Berbagi Ide di Niyata

Niyata berasal dari Bahasa Sansekerta yang merupakan asal dari kata “nyata”. Kalau lihat dari webnya, TEDx ke-12 yang diadakan di Jakarta memiliki tema tentang merayakan keteraturan, bahkan alam pun bekerja dengan polanya sendiri dan diendapkan dalam jumlah kecil namun bermakna. Tema mengenai hal tersebut tertuang dalam ide yang disampaikan kedelapan pembicara yang hadir dalam TEDx Jakarta serta dua video dari TED Talk.

Kesepuluh orang ini menginspirasi dan membagikan ide yang secara nyata telah dilakukan dalam hidupnya masing-masing. Sebut saja ada Mbak Firly Savitri dengan Ilmuwan Muda Indonesia yang memiliki kegelisahan karena banyak adik-adik di sekolah yang belajar science hanya melalui buku pelajaran. Padahal science itu perlu dirasakan oleh anak-anak melalui percobaan di laboratorium. Sayangnya ga semua sekolah memiliki laboratorium yang mumpuni sehingga laboratorium portabel adalah jawaban untuk kegelisahannya. Dengan hal ini, bahkan anak-anak dan guru di pelosok negeri dapat melakukan percobaan science dengan bahan-bahan yang ada di sekitarnya. Duh rasanya pengen bawain laboratorium protabel untuk adik-adik di SDN Pangeureunan 5!! *ternyata belum move on*.

IMG_7440

Kejutan datang dari Faye Simanjuntak yang merupakan co-founder Rumah Faye yang merupakan organisasi non profit perlindungan anak di Indonesia khususnya mengenai isu perdagangan anak serta pelecehan terhadap anak. Saya terkejut karena ide ini datang dari anak berusia 15 tahun!! Such a young age!! Kayaknya waktu seumur Faye saya masih sibuk sama kehidupan sendiri dan dia udah mikirin nasib anak-anak seumurnya. Beneran salut sama orangtuanya yang membesarkan anak penuh empati kayak gini.

IMG_7443

Selain itu ada Ibu Adi Utarini dengan penelitiannya terhadap nyamuk demam berdarah serta Ibu Mirza Kusrini dengan penelitian terkait kodok. mungkin penelitian mereka terlihat nyeleneh dan aneh, tapi percaya deh bahwa pada dasarnya hal kecil pun dapat bermakna besar untuk kehidupan kita. Ibu Adi Utarini memilih “beternak” nyamuk demam berdarah untuk menyebarkan bakteri baik “Wolbachia” untuk menangkal penyakit demam berdarah. Sedangkan Ibu Mirza meneliti kodok demi keberlangsungan kehidupan ekosistem alam.

IMG_7466

Saya pun belajar dari Mbak Intan Suci terkait ramalan iklim beberapa tahun ke depan dengan melihat sejarah iklim di dunia melalui karang laut. Saya baru tahu bahwa karang laut memiliki arsip alam yang mirip dengan lingkaran tahun pada pohon. Bahkan sampel karang ini sampai dibawa ke mesin MRI untuk diteliti!!

IMG_7465

Selain itu masih ada Mbak Anindya Krisna yang sengaja pulang ke Indonesia untuk mengajar anak mudanya berlatih dan menjadikan balet sebagai pekerjaan. Ada Bunda Iffet yang merupakan manager Slank berbagi cerita mengenai perjalanannya dalam mengkawal karir Slank, khususnya di masa-masa sulit. Las but not least ada Mbak Dian Ara seorang designer game dengan lika-liku hidupnya.

IMG_7449

Dua video dari TED Talk pun menjadi penghibur dan memberikan sudut pandang yang berbeda dari suatu hal. Seperti Kate Adams yang bakal ngajak kita berpikir mengenai makna dibalik sinetron maupun James Veitch yang ngebalesin email spam.

