, Daesung, dan Seungri sempet nyapa penonton dan ngobrol. Plus sempet ngomong bahasa Indonesia. Oia, mereka ga pake translator loh, jadi Taeyang ngomong pake bahasa Inggris, Daesung sama Seungri sempet ngomong campur Korea – Inggris. So far, pronounce-nya kata gw bersih.

Beres ngobrol itu, mereka mulai pada tampil solo. Tapi buat T.O.P sama GD mereka duet nyanyi knock out sama high high. Sempet cuma beneran nikmatin suasana dan ngeliat aksi panggungnya doang, karena ga apal dan ga tau lagunya mereka berdua ini. Hihihi maklum bukan beneran VIP (fans Bigbang). Dilanjut si Seungri nyanyiin strong baby dan what can I do. Disini Seungri keluar bawa-bawa pistol laser ijo dan ngarah-ngarahin ke penonton. Dia juga pake baju army item. Gw yang tadinya biasa aja sama Seungri, jadi ngefans!!! Beneran charming banget doi kemaren.

Setelah itu mereka sempet nyanyi rame-rame lagi nyanyiin lagu gara gara go, number one, sama cafe. Disini lagu yang gw tahu banget cuma cafe. Sisanya? Cuma pernah denger :D. Mereka sempet ngobrol lagi sama penonton. GD sempet nyanyi potongan lagu terbarunya Crayon sama one of a kind. Terus mereka lanjut lagi nyanyiin Bad Boy, Blue, Love Song, Monster dan Feeling. Gw yang awalnya ga terlalu suka lagu monster aja bisa ngikut sing a long pas reff coba :D. Beres lagu ini, mereka ngobrol lagi sama penontonnya. Seungri yang emang doyan nonton show ditiap negara yang mereka datengin, ngajarin yang laen buat ngomong “Eaaaa,,,”-nya tukul.

Setelah itu, giliran Taeyang yang solo nyanyiin look only at me sama wedding dress. Disini Taeyang beneran ngasi fans service dengan goyangannya yang emang mantep dan sempet ngerobek kaosnya diakhir lagu. Sempet mikir, itu disiapin berapa kaos yah buat dirobek sepanjang mereka konser? *penting Ra!!*. Kemudian giliran Daesung yang nyanyiin lagu solonya wings. Waktu ini lagu baru keluar banget, sempet brebes mili dengernya karena ini lagu Daesung banget. Kemarin pas konser, gw seneng aja ngeliat muka Daesung yang udah cerah dengan mata senyumnya itu. Keren banget pula, karena dia sempet gelantungan pake sayap. Konser dilanjutin dengan Bigbang kembali tampil nyanyiin lagu Haru haru secara akustik, Lies, dan last farewell.

Aaaa ini masa udah beres aja sih konsernya? Ga kerasa banget >,<. Penonton juga pada teriak Saranghae dan Bigbang kembali naik panggung buat nyanyiin tiga lagu encore, yaitu heaven, bad boy, sama fantastic baby.

Konser Bigbang ini ditampilin make live band dan mereka beneran nyanyi. Ga pake lipsync itu nyanyiin lebih dari 20 lagu. Suaranya emang pada oke semua!! Daesung apalagi, paling prima. GD sama T.O.P beneran diem dan tetep swag. Udah gitu packagingnya emang bagus. Konsep panggung yang oke, hiburan yang disediain, back video yang bagus, lightingnya juga oke. Bayangin aja, mereka sempet nyanyi di panggung sambil pake sepeda sama Segway. Hiburan lain yang mereka lakuin kayak GD yang nyiram-nyiramin air ke penonton dan juga Daesung, Seungri yang asyik sendiri maenin boneka panda dari penonton, Daesung yang terbang, serta Taeyang dengan tariannya.

Setelah keluar gedung, gw juga baru ngeliat, ternyata penontonnya beragam banget. Bahkan ada anak kecil yang dianter ama nyokapnya buat nonton konser. Terus unyu banget, anak sama nyokapnya sama-sama pake t-shirt “Bigbang Galaxy Alive Tour” dan bawa-bawa balon Bigbang gitu. Keluar dari MEIS, masih sepet nyantronin booth merchandise-nya Bigbang dan masih mikir beli crown apa engga :)). Terus sempet foto-foto lagi, baru deh nyariin Arya yang udah stand by deket tempat parkir mobil. What a great night. 

foto-foto dulu usai konser

Beneran puas dan kebayar banget deh nonton konser Bigbang. Kualitasnya beneran top. Penontonnya yang walau dikit, teriakannya pada kenceng dan emang make some noise banget. Sayangnya, karena keseringan teriak, kadang gw jadi ga bisa denger apa yang diomongin sama Bigbang-nya -____-. Selain itu mereka tetep bisa tertib dan baru pada turun ke festifal pas udah tengah-tengah konser. Sisanya anteng di tempat masing-masing. Saat Bigbang nyanyiin blue, sebenernya para VIP ini sempet mau bikin acara matiin crown stick dan cuma nyalain light stick biru. Tapi kayaknya pada terpesona, jadi aja ada beberapa crown stick yang tetep idup.

Tinggal MEISnya aja lebih berbenah kayak itu coba lantai dua sama tiganya cepet diberesin. Soalnya beneran tuh gedung yang baru jadi cuma lantai satu sama tempat konser doang.

Rejeki Ga Akan Ke Mana

Tanggal 12 dan 13 Oktober kemarin, salah satu boyband asal Korea bernama Bigbang nyambangin Indonesia dalam gelaran Bigbang Alive Tour. Boyband bergenre hiphop dan RnB ini terdiri dari T.O.P, G-Dragon, Seungri, Daesung, dan Taeyang. Hihihihi alesan gw nonton konser mereka dikarenakan, aku lagi suka banget dengerin album mereka yang “still alive” cetek yak.

