Maminon Kitchen Manado

Mencari makanan khas Manado yang halal itu gampang-gampang susah, tapi bukan berarti ga ada restoran yang menyediakan makanan khas Manado yang halal. Salah satu tempat makan yang ada di tengah kota adalah Maminon Kitchen. Saya diajak ke sini saat malam terakhir di Manado.

Maminon Kitchen ini terletak di tengah kota. Kalau mau jalan ke arah laut pun dekat, begitupun kalau mau ke pasar swalayan, rumah sakit, apotek, semua ada. Saya menuliskan ini semua karena di sebelah Maminon Kitchen ini ada hostelnya loh!! Jadi cocok banget sebagai tempat menginap.

Makanan di sini sungguh beragam, kita bisa menemukan olahan ikan cakalang, woku, tuna bakar, rica rodo, dan banyak lagi. Saya dan seorang kawan memesan Cakalang Fufu isi dibulu, Udang Woku Santan, serta Terong yang dimasak dengan jagung (yang ini lupa nama menunya apa), serta nasi dan singkong rebus.

Cakalang fufu isi dibulu ini adalah ikan cakalang yang diasap dan dimasak di dalam bambu, rasanya enak bangetttttt!!!!! Rasa ikan yang diasap serta bumbunya beneran meresap. Apalagi ada aroma bambunya juga membuat rasa ikannya jadi lebih kaya. Udangnya juga sama enaknya, di makan bareng kuah woku santan bareng nasi panas. Saat selesai makan, kuah rempah wokunya masih ada sehingga kami memutuskan untuk dibungkus karena di rumah masih bisa dimasak dengan bahan yang ada di rumah. Ga mau rugi banget kalau dipikir-pikir 😀 .

Sarapan di Toh Soon Cafe Penang

Pada hari ketiga saya dan sepupu berlibur di Penang, kami sengaja berjalan-jalan menuju pasar yang ada di Jalan Kuala Kangsar. Saat menikmati pasar dan keluar ke Jalan Lebuh Campbell, saya melihat banyak orang berkumpul di depan sebuah gang. Berhubung kami hanya berjalan-jalan santai dan malas melihat keramaian, jadi dilewati saja keramaian tersebut.

Keesokan paginya kami kembali melewati Lebuh Campbell dan penasaran dengan apa yang membuat orang-orang berkumpul di depan gang. Ternyata gang tersebut menjual sarapan seperti roti kaya dan kopi!!! Kami berdua pun bersemangat untuk ikut ke dalam keramaian tersebut. Nama tempatnya adalah Toh Soon Cafe, sebuah kedai kecil yang masih sangat tradisional.

Roti kaya di sini masih dibuat dengan cara tradisional, menggunakan tungku! Sehingga ketika memanggang rotinya harus ada orang yang berjongkok untuk memastikan roti yang dibakar tidak gosong. Saya terbayangkan betapa lelahnya ia sepanjang hari harus berdiri mengambil roti, berjongkok untuk memasukkan roti ke panggangan, berjibaku dengan udara panas dari tungku serta orang yang berlalu lalang disekitarnya.

Letak Ton Soon Cafe berada di gang antar dua bangunan tua, memang sulit untuk bisa mendapatkan tempat duduk di sini. Saya dan sepupu pun tidak berdiri di depan gang seperti yang lain, tapi kami berjalan masuk ke dalam untuk mencari tempat duduk di bagian belakang gang. Sampai kami bertemu dengan dua orang kakek yang sedang asyik mengobrol sambil menikmati kopi.

Kedua kakek ini pun sampai berbaik hati mencegat pelayan untuk bisa mengatakan pesanan kami. Sambil memesan pun, kami sempat mengambil nasi lemak yang ada untuk dinikmati. Nasi lemaknya enaaaaaakkkk!!!! Isinya sangat sederhana, mengingatkan akan nasi uduk ataupun nasi kuning yang biasa dijual di pagi hari: nasi, sambal, telur, dan teri. Tak lama kopi susu dan teh tarik kami pun datang. Kami berdua sangat beruntung mendapatkan meja di ujung belakang gang sehingga masih bisa menikmati cerahnya langit tanpa terganggu melihat tatapan orang-orang yang mengantri. Obrolan pun mulai terbuka antara saya, sepupu, dan kedua kakek penolong kami. Pertanyaan seperti asal, apa yang dilakukan ke Penang, hingga mengobrol tentang kenangan dari kedua kakek ini sungguh menghangatkan sarapan kami pagi itu. Kedua kakek ini pun benar-benar warga lokal George Town, mereka rajin sekali menyapa orang-orang yang mereka kenal.