They are so inspiring!! Saya merasa bahwa telah mengambil keputusan yang tepat untuk datang ke TEDx Jakarta. Diawal saya sempat maju mundur untuk dateng ke acara ini karena sebenernya saya diajakin untuk daftar sama seorang temen, tapiii saat hari pengumuman penontonnya yang diterima hanya saya. Saat di Gedung Kesenian Jakarta pun ternyata banyak yang senasib. I am not alone 😆 . Apalagi di awal acara kita bisa maen bingo dengan mencari orang-orang yang memiliki kriteria di kertas bingo. So we start to make new friends and talking to each other. Kalau ga kayak gini, saya ga mungkin ketemu orang yang bisa lancar nyebut huruf alfabet dari belakang, orang yang takut sama kupu-kupu, orang yang ga punya twitter atau facebook, atau orang yang sedang berusaha mengajukan paten buat penelitiannya. Terima kasih semua untuk obrolan singkatnya.

IMG_7584

Semoga saya bisa kembali hadir di TEDx selanjutnya. Sebagaimana semangat TEDx “The Ideas Worth Spreading”, cerita-cerita di TEDx kali ini benar-benar ide yang berharga untuk diresapi. Buat yang mau lihat videodari TEDx Jakarta 12 kemarin, bisa lihat di link ini.

Berawal dari Hati Berbagi untuk Anak Negeri

Gerakan untuk berbagi dengan anak-anak sekolah yang berada di pedalaman itu ternyata banyak banget. Beberapa diantaranya adalah Indonesia Mengajar, Kelas Inspirasi, dan 1000 guru. Dalam 1000 guru ini mereka memiliki program Traveling and Teaching yang dilakukan di banyak wilayah Indonesia. Setiap daerah biasanya punya organisasi regional 1000 guru sendiri seperti 1000 guru Bandung, 1000 guru Malang, 1000 guru Bogor, dan masih ada 32 regional lainnya.

Sudah lama saya tertarik dengan 1000 guru dan pengen ikutan Traveling and Teaching atau disingkat TNT, tapi setiap pengen ikutan, ada aja yang menghalangi. Hingga akhirnya bulan Mei kemarin saya bisa bergabung sebagai volunteer dalam program TNT#10 spesial Hari Pendidikan Nasional dari 1000 guru Bandung.

Untuk hari spesial ini, 1000 guru Bandung mendatangi sebuah SD di wilayah Kabupaten Bogor bernama SDN Pangereunan 5. Sekolahnya berada di Kampung Kubang, Desa Pangereunan, Kecamatan Blubur Limbangan Garut dan menjadi titik perbatasan antara tiga kabupaten sekaligus, Kab. Bandung, Kab. Sumedang, dan Kab Garut. Jalan menuju ke sananya sungguh berliku, berbatu, dan berupa tanah. Perjalanan ke sana aja kita perlu menggunakan kendaraan offroad.

Saya dan temen-temen yang ikutan TNT#10 dari 1000 guru Bandung memulai perjalanan jam sepuluh malam dan sampai di sana ada yang jam setengah tiga, jam setengah empat hingga setengah enam pagi. Kita datengnya beda-beda karena perjalanan yang lumayan menantang. Istirahat sebentar, dan siap-siap untuk ngajar di SDN Pangereunan 5. Selain persiapan mengajar, kami juga membawa perlengkapan sekolah yang akan dibagikan ke adik-adik di SDN Pangeureunan 5.

Saya deg-degan banget saat mau ngajar di sana. Ini efek pertama kali ikutan dan saya belum pernah berhadapan dengan anak SD untuk ngajar. Apalagi kami kebagian anak kelas 6 yang mau masuk SMP dengan materi cita-cita. Topik ini dipilih untuk memotivasi adik-adik kelas 6 untuk mau melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP. Ternyata apabila adik-adik di SDN Pangeureunan mau melanjutkan sekolah ke SMP Negeri, mereka perlu pergi ke desa lain yang berjarak 1 jam dari sana. Duh melihat perjuangan mereka untuk sekolah, hati saya mencelos. SDN ini masih berada di Pulau Jawa dan masih perlu dibantu, bagaimana dengan SD-SD di wilayah lain? 😥

Setelah ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang, ternyata tingkat kesadaran masyarakat untuk mengenyam pendidikan pun masih kurang. Saya paham dan ngerti banget sih gimana lelahnya untuk orang tua nganter anaknya ke SMP di Desa lain yang jarak tempuh bolak baliknya bisa dua jam, belum masalah biaya. Untungnya sekarang sudah ada madrasah setingkat SMP di Desa Pangeureunan.

