The Art of Small Steps

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah tulisan mengenai the art of small steps yang ditulis oleh Antoine de Saint – Exupery. Beliau ini penulis dari Little Prince dan tulisan di bawah ini merupakan doa-nya yang menurut saya keren banget dan bikin saya ketampar. Rasanya langsung melihat ke dalam diri lagi dan bersyukur atas semuanya. Makanya doa dari Antoine de Saint – Exupery ini ingin saya kristalkan di sini:

Lord, I’m not praying for miracles and visions,
I’m only asking for strength for my days.
Teach me the art of small steps.

Make me clever and resourceful,
So that I can find important discoveries and experiences among the diversity of days.
Help me use my time better.
Present me with the sense to be able to judge whether something is important or not.

I pray for the power of discipline and moderation,
not only to run throughout my life,
but also to live my days reasonably,
and observe unexpected pleasures and height.

Save me from the naive belief that everything in life has to go smoothly.
Give me the sober recognition that difficulties, failures, fiasco, and setback
are given to us by life itself to make us grow and mature.

Send me the right person at the right moment,
who will have enough courage and love to utter the truth!
I know that many problems solve themselves,
so please teach me patience.

You know how much we need friendship.
Make me worthy of this nicest, hardest, riskiest and most fragile gift of life.
Give me enough imagination to be able to share with someone
a little bit of warmth, in the right place, at the right time,
with words or with silence.

Spare me the fear of missing out on life.
Do not give me the things I desire, but the things I need.
Teach me the art of small steps! 



Advertisements

Kemarau Rasa Musim Gugur di Bandung

Beberapa hari ini Bandung lagi super dingin!!! Anginnya pun kenceng banget!! Saya sampai penasaran dengan suhu udara kota Bandung. Begitu mengecek lewat aplikasi cuaca di hp, ternyata suhu Bandung mencapai 17 derajat dong. Itu saat saya mengecek jam 07.00 pagi ya. Saat subuh curiganya lebih parah. Bahkan di tempat temannya Mbak Joeyz yang berada di dataran tinggi Bandung, suhunya mencapai 14 derajat!!!

IMG_2691

Kayaknya cuma di Bandung dan sekitarnya yang pake syal dan jaket tebel bukan hal aneh dan bahkan perlu banget. Setiap pergi malam dan pulang naek ojek online, saya pasti pake jaket tebel. Begitu keluar rumah cuma pake cardigan, pulangnya langsung meriang!! Ini ntah efek dingin atau saya yang udah mulai ga kuat malam-malam di luar dalam keadaan dingin. Kemarin-kemarin aja saya sampai memimpikan hot packs yang biasa dijual saat musim dingin di Korea Selatan ataupun Jepang. Asli cuaca kayak gini bikin susah buat bangun pagi.

Udara yang rada ekstrim seperti ini membuat tenggorokan saya kering dan sakit. Mau minum yang anget-anget, cepet banget dinginnya. Seperti saat saya manasin air untuk minum tadi pagi, begitu ditinggal sebentar aja, udah dingin dong. Akhirnya mau di rumah juga saya minum pakai tumbler yang bisa untuk minuman hangat. Alhamdulillah air di dalem sana tetap terjaga kehangatannya.

Malam ini cuaca Bandung sudah diangka 21 derajat. Gini ya rasanya dapet cuaca yang anget tuh, berkah banget!!! Tapi tadi liat di aplikasi cuaca sekitar jam sebelas malam akan kembali turun jadi 19 derajat. Mari siap-siap selimutan dan tidur nyenyak hingga pagi.

 

 

Eid Mubarak!!

IMG_1901

Let surround our soul with love and forgiveness
May the Guidance and Blessing of Allah SWT be with us and our family

Taqabalallahu minna wa minkum
(May Allah accepts our deeds)

Eid Mubarak!!

-Ira –

Berkeliling Wat Pho

IMG_0792

Wat Pho terletak di belakang kompleks Grand Palace. Kalau punya waktu sebentar ke Bangkok, dari pagi kita bisa pergi ke Grand Palace dan dilanjutkan berjalan ke Wat Pho hingga menyeberang ke Wat Arun. Ketiga tempat ini terletak berdekatan dan total waktu yang diperlukan untuk menikmati ketiga tempat ini adalah setengah hari.

