Makan Enak di Malang

Kalau udah ke daerah Jawa Timur, rasanya kangen semua makanan 😀 . Maklum, saya pernah tinggal di Surabaya, sehingga kerasa banget kangennya sama makanan khasnya. Sebut saja Soto Lamongan Cak Har, Es krim Zanggardi, Mi pangsit tenda biru (yang dulunya berada di depan SMP 6 Surabaya), mi Jawa, Bakso, Rawon, hingga pentol!! Saat menyambangi Malang untuk tahun baruan di Bromo, tentu saja saya jadi pengen makan makanan yang saya kangenin di atas.

1. Nasi Rawon
IMG_3375Walaupun kadang suka iseng beli Rawon di Bandung, rasanya tetap berbeda dengan rawon di Jawa Timur. Salah satu tempat rawon yang saya datangi adalah kedai makannya “Bug Matira” yang terletak tidak jauh dari Stasiun kereta api Malang. Irisan daging sapi, tauge muda, serta kuah rawon yang hangat itu beneran enak banget. Teman saya sampai ada yang menambah satu porsi lagi. Maklumlah, di rombongan ke Bromo inikan ada satu orang Surabaya, satu orang Malang, satu yang pernah tinggal di Malang, dan saya yang pernah tinggal di Surabaya. Kita berempat ini beneran kangen banget sama makanan Jawa Timur 😀 .

2. Bakso
IMG_3473Jauh-jauh ke Malang, apalagi yang dicari kalau bukan baksonya 😀 . Di Malang ini juga lagi terkenal banget sama bakso bakarnya. Jadilah kami mencoba bakso yang dibumbui dan kemudian dibakar itu. Bakso bakarnya sendiri disajikan terpisah dengan bakso biasa. Jadi kita perlu memesan terlebih dahulu bakso bakarnya. Sedangkan untuk bakso yang biasa, tinggal kita ambil sendiri seperti kalau biasa makan bakso malang. Untuk yang di mangkok itu, saya mengambil mi putih, dua bakso biasa, dan tahu. Bagaimana rasa baksonya sendiri? Enak banget!! Duh makan sepuluh bakso bakar aja ga kerasa *elusin perut*. Berhubung udah kelaperan banget, saya sampai lupa melihat nama tempat bakso bakarnya.

IMG_3675Selain bakso bakar, saya juga mencoba bakso yang biasa. Berbeda dengan bakso di Bandung yang memakai sayuran, tauge, mi kuning atau bihun, di Jawa Timur, bakso biasanya disajikan dengan mi putih saja. Jadi baksonya berisi mi putih, bakso, dan gorengan. Memang sih, kalau biasa makan bakso di Bandung, bakalan terasa sedikit hambar.

3. Es Krim
IMG_3470Es krim yang saya maksud di sini adalah es krim tradisional dan buatan sendiri. Salah satu tempat nge-es krim yang kita datangi adalah Eskimo. Menurut orang yang lama tinggal di Malang, es krim di sini paling enak. Tempatnya sendiri bergaya bangunan rumah lama di Malang. Tempat duduknya pun masih memakai kursi rotan. Rasa es krimnya sendiri lembut dan langsung lumer dilidah. Varian es krimnya juga banyak loh, seperti triple chocolateblack forest, hingga rumraisin. Selain es krim batangan, mereka juga menyediakan jenis es krim cup dan tart ice cream. Untuk yang kelaperan, saya sarankan tidak makan di sini, karena mereka hanya menyediakan cemilan kecil untuk menemani makan es krim.

4. Jajanan di Depan Sekolah
IMG_3665Saya dan Arian nih yang paling semangat buat beli jajanan di depan SMA Malang. Beneran kangen loh sama tipe-tipe jajanan yang ga ada di Bandung. Sebut saja Pentol. Dulu, setiap saya pulang sekolah, seneng banget rasanya beli pentol. Eh saat ke Malang, kenapa sekarang banyaknya tukang cilok sih? Tapi bentukannya lebih mirip pentol loh. Aneh ya. Pentol ini sebenernya adalah bakso kecil-kecil gitu dengan komposisi lebih banyak tepung daripada daging sapi. Biasanya pentol dijual dengan tahu juga. Kalau saat saya SD dulu, harga 500 perak udah dapet banyak, sekarang harganya 5000 rupiah dong. Mahal yaaaa.