Kalau dilihat-lihat, desa ini benar-benar sungguh terpencil. Kondisi jalan yang berbatuan, licin, tanah, dan hanya muat satu mobil menambah kesulitan warga kampung. Untuk beli gas elpiji aja, mereka perlu menempuh jarak lebih kurang 5 km dengan kondisi jalan seperti itu!! Kantor kelurahan dan pusat kesehatan pun jaraknya kurang lebih 3 km.

_MG_6360

Upacara memperingati Hari Pendidikan Nasional

Kami berada di Desa Pangereunan selama dua hari dua malam. Hari pertama kami berbagi cerita dan bermain dengan adik-adik di SDN Pangeurenan 5, sorenya kami kembali bermain dengan adik-adik serta orang-orang di Desa Pangeureunan. Sebagian dari kami pun melakukan pengobatan gratis di sana. Rasanya hati saya anget banget ngeliat muka-muka ceria adik-adik saat mereka kedatangan kami ke sana. Dipikir-pikir bantuan yang diberikan ga sebanding sama pelajaran dan pengalaman yang saya dapet di sini.

IMG_6088

salah seorang anak kelas 6 lagi berbagi pengalaman

Sampai di Bandung  pun, kami para volunter ini susah banget move on dari Desa Pangeureunan. Hingga salah seorang dari kami berinisiatif untuk membuat tulisan di instagram yang ditujukan kepada Gubernur Jawa Barat, Pak Ahmad Heryawan dan diteruskan ke istrinya. Minimal itu lah yang bisa dilakukan oleh seorang diantara kami. Hingga ga lama dari situ, istrinya Pak Gubernur menanggapi. Itu beneran bikin geger satu grup whats app!! Suara kita didenger loh sama pemerintah provinsi dan diteruskan ke Bupati Garut. Hal ini bisa langsung dilihat dari instagramnya Pak Wakil Bupati Garut, @kanghelmi_budiman yang baru saja melakukan perjalanan ke Desa Pangeureunan. Salah seorang diantara volunter pun ada yang sempat ngobrol via pesan instagram dengan Pak Wakil Bupati atau mungkin adminnya. Bookkk…rasanya baru kali ini saya beneran ngerasain cepet dan tanggapnya Pak Gubernur beserta jajarannya. Sungguh ga salah waktu seorang dosen saya bilang soal sepak terjang pak Gubernur di wilyaha kabupaten. Makanya beliau dicintai warganya bahkan sampai naik dua kali jadi Gubernur kami di Jawa Barat. Semoga amanah dan niat baiknya memajukan wilayah Jawa Barat selalu dilancarin ya bapak-bapak semua.

IMG_6125

kakak-kakak volunteer dan adik-adik kelas 6 SDN Pangeureunan 5

Saya dan temen-temen volunter hanya melakukan sebuah langkah kecil. Semua dilakukan dari hati dan memang pengen berbagi buat adik-adik di daerah terpencil. Saya mah boro-boro mikir masalah travelingnya. Kegiatan sehari mengajar dan follow up-nya aja udah bikin hati hangat dan brebes mili.

IMG_6359

because their smiles are precious

Hai adik-adik di Pangeureunan, semoga senantiasa semangat belajar biar cita-citanya tercapai ya, aamiin. Semoga saya pun bisa dikasi kesempatan ikutan lagi TNT-TNT selanjutnya di berbagai wilayah Indonesia, aamiin.

_MG_6781-01

Salam lima jari!!
Berawal dari hati, berbagi untuk anak negeri.

*foto-foto berasal dari semua kamera hp kakak2 volunteer.
**untuk yang mau melihat video TnT#10 bisa ke sini

 

Bakpia khas Yogya

Kota Yogyakarta menyimpan banyak banget makanan enak nan murah. Sebut saja oseng mercon, gudeg, bakmi Jawa, bakso, kopi jos, sate klatak, jejamuran, tiwul, hingga makanan khas angkringan. Duh saya jadi laper banget ngebayangin makanan-makanan enak di Jogya!!