Sementara menikmati pemandangan warga lokal yang saling mengobrol dan juga turis yang penasaran dengan tempat ini, tak terasa pesanan roti bakar kami tiba. Sepotong roti dengan lapisan kaya serta telur setengah matang. Rasa rotinya tidak istimewa, namun cerita dan sejarah tempatnya sangat istimewa.

Sebelum pulang ke Indonesia, saya dan sepupu pun kembali sarapan di tempat ini dan berbagi meja dengan turis asal Singapur. Seru sekali membahas sudah ke mana saja kami berkeliling di Penang, tinggal di hotel seperti apa, kendaraan untuk bepergian, dan juga bercerita soal negara masing-masing.

Divide Tour 2019

Akhir tahun 2018 saya impulsif membeli tiket konser Ed Sheeran bersama seorang sahabat untuk menemani seorang sahabat kami yang sudah membeli tiketnya terlebih dahulu. Akhirnya pada bulan Mei 2019 Ed Sheeran benar-benar mengadakan konser di Indonesia setelah setahun sebelumnya gagal konser karena mengalami cidera.

Konsernya sendiri diadakan di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta. Di tempat seluas dan semegah itu, Ed Sheeran tampil seorang diri menghadapi ribuan penggemarnya. Buat saya sendiri itu pengalaman yang luar biasa menonton konser di Gelora Bung Karno.

Pengalaman tak terduga yang saya dapatkan ketika menonton konser ini adalah saat tahu One Ok Rock menjadi band pembuka dari konser Ed Sheeran!!! One Ok Rock adalah salah satu band beraliran rock dari Jepang. Kalau beberapa tahun lalu sempat menonton Samurai X edisi film bioskop, mereka adalah band yang menyanyikan soundtracknya. Seneng banget rasanya saya bisa ketemu dengan Taka, Ryota, Toru, dan juga Tomoya dan mendengarkan lagu-lagu mereka secara langsung. Apalagi mereka bernyanyi hingga 45 menit!!! Saya berasa dapet kado manis!!

berhubung duduknya agak jauh sampai burem fotonya ><

Pukul depalan tepat, konser Ed Sheeran pun dimulai. Ia menyanyikan lagu dengan suara yang prima. Seperti yang saya bilang sebelumnya bahwa saya tidak merencanakan untuk menonton konser Ed Sheeran. Tapi, saat konsernya berlangsung, saya merasa dinyanyiin gitu sama Ed Sheeran!! Sebut saja lagu seperti dive dan castle on the hill yang rasanya lagi pas banget menggambarkan hidup di bulan-bulan itu. Saya juga tidak menyangka semua lagu dan liriknya saya cukup hapal, minimal bagian reff-nya seperti galway girl, lego house, ataupun Nancy Mulligen. Mungkin efek sering dinyanyikan saat karaokean seperti lagu happier, the a team, perfetct, pphotograph, serta shape on you. Sudah paling bahagia saat mendengar lagu thinking out loud karena saya suka banget sama video klipnya.

Saat sebelum konser, saya mengira tidak akan ada teman yang menonton konser Ed Sheeran. Ternyata begitu konser selesai, banyak abnget yang update di IG Story dari berbagai sudut!! Paling bikin terharu ada seorang teman yang ternyata kita sama-sama menonton konser dan sudah lama banget ga ketemu, tiba-tiba nge-DM via instagram dan ngobrolin soal konser Ed Sheeran ini dan berakhir dengan dia mengirimkan Dim Sum Inc dong!!! Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan? Lengkap sekali kebahagian hari itu.

M Bloc Jakarta

Saya tahu tempat ini pertama kali dari instagramnya Mbak Shinta. Ga nyangka aja bakal ada tempat untuk duduk-duduk seperti ini di Jakarta. Dulu saya ga akan pernah memperhatikan gedung area bekas percetakan uang dan materai serta mes karyawan dari Peruri sebelum akhirnya dialihfungsikan menjadi tempat nongkrong serta tempat beberapa toko indie berjualan.

