Bakpia khas Yogya

Kota Yogyakarta menyimpan banyak banget makanan enak nan murah. Sebut saja oseng mercon, gudeg, bakmi Jawa, bakso, kopi jos, sate klatak, jejamuran, tiwul, hingga makanan khas angkringan. Duh saya jadi laper banget ngebayangin makanan-makanan enak di Jogya!!

Selain makanan yang bisa disantap di kotanya, Yogya juga punya segudang oleh-oleh berupa makanan atau minuman seperti secang, yangko, geplak, coklat monggo, gudek, hingga bakpia. Sebenernya kalau dilihat-lihat sekarang tuh lagi ngetren banget oleh-oleh berupa pia dari berbagai daerah di Indonesia. Sebut saja pia Legong yang terkenal dari Bali. Tapi, kalau ngomongin pia tradisional, saya selalu inget dengan bakpia Jogja.

keyogyakarta-Lezatnya Sejarah Bakpia Pathok

Bakpia – gambar diambil dari sini

Kalau lihat sejarahnya, bakpia ini sebenernya berasal dari Tiongkok loh!! Asal katanya dari “Tou Luk Pia” yang artinya adalah kue pia (kue) kacang hijau. Makanya yang dinamakan bakpia adalah kue yang berisi kacang hijau yang telah ditumbuk dan dicampur gula serta dibalut sama tepung terigu. Kalau lihat dari asal katanya, jadi berbeda dengan pia di luar Yogya, pia di luar lebih crispy dan crunchy dibandingkan bakpia Jogja. Varian rasanya pun berbeda dengan bakpia ya. Yah walaupun sekarang varian bakpianya udah banyak banget!! Mulai dari keju, kumbu hitam, hingga cokelat.

Saat mencari tahu soal bakpia ini, saya terpikir bahwa kalau udah berbeda varian bakpianya, ga bisa disebut bakpia juga yah? Kan arti katanya sendiri ada unsur kacang hijaunya. But it just my thinking 😀 . Saya sendiri kalau ke Yogya suka beli bakpia kacang hijau dan kumbu hitam kok :p .

Resep asli bakpia sendiri sebenernya berasal dari keluarga Kwik Sun Kwok. Kwik lalu menyewa tanah milik warga setempat yang bernama Niti Gurnito di di Kampung Suryowijayan, Kecamatan Mantrijeron, Yogyakarta. Ia pun memodifikasi resep bakpianya. Nah untuk memanggang bakpianya, Kwik selalu membeli arang kepada temannya, Liem Bok Sing. Kenapa saya sebutkan nama-nama orang di sini? Karena pada akhirnya Niti Gurnito pun mulai membuat bakpia tapi dengan ciri khas yang berbeda dengan buatan Kwik. Begitu juga dengan Liem Bok Sing. Liem juga membuat resep bakpia yang sudah dimodifikasi dan ia pun pindah ke kampung Pathok. Nah dari sinilah bakpia jalan Pathok bermula.

Jalan Pathok sendiri sebenernya dekat dengan Malioboro. Kalau main ke sana, kita bisa memilih mau bakpia pathok yang nomer berapa. Saya ga tahu kebenarannya, tapi denger-denger tiap nomer di bakpia pathok sebenernya adalah nomer rumah produksinya loh. Tapi sekarang, bakpia ga cuma diproduksi di Pathok, tapi juga di berbagai sudut kota Yogya. Kalau mau tahu soal bakpia yang enak di Yogya, bisa cek ke sini deh. Duh saya jadi beneran kangen nih pengen main ke Yogya dan beli bakpia!!

Source dan bahan bacaan:
Wiki, Gudeg net, klikhotel

Advertisements

Yogyakarta: Museum Affandi

IMG_6502Salah satu sudut Museum Affandi

Sudah beberapa kali saya gagal setiap mau berkunjung ke Museum Affandi. Mulai dari waktu yang tidak mencukupi, museum yang tutup, hingga museumnya lagi maintenance. Hingga akhirnya saya bisa berkunjung ke Museum ini bersama dengan salah seorang causin in crime, Tane.

Museum Affandi ini menarik karena dari kejauhan, kita sudah bisa mengenali bentuk bangunannya yang seperti pelepah pisang. Affandi terinspirasi dari kegiatan melukisnya dulu, ketika dilindungi oleh pelepah pisang. Bangunan asli yang dibangun oleh Affandi adalah galeri pertama serta rumah yang dahulu ditempatinya. Galeri kedua dan ketiga adalah bangunan yang dibangun setelah Affandi meninggal.

