Kemarau Rasa Musim Gugur di Bandung

Beberapa hari ini Bandung lagi super dingin!!! Anginnya pun kenceng banget!! Saya sampai penasaran dengan suhu udara kota Bandung. Begitu mengecek lewat aplikasi cuaca di hp, ternyata suhu Bandung mencapai 17 derajat dong. Itu saat saya mengecek jam 07.00 pagi ya. Saat subuh curiganya lebih parah. Bahkan di tempat temannya Mbak Joeyz yang berada di dataran tinggi Bandung, suhunya mencapai 14 derajat!!!

IMG_2691

Kayaknya cuma di Bandung dan sekitarnya yang pake syal dan jaket tebel bukan hal aneh dan bahkan perlu banget. Setiap pergi malam dan pulang naek ojek online, saya pasti pake jaket tebel. Begitu keluar rumah cuma pake cardigan, pulangnya langsung meriang!! Ini ntah efek dingin atau saya yang udah mulai ga kuat malam-malam di luar dalam keadaan dingin. Kemarin-kemarin aja saya sampai memimpikan hot packs yang biasa dijual saat musim dingin di Korea Selatan ataupun Jepang. Asli cuaca kayak gini bikin susah buat bangun pagi.

Udara yang rada ekstrim seperti ini membuat tenggorokan saya kering dan sakit. Mau minum yang anget-anget, cepet banget dinginnya. Seperti saat saya manasin air untuk minum tadi pagi, begitu ditinggal sebentar aja, udah dingin dong. Akhirnya mau di rumah juga saya minum pakai tumbler yang bisa untuk minuman hangat. Alhamdulillah air di dalem sana tetap terjaga kehangatannya.

Malam ini cuaca Bandung sudah diangka 21 derajat. Gini ya rasanya dapet cuaca yang anget tuh, berkah banget!!! Tapi tadi liat di aplikasi cuaca sekitar jam sebelas malam akan kembali turun jadi 19 derajat. Mari siap-siap selimutan dan tidur nyenyak hingga pagi.

 

 

Advertisements

Merasakan Hati

jangan lupa bahagia!!

#bahagiareceh atau #bahagiaitusederhana

Saat ini begitu banyak orang yang mengingatkan untuk tidak lupa bahagia dan bersyukur dengan hal-hal kecil yang ada disekitar saya. Saya tidak menyalahkan  bahwa kita perlu mengingat kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang ada di sekitar kita. Namun saat mencari sedikit atau setetes kebahagiaan, kita perlu mengingat bahwa untuk merasakan kebahagiaan kadang kita perlu mengetahui dan merasakan apa yang disebut dengan kecewa, sedih, atau pun marah.

Sayangnya belakangan saya jadi melihat menjadi bahagia ini malah menjadi beban. Setiap orang berlomba-lomba menunjukkan kebahagiannya di sosial media. Seolah-olah ketika merasakan emosi lain adalah sebuah kesalahan. Misalkan saja saat ada postingan sedih atau galau akan ada yang berkomentar bahwa kita baperan atau galau terus. Jadinya banyak menuntut diri sendiri harus bahagia, harus bersyukur.

Ketika kebahagiaan sudah menjadi sesuatu yang diharuskan, apakah kita sudah benar-benar jujur dengan diri sendiri? Sudahkah kita benar-benar bahagia? Atau sebenarnya sedang membohongi diri dengan pura-pura bahagia? atau bahagia secara artificial saja? padahal sedang sedih, kecewa atau marah.

Bukankah penting untuk diri mengenali emosi dan menjadi jujur dengan keadaannya?  Menjadi sadar dengan semua emosi yang dirasakan. Oleh karena itu buat saya, it’s ok to be not okay. Karena dengan mengenali emosi dan perasaan di dalam diri, kita dapat menyadari kelebihan dan kekurangan yang ada sehingga benar-benar bersyukur dengan semua yang terjadi. Menjadi sadar tentang setiap emosi menurut saya menuntun kita menjadi manusia yang humanis. Menjadi manusia yang dapat berempati dengan lingkungan sekitarnya dan dapat berbagi kebahagiaan yang dimilikinya dengan sekitarnya.

Kebayang ga sih kalau kita selalu merasa bahagia dan tidak pernah sedih? Akankah kita bisa berempati terhadap masalah orang lain? Akankah kita menjadi manusia yang egois?

Sebagaimana “sad” dalam film animasi Inside Out, semua emosi itu penting dan memainkan peranannya masing-masing. Sehingga berkesadaran dengan emosi dan perasaan sendiri menjadi lebih penting dari sekedar bahagia.

Goodbye Tumblr

Kemarin saya dikejutkan dengan kabar mengenai salah satu platform website yang diblokir, Tumblr. Alasan pemerintah memblokir platform ini adalah karena konten pornnografi di dalamnya. Isu ini sebenarnya sudah lama hilir mudik berada di lini masa saya, tapi yang dulu kan ga jadi diblokir, jadi yang sekarang pun saya hanya melihat sekilas mengenai berita ini dan terlupakan begitu saja. Saya baru tahu kalau Tumblr benar-benar diblokir beberapa hari yang lalu, saat melihat salah satu halaman instagram story dari teman yang sama-sama sering menulis di Tumblr. Sedih rasanya karena tidak ada pemberitahuan yang jelas mengenai pemblokiran Tumblr di Indonesia. Eh ini mah bisa juga sih salah saya yang cuma baca berita sekilas-sekilas ><.

Apapun itu, nasi sudah menjadi bubur. Saya tidak sempat memindahkan tulisan-tulisan di Tumblr ke rumah barunya. Padahal saya sengaja mengisi Tumblr dengan berbagai tulisan random dan quotes-quotes yang kalau ditulis di WordPress bakal panjang dan menuh-menuhin halaman wordpress 😦 .