Saya berkesempatan untuk ke M Bloc di awal Februari. Senang sekali rasanya menemukan sepotong tempat yang memiliki denyut berbeda dari kebanyakan tempat nongkrong di Jakarta. Menempati area gedung tua, mengingatkan saya dengan sepotong Bandung di mana kita bisa duduk-duduk di luar menikmati rindangnya pepohonan sambil mengobrol. Uniknya, di M Bloc ini tidak ada tempat parkir. Area parkir depan digunakan sebagai tempat berjalan kaki dan juga beberapa tenan menyimpan kursinya sehingga kita bisa duduk-duduk di luar. Untungnya area di Mbloc ini tidak terlalu ramai dengan kendaraan bermotor ataupun kemacetan, sehingga masih nyaman untuk duduk-duduk di area luar.

Saya menemukan restoran dan cafe yang ada di sini sangat unik dan beragam. Mulai dari Tokyo Skipjack yang menjual steik, Roastman, Kedai Tjikini, Mbok Ndoro, Katong yang menyediakan makanan dari Timur Indonesia, juga tak ketinggalan ada coffee shop seperti Titik Temu dan _Oeang, gelato di Kebun Ide, serta buat yang mencari jamu pun bisa mendapatkannya di M Bloc Space. Sedangkan toko lainnya apabila mencari barang-barang seni lokal bisa ke Mata Lokal. Untuk yang mencari cd musik indie, Demajors membuka tokonya di sini. Saya betah banget ngeliatin cd-cd indie-nya sambil mikir mana saja cd yang belum saya punya. Makin betah lihat-lihat di dalam tokonya ketika diputar lagu Java Jive dari The Manhattan Transfer!!

Di bagian belakang M Bloc Space ada sebuah bangunan yang dimiliki oleh tenant _Oeang. Sayang saat itu lagi ditutup untuk umum karena ada acara. Selain itu di bagian belakang juga ada mural-mural dengan gambar yang berbeda. Biasanya tempat ini sih dijadikan ajang foto-foto ya.

Hal yang bikin saya kagum adalah di M Bloc Space ini ada tanaman hidroponik loh!! Menurut saya bagus banget dan bisa jadi ajang pengenalan bahwa di lahan terbatas pun kita bisa bercocok tanam. Selain itu yang saya suka juga adalah mushalanya yang terletak di tengah M bloc.

Satu hal yang perlu disiapkan apabila mau ke M Bloc Space adalah semua pembayarannya cashless!! Sebagai generasi yang suka lupa bawa uang tunai, saya senang sekali dengan metode pembayaran ini. Tapi buat temen-temen yang lebih suka membawa uang tunai, perlu dipastikan bawa kartu ya kalo ke sini. Buat pengguna MRT, kalau mau ke M Bloc saran saya turun di halte Asean aja karena lebih dekat dari pada turun di halte Blok M.

Makanan Khas Manado

Saya lagi kangen dengan Manado dan isinya. Terutama makanan khas-nya yang jarang ditemukan di Bandung. Kalau kemarin-kemarin saya membahas soal hasil lautnya yang segar, kali ini saya mau berbagi makanan khas dari Manado yang lain.

1.. Tinutuan
Tinutuan atau yang lebih dikenal dengan bubur Manado merupakan campuran dari labu kuning, kangkung, bayam, nasi, jagung, singkong rebus, kemangi, serta ada sayuran lain yang saya tidak tahu namanya apa. Tinutuan pun biasanya dimakan dengan pelengkapnya seperti ikan Cakalang, sambel Roa, perkedel Nike, ataupun perkedel jagung. Rasanya manis, gurih, enak, dan menghangatkan badan. Mungkin karena saat makan ini pertama kali saya lagi sakit batuk parah, jadi nemu Tinutuan tuh bahagia banget, karena gampang ditelen dan anget.

Perkedel Nike, Tinutuan, dan Latte

Saat pertama makan, tentu saya kaget dengan porsinya yang banyak banget!! Ga tahu kenapa, setiap makan di Manado, porsi makannya menurut saya besar-besar dan ga ada pilihan setengah porsi kayak kalo beli bubur ayam di Bandung. Selain itu yang saya kaget lagi adalah jenis karbohidrat yang lebih dari satu. Oia bahkan ada jenis tinutuan yang menggunakan mi juga loh dan biasanya disebut midal. Oleh karena kedua hal ini lah teman saya sampai bilang bahwa penyakit yang sering diderita oleh Manado itu adalah diabetes karena susah mengurangi asupan karbo.