Selain makanan yang bisa disantap di kotanya, Yogya juga punya segudang oleh-oleh berupa makanan atau minuman seperti secang, yangko, geplak, coklat monggo, gudek, hingga bakpia. Sebenernya kalau dilihat-lihat sekarang tuh lagi ngetren banget oleh-oleh berupa pia dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja pia Legong yang terkenal dari Bali. Tapi, kalau ngomongin pia tradisional, saya selalu inget dengan bakpia Jogja.

keyogyakarta-Lezatnya Sejarah Bakpia Pathok

Bakpia – gambar diambil dari sini

Kalau lihat sejarahnya, bakpia ini sebenernya berasal dari Tiongkok loh!! Asal katanya dari “Tou Luk Pia” yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Makanya yang dinamakan bakpia adalah kue yang berisi kacang hijau yang telah ditumbuk dan dicampur gula serta dibalut sama tepung terigu. Kalau lihat dari asal katanya, jadi berbeda dengan pia di luar Yogya, pia di luar lebih crispy dan crunchy dibandingkan bakpia Jogja. Varian rasanya pun berbeda dengan bakpia ya. Yah walaupun sekarang varian bakpianya udah banyak banget!! Mulai dari keju, kumbu hitam, hingga cokelat.

Saat mencari tahu soal bakpia ini, saya terpikir bahwa kalau udah berbeda varian bakpianya, ga bisa disebut bakpia juga yah? Kan arti katanya sendiri ada unsur kacang hijaunya. But it just my thinking 😀 . Saya sendiri kalau ke Yogya suka beli bakpia kacang hijau dan kumbu hitam kok :p .

Resep asli bakpia sendiri sebenernya berasal dari keluarga Kwik Sun Kwok. Kwik lalu menyewa tanah milik warga setempat yang bernama Niti Gurnito di di Kampung Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Ia pun memodifikasi resep bakpianya. Nah untuk memanggang bakpianya, Kwik selalu membeli arang kepada temannya, Liem Bok Sing. Kenapa saya sebutkan nama-nama orang di sini? Karena pada akhirnya Niti Gurnito pun mulai membuat bakpia tapi dengan ciri khas yang berbeda dengan buatan Kwik. Begitu juga dengan Liem Bok Sing. Liem juga membuat resep bakpia yang sudah dimodifikasi dan ia pun pindah ke kampung Pathok. Nah dari sinilah bakpia jalan Pathok bermula.

Jalan Pathok sendiri sebenernya dekat dengan Malioboro. Kalau main ke sana, kita bisa memilih mau bakpia pathok yang nomer berapa. Saya ga tahu kebenarannya, tapi denger-denger tiap nomer di bakpia pathok sebenernya adalah nomer rumah produksinya loh. Tapi sekarang, bakpia ga cuma diproduksi di Pathok, tapi juga di berbagai sudut kota Yogya. Kalau mau tahu soal bakpia yang enak di Yogya, bisa cek ke sini deh. Duh saya jadi beneran kangen nih pengen main ke Yogya dan beli bakpia!!

Source dan bahan bacaan:
Wiki, Gudeg net, klikhotel

Hallo Medan!!

Setahun yang lalu akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Medan dalam rangka pekerjaan. Saya bahagia banget rasanya ditugaskan ke Medan, karena berarti bisa eksplore beberapa tempat. Sempet kepikiran buat ketemu sama Mbak Noni, sayang jadwalnya ga pas >< .

Saat pertama kali menjejakkan kaki ke Sumatera Utara, saya kagum banget sama Bandara Kuala Namu. Gede banget yaaakk!! Maklumin aja kalau heboh, biasa lihat Bandara Bandung yang kecil. Begitu melihat stasiun kereta apinya pun saya kembali bengong. Bagus, rapi, bersih dan luas banget ya tempatnya. Keretanya bersih ada tempat buat nyimpen koper, serta ada colokan listrik. Makanya begitu ngeliat kereta bandaranya KLIA2, saya berasa lagi naek kereta ai Kuala Namu 😀 . Ga sampai satu jam udah sampai di jantung kota Medan.

IMG_9211

Berhubung saya dan partner kerja udah laper banget, kita segera melipir ke mall depan stasiun buat makan di Nelayan!! Niat banget kita makan di Nelayan. Menurut teman saya ini, wajib banget nyobain dimsum dan pancake duriannya Nelayan. Rasanya emang enak banget ya!! Dimsumnya lumer di mulut. Duh jadi susah move on. Di Bandung belum ada dimsum seenak Nelayan. Bahkan Bao Dim Sum di PVJ Bandung yang menurut saya enak banget, kalah dong sama Nelayan. Pancake-nya beneran durian. Kita sampai beli 2 porsi!! Kerja belom, makan udah seenaknya aja ini :p .

page

Kalap!!

