Eid Mubarak 1440 H

Taqabbalallahu minna wa minkum
(May Allah accepts our deeds)

May Allah flood our life with happiness,
our heart with love, our soul with spiritual, our mind with wisdom.

Eid Mubarak
1 Syawal 1440 H

-Ira-

*template backgroundnya dapet dari Mbak Ditut

Advertisements

Aladdin 2019

Ada yang sudah menonton Aladdin di bioskop? Rasanya setelah tiga hari pasca nonton filmnya, saya masih gagal move on!! Iya, filmnya sebagus itu dan sama bagusnya dengan kartunnya.

Ceritanya sendiri tidak jauh berbeda dengan versi kartun 1992. Menceritakan mengenai Aladdin, seorang pencuri jalanan yang jatuh cinta pada Putri Jasmine. Karena perbedaan kasta ini akhirnya Aladdin menerima tawaran Jafar untuk membantunya mengambil sebuah lampu ajaib di dalam gua dan sebagai gantinya ia akan diberikan kekayaan. Ternyata lampu tersebut adalah lampu ajaib dengan Jinny di dalamnya dan Aladdin pun meminta Jinny untuk menjadikannya seorang pangeran untuk memenangkan hati Putri Jasmine. Cerita selanjutnya nonton aja ya di bioskop 😀 .

Sebelum menonton di bioskop, saya sengaja tidak menonton kembali film kartunnya yang dulu pernah saya tonton melalui laser disc berulang kali. Ketahuan banget kan itu zaman kapan?! Selain menonton kartunnya, saya juga suka memainkan game Aladdin baik melalui nintendo, super nintendo, hingga play stationnya. Jadilah saat menonton film Aladdin ini saya sampai hapal dengan lagu-lagunya!! Langsung keingetan aja begitu denger musiknya 😀 .

Ngomongin soal lagu-lagunya yang paling juara tetep a whole new world ya. Sampai sekarang aja saya masih suka banget karaokean lagu a whole new world, makanya begitu Aladdin dan Putri Jasmine nyanyi lagu ini, saya juga ikutan nyanyi 😆 😆 . Begitu pun saat lagu Arabian Night dan Prince Ali dinyanyikan Will Smith, tahu-tahu saya bisa ikutan nyanyi reff-nya. Ternyata udah tertanam sejak dulu lagu-lagunya 😆 . Lagu terbaru dari film ini yang saya suka banget adalah Speechless yang dinyanyikan sama Putri Jasmine-nya. Liriknya girl power banget.

Dari sisi aktingnya, udah jangan ditanya betapa kerennya akting Will Smith sebagai Jinny. Selain itu saya juga suka akting Naomi Scott sebagai Putri Jasmine. Oh jangan lupakan juga Mena Massoud yang berperan sebagai Aladdin yang keren banget parkour-nya. Selain itu saya juga seneng banget sama baju-baju yang dipakai Putri Jasmine, berasa pengen punya satu buat lebaran nanti.

Saya beneran puas banget nonton Aladdin dan rasanya masih bisa nonton lagi di bioskop.

Merajut Benang Merajut Pikiran

Saya tidak pernah menyangka akan mengenal konsep bahwa untuk mereorganisasi pikiran kita bisa melakukannya dengan mengerjakan hal-hal yang berbeda secara nyata. Konsep sederhananya adalah ketika kita mengerjakan sesuatu dengan tangan, sebenarnya kita sedang mengerjakan hal yang sama di dalam pikiran kita.

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan adalah dengan merajut. Hal ini tentu pernah saya coba lakukan beberapa kali untuk melihat keabsahannya dan ternyata benar-benar bisa diandalkan. Kemudian saya coba berdiskusi mengenai hal ini dengan beberapa teman dan mereka pun mengamininya. Bahkan seorang kawan saya ada yang memiliki rajutan sendiri yang akan dikeluarkan ketika pikirannya sedang kacau.

Ketika pertama kali merajut, baik untuk yang memang ingin mencoba ataupun dipaksa merajut, semua akan merasakan perasaan frustrasi karena cara yang berbeda dengan melakukan crochet. Seorang teman saya pernah berakhir dengan melempar jarum rajutnya dan lebih memilih berkebun di luar area tempat kami belajar. Seorang teman yang lain rasanya ingin menyerah saja saat merajut, padahal beliau ini jago banget ngecrochet. Hanya saja memaksa diri untuk melewati ketidaknyamanan merupakan cara untuk belajar mengasah karsa.