Eh tapi ada beberapa temen saya loh yang masih bisa mengakses Tumblr-nya!! Ini tidak adil!! *langsung kesel sendiri* . Saya ga tahu sampai kapan Tumblr diblokir sama pemerintah Indonesia. Kalau sudah tidak diblokir, saya akan segera memigrasikan tulisan-tulisan saya di sana ke rumah barunya, di blogger.

Nine Years Old

If I have a nine years old child, he or she would be in Elementary School, at grade three.

It’s been a long way for me to write on WordPress. On the way of nine years writing, I am not only writing for my own website but also other websites. I tried to be a contributor on one of the culinary website. In here I still learned to write reviews of places and foods. I also tried to make something like video with my friends -gonna tell you later if this project was done-.

This year I gain trust to manage publication of social media. In here I learn to write more objective about school, curriculum, an issue that becomes the trend. It’s really challenging to me. like a new page of my writing experience.

This whole experience came from one small step, one little post that I wrote on this blog.

Tahun 2018

Tahun baru, resolusi serta harapan baru.

Semoga di tahun ini semua harapan dan doa-doa baik tercapai.
Semoga jiwa-jiwa yang gundah mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang tak kunjung usai.
Semoga yang sedang berada di kegelapan bisa mendapat secercah cahaya.
Semoga yang merasa sendirian, dapat merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli kepadanya.
Semoga yang belum menyelesaikan studinya bisa lulus dan yang mencari pekerjaan bisa mendapatkan yang sesuai dengan keinginan.
Semoga yang mencari jodoh bisa segera ditemukan dengan pasangan hidupnya.
Semoga yang masih memiliki hutang dapat melunasi hutang-hutangnya.
Semoga semakin banyak perdamaian di tengah perbedaan yang ada.

Selamat tahun baru semuanya 🙂

Slow Down

As my second post in 2017, I wanted to become more relaxed, I found a lot of obstacles to become relax. As first January I needed to run to achieve my master degree and finally, I graduated!! I became Psychologist in February and also signed again myself to 3 years time part-time course as Waldorf Early Childhood Teacher. It was really fast gone I decided to do that. After that life became run from time to time and every time this happened, I always had somebody or something to remind me to calm down, slow down, and remember my first goal in this year, became more relaxed.

Until now I still learn to slow down my pace. Next year I think to learn more about this and see once again, where this path going to lead me.

I have done a lot of things that I can’t imagine before. Start again from graduate my master degree, signed to course at Asian Country, went to my birth town and tried to remember one or two memories there. I tried Pilates and it helped me to know more about my body.

This year I also spent a lot of time with my partner in crime!! It’s like once in two months I saw her regularly. I also tried new things like went to Jakarta Walking Tour with my cousin and made some friends.

This year I finally did what I wanted to do: two weeks traveled around somewhere with my friends. I really enjoyed it!! I also went for three days solo traveling!! Another achievement that I made in this year. At first I kinda nervous. But after that, it was really fun.

This year again I finished my unfinished business and It was really great to do that. For work, I decided to say goodbye at one of my jobs and really focus on developing the Waldorf things in my city. Last but not least, I have some project with my friends and really can’t wait to tell you about this.

This whole 2017 I meet again and again with mindfulness and learn a lot about it. It’s like an alarm to me. To remember my first goal, to be relaxed. When I felt I was running and became overwhelmed, I tried to slow down my self. Take a deep breath and finished what I do one by one.

Happy holiday everyone and see you next year!!

Jatuh dari Tangga

Rehat sejenak dari tulisan soal Asean Trip kemaren. Saya mau cerita soal kejadian yang menimpa saya pada hari Minggu. Kalau yang sudah follow instagram dan lihat ig story pasti tahu beberapa hari ini kaki saya lagi dibebat. Penyebabnya karena saya jatuh dari tangga rumah ><. Sebenernya kejadian ini lebih karena kecerobohan sih. Saya mengira pijakan terakhir adalah pijakan menuju lantai, ternyata meleset. Masih ada satu anak tangga yang harus dituruni. Badan saya ga siap dan berakhir dengan kaki kiri keplitek dan membengkak.

Sore-sorenya saya dan mama segera manggil tukang pijet untuk mijetin kaki dan “ngebenerin” sendi yang keplitek. Saat dipijet, rasanya sakiiiiittt bukan main!!!! Sama tukang pijet langsung dikompres air panas dan bolak balik dipijet agar urat-urat dan sendinya kembali ke tempat asalnya. Setelah itu kaki saya dibebat dengan dikasi parutan jahe terlebih dahulu. Rasanya malam itu saya susah tidur, kaki kerasa ngilu dan sedikit panas efek jahe.

Hari Selasa sore, kaki saya sudah beranjak pulih. Bengkaknya tidak sebesar hari Minggu, tapi masih terlihat biru di beberapa tempat. Saat dipijat kembali pun tidak sesakit hari Minggu. Tapi tetap harus dibebat dan dikasi jahe parut biar bengkaknya semakin hilang. Malamnya, saya merasa efek jahenya lebih parah dari hari Minggu. Terasa panas dan membuat kaki nyut-nyutan. Mungkin kalau hari Minggu saya masih berasa sakit dan syok sehabis jatuh jadi ga berasa panasnya.

Hari ini kaki saya bengkak merata, tapi bagian engselnya sudah tidak sebengkak kemarin. Semoga esok atau lusa bengkaknya menghilang dan kaki saya sembuh serta bisa beraktivitas maksimal kembali. Aamiin!!