Malamnya kita sempet ke Merdeka Walk karena ada Sate Padang yang enak di sini. Tadinya saya nyaris tergoda buat makan di Nelayan lagi 😀 . Duh untung tobat dan kembali teguh nyobain sate padang. Tempat makan di Merdeka Walk ini enak ya buat duduk ngobrol-ngobrol gitu. Saya lihat ada beberapa yang pulang kerja pun nyari makan di sini. Saat ke sana, perhatian saya tertuju sama si Happy Car yang ada di pintu masuk Merdeka Walk. Unik aja permainannya 😀 .

IMG_9246

Sate Padang

IMG_9287

Happy Car

Keesokan harinya saatnya kerja!! Tapi siangnya kita ada waktu kosong lumayan banyak. Jadilah kita sempet beli bolu Meranti dan maen ke Istana Maimun sama ke rumah Chonng A Fie. Cerita soal kedua tempat ini ditulis terpisah ya. Soalnya udah kepanjangan. Hahahaha. Malemnya, kita diajakin makan sampai di tiga tempat sama orang kantor!! Pertama kita diajakin makan seafood di restoran yang terkenal dengan rajungan gorengnya *akoh lupa nama tempat makannya apa*, lanjut makan duren Ucok, dan dilanjut lagi makan mi Aceh Titi Bobrok. Kalo kita ga ngibarin bendera putih, udah pasti dilanjut lagi loh itu makannya *tepok jidat*.

IMG_9438

Ronde 1: Seafood!!

IMG_9442

Ronde 2: Durian Ucok

IMG_9447

Ronde 3: Mi Aceh titi Bobrok

Sayangnya saya cuma kerja sehari di Medan. Sehari setelah kerja, kita udah balik lagi ke Bandung. Masih banyak tempat yang pengen saya datengin di Medan dan sekitarnya. Saya juga belum main ke Pulau Samosir, lihat Orang Utan di Bukit Lawang serta belum ketemuan juga sama Mbak Noni. Semoga lain kali saya dapet kesempatan buat ke Sumatera Utara lagi, aamiin.

Menikmati Sakura di Jepang

Jepang merupakan salah satu destinasi impian saya. Alesan awalnya cetek banget: buat ngeliat sakura bermekaran!! Maklumin aja, di Indonesia saya jarang banget ngeliat ada pohon sakura. Padahal kalau kata mama, di rumah Alm nenek dulu ada pohon sakura loh. Sayangnya udah mati sebelum saya lahir ><.

gambar diambil dari sini

Tentunya alesan lihat sakura bermekaran ini tak lain dan tak bukan karena keseringan baca manga maupun nonton anime dan dorama!! Kesannya penduduk Jepang sendiri aja suka heboh kalau mendekati mekarnya bunga sakura. Bahkan karena mekarnya bunga sakura ini biasa saat Golden Week alias libur weekend terpanjang, banyak banget orang Jepang yang sengaja melakukan hanami atau piknik ke taman untuk ngeliat bunga sakura bermekaran. Bahkan ada yang sampai ngetag tempat pagi-pagi untuk ngeliat pemandangan sakura ini. Saya yang doyan piknik ini, tentu pengen ngerasain dong makan bekel serta leyeh-leyeh baca novel ditemani bunga sakura yang bermekaran.

Selain melakukan hanami, saya juga ingin melihat sakura saat sore hari yang ga kalah cantiknya. Apalagi kalau melihat sakura di dekat sungai seperti yang saya lihat dari beberapa artikel, aakkk aku igin ke sana!!

cantik bangetkan?! gambar diambil dari sini

Saya sering banget baca-baca artikel yang berhubungan sama liburan ke Jepang saat musim sakura. Ternyata oh ternyata, sakura ini cuma mekar selama dua minggu aja!! Cepet bangetkan. Makanya perlu tahu waktu yang tepat saat sakura bermekaran. Waktu sakura mekar ini kudu diprediksi jauh-jauh hari loh. Kata sepupu saya yang udah 2 kali ngejer sakura, kita sampai perlu memperhatikan kalender sakura mekar dari tiga tahun yang lalu agar dapet hari yang pas. Jangan sampai zong. Sepupu saya pernah tuh udah nyiapin semuanya dan begitu ke Jepang, sakuranya udah pada mekar dan berguguran. Ternyata tahun itu sakura mekar lebih cepat dari biasanya. Peddiiiihhh!!