Saya berkunjung di sini bulan Agustus 2017. Berbeda dengan Grand Palace yang saat saya ke sana sedang ramai peziarah yang mengunjungi almarhum Raja dan wisatawan, di Wat Pho suasananya lebih tenang. Saya sampai bingung dengan perbedaan yang terlalu jomplang ini.

Wat Pho terkenal dengan patung emas Buddha berbaringnya, tapi selain itu di sana juga dikenal dengan sekolah Thai massage-nya loh. Sayang banget saya ga sempet nyobain thai massage-nya, karena lebih pengen berkeliling Wat Pho serta melihat patung Buddha berbaring. Di Wat Pho ini saya sempat melihat banyak sekali patung Buddha dengan berbagai posisi. Patung-patung Buddha ini diselamatkan dari kuil Ayutthaya.

Saya juga melihat-lihat bahwa di Wat Pho terdapat beberapa patung panglima Cina yang terlihat menjaga gerbang masuk ke tempat Phra Maha Chedi Si Rajakarn. Ini adalah empat pagoda besar yang didekorasi dengan ubin keramik-keramik khas Cina. Pagoda-pagoda ini merupakan lambang dari pemerintahan King Rama I hingga IV. Indah banget rasanya berkeliling di sini.

IMG_1367

salah satu pagoda di Wat Pho

Senang sekali rasanya memiliki kesempatan untuk melihat patung Buddha berbaring dan melihat-lihat di dalam Wat Pho. Sayang banget saya ga nyobain Thai massage!! Lain kali ke Wat Pho mesti banget nih nyobain pijet di sana.

Untuk yang mau berkunjung ke sana jangan lupa berpakaian yang sopan dengan tidak menggunakan celana pendek ataupun tank top.

Wat Pho
Sanam Chai road and Maharaj road next to the Grand Palace.
Operating hour: 08:00 – 18:30
Admission fee: 100 Baht
http://www.watpho.com

Mencari Makanan Halal Di Thailand

Thailand memiliki industri makanan halal terbesar di dunia. Oleh karena itu sebenarnya tidaklah sulit mencari produk-produk berlabel halal di negeri gajah putih. Hampir di setiap super market dan seven eleven memiliki beberapa produk halal yang bisa kita pilih.

Kalau di luar kota Bangkok, saya baru menjejakkan kaki ke Khon Kaen. Memang di kota ini sedikit sulit mencari restoran berlabel halal, tapi bukan berarti tidak ada sama sekali. Di kompleks Khon Kaen University ada dua food court yang menjual makanan halal sedangkan di kotanya sendiri, di Pratunam Market ada satu tempat makanan halal yang bisa dicoba. Satu tempat yang paling bikin saya kangen adalah tempat makan mie berlabel halal yang ada di Maliwan Road. Tepat berada di halaman Krung Thai Bank di seberang sebuah mini market. Itu mie-nya enak banget!!! Biasanya pulang dari training di dalam Khon Kaen University, beberapa kali saya menyempatkan diri untuk makan di sana.

IMG_4277

Di Bangkok sendiri sangatlah mudah untuk mencari makanan dengan label halal baik di food court, restoran yang berdiri sendiri, maupun di dalam pasarnya. Kalau sedang di Dong Mueang Airport dan pusing mencari makanan halal, ada satu tenant halal bernama Bangmad. Letaknya di penghubung antara terminal domestik dan lantai international departure. Tepat di seberang prayer room. Di sini pilihan makanannya banyak dan bisa memilih untuk take away.

IMG_1107

Apabila ke daerah Pratunam dan sedang berbelanja di Fashion World Pratunam, di food court lantai enam ada dua tenant makan halal. Satu merupakan masakan India dan satu lagi adalah masakan khas Thai. Saya sih suka banget buat makan di kedai yang masakan Thai karena enak, halal, murah, dan porsinya pas!! Sekali makan di sini, kita hanya perlu  membayar sekitar 50 THB.