IMG_6433Bagian dalam galeri pertama

Affandi adalah seorang pelukis yang terkenal dengan aliran ekspresionisme. Diawal karirnya, Affandi masih melukis dengan realistis fotografi, sehingga kalau kita melihat karyanya di awal masih terlihat betul lukisannya bagai foto. Setelah ia pulang dari Eropa lah ia mulai mengubah teknik melukisnya. Kita bisa melihat perubahan gaya melukis Affandi di galerinya yang pertama. Selain itu di galeri pertama kita bisa melihat mobil lama yang digunakan oleh Affandi. Saya dan Tane yang kurang paham lukisan, mencoba menginterpretasikan ekspresi apa saja yang berusaha ditampilkan oleh Affandi. Hasilnya kami lumayan lama melihat, berpikir, dan berdiskusi di galeri pertama.

IMG_6443lukisan awal Affandi

IMG_6437Lukisan Affandi setelah pulang dari Eropa untuk belajar melukis

Pada galeri kedua, saya melihat terdapat dua buah lantai. Lantai satu terdiri dari lukisan, coretan, serta artwork lainnya. Sedangkan lantai dua tidak bisa dinaiki dan merupakan gudang penyimpanan lukisan. Galeri kedua adalah tempat di mana lukisan Affandi yang dapat dibeli. Selain itu juga terdapat lukisan dan karya seni lainnya yang berasal dari teman maupun seniman lain. Di setiap ruang galeri, terdapat kursi untuk kita duduk dan mengobrol. Saya dan sepupu sempat duduk sebentar untuk berdiskusi 😀 .

IMG_6453Patung Affandi di depan galeri kedua

IMG_6457salah satu karya di galeri kedua

IMG_6466salah satu karya seni di galeri kedua

Selanjutnya ada galeri ketiga yang berisi lukisan-lukisan dari istri dan anak Affandi. Keren banget ya ini, baik istri maupun anaknya semua mengikuti jejak Affandi menjadi pelukis. Galeri ini dibangun dari dana yayasan Affandi. Apabila di galeri kedua gudang penyimpanan ada di lantai 2, maka di galeri ketiga ruang penyimpanan dan restorasi karya Affandi ada di basement. Uniknya lagi galeri ketiga ini terdapat sebuah toweryang terdiri dari tiga lantai. Kita bisa naik ke atas dan melihat pemandangan Sungai Gajah Wong yang terletak tepat di sebelah Galeri Affandi dan sekitarnya.

IMG_6478Lukisan-lukisan di galeri ketiga

Setelah puas mengitari setiap galeri dan sudut Museum Affandi, saya dan Tane akhirnya melihat rumah tempat Affandi tinggal. Rumahnya sendiri terdiri dari satu kamar yang terletak di lantai dua. Sedangkan aktivitas lainnya dilakukan di lantai satu. Kamarnya keren banget!! Di kamarnya Affandi menyimpan semua koleksi souvenir, pecah belah, lukisan, patung, buku, baju, serta foto keluarga. Menurut informasi, kamar ini mempunyai nilai penting karena Affandi sering berkumpul bersama keluarganya di sini.

IMG_6504Kamar Affandi

Saya senang sekali akhirnya bisa juga berkunjung ke sini. Saya sempat melewati makam Affandi dan istrinya yang terletak di dekat galeri kedua. Semua amal dan ibadahnya diterima Tuhan YME, aamiin.

Museum Affandi
Jl. Laksda Adisucipto 167
Yogyakarta
Buka: 09.00 – 16.00
website: www.affandi.org

Yogya: Edu Hostel

 Untuk para pelancong, salah satu cara berhemat ketika liburan adalah dengan bermalam di hostel. Tapi di Indonesia gampang-gampang susah untuk mencari hostel. Salah satu hostel murah dan nyaman yang pernah saya temui adalah Edu Hostel yang terletak di Yogyakarta.