Meskipun begitu, Tinutuan ini biasanya adalah menu sarapan yang sangat mudah ditemukan, tapi kalau mau dipakai untuk makan siang atau malam juga bisa. Buat yang lagi diet, makan ini pun dijamin kenyang asal ga nambah pakai makanan pendamping tinutuannya ya 😀 .

2. Gohu Pepaya
Awalnya saya pikir ini tahu campur pepaya :p . Dipikiran kata “gohu” sodaraan sama “gehu”. Ternyata beda!!! Gehu adalah Bahasa Sunda dari tahu, sedangkan Gohu Pepaya ini berarti asinan pepaya. Rasanya sedikit ada rasa asam, pedas, dan manis. Menurut temen, Gohu Pepaya ini biasanya dibuat dengan mencampur Saguer yang belum mengandung alkohol.

3. Saguer
Saguer sendiri sebenarnya adalah arak khas Minahasa yang merupakan fermentasi dari air nira dari kuncup pohon kelapa. Warnanya yang putih susu mengingatkan saya sama alkohol air berasnya Korea yang biasa saya lihat di drakor 😀 . Saya mencoba Saguer yang belum memiliki kadar alkohol yang tinggi karena baru dipanen pagi hari dan kami minum jam 12 siang. Rasanya manis dan enak!! Menariknya kalau air Saguer ini dimasak hingga airnya habis dan mengental, dia bisa jadi gula merah loh.

4. Pisang Sambal Roa
Di Manado, orang-orang makan pisang selalu pakai sambal!! Baik pisang goreng manis, maupun Pisang Goroho. Pisang Goroho merupakan pisang yang masih muda, diiris tipis, dan kemudian digoreng. Rasa pisangnya agak asam dan hambar dibandingkan dengan pisang yang sering digunakan untuk pisang goreng. Walaupun begitu, apapun jenis pisangnya, makannya tetap pakai sambal Roa.

5. Es Brenebon
Es Brenebon adalah es kacang merah yang dicampur dengan alpukat. Cocok banget dimakan saat cuaca Manado lagi panas-panasnya. Di makannya setelah makan siang dan menjelang sore hari. Selain segar, lumayan membantu untuk yang butuh cemilan agak berat karena kan pakai kacang merah, jadi mengenyangkan sambil menantikan waktu buat makan malem. Dipikir-pikir ada beberapa daerah di Indonesia ini ada yang menggunakan kacang merah jadi cemilan ya, sebut saja Palembang yang juga punya es kacang merah.

6. Lalampa
Lalampa ini sejenis lemper namun isiannya bukanlah daging, ayam, maupun oncom. Lalampa menggunakan ikan cangkalang sebagai isiannya. Makan Lalampa dua biji yang sudah dipanaskan, cukup mengganjal perut di saat saya bekerja di pagi hari. Sayang saya baru sadar ga punya foto dari Lalampa ini. Maklum begitu dateng keingetannya langsung dimakan mumpung masih panas.

Membahas makanan Khas Manado ini tidak akan ada habisnya. Mungkin karena saya pun berkunjung cukup lama di sini, jadi ada banyak tempat yang saya kunjungi serta makanan yang saya cobain. Cerita soal makan-makan di Manado pun masih akan berlanjut 😀 .


Menemukan Jurnal di Mucca

Setiap awal tahun saya selalu mencari jurnal yang bisa saya gunakan untuk menulis kegiatan, perasaan, jadwal, atau lembaran-lembaran tiket yang saya tempel sebagai bentuk kenangan karena pernah ke sebuah tempat. Tahun ini saya mulai kebingungan karena dari akhir tahun belum menemukan jurna yang saya inginkan. Pilihan terakhir sudah tentu buku tulis dari Muji dengan kertas-kertas polosnya.

Sampai saat saya berlibur ke Penang, secara tidak sengaja menemukan sebuah toko yang khusus untuk membuat buku jurnal bernama Mucca. Awalnya keinginan saya dan sepupu untuk mampir ke Mucca adalah warna tokonya yang berbeda dari toko-toko yang lain, berwarna biru tua dan terletak di pojok jalan. Saat masuk ke dalam toko, saya dapat segera merasakan kehangatan dari tokonya sendiri!! Saya beneran berada di toko yang tepat!