IMG_3672Jajanan lain yang bikin kangen adalah es Degan alias es kelapa muda. Perpaduan air kelapa, daging kelapa muda yang empuk, dan rasa manis dari gulanya enak banget!! Kalau lagi panas-panas, tentu minum es kelapa muda bikin seger. Es kelapa muda di Malang berbeda dengan yang di Bandung. Di daerah Jawa Timur, es kelapa muda disajikan dengan gula putih yang telah dicairkan ataupun dengan gula merah cair, sedangkan di Bandung biasanya menggunakan susu kental manis.

Alhamdulillah bisa makan beberapa makanan yang dikangenin. Ah jadi ingin ke Surabaya dan Malang lagi buat makan enak dan jalan-jalan 😀 .

Museum Malang Tempo Doeloe

IMG_3380Museum Malang Tempo Doeloe

Ga banyak yang tahu soal museum swasta yang ada di Malang ini. Saudara sepupunya teman saya juga tahunya restaurant Inggil yang terletak di dekat museum. Padahal letaknya sendiri dekat dengan Tugu Malang. Saat melihat bangunannya yang nampak kecil seperti rumah biasa, ga akan menyangka kalau ini adalah museum!

Museum Malang Tempoe Doeloe ini didirikan oleh Bapak Dwi Cahyono, yang merupakan Ketua Dewan Kesenian Malang, dan penggagas Festival Malang Kembali Malang Tempoe Doeloe. Museumnya sendiri buka setiap hari mulai pukul 08.00 – 17.00.

IMG_3384kalau mau bisa turun ke bawah

Dengan harga Rp.15.000 kita sudah bisa menikmati 20 ruangan dan wahana yang ada di Museum Malang Tempo Doeloe. Kita akan dibawa mulai dari zaman pra sejarah dan asal usul kota Malang. Saya aja baru tahu kalau kota Malang dikelilingi oleh banyak gunung besar seperti Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Welirang, Gunung Arjuna, Gunung Bromo, Gunung Tengger, dan Gunung Semeru.

IMG_3383Malang yang dikelilingi banyak gunung

IMG_3385tembikar

Setelah mengenal kota Malang, saya kemudian di ajak masuk ke zaman kerajaan lengkap dengan berbagai benda-benda sejarah, diorama, dan peninggalannya. Mulai dari Kerajaan Kediri, Mataram Kuno, Kerajaan Singosari hingga Kerajaan Majapahit. Benda-benda sejarah disini seperti patung Ken Dedes, lempengan besi, prasasti, serta buku-buku kunonya.

IMG_3405Ken Arok lagi bertapa

Keluar dari wahana kerajaan, kita akan dibawa melihat cara pembuatan alat rumah tangga menggunakan tanah liat, mesin menghalus jagung, alat-alat rumah tangga zaman dulu, serta ruangan penyimpanan rempah. Saya dan teman-teman seru banget ngeliat benda-benda yang aneh dan melihat cara kerjanya. Benda-benda di Museum Tempoe Doeloe ini memang bisa kita pegang loh.

Perjalanan saya di dalam museum kemudian memasuki zaman perang sebelum dan setelah kemerdekaan, hingga Malang saat ini. Mulai dari menyusuri lorong penuh foto-foto Malang dari tahun ke tahun, hingga masa kependudukan Jepang. Selain itu ada suasana kelas zaman dulu, hingga replika Festival Malang Kembali Malang Tempoe Doeloe.

IMG_3390lorong menuju wahana kerjaan


IMG_3406Silsilah

IMG_3411Patung Ken Dedes

IMG_3413Ternyata alatnya berat!

SAMSUNG CSCmencoba bikin mangkok dari tanah liat 😀

IMG_3419dapur zaman dulu

IMG_3437Foto-foto Bangunan Tua di Malang

IMG_3466batik!!

Saya tidak sempat memfoto beberapa wahana, karena keburu seru nyobain diorama dan melihat koleksi museumnya. Semoga semakin banyak museum-museum bagus dan terawat seperti ini. Dipikir-pikir, sayang banget kebanyakan museum yang bagus, terawat, dan detail kebanyakan adalah museum swasta. Ketika saya mengunjungi museum yang dikelola pemerintah, lebih banyak benda-benda koleksi yang tidak terawat dan berdebu 😦 .