Saya lupa bagaimana pertama kali menemukan hostel ini, tapi saya langsung jatuh cinta melihat roof topnya. Tulisan “Sky is the limit’ ngingetin sama drama-drama Jepang yang sering membuat tulisan penuh inspirasi. Seperti kalau di dorama berjudul Long Vacation di mana ada billboard bertuliskan “be happy”. Walau belum pernah ke sana, saya selalu semangat banget ngasi tahu ke orang-orang yang mau liburan ke Yogya buat nginep di Edu Hostel. Hahahaha.

IMG_6311“sky is the limit”

Hingga tahun 2015 akhirnya kesampaian juga saya menginap di Edu Hostel bareng temen-temen Magister Psikologi Profesi Pendidikan. Kita memutuskan buat ambil kamar yang private for family. Biar lebih lega gitu tidurnya :D.  Oia buat yang butuh colokan listrik, striker di kamar cuma satu dan pihak hostel ga menyediakan kabel tambahan untuk colokan listrik. Jadi kalau pagi atau malam suka repot banget kita berempat gantian pake colokan.

IMG_5912lobby-nya luas

Walau disebut hostel, tapi fasilitas lengkap banget!! Udah lebih dari hostel umumnya yang saya datengin. Pertama dari bentuk bangunannya aja lebih mirip hotel 😀 . Fasilitas yang ada adalah common room yang berisi mulai dari gitar, berbagai permainan, bantal empuk buat duduk, tv, serta buku. Saya sih biasanya malem-malem suka numpang ngecharge hp di common room sambil baca novel.

common room.
*pict from the website*

Fasilitas lain yang disediakan adalah wifi dan juga komputer yang bisa di akses di deket lobi. Sayang saya ga ngecek gimana komputernya di sana. Hostel ini juga menyediakan ruangan meeting. Serunya lagi hostel ini juga menyediakan penyewaan sepeda!! Saya dan seorang temen niat nyewa sepeda walau harga perjamnya agak mahal. Sepedanya cukup besar dan membuat orang-orang langsung menoleh ketika saya mengendarai sepeda keliling Malioboro. Setiap kita lagi berhenti, ada yang nyamper dan nanyain soal si sepeda ini 😀 . Ngomong-ngomong soal sepedahan pagi-pagi, keliling Yogya di pagi hari tuh menarik banget. Kita bisa ngeliat kehidupan masyarakat Yogya di pagi hari, dari anak-anak yang bersepeda ke sekolah, ibu-ibu yang pulang dari pasar, hingga bapak bapak yang berangkat kerja.

IMG_6252sepeda sewaan

Untuk yang mau sarapan, pihak hostel menyediakan sarapan dengan menu Indonesia yang berbeda setiap harinya. Kopi, teh, dan air mineral disediakan oleh pihak hostel. Tidak seperti kebanyakan hostel, di sini kita hanya menyimpan alat makan kotor di tempatnya aja, ga perlu sibuk-sibuk nyuci.

IMG_6273area ruang makan

Ngomong-ngomong rooftop yang ngebuat saya jatuh cinta, asyik banget rasanya makan pagi di sini sambil ngeliatin aktivitas kota Yogya. Di pinggiran rooftopnya ada kolam renang sih. Tapi buat saya pribadi, ketimbang di pake berenang, lebih asyik buat nyengerin badan aja sambil nyelup-nyelupin kaki. Kalau ga hujan, nongkrong malem di rooftop ini enak banget!! Asyik aja ngobrol sambil nyeduh indomie, main kartu, atau bahkan ngerendem kaki yang pegel setelah di ajak seharian keliling Yogya.

rooftop!!
*pict from the website*

Harga buat kamar tipe dormitory cuma Rp.80.000,-/malam. Ini udah disertai fasilitas kunci akses ruangan, loker, colokan di setiap loker, serta kamar mandi yang terletak di dalam kamar. Satu kamar kurang lebih ada 6 tempat tidur. Sedangkan untuk private room, harga permalamnya adalah Rp.460.000,- dengan fasilitas tv, kamar mandi shower, serta selimut. Semua pilihan kamar juga sudah termasuk sarapan pagi.

private room
*pict from the website*

Untuk yang dateng sebelum waktu check-in, kita bisa menitipkan tas di bagian lobby dan diambil ketika check-in 🙂 .