IMG_1117

IMG_1202

Apabila sedang ada di daerah Siam, saya sempat mencoba makan di MBK Center lantai lima. Di sana ada sebuah restoran keluarga berlabel halal. Cocok banget buat makan dengan sistem sharing karena porsinya yang besar. Selain itu di food courtnya ada dua tenant makanan halal dengan harga sekitar 200 THB. Kalau lihat dari displaynya sih porsinya banyak banget!!! Jadi bisa buat share. Saya sih batal makan di sini karena cuma sendirian 😦 .

Kalau sedang asyik berbelanja di Chatuchak Weekend Market, sepenglihatan saya ada tiga tempat makan halal di sini. Pertama adalah tepat di seberang clock tower dengan harga makanan sekitar 250 THB. Tempat makan halal kedua ada di jalan arah ke Section 18. Saya sudah pernah mencoba makan di sana dan cukup enak. Semangkok mie dengan bakso dan jeroan dihargai 150 THB. Tempat makan halal ketiga adalah favorit saya, nama restorannya adalah Kah Jak. Terletak agak tersembunyi di Soi 18. Ga jauh dari pedagang es kelapa yang ada di dekat clock tower. Harga makanannya dibawah 100 THB dengan porsi yang pas untuk saya. Rasa makanannya pun enak!!

IMG_1446

Makanan di Kah Jak

Untuk yang sedang bermain di Asiatique sebelum nongkrong cantik di depan Sungai Chao Praya, mending cari makanan dulu dari pada kelaparan. Satu-satunya tenant makanan halal di dalam Asiatique adalah kebab. Kalau mau mencari nasi dan mie di dekat Asiatique ada food court yang menjual banyak makanan halal!! Tepatnya di seberang KFC Asiatique, tepat diantara seven eleven dan mesjid. Pilihan makanannya cukup banyak. Saya melihat ada tiga hingga empat tenant yang menjual makanan halal. Harganya pun terjangkau banget!! Saya makan mie, baso, dan daging sapi seharga 50 THB!! Selesai makan bisa sekalian ikut shalat di mesjid sebelahnya. Baru deh nongkrong tsantik sambil menikmati lampu-lampu Asiatique.

Apabila sedang berada di Night Market maupun Day Market, biasanya akan ada satu hingga dua tenant yang memiliki label halal. Seperti saat saya ke Bangkok di Bulan Agustus 2017, saya menemukan dua tenant halal di Day Market depan Central World. Satu tenant menjual street food ala Thailand dan satu tenant lagi menjual makanan berat. Dua-duanya enak!!! Akhirnya saya bisa mencoba street food Thailand juga!!! Oia kalau ke Night Market suka ada yang menjual jagung rebus ataupun jagung bakar. Rasa jagungnya manis dan enak!!

IMG_1885

IMG_1437

Thailand memiliki banyak pedagang buah segar yang mana beneran cuma jual buah, jadi insyaAllah halal ya. Buah di Thailand ini ga pernah ada yang gagal!! Rasanya enak semua. Saya juga mencicipi jus buah di tenant yang menjual khusus jus sehingga saya tetap tenang membelinya. Begitu pun saat mencicipi durian serta mango sticky rice.

IMG_4284

IMG_1167

Untuk yang senang nyobain makanan, di seven eleven banyak memiliki menu halal. Mulai dari burger, ayam-ayam ala nugget dan chicken roll, shrimp dumpling, bahkan sosis. Kalau mau mencari tuna spread, roti, ataupun minuman halal juga banyak tersedia di seven eleven dan super market lainnya. Bahkan air mineral aja ada label halalnya dong! Di Indonesia aja ga sampai segininya. Buat penggemar Sam Yang, saya baru lihat di Thailand semua Sam Yang-nya ada label halal. Dengan semua kemudahan ini, insyaAllah urusan makan bisa tenang selama jalan-jalan di Thailand.

*beberapa foto diambil dari hp Teh Win.

 

Cerita Tesis (3)

Pasca Seminar Proposal Penelitian, saya mulai ngebut bikin perbaikan alat ukur serta program intervensi. Semua dilakukan untuk bisa cepet-cepet intervensi. Waktunya mepet banget karena tinggal tujuh minggu sebelum Ujian Akhir Semester anak SD. Kalau ga sempet ambil data bulan November, saya mesti nunggu sampai Januari untuk ambil data!! Haduh ga akan sempat mengejar sidang awal Februari!!