Selain musim sakura yang cuma dua minggu, ternyata sakura akan lebih cepat mekar di daerah Selatan Jepang. Jadi kalau mau mengejar sakura banget, ga dapet ke Tokyo, kita bisa ngejer ke wilayah Utara seperti Hokkaido yang mekarnya lebih akhir.

Semoga tahun depan saya bisa ke Jepang saat sakura bermekaran. Syukur-syukur kalau bisa narikin orang-orang buat liburan bareng menikmati sakura di Jepang. Tolong aamiin-kan ya semua?!

*Tulisan di atas diikutsertakan untuk giveaway milik Nyonya Sepatudan Jalan2liburan

Carangan Ala Nasirun

img_9522

Dalam pewayangan dikenal sebuah lakon yang dinamai Carangan.

Carangan berasal dari kata dasar Cang yang dalam bahasa Jawa berarti miring, menyerong, atau menonjol, kemudian menjadi carang, dengan merujuk pada cabang-cabang kecil yang bertunas pada pepohonan. Ketika berbicara mengenai lakon Carangan berarti cerita yang tumbuh dan berkembang dari pakem yang ada.

Pada pameran Carangan Pak Nasirun di Nu Art Sculpture Park, fokusnya adalah menanggapi dari karya-karya Pak Nyoman Nu Arta yang berada di dalam galerinya. Selain itu, Iapun meletakkan berbagai karya seni yang dimilikinya dalam pojok-pojok dan ruangan yang ada di galeri. Dalam pameran ini, Pak Nasirun tidak hanya mencarang karya Pak Nyoman, tapi juga berbagai elemen yang ia temui.

Pada bagian pintu masuk, Pak Nasirun meletakkan sebuah karya  iring-iringan sebagai bentuk prosesi mengantarkan Dalang Slamet Gundono yang meninggal sebelum sempat melihat wayang Burung pesanannya kepada Nasirun. Iring-iringan ini terdiri dari wayang-wayang burung pesanan, kuda-kudaan kayu yang sudah dilukis ulang, serta perahu naga kayu dengan berbagai wayang-wayang ukuran kecil. Indah banget. Saya betah sekali melihat detail lukisan serta berbagai wayang-wayang ukuran kecil ini. Bahkan saya kaget sendiri saat melihat ada wayang berbentuk naga yang merupakan hewan di shio lahir saya.

129apple_img_9432

Pak Nasirun sedang menjelaskan karyanya

Di lantai dua, terdapat karya-karya lain dari Pak Nasirun. Terdapat sebuah gambar mengenai kemerdekaan dan juga berbagai kacamata yang dilukis oleh Nasirun. Saat datang ke sana, saya beruntung karena sedang ada Pak Nasirun yang menjelaskan karya-karyanya. Selain itu kita juga bisa melihat berbagai jenis wayang besar yang dibuat oleh Pak Nasirun.

img_2282

img_2283

img_2285

img_2286

Dalam ruangan ini kita juga bisa melihat seri stempel. Dalam seri stempel ini, Pak Nasirun memasang stempel dalam papan kayu dan merespon pola asli distempel dengan ukiran dan warna dalam pola ragam ornamen hias. Saya rasanya bisa satu jam untuk melihat detial setiap stempel yang ada.

129apple_img_9436

129apple_img_9496

129apple_img_9507

129apple_img_9508

Selain itu Pak Nasirun pun membuat seri figur tunggal di mana ia melukis dalam medium cat minyak di atas kanvas. Pada seri ini Pak Nasirun mencoba mencarang ikon-ikon simbolik yang berasal dari mitologi maupun religi. Ia juga memodifikasi figur-figur ikonik dari elemen serta gambar keseharian.

129apple_img_9504

129apple_img_9505

Di dalam galeri yang menyimpan sebagian besar karya Pak Nyoman Nu Arta, Pak Nasirun mencoba untuk mencarang patung-patung karya Pak Nyoman. Ia menghadirkannya dalam kanvas-kanvas yang diletakkan disekitar patung. Membuat saya dapat melihat dari perspektif dan persepsi yang berbeda-beda. Misalnya saja pada karya Pak Nyoman berbentuk Candi Borobudur, Pak Nasirun bisa membuat tiga lukisan dengan perspektif yang berbeda-beda.