Edu Hostel Yogyakarta
Jl Let Jen Suprapto No. 17, Yogyakarta
Web: http: http://www.eduhostels.com

Yogya: Menanti Matahari Tenggelam di Candi Ratu Boko

IMG_6158

Salah satu keinginan saya saat kembali bermain ke Yogya adalah melihat matahari tenggelam di Candi Ratu Boko. Saya ingin sekali melihat matahari berwarna jingga yan gberada di tengah Candi seperti yang saya lihat di Instagramnya Alexander Thian. Jadilah saya mengajak teman-teman untuk ke Candi Ratu Boko sepulang dari Gunung Kidul. Niat banget ya 😀 . Saya sengaja datang sekitar jam setengah lima sore. Sekalian menikmati udara dan angin sore sebelum matahari benar-benar turun. Ternyata perjalanan dari tempat parkir ke Candi Ratu Boko lumayan jauh dan menanjak. Ga papa lah ya, sekalian olahraga. Selain itu di sebelah kirinya, kita akan melihat pemandangan sawah dan sedikit hutan. Kalau pada jeli, kita juga bisa melihat Candi Prambanan dari sini.

Menjejakkan kaki di kompleks Candi Ratu Boko ini, kita akan disambut oleh taman yang hijau dan indah banget. Untung juga ke sananya sore-sore, jadi bisa menikmati taman yang keren ini. Selain itu, berhubung ke sananya di hari kerja, sepi dong!! Asyik banget!!

IMG_6110jalan menanjak

IMG_6207pemandangan dari tangga

IMG_6179padang rumput

Jam lima sore, saya baru naik ke atas Candi Ratu Boko. Ternyata pemandangan dari atas indah banget. Kita bisa melihat hamparan sawah dari atas. Selain itu, ada padang rumput yang luas banget. Rasanya pengen gelar tiker buat piknik di sana sambil baca novel. Saat ke atas, saya baru menyadari, tidak hanya saya yang punya hasrat untuk melihat matahari tenggelam. Cukup banyak orang dengan kamera DSLR yang menantikan momen matahari berada tepat di tengah Candi Ratu Boko *apalah saya yang hanya pakai kamera hp*. Saat matahari mulai memasuki tengah Candi, mulai banyak yang mengabadikan momen ini. Mulai dari foto mataharinya, swafoto, hingga foto bareng. Akhirnya pada ngantri untuk dapet giliran foto 😀

IMG_6116Candi Ratu Boko

 IMG_6171foto siluet

IMG_6191cantik ya?!

IMG_6195saat perjalanan turun dari Candi Ratu Boko

Walau tidak mendapatkan matahari berwarna jingga, saya bersyukur dapat melihat matahari terbenam cantik di dekat Candi Ratu Boko. Semoga lain kali saya bisa kembali ke sini dan melihat lebih banyak lagi sudut-sudut Candi Ratu Boko.

Epic Coffee Yogyakarta

IMG_0275Let The Coffee Tell The Story

Oktober tahun lalu, saya ke Yogya untuk menghadiri nikahan sepupu bernama Kak Bunga. Malam setelah pesta nikahannya, kami para sepupu dan teman dekatnya diundang untuk makan malem di Epic Coffee yang terletak di Jalan Palagan.

IMG_0255Tampak depan

Saat melihat bangunannya, mengingatkan akan Miss Bee Provider Bandung. Lihat saja bangunan depannya serasa masuk ke rumah kaca. Saat itu, berhubung rombongannya banyak, Kak Bunga memesan tempat duduk di luar. Udara yang dingin dan bebas polusi serta langit yang cerah, beneran bikin suasana nyaman banget untuk ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul.

IMG_0257tempat duduk di luar

Bagaimana dengan makanan dan minumannya? Enyaaakkkk!! Kayaknya semua appetizer  dikeluarin semua deh sama Epic Coffe. Ada yang sempet ke foto, ada yang langsung masuk mulut karena……….. kalap *nunduk*. Untuk menu perkopiannya, mereka menyediakan berbagai single origin coffee seperti kopi Luwak, Flores Wolowio, Papua, Java Sindoro, Pantan Musara, serta Mandhaeling. Selain itu Epic Coffee juga menyediakan varian espresso seperti cappuccino, piccolo, americano, flat white, latte, hingga affogato. Mereka juga menyediakan varian blended coffee, cokelat, teh, milkshake, smoothies, squash, hingga fresh juice. Untuk yang ga doyan kopi, tetep bisa minum dan nongkrong di sini 😀 . Bagaimana dengan menu makanannya? Rata-rata sih western food seperti salad, sandwich, steak, pasta, ayam, ataupun fish and chips.