Akhirnya dari ngebut bikin alat ukur, minggu kedua November saya mulai bisa ambil data dan melakukan intervensi. Saya pikir intervensinya bakal  berjalan lancar dan ga penuh drama. Ternyata tetep ada cerita dan dramanya!! Drama pertama adalah Antapani yang lagi macet-macetnya karena pembangunan Jembatan Antapani. Pulang dari Antapani ke daerah kota bisa memakan waktu satu jam ajah. Sampai saya pernah ketiduran di angkot saking macetnya >< . Drama lainnya adalah hari pertama mau mulai intervensi, orang yang bakal ngebantu intervensinya ga dateng dong. Hp-nya mati dan ga bisa dihubungin. Rasanya kesel, bt, ama sedih jadi satu. Seorang adik ketemu gede berusaha menenangkan saya sambil bilang “Ambil data itu selalu ada praharanya, kalau engga bukan tesis namanya” dan dia ngasi contoh pengalamannya yang dipikir-pikir lebih miris dari kejadian saya. Yah apalah arti Pasteur – Antapani dibandingkan Soekarno Hatta – Majalaya. Tuhan memang Maha Baik, disetiap kesulitan selalu ada kemudahan.  Tiga hari kemudian disaat saya lagi pusing memikirkan rencana B dan C, orang yang menghilang tersebut nge-whatss app dan ngejelasin kalau ternyata hp-nya rusak dan baru dibenerin. Kita akhirnya bikin kesepakatan lagi untuk bantuin intervensi. Syukurlah selama tujuh kali intervensi beneran dateng dan ngebantu terus. Terima kasih banyak ya pak pelatih!!

Minggu kedua Desember, ambil data pun selesai. Saatnya bikin pembahasan. Agak lama juga proses mengerjakannya. Bolak balik revisi sampai minggu kedua Januari. Saya sampai sakit bahu dan punggung karena kebanyakan duduk plus ngetik di laptop dan komputer. Buah perjuangan pun terbayar pada minggu ketiga Januari. Tesis saya di acc untuk maju sidang!!! Huwaaahh beneran beres juga ya ini tesis!! Nangis terharu lihat tesis sendiri *pelukin tesis*.

Akhirnya tanggal 6 Februari kemarin saya pun berusaha menjawab dan mempertahankan penelitian saya di meja hijau *beneran taplaknya warna hijau!!*. Satu jam lebih saya disidang. Beneran pasrah deh sama hasilnya. Toh selama proses hingga di dalam ruang sidang saya sudah berusaha memberikan daya dan upaya yang dimiliki.

Tepat pukul 12.30 di hari yang sama, ketua program studi pun membacakan yudisium dan saya dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan. Alhamdulillah!!! Syukurlah.. akhirnya lulus juga!! Resmi bisa pakai gelar!! Perjuangan selama ini terbayar sudah. Lunas!!

img_2333

 NB. Foto kelegaan dan bahagianya bisa dilihat di IG saya ya 🙂 .

Relax

 

pict from here

I remember about this quote when I was walking to campus this morning. This days I felt so tense with my thesis revision. My back hurt and I felt nausea. This what we called psychosomatic disorder. As you may know,  A psychosomatic disorder is a disease which involves both mind and body. Some physical diseases are thought to be particularly prone to be made worse by mental factors such as stress and anxiety.

 So I remember one thing to help me through this, mindfulness meditation. So I tried to relax my body and mind, focus to what I felt, what I need to do, and tried not to remember what will happen in the future. Since future is still a mystery, so I just have now, this time in my life.

This year, If I have one word for this year, It will relax. Last year, I learn a lot of things, so this year I want to relax my body, mind, and soul. I don’t want to search who is my future husband, I don’t want to ask about what happen with my life lately, I don’t want to take something for granted. Like Osho said, relax. If we relax, the universe start vibrating with us. God has unique way to answer our prayer. So why scared? why anxiety? I have God. God know what best for me, so relax and be patient.

Relax and see what doors that open for me. It may be surprise me, but that’s life right? We never know what will happen tomorrow, next week, or maybe next month. I just know that this day is present from God. So I need to focus on this day, this time. Not yesterday or tomorrow. Do what I can do, let go what I can’t handle. So I feel mindful, content, and accept what I have today.