[EF]#9 Meet Up

1554555_10203494557995708_7543016833302016427_nphoto from Pak Agus Wahyudi

I never meet up with bloggers. It doesn’t mean I don’t want to, but the time that doesn’t match. I had a plan to go to BEC Meet up last Saturday, but I can’t, so another failed plan ūüė¶ . How about another meet up? My first meet up or Kopi Darat was with my postcard community, post crossing in Bandung. People that attended in the first meeting become steering committee for Bandung Post Crossing Meet Up. That was really fun meeting another post crosser and talking about¬†their experience. At first I was really afraid and nervous that it will be awkward, but when we met up, we could talking like in forum. I love to meet up with new people, I can have new experience, new friends, and more knowledge. I really hope that I can meet with bloggers, especially bloggers that live in Bandung.

*this post is submission for English Friday Challange

Kartu Pos: Peta Indonesia

Indonesia - Bandung (4)map card

Kartu pos bergambar peta Indonesia berwarna cokelat ini saya dapatkan dari Tiara. Kartu pos ini dia desain sendiri loh. Keren ya kartu posnya. Serasa memegang peta tua. Saya juga suka kartu posnya karena tebal. Ini adalah kartu pos dengan tema peta pertama yang saya miliki. Dilihat-lihat ternyata saya sudah memiliki berbagai tema kartu pos selain pemandangan dan kartu pos turis seperti peta, candi, black and white, kartun, film, makanan, bangunan tua, serta shaped card.

Kartu Pos: Round Robbin Indonesia – Temple

Apa itu¬†round robbin¬†Indonesia?¬†Round Robbin¬†adalah aktivitas di halaman Komunitas¬†Post crossing¬†Indonesia untuk saling berkirim kartu pos secara terorganisir. Kata lainnya tuker-tukeran kartu pos rame-rame dengan tema yang sama dengan syarat dan ketentuan berlaku. Untuk¬†Round Robbin Indonesia yang saya ikuti syaratnya adalah satu kelompok terdiri dari empat orang yang akan mengirimkan kartu dengan tema “Temple” ketiga orang lainnya.

Indonesia - Bandung (2)Cambodian Temple

Kartu¬†Round Robbin Indonesia pertama saya dapatkan dari mbak Vivera Siregar. Foto pada kartu pos ini, beliau sendiri yang memfotonya. Keren banget hasil jepretan mbak Vera ini. Warna candi ini sendiri sekilas seperti warna¬†peach, cantik banget. Candi yang dibangun pada abad ke-10 ini merupakan tempat pemujaan untuk dewa Hindu, Siwa.¬†Banteay Srei sebagian besar dibangun menggunakan batu pasir merah.¬†Banteay Srei berarti “Tempat Perlindungan Perempuan”, dan dikatakan bahwa relief pada candi ini begitu halus sehingga mereka hanya bisa diukir oleh tangan seorang wanita. Ukiran relief pada candi initerawat baik pada bangunan pusat menggambarkan adegan dari cerita Hindu kuno.

Indonesia - Bekasi

Candi Jago

Kartu¬†Round Robbin berikutnya saya dapatkan dari mbak Ratna Kartika. Candi Jago berada di kecamatan Tumpang, kabupaten Malang, Jawa Timur. Sekitar 22km dari kota Malang. Candi Jago berasal¬†dari kata “Jajaghu”, didirikan pada masa Kerajaan Singhasari¬†pada abad ke-13.¬†Candi ini cukup unik, karena bagian atasnya hanya tersisa sebagian dan menurut cerita setempat karena tersambar petir.

Indonesia - Bandung (3)CandiPrambanan

Kartu Round Robbin terakhir saya dapatkan dari Mbak Lia. Kartu pos ini juga merupakan foto hasil jepretan mbak Vivera loh. Kesan saya saat mendapatkan kartu pos ini, seperti sudah tua dan kuno karena menggunakan efek sephia. Candi Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang dibangun pada abad ke-9 masehi. Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah.

Senang sekali mengikuti¬†Round Robbin ini. Saya jadi ingin mencoba ikutan lagi¬†Round Robbin ronde berikutnya ūüôā

sumber: wikipedia

Kartu Pos: Rendang Paru

Indonesia - PadangRendang Paru

Menerima kartu pos dari Icha, membuat saya teringat dengan postingan soal rendang. Banyak orang yang belum pernah tahu mengenai rendang paru. Padahal rendang ini menurut saya enak banget!! Melihat kartu pos ini, membuat saya pengen banget bikin rendang paru bareng mama dan makan sama nasi panas. Hmmmm jadi laper @_@.