IMG_0261Epic Nachos

Epic Nachos yang dipesan ini adalah nachos dengan saus salsa homemade, kacang merah, dan keju meleleh. Saus salsa asam manis, asinnya keju, plus kacang merah ini enak banget!!

IMG_0262lupa lagi nama menunya, yang pasti tetep enak 😆

IMG_0292Watercress and Beetroot Salad

Watercress and Beetroot Salad ditambah smooked beefgoat cheese, bawang bombay merah, dan balsamic dressing ini adalah pesanan Tane. Kita awalnya bengong saat melihat menu ini 😆 . Kirain bukan tipe salad gitu makanannya. Walaupun begitu, tetep aja abis.

IMG_0298Warm Croque Monsieur

Untuk makanan yang satu ini, kembali kesalahan berada di pemesannya 😆 . Jadi sepupu saya yang memesan ini bukan pemakan daging dan ayam. Alhasil smooked beef-nya dihabiskan oleh yang lain lalu sepupu saya ini berbagi dengan Tane yang makanannya lebih banyak sayuran. Kita sampai bercanda pesanan mereka tertukar 😆 .

IMG_0293Fish and Chips

Fish and Chips-nya enak. Si ikannya digoreng ga terlalu kering, jadi daging ikannya masih lembut dan ga kering. Saus tartarnya juga enak.

IMG_0294Grilled Rosemary Chicken

Grilled Rosemary Chicken ini disajikan bareng tumisan baby potato dan wortel, seladam dan mushroom sauce. Ayamnya lembut dan harum, tumisannya juga enak *elus perut*.

IMG_0271Hot Chocolate

IMG_0276bagian teras dari Epic Coffee

Senang sekali menikmati waktu mengobrol dengan sepupu-sepupu dan makan enak. Happy time, happy tummy 😀 . Oia, dibagian dalam dari Epic Coffee ini juga ada Epilog Furniture juga. Furniture yang kebanyakan terbuta dari kayu ini bikin ngiler pengen punya. Untungnya belum punya rumah sendiri, jadi hanya bisa kagum dan seneng ngeliat barang-barangnya.

Ullen Sentalu

Ullen Sentalu adalah sebuah museum swasta yang kepemilikannya dimiliki oleh keluarga Haryono dari Yogyakarta dan berada di bawah payung Yayasan Ulating Blencong dengan penasehat antara lain: I.S.K.S. Paku Buwono XII, KGPAA Paku Alam VIII, GBPH Poeger, GRAy Siti Nurul Kusumawardhani, Ibu Hartini Soekarno, serta KP. dr. Samuel Wedyadiningrat, Sp.(B). K.(Onk).

di dalam museum ini, jangan terlalu berharap bakal mendapatkan benda-benda bersejarah yang otentik serta arca atau keris dan sebagainya. museum ini lebih memakai foto-foto serta lukisan untuk menceritakan mengenai sejarah Kerajaan Mataram Islam dan perkembangannya, kemudian memperlihatkan berbagai jenis kain batik baik dari batik Yogya maupun batik Solo. di sini kita dapat melihat perbedaan kedua batik tersebut. selain itu kita juga mendapatkan 1 orang tour guide untuk mengantar keliling museum kurang lebih 45 menit. tour guidenya apal mati banget lah itu sejarah! *keren banget*.oia selama kita berjalan-jalan di dalam museum, kita tidak diperbolehkan mengambil gambarnya, baru boleh foto-foto setelah beres ngelilingin museum dan cuma di taman luarnya aja. setelah beres berkeliling kita juga mendapatkan minuman yang katanya sih,,,bisa membuat awet muda *aih tambah dikira anak SMA nih gw* nama minumannya itu adalah Kusmayana Drink. Minuman ini adalah resep dari Putri Kusmayana yang terkenal dengan kecantikannya dibuat dari jahe, kayu manis, gula jawa, sedikit garam, dan daun pandan.