Mucca baru membuka tokonya di pertengahan tahun 2019. Sebelumnya mereka biasa menerima pesanan secara online. Duh beneran deh, saya dibuat kagum dengan servis yang diberikan oleh para penjaga tokonya. Satu orang menemani tamu di awal untuk memberi tahu bagaimana memebuat jurnal yang diinginkan. Pertanyaannya pun cukup detail, sehingga saya yang biasa terima jadi jurnal, jadi harus berpikir 😀 . Mereka akan bertanya tujuan dibuat jurnalnya, apakah untuk bullet journal seperti yang sedang tren, untuk keperluan kerja, menulis resep, atau untuk apa. Kemudian cover yang diinginkan mau yang berbentuk hard cover atau yang soft cover, dan mereka punya banyak warna untuk setiap cover-nya. Begitupun pilihan kertas, tulisan di kertas-kertasnya, serta tebal-tipis kertas semua ada!! Pembatas antar bagian, pembatas jurnalnya, mau ada tempat untuk menyimpan bolpen, sampai beragam penutup bukunya ada semua. Untuk lebih lengkapnya boleh cek ricek di web mereka.

suasana di dalam toko

Saya benar-benar kebingungan saat itu. Untungnya ada mbak-mbak penjaga toko yang berbaik hati mengarahkan mengenai kebutuhan-kebutuhan yang saya inginkan untuk jurnal. Selain itu ada selembar kertas yang juga dapat membantu kita menentukan pilihan mulai dari jenis cover, hingga nama yang akan dicetak di bagian depan jurnal. Ya ampun, kayaknya setengah jam saya berkutat mengelilingi toko untuk melihat-lihat apa saja yang saya inginkan untuk si Jurnal ini. Setelah selesai, ternyata saya juga diajak untuk menetukan berapa banyak partisi yang diinginkan, jumlah kertas ditiap partisinya, apakah jenis kertanya mau dicampus atau tidak, dan lain-lain. Setelah semua sudah dipastikan, jurnal pun mulai dijilid. Proses ini memakan waktu hanya 30 menit!!

Selama menunggu, saya dan sepupu lebih banyak diam. Ia menggambar orang yang datang dan pergi, sedangkan saya asyik melihat bagaimana penjaga toko bekerja, menyapa pengunjung, serta memandangi wajah-wajah mengunjung yang asyik dan seru dalam memilih apa yang mereka inginkan ada di jurnalnya. Waktu 30 menit berlalu begitu saja. Salah seorang penjaga toko yang berbeda mendatangi saya untuk memastikan bahwa hasil jilidnya sudah benar sebelum membungkusnya dengan kotak. Setelah semua selesai, saya benar-benar seperti menerima kado awal tahun!! Senang sekali rasanya.

beautiful present!!

Saat kami pun memutuskan untuk keluar, seorang penjaga toko berbicara kepada sepupu bahwa ia ingin melihat hasil dari gambar yang dilakukannya selama menunggu saya. Ternyata penjaga tokonya ngeuh kalo digambar sama sepupu!! Ia memuji hasil gambar sepupu yang dapat menangkap kekhasan dari dirinya, dan selain itu kami sempat menebak-nebak pengunjung mana yang digambar oleh sepupu. Beneran heboh dan sempet pada memotret hasil gambarannya. Sepupu sendiri hanya bisa tertawa dengan muka merah dan malu di belakang saya. Keluar-keluar kami berdua membawa cerita dari Toko Mucca. Beneran tidak hanya tokonya yang hangat, tapi juga orang-orang di dalamnya.

Super Show 8!!

Sudah hampir sepuluh tahun sejak anggota Super Junior silih berganti melakukan wajib militer sebelum akhirnya semua selesai dan berkumpul. Sudah pasti ajang Super Show 8 menjadi reuni Elf (sebutan untuk fans Super Junior) dengan idola mereka secara lengkap. Meskipun begitu, harapan untuk melihat kesembilan anggota Super Junior tetap saja pupus. Kondisi kesehatan Heechul yang kurang mendukung, membuatnya jadi tidak bisa ikut dalam rangkaian konser Super Show 8 ini.