Setelah melalui beberapa baris merajut, kita akan melihat pola yang membuat kegiatan merajut menjadi sangat rileks dan bahkan seseorang pernah mengatakan pada saya bahwa merajut merupakan kegiatan yang meditatif. Kalau saya, seringnya akan mengantuk saat di tengah-tengah merajut. Sedangkan teman yang lain bahkan merajut untuk menghilangkan insomnianya!!

Saat sedang merajut, saya pun belajar untuk mengurai benang, menghitung jumlah benang yang sedang dirajut, serta melenturkan jari-jari yang kaku. Menarik setiap benang, melepaskan benang pelan-pelan, serta menyelesaikan setiap barisnya. Dengan melakukan hal ini sebenarnya secara tidak langsung saya pun sedang mengajari pikiran dan perasaan untuk menata kembali kekacauan yang ada di dalamnya. Mencoba menguraikan masalah dan melenturkan cara saya berpikir, melihat apakah saya perlu menarik benang atau sudah saatnya melepas, atau saatnya untuk diam sejenak sebelum akhirnya saya memutuskan untuk fokus bagaimana cara menyelesaikan masalah tersebut.

Selalu ada yang pertama untuk semuanya dan biasanya yang pertama itu tidak pernah sempurna. Begitupun dengan merajut. ketika saya memaksakan diri untuk sempurna melakukannya, rajutan saya tidak pernah selesai, bahkan ketika ada salah saya akan membuka rajutan dan mengulangi semuanya dari awal. Hingga di satu titik saya belajar untuk membiarkan kesalahan itu ada dan terus merajut hingga selesai. Sama seperti sedang menyelesaikan sebuah masalah, tidak ada cara yang sempurna. Pada saat ada kesalahan yang bisa dilakukan adalah meminta maaf serta memaafkan diri sendiri, kemudian melepaskan dan tetap bergerak.

Hingga akhirnya rajutan saya selesai!! Akhirnya syal yang saya buat selesai juga. Bukan yang terbaik, sempurna, dan terindah, tapi syal ini saya kerjakan dengan sepenuh hati dan tidak putus asa. Kalau ditanya untuk siapa syal ini kelak, akan saya berikan kepada seseorang yang mau menerima ketidaksempurnaan syal ini begitupun dengan ketidaksempurnaan diri sang pembuatnya. Hingga saat itu tiba, sesekali saya akan memakai syal ini.

hasil rajutan pertama: syal

Selesai mengerjakan syal ini pun saya berhasil menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor serta masalah pribadi yang mengganggu pikiran saat itu. Tidak salah ketika ada yang berkata bahwa “nimble hand, nimble head“. Karena dengan pekerjaan yang dikerjakan tangan, hati dan pikiran pun ikut bekerja.

The Art of Small Steps

Beberapa hari yang lalu saya mendapatkan sebuah tulisan mengenai the art of small steps yang ditulis oleh Antoine de Saint – Exupery. Beliau ini penulis dari Little Prince dan tulisan di bawah ini merupakan doa-nya yang menurut saya keren banget dan bikin saya ketampar. Rasanya langsung melihat ke dalam diri lagi dan bersyukur atas semuanya. Makanya doa dari Antoine de Saint – Exupery ini ingin saya kristalkan di sini:

Lord, I’m not praying for miracles and visions,
I’m only asking for strength for my days.
Teach me the art of small steps.

Make me clever and resourceful,
So that I can find important discoveries and experiences among the diversity of days.
Help me use my time better.
Present me with the sense to be able to judge whether something is important or not.

I pray for the power of discipline and moderation,
not only to run throughout my life,
but also to live my days reasonably,
and observe unexpected pleasures and height.

Save me from the naive belief that everything in life has to go smoothly.
Give me the sober recognition that difficulties, failures, fiasco, and setback
are given to us by life itself to make us grow and mature.

Send me the right person at the right moment,
who will have enough courage and love to utter the truth!
I know that many problems solve themselves,
so please teach me patience.

You know how much we need friendship.
Make me worthy of this nicest, hardest, riskiest and most fragile gift of life.
Give me enough imagination to be able to share with someone
a little bit of warmth, in the right place, at the right time,
with words or with silence.

Spare me the fear of missing out on life.
Do not give me the things I desire, but the things I need.
Teach me the art of small steps! 



