Berbagi Ilmu

Selalu ada yang pertama untuk semua hal termasuk menjadi pembicara di wilayah pendidikan. Sebelum-sebelumnya saya selalu ga pede kalau diajakin untuk tampil berbicara dalam topik bertema edukasi dan parenting. Selain hanya punya bekal teori, saya juga belum terlatih mengalami berbagai kasus berhubungan dengan kedua bidang ini. Selain itu pekerjaan saya pun kebanyakan dari perusahaan untuk penerimaan pegawai ataupun evaluasi jabatan.

Dua tahun ke belakang, saya mulai sering membantu tk di dekat rumah yang menggunakan pendekatan Waldorf. Tentunya tidak menjadi guru tk, tetapi lebih membantu satu kali seminggu saat klab ibu dan anak. Untuk saya pribadi, membantu kegiatan klab ibu dan anak ini membuat saya punya kesempatan untuk mengenal lebih dekat tingkah laku anak dan menanganinya secara langsung. Selain itu sejak tahun lalu saya pun mengikuti pelatihan Waldorf early childhood education yang menambahkan nilai pada apa yang saya pelajari dan bisa langsung dipraktekkan saat kegiatan klab juga.

Pengalaman-pengalaman inilah yang menghantarkan saya menjadi semakin percaya diri saat berbicara mengenai permasalahan anak dan bagaimana mengatasinya. Sehingga sejak bulan lalu saya mulai berani mengambil peran untuk menjadi pembicara serta mengatur ritme kegiatan dalam acara pelatihan orang tua maupun parenting

Awalnya jangan ditanya deg-degannya, udah berasa mau disidang!! Hahahahaha. Walaupun begitu memang apa yang disampaikan dengan hati tentu akan kembali ke hati, rasanya hangat sekali ketika berdiskusi maupun melakukan kegiatan bersama orang tua. Apalagi saat selesai dan mendengarkan kesan mereka terhadap acara ini. Huhuhu yang ada saya malah berkaca-kaca karena kesannya rata-rata positif. 

Kalau sudah begini, berbagi itu rasanya sungguh menyenangkan dan menjadi nagih. Rasanya sayang sekali ketika saya memiliki ilmu yang bisa saya bagi namun belum menemukan tempat untuk berbaginya.

Semoga kembali ada kesempatan untuk berbagi mengenai pendidikan di tahun ini, aamiin!!

saat jadi salah satu pembicara di Seminar Parenting

Advertisements

Penghujung Tahun

Sesungguhnya banyak sekali yang ingin saya bagi di blog ini dan belum memiliki waktu untuk menuliskan semua hal tersebut. Tahu-tahu sudah di penghujung tahun aja!!! Akhirnya seperti kebiasaan tahun-tahun sebelumnya yang tetap ingin saya lakukan, saya ingin mengucapkan selamat tinggal pada tahun 2017 yang luar biasa.

Hanya saja, tentu ada yang berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya di mana tulisannya cenderung singkat, kali ini saya mau melakukan kilas balik apa saja yang terjadi dalam hidup selama 12 bulan di tahun 2017 secara backward.

Pada bulan Desember ini saya melakukan suatu hal untuk pertama kalinya yaitu bekerja untuk membantu anak-anak SD melepaskan emosinya pasca gempa bumi di daerah Kota Palu, Kabupaten Sigi, serta Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah. Cerita panjang lebar soal ini tentu akan saya ceritakan di blog tahun depan.

Di Bulan Oktober akhirnya saya melakukan liburan bareng bersama beberapa orang sahabat ke Bangkok. Kenapa di Bangkok lagi? Ini sih lebih karena mereka nyusulin saya yang habis teacher training di Bangkok. Rasanya bahagia banget ketawa-ketawa serta cerita ngalor ngidul selama beberapa hari bersama mereka.

Bulan September merupakan bulan bersejarah untuk cita-cita yang dari tahun lalu saya coba fokuskan, yaitu membangun sekolah. Di bulan ini merupakan peletakan batu pertama di lahan yang akan menjadi sekolah dasar di tahun depan. Cerita soal ini pun masih teronggok dan belum akan saya keluarkan dulu. Doakan saja ya!!

Di Bulan Agustus genap sudah usia saya menjadi kepala tiga!!! Sedangkan di Bulan Mei merupakan kali pertama saya menginjakkan kaki di tanah Sulawesi dengan bertandang ke Makassar untuk melihat Makassar Internsational Writer Festival. Tentunya sekalian makan-makan dan berwisata di Makassar.

Sedangkan di akhir Bulan Maret saya punya cerita yang bikin geleng-geleng kepala, tentu saja cerita soal ketinggalan passport!! Asli mengingat hal itu mengingatkan saya untuk tidak mengambil pekerjaan mendekati hari kepergian baik untuk urusan kerja maupun main.