Super Show 8 yang bertajuk Infinite Time merupakan gelaran yang cukup besar karena membuktikan mereka masih bisa eksis setelah malang melintang di dunia Idol Korea selama 15 tahun. Saya sendiri mengenal mereka saat masih menjadi mahasiswa semester 5. Saat itu saya diccekokin temen-temen untuk menonton video klip “Sorry-sorry” dan dari sanalah pintu menuju boyband, girlband, band, Jazz Korea, serta variety show dan drama Korea yang hingga saat ini masih sering saya ikuti. Dengan alasan mengingat kembali awal perkenalan dengan Super Junior lah saya menonton konser mereka ini.

Konsernya sendiri diadakan di ICE BSD tepat pukul tiga sore, konsernya sore-sore dooong!!! Tumben banget kan yaaa! Awal konser dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembukaan intro lagu “Superman” yang serempak membuat Elf bernyanyi dengan menggoyangkan light stick yang telah berubah warna menjadi merah. Asliii pemandangan ini keren banget!!! Suasana nonton konser Kpop yang sudah lama tidak saya rasakan. Selain itu saya lihat hanya ada di konser Kpop adalah fans project, contohnya saja seperti di konser Super Junior ini fans memiliki project saat lagu “Somebody new“. Khusus untuk lagu ini Super Junior menyanyikannya dari balik panggung dan baru keluar di pertengahan lagu. Saat itulah penonton konser serentak menghidupkan senter di hp. Efekya asli bagus banget!!! Berasa lagi nonton video klip.

Untuk saya pribadi, menonton konser KPop memiliki suasana sendiri yang berbeda dengan konser-konser artis lain. Di sini para penggemarnya memiliki light stick yang akan digunakan sepanjang konser. Mereka pun biasanya hafal dengan chant atau sahutan atau nyanyian dari penonton untuk idolanya saat konser berlangsung, sehingga menimbulkan ritme yang pas dengan lagu yang dibawakan. Beda banget dengan konser artis non KPop yang biasanya penonton akan lebih banyak nyanyi bareng artisnya.

Selain itu ada beberapa kali sesi Ment atau sesi artis akan memperkenalkan diri dan berinteraksi dengan fansnya saat konser maupun melucu. Sebut saja Siwon yang sempat-sempatnya mempromosikan Mie Sedap karena ia adalah bintang iklannya. Atau kelakuan Leeteuk yang bolak balik bilang “love is…..” dan menjawab dengan mengawang. Atau saat masing-masing anggota Super Junior memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Indonesia. Oh tentu tidak lupa saat Kyuhyun memperkenalkan diri dengan cara lebay. Inilah hal-hal yang bikin kangen saat menonton konser KPop. Apalagi untuk Super Junior yang mana mereka itu gesrek semua dan ga ada yang jaim. Kelakuannya ada aja yang bikin fans tertawa ataupun gemas. Bahkan saat bernyanyi lagu “Believe” mereka bernyanyi sambil ngebecandain anggota yang lain atau ikut ke mana kamera menyorot anggota yang sedang bernyanyi.

Sore itu Super junior benar-benar tampil prima, baik dari suara maupun koreografi yang dilakukan. Suara Yesung maupun Ryeowook udah pasti yang paling stabil dibandingkan yang lainnya. Selain itu ada kejutan untuk para Elf!! Line vocal dari Super Junior seperti Kyuhyun, Yesung, dan Ryeowook melakukan dance. Biasanya mereka jarang banget solo dance! Sedangkan geng rapper Super Junior seperti Eunhyuk, Shindong, serta Dong Hae menyanyikan lagu ballads seperti model di video klip karaokean dan pada akhirnya sukses bikin ngakak penonton konser. Kejadian lain yang membuat satu tempat konser ketawa ngakak adalah saat semua anggota Super Junior berupaya untuk ngerap ala-ala 90an. Asliiiii kocak banget!!!!

Saya sangat puas menonton konser Super Junior. Waktu konser sepanjang tiga jam sungguh tak terasa. Tahu-tahu lagu “sorry-sorry” yang menjadi lagu penutup pun sudah dinyanyikan. Tak lama encore mulai dilakukan dan diakhir anggota Super Junior kembali menyapa penggemarnya dan pamit undur diri. Beneran deh sopan banget. Biasanya kan abis encore kebanyakan penyanyi langsung undur diri yak. Ini sempet loh satu-satu ngucapin makasi ke penggemar dan pamit undur diri. Terima kasih Super Junior telah menjadi senior yang membuktikan bahwa mereka tetap bisa eksis dan bersaing sehat dengan junior-juniornya, tetap lucu dan apa adanya.