Kemarau Rasa Musim Gugur di Bandung

Beberapa hari ini Bandung lagi super dingin!!! Anginnya pun kenceng banget!! Saya sampai penasaran dengan suhu udara kota Bandung. Begitu mengecek lewat aplikasi cuaca di hp, ternyata suhu Bandung mencapai 17 derajat dong. Itu saat saya mengecek jam 07.00 pagi ya. Saat subuh curiganya lebih parah. Bahkan di tempat temannya Mbak Joeyz yang berada di dataran tinggi Bandung, suhunya mencapai 14 derajat!!!

IMG_2691

Kayaknya cuma di Bandung dan sekitarnya yang pake syal dan jaket tebel bukan hal aneh dan bahkan perlu banget. Setiap pergi malam dan pulang naek ojek online, saya pasti pake jaket tebel. Begitu keluar rumah cuma pake cardigan, pulangnya langsung meriang!! Ini ntah efek dingin atau saya yang udah mulai ga kuat malam-malam di luar dalam keadaan dingin. Kemarin-kemarin aja saya sampai memimpikan hot packs yang biasa dijual saat musim dingin di Korea Selatan ataupun Jepang. Asli cuaca kayak gini bikin susah buat bangun pagi.

Udara yang rada ekstrim seperti ini membuat tenggorokan saya kering dan sakit. Mau minum yang anget-anget, cepet banget dinginnya. Seperti saat saya manasin air untuk minum tadi pagi, begitu ditinggal sebentar aja, udah dingin dong. Akhirnya mau di rumah juga saya minum pakai tumbler yang bisa untuk minuman hangat. Alhamdulillah air di dalem sana tetap terjaga kehangatannya.

Malam ini cuaca Bandung sudah diangka 21 derajat. Gini ya rasanya dapet cuaca yang anget tuh, berkah banget!!! Tapi tadi liat di aplikasi cuaca sekitar jam sebelas malam akan kembali turun jadi 19 derajat. Mari siap-siap selimutan dan tidur nyenyak hingga pagi.

 

 

Eid Mubarak!!

IMG_1901

Let surround our soul with love and forgiveness
May the Guidance and Blessing of Allah SWT be with us and our family

Taqabalallahu minna wa minkum
(May Allah accepts our deeds)

Eid Mubarak!!

-Ira –

Berkeliling Wat Pho

IMG_0792

Wat Pho terletak di belakang kompleks Grand Palace. Kalau punya waktu sebentar ke Bangkok, dari pagi kita bisa pergi ke Grand Palace dan dilanjutkan berjalan ke Wat Pho hingga menyeberang ke Wat Arun. Ketiga tempat ini terletak berdekatan dan total waktu yang diperlukan untuk menikmati ketiga tempat ini adalah setengah hari.

Saya berkunjung di sini bulan Agustus 2017. Berbeda dengan Grand Palace yang saat saya ke sana sedang ramai peziarah yang mengunjungi almarhum Raja dan wisatawan, di Wat Pho suasananya lebih tenang. Saya sampai bingung dengan perbedaan yang terlalu jomplang ini.

Wat Pho terkenal dengan patung emas Buddha berbaringnya, tapi selain itu di sana juga dikenal dengan sekolah Thai massage-nya loh. Sayang banget saya ga sempet nyobain thai massage-nya, karena lebih pengen berkeliling Wat Pho serta melihat patung Buddha berbaring. Di Wat Pho ini saya sempat melihat banyak sekali patung Buddha dengan berbagai posisi. Patung-patung Buddha ini diselamatkan dari kuil Ayutthaya.

Saya juga melihat-lihat bahwa di Wat Pho terdapat beberapa patung panglima Cina yang terlihat menjaga gerbang masuk ke tempat Phra Maha Chedi Si Rajakarn. Ini adalah empat pagoda besar yang didekorasi dengan ubin keramik-keramik khas Cina. Pagoda-pagoda ini merupakan lambang dari pemerintahan King Rama I hingga IV. Indah banget rasanya berkeliling di sini.

IMG_1367

salah satu pagoda di Wat Pho

Senang sekali rasanya memiliki kesempatan untuk melihat patung Buddha berbaring dan melihat-lihat di dalam Wat Pho. Sayang banget saya ga nyobain Thai massage!! Lain kali ke Wat Pho mesti banget nih nyobain pijet di sana.

Untuk yang mau berkunjung ke sana jangan lupa berpakaian yang sopan dengan tidak menggunakan celana pendek ataupun tank top.

Wat Pho
Sanam Chai road and Maharaj road next to the Grand Palace.
Operating hour: 08:00 – 18:30
Admission fee: 100 Baht
http://www.watpho.com