Menurut Kurator Jim Supangkat, Proses Pak nasirun dalam berkarya ini membuatnya belajar memahami hakikat kemanusiaan dalam pencarian para seniman, yang pada setiap zaman terus mencoba memaknai, menafsir, dan menuliskan pengalamannya, sebagai kelanjutan pertumbuhan. Carangan dalam penelitian Marshal Clark merupakan proses pemikiran ulang, tidak menyangkal yang sudah ada, akan tetapi merupakan bentuk perpanjangan imajinatif terhadap karya asli. Disinilah Pak Nasirun menemukan tempat bagi dirinya dan kisahnya.

Saya sampai menghabiskan dua jam untuk melihat karya-karya yang ada. Itu pun belum sepenuhnya puas, karena karya-karya Pak Nasirun dalam ruang seni Pak Nyoman belum saya perhatikan detail satu persatu. Ingin rasanya kembali dan melihat carangan hasil karya Pak Nasirun.

Soal Sipit

img_5649

Ini lagi merem kok

Ada yang lucu dan bikin bengong saat saya berkeliling George Town, Penang. Kejadian pertama adalah ketika saya dan Dwi berjalan ke arah toko yang menjual kartu pos. Saya tiba-tiba dicegat oleh turis dari Cina dan ditanya mengenai entah apa dalam Bahasa Mandarin. Saat itu saya hanya bengong dan menjawab dalam Bahasa Inggris yang sepertinya tidak dipahami oleh mereka.

Kejadian kedua adalah saat saya sedang menikmati es kelapa muda sementara Dwi sedang berbelanja oleh-oleh di Penang. Saya ditegur oleh tukang becak dan ditanya mengenai asal negara. Sebelum sempat menjawab, beliau segera menebak “from Japan, right?” dan saya hanya bisa bengong dan menggeleng. Beliau pun belum mau menyerah “Malaysia?” saya pun kembali menggeleng dan menjawab “Indonesia”. Padahal di Penang saya memakai baju terusan batik loh. Tapi tetep ga dikira dari Indonesia. Sampai penjual es kelapa mudanya ngomong untuk tidak ambil hati pertanyaan dari bapak becaknya. Kasian kali ya liat saya bengong sendiri 😆 .

Keesokan harinya, saya pergi mengunjungi Kuala Lumpur City Galleries. Saat menukar voucher dengan minuman, pelayannya dengan sigap menyapa “Ohayou Gozaimasu!!” yang mau tidak mau saya balas mengucapkan “Ohayou” juga.

Ga cuma ketika di Malaysia. Saat saya liburan ke Singapura pun saya sempat tiba-tiba diajak ngobrol Bahasa Mandarin oleh kakek-kakek di MRT. Saya yang saat itu duduk terpisah dari temen-temen yang lain cuma bisa bengong bego ngedenger si kakek ngomong panjang. Sampai akhirnya beliau sadar dengan kebingungan saya dan melambaikan tangan tanda ga usah dipikirin. Temen-temen saya yang lain langsung nahan ketawa semua. Sebel!!  -____-“.

Saya ga paham kenapa beberapa kali ke negara tetangga, orang sering salah mengira bahwa saya adalah orang Cina ataupun Jepang. Awalnya saya malah berpikir bakal disangka Pinoy (Orang Filipina) karena menurut banyak traveler, orang Indonesiakan suka disangka Pinoy. Makanya aneh sendiri saat diajak ngobrol Bahasa Mandarin.

Menurut orang-orang disekitar saya, ini karena mata saya yang sipit dan warna kulit yang ga sawo mateng banget. Padahal mata saya ini besar loh!! *langsung cari foto yang matanya besar*. Ngomongin soal mata, bahkan kalau lagi foto saya suka dijahilin buat ngebuka mata karena kalau senyum atau ketawa suka segaris. Makanya sama adik-adik ketemu besar pun saya sempet ditanyain punya darah Cina atau engga. Yang mana saya jawab engga. Darahnya murni Sumatera kak! Karena sering disangka punya darah keturunan Cina, saya sampai dipanggil Cici atau Cipit sama mereka. Mungkin ini adalah tanda bahwa saya harus mulai belajar Bahasa Mandarin atau Jepang kali ya 😀 .