Saya memenangkan give away mengenai tempat wisata di Sumatera Barat. Langsung dijawab dengan tempat-tempat yang sudah saya kunjungi dan pengen banget dikunjungi. Efeknya, saya jadi kangen pulang ke Sumatera Barat. Apalagi sekarang ada salah satu cousin in crime yang tinggal di sana. Semoga bisa segera berlibur kembali ke Sumatera Barat. Aamiin.

Kartu Pos: Afganistan via Amerika

AfganistanFrom Kabul, Afganistan

Saya mendapatkan kartu pos ini saat Pak Luigi menawarkan untuk mengirimkan kartu pos dari Afganistan dengan perangko United Nations alias PBB. Ini kesempatan langka banget dapet kartu pos dari Afganistan, apalagi perangko PBB yang keren itu. Akhirnya saya menuliskan pesan kepada Pak Luigi dan dibalas. Senang bukan main.

Untuk postingan kali ini, saya ingin menunjukkan bagian belakang kartu pos ini, karena perangko versi PBB-nya. Keunikan kartu pos ini adalah di Afganistan belum terdapat jasa untuk mengirimkan surat. Jadilah kartu posnya diterbangkan ke kantor di New York, Amerika dan baru dikirimkan ke Indonesia.

Afganistan - tampak belakangperangko PBB

Cerita soal perjalanan kartu pos ini benar-benar menarik. Saya pernah membaca beberapa berita soal kartu pos yang menempuh perjalanan panjang untuk sampai ke tujuan. Misalnya saja kartu pos dari Jerman, ada yang nyasar dulu ke Singapura baru dikirim kembali ke Indonesia. Ada juga yang memang menyengaja untuk mengirimkan kartu pos dari satu negara ke negara lain, dan akhirnya kembali sampai ke pengirim awal. Keren sekali melihat cap di kartu pos dari berbagai negara dan tulisan dari beragam orang.

Ada yang pernah mengalami cerita seru dari berkirim kartu pos?

Kartu Pos: Handmade Postcard

Indonesia - Jakarta (3)Glitter Cup Cake

Saya mendapatkan kartu pos ini dari Githa saat dia menawarkan swap kartu pos handmade-nya di halaman¬†facebook¬†KPI. Senang sekali mendapatkan kartu pos cupcake¬†hand made plus shaped card. Warnanyapun lembut dan detailnya ada cherrynya juga ūüėÄ .

Cupcake ini memang lagi heboh banget ya. Sampai teman saya ada banyak yang jualan cupcake dengan gambar orang tiga dimensi. Detailnya juga luar biasa. Saya sih ga akan telaten bikin yang beginian. Cupcake sendiri ternyata adalah kue bantat yang berasal dari Amerika. Makanan manis ini berkembang pertama kali saat abad- 19. Takaran cupcake sendiri terbilang mudah diingat karena menggunakan perbandingan seperti 1, 2, 3, dan seterusnya. Awalnya saya sedikit sulit membedakan antara cupcake dan muffin. Hal ini dikarenakan ukuran dan cetakannya yang sama. Ternyata setelah melihat bahan-bahan yang digunakan dan cara pengolahannya kedua panganan ini berbeda. Apalagi cupcake sering dihias dengan icing, sedangkan muffin tidak dihias.

*informasi soal cupcake saya dapatkan di sini, sini, dan sini

Kartu Pos: Meet Up Medan

Indonesia - MedanHoras!!

Ini adalah kartu pos meet up pertama yang saya terima. Senangnya bukan main. Isi kartu posnya sendiri penuh dengan tanda tangan peserta meet up Medan. Kartu pos ini saya terima dari Apriansyah. 

Saat menerima kartu pos ini, saya segera melihat ke sekeliling kartu pos yang terdapat motif kain ulos. Motif kainnya bagus banget. Jadi pengen punya satu ūüėÄ . Kain Ulos sendiri dikembangkan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara.¬†Ulos adalah kain tenun khas Batak berbentuk selendang. Benda sakral ini merupakan simbol restu, kasih sayang dan persatuan, sesuai dengan pepatah Batak yang berbunyi: ‚ÄúIjuk pangihot ni hodong, Ulos pangihot ni holong‚ÄĚ, yang artinya jika ijuk adalah pengikat pelepah pada batangnya maka ulos adalah pengikat kasih sayang antara sesama.

Secara harfiah, ulos memilliki arti selimut yang menghangatkan tubuh dan melindungi dari terpaan udara dingin. Menurut kepercayaan leluhur suku Batak, terdapat tiga sumber yang memberikan kehangatan yaitu matahari, api, dan ulos. Matahari terbit dan terbenam dengan sendirinya setiap saat. Api dapat di nyalakan setiap saat, namun tidak praktis untuk di gunakan menghangatkan tubuh, misalnya besarnya api harus di jaga setiap saat sehingga tidur pun terganggu. Namun tidak begitu halnya dengan Ulos yang sangat praktis digunakan di mana saja dan kapan saja. 