Oia kesemuaan yang berhubungan dengan konser ini bertajuk “Rejeki ga akan ke mana“. Jadi awalnya sempet meragu saat mau beli tiket konser ini. Kebanyakan ragu, ga dapet aja loh tiket konsernya. Ga bete sih, cuma sebersit sedih aja gitu ga bisa liat mereka langsung. Eh dikabarin ternyata ada tambahan hari konser karena banyaknya peminat. Dapet deh tiket konsernya. Milih yang di Tribun sebelah kanan panggung aja, siapa tahu lebih deket ke T.O.P :D. Bayar aja, dan kemudian hari-haripun berjalan kembali seperti biasa. H-7 konser masih ga ada obrolan sama Yaya, Richard, Tia, maupun Rifqi yang bareng-bareng mau nonton. Malah yang ada kita mikirin kapan mau karaokean siap-siap buat nyanyi bareng Bigbang ntar!! Hahahahaha. H-4 mulai mikirin mau kayak gimana. H-2 masih ga tahu ujungnya mau gimana ke Jakartanya. H-1 baru diputusin temennya Richard aja yang didaulat jadi supir asal dibayar, mobilnya ntar pake punya si Yaya. Transportasi ok. Malem-malem ngobrol, fix pada patungan buat bayar temennya Richard yang bernama Arya, bensin, dan makan. Patungannya Rp.150,000,-.

Hari Jumatnya kita berangkat dari Bandung setelah Jumatan, sekitar pukul setengah dua gw dijemput di BTC. Sambil nunggu dijemput, gw didaulat buat beli makan sore. Hihihi isi tenaga buat teriak kenceng pas konser :D. Saat awal perjalanan, di mobil udah dengerin dulu lagu-lagu Bigbang. Ini kita pada semangat banget yak!! Ternyata pacarnya Arya suka sama Bigbang ini. Sempet ngeracunin dia buat beli tiket on the spot buat oleh-oleh ke pacarnya :)). Berhubung kita berlima ini udah lama ga ketemu, gw dan Rifqi mulai ngegosip, ngobrol, plus tuker informasi soal kegiatan kuliah magister kami. Senangnya punya temen senasib dengan ketidakjelasan kuliah. Ketika lagi asyik ngegosipin soal kuliah, tiga orang lainnya pada protes “masa mau nonton konser pada ngomongin kuliah sih?!” Huhuhu kalian tidak tahu kesengsaraan kami!! *nangis dipojokan*. Sepanjang perjalanan lancar jaya banget!! Kita nyampe di gerbang ancol jam lima!!

makanan 😀

Tapi kita ga masuk ke gerbang ancol tersebut. Jadi kita awalnya pengen masuk gerbang ancol yang langsung ke depan MEIS (Mata Elang International Stadium), eh ternyata salah ambil jalur dan berbuah kudu masuk ke tol lagi >,<. Rencana: keluar gerbang tanjung priok buat muter dan masuk tol lagi. Kedengerannya gampang banget ya? Eksekusinya? Stres!! Begitu masuk tol aja udah disambut macet duluan, pas keluarnyapun begitu. Sempet kelewat buat belok dan ga ngerti arah pulak. Kasian juga sama Arya yang panik dan ngerasa bersalah banget sama kitanya. Akhirnya kita semua jadi co-pilot dan nengangin si Arya. Emang dasar semobil orang santai semua. Walau kita kejebak macet dan di MEIS sudah open gate, kita tetep santai aja loh :D. Bahkan saat macet di tol, kami malah buka makanan bekel alias KFC dan makan enak di dalem mobil. Ampe diliatin sama supir dan kenek truk di sepanjang tol 😀 *maaf yah pak, membuatmu ingin makan juga*.

Kita beneran berpegang teguh sama “Kalau rejeki ga akan ke mana”. Akhirnya kita sampai di MEIS jam setengah delapan. Begitu nyampe langsung pada loncat dari mobil. bukan, bukan pengen ngantri masuk, tapi nyari toilet!! Kena macet tadi menyebabkan kami semobil pada kebelet pipis!! Gw heran orang jakarta kuat banget ngadepin macet >,<. Kebayang ga sih kalau lagi macet-macetan kayak tadi dan kebelet pipis? Beres dari toilet, sempat resah dan gelisah mau beli crown stick (light stick khusus untuk Bigbang) apa engga (walau akhirnya memutuskan ga beli. Mahal cui Rp.250.000,-!!), sempet foto-foto dan keliling area, sampai akhirnya memutuskan buat masuk ke gedungnya.

Pas masuk ke dalam MEIS, santai banget dan udah kosong! Hal ini dikarenakan hari Jumat adalah pertunjukan kedua alias hari tambahan. Penontonnya udah pasti lebih sedikit. Penjagaannya juga ga terlalu seketat saat awal open gate. Saat kami masuk, masih ada spare 15 menit sebelum konser dimulai. Untuk cerita konsernya, nanti gw buat postingan baru aja. Ini udah panjang banget ngomongin perjalanannya 😀

What I Got from Jakarta

In my last posting, I forgot to tell you what I’ve got from Jakarta. So in that picture, are what I got from Jakarta. A novel, soda, sticker, and event tissue! Ok I bought that because it’s really hard to find that tissue with cow picture. Hehehehe. Oh yeah, and also sushi that only cost Rp.20.000,- per person because of that voucher from Open rice (thank you open rice) :D.