menurut saya, museum ini menyenangkan sekali. terletak di kawasan Kali Urang, jadi hawanya cukup dingin. selain itu pemandangannyapun hijau dan natural. kemudian yang saya sukai lagi dari museum ini adalah tour guide yang menceritakan dengan detail mengenai sejarah Kraton Yogyakarta dan Kraton Solo sehingga informasi yang diterima oleh pengunjungpun utuh *beda banget kalo kita lagi berkunjung ke Keraton :D*. oia soal Kusmayana Drink, hihihi emang dasar saya ga suka jejamuan, begitu diberikan minuman ini saya rada kesulitan menghabiskannya! ampe ditugguin sodara-sodara saya dan kudu abis itu minuman. betul-betul perjuangan tuh buat saya :D.

sehabis meminum Kusmayana Drink, saya dan keempat saudara saya yang lainpun berfoto-foto disekitaran museum. setelah puas berfoto-foto, kamipun mengunjungi Putri Malu Souvenir Shop yang berada di bawah Beukenhof restaurant. haduh bagus-bagus deh bajunya walau apadaya ga sesuai dengan budget saya yang masih mahasiswa ini T-T *baca: mahal!!!*. kemudian kamipun berfoto-foto kembali di kawasan Putri Malu Souvenir Shop ini. hahaha dasar emang pada banci foto juga sih :D.

saya dan sepupu-sepupu saya juga akhirnya memutuskan untuk makan siang di Beukenhof Restaurant yang ada di atas Putri Malu Souvenir Shop. kata sepupu saya yang pernah ke sini, budget yang diperlukan untuk makan dan minum sekitar Rp. 40.000. sayapun berpikir okelah sekali-kali makan budget gede ga masalah *baru dapet THR ini*. tetapi yang saya lupa tanya adalah tahun berapa terakhir dia ke sini. huhuhu nyaris menangis melihat kolom sebelah kanan *baca: harga*. Akhirnya setelah cukup lama memikirkan menu, kamipun memutuskan buat memesan apetizer semua! hahahahaha. makan apetizer plus minum teh anget dan aer mineral saja sudah menghabiskan kurang lebih Rp. 50.000. diakhir saat mau membayar, salah seorang sepupu saya yang tidak membawa duit cash cukup banyak akhirnya memilih menggesek kartu debetnya dan nanti kita bayar ke dia. setelah ia membayar ternyata katanya tidak semahal yang ia duga dan memutuskan dia aja yang bayar. horay!!!! walau tahu gitu tadi saya kudunya pesen makanan yah? hahahaha :p.

oia buat yang mau ke Ullen Sentalu tiket masuknya untuk pelajar adalah Rp. 15.000. untuk dewasa dienakan biaya Rp. 25.ooo. untuk pelajar asing dikenakan biaya Rp. 25.ooo dan untuk turis dewasa dikenakan biaya Rp. 50.000.

Bumi Bunga Bed & Breakfast

secara khusus saya membuat postingan mengenai sebuah tempat menginap yang berada di kawasan Bantul Yogyakarta. tempat menginap ini dimiliki oleh Tante dan Om saya dari pihak mama.

Bumi Bunga Bed & Breakfas (B4) ini baru saja launching tanggal 4 Agustus 2010. denger-denger sih alasan membangun B4 adalah sebagai persiapan untuk menampung keluarga MG saat wisata lebaran kemarin selain karena tante saya ingin memiliki berbisnis juga.

B4 ini terletak di Jl. Padokan Kidul RT 02/RW 18, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul – Yogyakarta. tidak begitu jauh dari tengah kota dan dekat dengan pabrik gula Madukismo serta dari Ring Road. cuma 5km menuju Malioboro!

B4 terdiri dari 3 buah kamar tidur, yang terdiri dari kamar Anyelir, Bakung, dan Cempaka. masing-masing kamarnya terdapat tempat tidur (dan bisa nambah ekstrabed juga),  ac, tv, kamar mandi yang bersih, dan lemari pakaian. servis yang diberikan juga cukup menyenangkan karena dengan menginap di sana kita mendapatkan sarapan dan jamuan teh sore hari, wi-fi 24 jam, drop off ke salah satu tempat/hari (bisa memilih dari 5 tempat), serta pemandangan pematang sawah di depan penginapan. udah berasa kayak liat sawah di Ubud Bali :D.soal harga, dengan fasilitas di atas, pemilik memberikan harga permalamnya dari mulai Rp. 225.000 – Rp. 275.000

untuk info lebih lengkap bisa klik di sini atau cek FB pemiliknya dengan nama Reni Anggraeni.

cheers!