Bulan Februari saya berkesempatan untuk bekerja di Semarang selama beberapa hari dan menikmati kota tuanya. Perjalanan pulang dari Semarang pun saya mendapat kabar kalau jalan yang akan kami lalui terendam banjir Bandang di dekat Cirebon sehingga kereta yang harusnya sampai di Bandung pukul enam pagi akhirnya telat hingga pukul tiga sore!!!

Tentu saja sepanjang tahun ini saya memperoleh banyak kenalan, teman, serta keluarga baru yang luar biasa menghiasi hari-hari saya. Semoga tahun depan saya bisa menjadi lebih baik lagi dan kembali rajin menulis blog 😀 .

Monolog Tjoet Nyak Dhien

IMG_2946

Tidak banyak pentas monolog diadakan di kota Bandung. Tidak banyak pula yang mengisahkan tokoh-tokoh perempuan Indonesia selain Kartini atau Dewi Sartika. Oleh karenanya, ketika Nu Art Sculpture Park yang berlokasi selemparan dari rumah ini mengadakan pentas monolog Tjoet Nyak Dhien, saya segera mengabarkan salah seorang sahabat untuk menonton pentas ini bersama-sama.

Monolog yang dilakukan oleh Sha Ine Febriyanti ini membuat hati saya penuh!! Perasaan-perasaan Tjoet Nyak Dhien mengenai kesedihannya yang dua kali ditinggal mati oleh Ibrahim dan Teuku Umar, dijauhkan dari anaknya, melihat desa dan kotanya porak poranda, serta pengkhianatan dari orang disekitarnya bisa disampaikan ke penonton dengan sangat baik. Saya pun sampai merinding dan tidak bisa lepas dari pertunjukan selama 45 menit ini.

Saya juga menyukai sudut-sudut perempuan yang ditampilkan oleh Mbak Ine dalam sosok Tjut Nyak Dhien baik ia sebagai pejuang yang membela tanah tempatnya berpijak, sebagai istri dengan kegelisahannya melihat suaminya pergi ke medan perang, maupun sebagai ibu dari anaknya yang mengajarkan kepada anaknya untuk tetap berjuang dalam hidup melalui dongeng yang disampaikan sebelum tidur.

IMG_2947

Tak hentinya saya berdecak kagum dengan monolog yang dibawakan Ine. Ia bisa menggunakan logat Aceh yang sangat kental. Selain itu saya menyukai pilihan-pilihan kata yang digunakan selama monolog. Beberapa ada Bahasa Melayu maupun Bahasa Indonesia lama.

Seusai pentas, Ine serta timnya sempat mengadakan diskusi mengenai pementasan Tjoet Nyak Dhien ini. Mereka bercerita mengenai alasan dibalik pemilihan tokoh perempuan dari Aceh ini, bagaimana riset yang dilakukan untuk mendalami tokoh dengan rekam jejak yang tidak sebanyak Kartini maupun Dewi Sartika, maupun mengenai tantangan yang dihadapi selama pertunjukan di beberapa kota.

Rasanya begitu selesai menonton monolog ini, saya jadi ingin lebih mengenal kembali sosok “Singa Betina dari Bumi Rencong”. Semoga akan ada lagi monolog-monolog ataupun teater yang bercerita mengenai tokoh-tokoh perempuan lainnya dari Indonesia, aamiin.

Kemarau Rasa Musim Gugur di Bandung

Beberapa hari ini Bandung lagi super dingin!!! Anginnya pun kenceng banget!! Saya sampai penasaran dengan suhu udara kota Bandung. Begitu mengecek lewat aplikasi cuaca di hp, ternyata suhu Bandung mencapai 17 derajat dong. Itu saat saya mengecek jam 07.00 pagi ya. Saat subuh curiganya lebih parah. Bahkan di tempat temannya Mbak Joeyz yang berada di dataran tinggi Bandung, suhunya mencapai 14 derajat!!!

IMG_2691

Kayaknya cuma di Bandung dan sekitarnya yang pake syal dan jaket tebel bukan hal aneh dan bahkan perlu banget. Setiap pergi malam dan pulang naek ojek online, saya pasti pake jaket tebel. Begitu keluar rumah cuma pake cardigan, pulangnya langsung meriang!! Ini ntah efek dingin atau saya yang udah mulai ga kuat malam-malam di luar dalam keadaan dingin. Kemarin-kemarin aja saya sampai memimpikan hot packs yang biasa dijual saat musim dingin di Korea Selatan ataupun Jepang. Asli cuaca kayak gini bikin susah buat bangun pagi.