Kini ulos memiliki fungsi simbolik untuk berbagai hal dalam segala aspek kehidupan orang Batak. Ulos menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan adat suku Batak. Mangulosi, adalah salah satu hal yang teramat penting dalam adat Batak. Mangulosi secara harfiah berarti memberikan ulos. Mangulosi bukan sekadar pemberian hadiah biasa, karena ritual ini mengandung arti yang cukup dalam. Mangulosi melambangkan pemberian restu, curahan kasih sayang, harapan dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Dalam ritual mangulosi ada beberapa aturan yang harus dipatuhi, antara lain bahwa seseorang hanya boleh mangulosi mereka yang menurut silsilah keturunan berada di bawah, misalnya orang tua boleh mengulosi anaknya, tetapi anak tidak boleh mangulosi orang tuanya. Disamping itu, jenis ulos yang diberikan harus sesuai dengan ketentuan adat. Karena setiap ulos memiliki makna tersendiri, kapan digunakan, disampaikan kepada siapa, dan dalam upacara adat yang bagaimana, sehingga fungsinya tidak bisa saling ditukar. Dalam perkembangannya, ulos juga diberikan kepada orang ‚Äúnon Batak‚ÄĚ. Pemberian ini bisa diartikan sebagai penghormatan dan kasih sayang kepada penerima ulos. Buat yang diberi kain Ulos, berarti termasuk orang yang beruntung ya, karena disayangi oleh yang memberi dan merupakan orang yang dihormati.¬†

*Informasi soal ulos di dapat dari sini dan sini

Kartu Pos: Relief Candi Borobudur

Indonesia - Yogyakarta (3)Relief Candi Borobudur

Siapa yang tidak mengenal Candi Borobudur? Candi Budha terbesar di dunia yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Letaknya sekitar 40km dari Yogya. Candi ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut. 

Bagian dasar Borobudur, disebutKamadhatu, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. Empat tingkat di atasnya disebut Rupadhatu melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. Sementara, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang disebut Arupadhatu, melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. Bagian paling atas yang disebut Arupamelambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam.

Setiap tingkatan memiliki relief-relief indah yang menunjukkan betapa mahir pembuatnya. Relief itu akan terbaca secara runtut bila anda berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, yaitu Ramayana. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikan media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari ajaran Budha.

Kartu pos ini saya dapatkan dari mbak Fatima. Uniknya kartu ini sengaja dikirim dari kantor pos di Magelang. Selain itu terdapat dua stempel nama dari mbak Fatima serta mbak Yanita. Terima kasih banyak untuk kartu relief Borobudurnya mbak ūüôā

*sumber informasi didapat dari sini dan sini

Ketemuan Panitia Meet Up Post Crossing

meet up 1kartu pos hasil ketemuan ūüėÄ

Saya belakangan ini lagi punya hobi baru, berkirim kartu pos. Buat yang rajin¬†blog walking ke sini, pasti udah ga asing lagi dengan deretan kartu pos yang suka dipajang plus diceritain. Kalau mau tahu gimana saya bisa kenalan dengan kartu pos, bisa baca tulisan saya yang ini. Bulan Maret kemarin,¬†post crosser¬†(sebutan orang yang gabung di¬†post crossing) Indonesia pada bikin¬†meet up akbar. Sayang efek saya kecapekan ga bisa ikutan ūüė¶ .

Setelah meet up akbar ini, banyak kota yang ikutan bikin acara serupa di kotanya masing-masing. Bandung salah satunya. Untuk acaranya sendiri sih bakal diadain tanggal 26 April nanti. Sebelum acara meet up -nya, beberapa post crosser setuju untuk ketemu dan jadi panitia acaranya. Berhubung acara kumpul rame-rame, biayanya tentu patungan dan diurus sendiri. Beruntung banget ada pegawai pos Bandung yang juga ikutan post crossing mau bantu kita untuk tempatnya.