Udara yang rada ekstrim seperti ini membuat tenggorokan saya kering dan sakit. Mau minum yang anget-anget, cepet banget dinginnya. Seperti saat saya manasin air untuk minum tadi pagi, begitu ditinggal sebentar aja, udah dingin dong. Akhirnya mau di rumah juga saya minum pakai tumbler yang bisa untuk minuman hangat. Alhamdulillah air di dalem sana tetap terjaga kehangatannya.

Malam ini cuaca Bandung sudah diangka 21 derajat. Gini ya rasanya dapet cuaca yang anget tuh, berkah banget!!! Tapi tadi liat di aplikasi cuaca sekitar jam sebelas malam akan kembali turun jadi 19 derajat. Mari siap-siap selimutan dan tidur nyenyak hingga pagi.

 

 

Drama oh Drama

Saya benar-benar baru merasakan banyak drama saat pergi ke Bangkok bulan Maret lalu!!! Saking dramanya setiap orang yang saya ceritain hal ini hanya geleng-geleng kepala dan pengen jitak saking geregetannya. Duh jangankan mereka, saya aja pengen banget ngegetok kepala sendiri kalau inget kejadiannya.

Kalau mau disalahin, saya akan menyalahkan diri sendiri karena mengambil kerjaan cukup padat di minggu terakhir sebelum saya ke Bangkok. Saya mengambil dua buah kerjaan dan satu laporan sebagai syarat melamar pekerjaan. Menghitung hari dan tenaga, saya optimis bisa selesai mengerjakan semuanya h-1. Kenyataannya? selesai semuanya tapi h-2 jam sebelum berangkat. Udah gitu detik-detik menjelang tenggat waktu rasanya udah ada tanduk di kepala, ada yang nyenggol dikit langsung mengaum!!

Tentu saja disela-sela kesibukan itu saya menyempatkan jauh-jauh hari untuk packing, sesuatu yang jarang dilakukan. Biasanya h-1 baru packing, ini h-6 hari mulai masuk-masukin barang. Sebenernya tujuannya baik sih, demi ga ada yang ketinggalan karena untuk kali ini saya perlu membawa barang untuk Waldorf teacher training di sana. Tapi dasar cemasan dan masih berpikir untuk bawa barang seminimal mungkin, saya tetap saja bongkar-bongkat koper sampai h-1 jam keberangkatan ke travel karena berangkatnya dari Soekarno Hatta. Saya menggunakan pesawat jam 06.20 pagi, dan berhubung bekasi – cikarang lagi ga bisa diprediksi macetnya saya mengambil travel jam 22.00 .

Untungnya, saat ke travel ini saya diantar oleh kakak jadi bisa lebih santai. Apalagi lalu lintas Bandung lagi bersahabat banget, jadi sampai lebih cepat. Sambil menunggu mobil datang, saya pun mengecek kembali apa-apa yang perlu saya bawa dan kepikiran untuk memasukkan beberapa barang dari tas ransel ke koper. Saat akan membuka kunci koper, nomer kuncinya kereset dong!!! Ini karena saya buru-buru saat menutup koper di rumah. Gawat!!! Saya segera mencari di google apa yang perlu dilakukan kalau ada kejadian seperti ini dan semua artikelnya memberi tahu harus manual satu-satu dicobain kombinasi angkanya. Edyaaaannnn. Ini sungguh pr banget. Akhirnya 45 menit saya habiskan untuk mencari kombinasi angka yang ternyata hanya beda satu angka dari kombinasi yang saya gunakan. Kesel sama kebodohan sendiri. Tidak berapa lama, mobil travel pun datang dan begitu menyentuh kursi saya langsung tidur.

Sampai di Soekarno Hatta ternyata baru jam 12.30 pagi dong!! Ternyata jalanan lagi lancar banget. Akhirnya saya memilih tidur-tiduran di kursi sambil menunggu teman-teman saya yang baru datang jam 5an. Sekitar jam 02.30 saya terbangun dan bengong mau ngapain, akhirnya saya melanjutkan mengecek kembali barang-barang yang perlu saya bawa dan saya baru sadar, paspor saya ga ada!!!! Ini kebodohan paling parah!!  Paspornya ketinggalan di Bandung dong!!!!