Acara kumpul pertama panitia ini, bikin saya deg-degan. Ini adalah pertama kalinya saya bakal ketemuan sama orang yang suka ngirim kartu pos juga. Walau suka ngobrol di grup Facebook, tetep aja deg-degan. Awalnya saya kira bakal¬†awkward,¬†ternyata engga! Malah seru banget. Awalnya sih, emang ngobrolin serius soal acara¬†meet up-nya seperti waktu, tempat, ngapain aja pas acaranya, plus biaya. Selebihnya ngobrol!! ūüėÜ

meet up 2kartu pos, cap, dan perangko yang berserakan di meja

Apa aja yang diobrolin? Banyak banget. Mulai dari kenalan awal seperti kuliah atau kerja di mana, tahu post crossing dari mana, kenal A atau B, cerita derita yang pernah dialami selama ngirim-ngirim kartu pos, sampai soal istilah perkartuposan. Udah gitu kita juga pada curhat soal beli kartu pos dan tempat ngeprint kartu pos yang murah dan bagus. Senengnya lagi, pas ketemuan ada Fiqa dan mbak Vera yang berbagi kartu pos. Kartu pos yang saya dapet dari mbak Vera ini adalah hasil karyanya sendiri!! Keren banget foto-fotonya. Selain itu ada mbak Lia yang bawain cap cap hari terbit pertama perangko, langsung deh pada nyerbu dan asyik ngecap-cap-in kartu posnya.

20140315_163333wajah panitia meet up KPI Bandung

Kumpul dikitan aja udah heboh dan seru banget gini, gimana kalau kumpul rame-rame yah? Jadi ga sabar banget buat acara meet up KPI (Komunitas Post Crossing Indonesia) Bandung. Oia, nanti bakal ada kartu pos meet up nya nih, saya mau bagiin ke tiga orang yang komen pertama di blog ini.

Kartu Pos: Kuliner Tradisional dari Sulawesi Tenggara

Indonesia - Sulawesi Tenggaramakanan tradisional

Saya menerima kartu pos ini dari give away yang diadakan salah satu anggota  KPI (Komunitas Post Crossing Indonesia), mbak Michiko. Saat menerima kartu posnya, bawaan saya jadi laper ngeliat nama-nama makanan khas Sulawesi Tenggara ini. Ada lima kuliner khas di kartu pos ini.

Kuliner pertama adalah Saraba. Minuman ini terbuat dari jahe, kuning telur, santan, susu dan gula merah. Bahan-bahannya mengingatkan saya dengan STMJ ūüėÄ . Kuliner kedua adalah kacang mete. Sulawesi tenggara ternyata memiliki kualitas kacang mete terbaik di Indonesia!!

Untuk kuliner ketiga adalah Sinonggi. Sinonggi ini makanan khas suku Tolaki dari Sulawesi Tenggara yang terbuat dari sari pati sagu. Dulu, sinonggi merupakan makanan pokok suku Tolaki sebelum akhirnya menjadikan nasi sebagai makanan pokoknya. Cara memasak Sinonggu adalah sebelum dimasak, pati sagu direndam di dalam baskom, atau sejenisnya, dengan menggunakan air dingin selama satu malam kemudian dibiarkan hingga mengendap. Selanjutnya air dibuang. Ketika akan diolah, sagu dicairkan dengan air dingin secukupnya, lalu, disiram air mendidih sedikit demi sedikit sambil sagu diaduk-aduk hingga mengental. Umumnya makanan siap saji seperti sayur, kuah ikan, serta sambal sudah disiapkan sebelum sinonggi siap, supaya dapat langsung disantap saat sinonggi masih panas.

Kuliner keempat adalah Kasuami yang merupakan makanan pokok dari Buton, Sulawesi Tenggara. Bahan dasar kasuami adalah singkong yang diparut atau digiling dan dikeringkan menggunakan kain penyaring sehingga menyerupai tepung. Tepung ini kemudian dibungkus kain dan dibentuk seperti bola, lalu ditekan dengan pemberat papan kayu sampai kandungan airnya benar-benar tiris. Setelah jadi, adonan menjadi bundar pipih seperti ban mobil, inilah yang kemudian disebut oleh orang Wakatobi sebagai ka’opi. “Metamorfosis” ka’opi menjadi kasuami pun masih harus melalui serangkaian proses. Pertama, ka’opi dijemur beberapa saat di bawah sinar matahari agar tingkat keasamannya berkurang, lalu ka’opi ditumbuk kembali dalam lesung menjadi tepung yang lebih halus. Tepung tersebut kemudian dicampur kelapa sesuai selera dan dicetak dalam cetakan yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Terakhir, adonan beserta cetakannya dikukus dalam dandang atau periuk di atas tungku. Setelah matang, kasuami dikeluarkan dari cetakan, dipukul-pukul dan dipadatkan menggunakan botol atau perkakas bersih lainnya sambil dibaluri minyak kelapa, bawang merah atau daun pandan yang harum. Tujuan pemadatan ini adalah mengurangi udara dalam adonan sehingga kasuami tidak cepat basi dan lebih tahan lama. Panjang banget ya prosesnya.

Kuliner terakhir adalah Sate Pokea. Pokea adalah sejenis kerang air tawar yang banyak hidup di sungai. Satenya sendiri disajikan bersama saus kacang dan lontong.

*Informasi soal kuliner sulawesi dari sini, sini, sini, dan sini