Panik saya langsung menelpon kakak karena saya yakin dia masih bangun. Kita berdua koordinasi untuk mengambil paspor saya di rumah (karena kakak saya tinggal dengan mertuanya) dan segera cari travel ke Soekarno Hatta untuk dititipin paspor. Oh sudah tentu orang tua saya ikutan panik saat diberitahu oleh kakak. Saya hanya bisa pasrah ketika diomelin sama mereka. Kakak saya pun berhasil mendapatkan travel yang ke bandara paling cepat, yaitu jam 03.00. Kita berdoa semoga sekitar jam 05.30 sudah sampai. Berhubung usaha sudah dijalani, saya pun hanya bisa pasrah dan berdoa semoga paspornya bisa sampai di bandara sebelum jam 06.00. Di tengah kepasrahan itu akhirnya saya mencari mushala dan shalat tahajud. Setelahnya saya berdoa semoga masih diijinkan untuk pergi tepat waktu ke Bangkok.

Jam 04.00 salah seorang teman seperjalanan saya pun datang dan kami sempat mengobrol soal kebodohan yang saya lakukan. Sambil saya memasang startegi untuk bisa check in terlebih dahulu. Untungnya saya membawa salinan foto paspor sehingga masih bisa check in walaupun baru boleh mengambil boarding pass setelah paspor datang. Dengan begini setidaknya saya masih bisa terbang. Tinggal menunggu paspor untuk datang tepat waktu.

Jam 05.30 saya menelpon supir travel untuk memastikan ia sudah sampai di mana. Syukurlah sudah sampai di tol Soekarno Hatta, setidaknya sebelum jam 06.00 paspor saya sudah sampai di bandara. Jam 05.45 saya kembali mengontak supir travel karena belum ada tanda-tanda kedatangannya. Alhamdulillah ternyata sudah sampai di terminal 1 dan akan ke terminal 2 tempat saya berada. Tidak sampai lima menit kemudian saya sudah bertemu supir travel dan tak henti-hentinya saya mengucapkan terima kasih sebelum ngacir ke dalam karena pesawat akan boarding 5 menit lagi. Itu semua belum termasuk saya harus mengantri imigrasi dan jalan ke arah boarding gate.

Sampai di dalam pesawat saya langsung tidur pulas hingga sampai di Bangkok. Perjalanan selama tiga jam sungguh ga berasa. Padahal kata teman-teman saya ada dua kali turbolance!! Ini sudah pasti efek saya kehabisan energi menjalani malam panjang penuh drama.

IMG_4094

Pesan moralnya, jangan ambil kerjaan banyak-banyak kalau mau bepergian sehingga bisa packing dengan tenang dan pastikan paspor atau ktp benar-benar sudah ada di tas.

Goodbye Tumblr

Kemarin saya dikejutkan dengan kabar mengenai salah satu platform website yang diblokir, Tumblr. Alasan pemerintah memblokir platform ini adalah karena konten pornnografi di dalamnya. Isu ini sebenarnya sudah lama hilir mudik berada di lini masa saya, tapi yang dulu kan ga jadi diblokir, jadi yang sekarang pun saya hanya melihat sekilas mengenai berita ini dan terlupakan begitu saja. Saya baru tahu kalau Tumblr benar-benar diblokir beberapa hari yang lalu, saat melihat salah satu halaman instagram story dari teman yang sama-sama sering menulis di Tumblr. Sedih rasanya karena tidak ada pemberitahuan yang jelas mengenai pemblokiran Tumblr di Indonesia. Eh ini mah bisa juga sih salah saya yang cuma baca berita sekilas-sekilas ><.

Apapun itu, nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak sempat memindahkan tulisan-tulisan di Tumblr ke rumah barunya. Padahal saya sengaja mengisi Tumblr dengan berbagai tulisan random dan quotes-quotes yang kalau ditulis di WordPress bakal panjang dan menuh-menuhin halaman wordpress 😦 .

Eh tapi ada beberapa temen saya loh yang masih bisa mengakses Tumblr-nya!! Ini tidak adil!! *langsung kesel sendiri* . Saya ga tahu sampai kapan Tumblr diblokir sama pemerintah Indonesia. Kalau sudah tidak diblokir, saya akan segera memigrasikan tulisan-tulisan saya di sana ke rumah barunya, di blogger.

Tahun 2018

Tahun baru, resolusi serta harapan baru.

Semoga di tahun ini semua harapan dan doa-doa baik tercapai.
Semoga jiwa-jiwa yang gundah mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung usai.
Semoga yang sedang berada di kegelapan bisa mendapat secercah cahaya.
Semoga yang merasa sendirian, dapat merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli kepadanya.
Semoga yang belum menyelesaikan studinya bisa lulus dan yang mencari pekerjaan bisa mendapatkan yang sesuai dengan keinginan.
Semoga yang mencari jodoh bisa segera ditemukan dengan pasangan hidupnya.
Semoga yang masih memiliki hutang dapat melunasi hutang-hutangnya.
Semoga semakin banyak perdamaian di tengah perbedaan yang ada.

Selamat tahun baru semuanya 🙂