Berkah Nama “Ira”

Di hari ulang tahun kemarin, saya lagi pengen banget makan enak malem-malem. Orang yang kemarin saya tarikin buat ikutan mikir kira-kira makanan apa yang enak, sempat memberikan beberapa pilihan tempat mulai dari Dim Sum ITB yang enak dan murah meriah sampai Hummingbird. Tadinya saya pengen makan sushi karena udah lama banget ga makan, tapi ditolak dengan alesan “mahal untuk bisa sampai kenyang banget!!”. Ya ya ya masuk akal kalo denger ceritanya 😀 .

Setelah berputar dan berputar antara mau ke Holy Ribs dan melihat-lihat ada promo buat yang ulang tahun di restoran mana aja, pilihan akhirnya sampai di Wing Stop Paskal23. Alesannya sesederhana karena kita sama-sama belum pernah nyobain Wing Stop ini. Apalagi di sana lagi ada promo beli 17 crunchy wings dapet diskon 45% untuk yang memiliki nama Agus, Ina, Dewi, Ira, Ika, Ria, Ana and Putri.

Awalnya saya ragu banget, karena Ira itukan nama panggilan dan tipis banget ada dinama lengkap saya. Tapi cobain dulu aja kali ya..kalo ditolak kita pilih menu yang lain atau bahkan makan di tempat lain. Ternyata saat ngobrol sama mbak kasirnya bisa dong pake nama saya. Akhirnya kita pesen deh paket promonya sambil ga sadar berapa jumlah sayap ayamnya. Beneran cuma lihat kalau bisa dapet diskonnya doang 😆 😆 . Awalnya sempet kaget sih karena kita dapet 17 potong sayap ayam!!! Itu banyak banget untuk kita yang cuma makan berdua. Tapi…yah hajar ajalah. Kita pun pesen ditambah 2 nasi dan 2 minuman yang bisa direfill. Ini pesen antara lapar, kalap, dan tanggung udah nyobain promosi. Hahahahaha!!!

Oia untuk 17 potong sayap ayamnya kita cuma bayar Rp.66.000,- belum termasuk pajak!! Beneran worth it bangetkan.

FullSizeRender (1)

Begitu pesanan nyampe di meja, kita ampe bengong ngeliatnya. Banyak yaaaaaa!!!! Di meja kita tersedia 17 potong sayap ayam dengan 4 bumbu pilihan, 2 saos dipping, 2 nasi, dan 2 minum. Kayaknya yang ngeliat kita bakal bengong deh :p . Berhubung momen langka tentu sama kita berdua diabadikan dan dikasi lihat di grup. Kita punya seorang temen yang kemaren-kemaren pengen banget makan Wing Stop soalnya.

Rasanya bahagia banget saat pertama kali nyobain Wing Stop bisa langsung pesen empat macam bumbu untuk ayamnya. Kita sih nyobainnya garlic parmesan, mango habanero, lousiana rub dan teriyaki. Begitu mencoba makan sayap ayam satu persatu dari setiap bumbunya, favorit kita sih mango habanero sama lousiana rub. Untuk teriyakinya kita ngerasanya kemanisan dan garlic Parmesannya biasa aja. Ga seenak lousiana rub.

Apakah kita berhasil ngabisin semuanya? Sayangnya engga. Sayap ayamnya sisa dua dan akhirnya kita bungkus.  Dipikir-pikir parah banget ya, berdua makan 15 potong sayap ayam sama nasi 😆 😆 .

Advertisements

Yumaju Coffee Shop

IMG_8314

Terima kasih buat temen-temen di Instagram yang membuat saya kenal sama tempat ngopi di Jalan Maulana Yusuf ini. Saya lagi pengen nyari tempat baru untuk ngerjain laporan yang menumpuk plus ngerevisi tesis *iyaaahh udah wisuda kapan, baru mau ngerjain revisian kapan*. Tempatnya ga perlu aneh-aneh asal ada wifi, kopinya enak dengan harga terjangkau, plus ada cemilan buat temen ngopi. Semuanya ada di Yumaju.

IMG_8269

IMG_8273

Saya semakin suka ke sini karena baristanya ngasi pilihan mau pake biji kopi apa. Saya yang sebenernya buta sama perbijian kopi ini jadi mulai tahu perbedaan dari biji Kopi Toraja sama Aceh Gayo. Baristanya juga ramah-ramah dan suka ngajak kita ngobrol semakin menambah kehangatan di Yumaju.

IMG_9314

Latte

IMG_8270

salah satu varian tehnya

IMG_8196

cokelat panas

Selain kopi, mereka juga menyediakan beragam varian teh yang enak-enak. Temen saya pernah mesen teh berrynya dan beneran harum dan kerasa manis gitu tehnya. Apalagi mereka emang ngeracik sendiri alias pake daun teh beneran.

Untuk cemilannya, disini ada beragam pilihan pastry. Saya sih seneng banget sama bolen mereka yang enak, ga terlalu manis dan harganya cuma sepuluh ribu rupiah!! Duh bahagia banget rasanya. Kalau mau yang agak berat, di Yumaju juga ada sandwich dan pilihan cemilan-cemilan ringan kayak bitterbalen. Kalau laper banget mereka nyediain juga sih kayak lontong kari, garang asem, nasi goreng, dan nasi dengan daging sapi tapi memang bukan bagian dari menu utamanya mereka ya.

IMG_8203

bolen pisangnya enaakkk

IMG_8204

salah satu menu nasinya

Di sini mereka punya pantry untuk tempat air mineral, gula, tisu, hingga saos. Mereka juga punya tempat khusus untuk tempat gelas dan piring kosong. Semuanya self service.  Jadi jangan lupa buat nyimpen bekas minuman dan makanan kita di sana.

Saya suka kalau dateng ke sini pagi-pagi karena masih sepi. Enak banget buat ngerjain laporan yang sering saya tumpuk *salahkan prokrastinasi*. Kalau udah siang, saya pilih sekalian makan aja di sini dan tetep ngerjain laporan. Pokoknya pantang pulang sebelum target hari ini selesai. Nasib banget suka ga konsen kalau ngerjain di rumah. Bawaannya pengen nonton dan tidur mulu. Makanya ketika dateng ke Yumaju saya bisa loh pesen kopi plus bolennya pagi-pagi lanjut makan siang dan pesen teh buat nemenin makan. Paling baristanya yang bosen lihat saya di sana 😀 . Oia berhubung emang harga kopi, teh, dan makanannya masuk akal banget, sepanjang hari di sana saya ngeluarin uang ga sampai 100.000.

IMG_9325

bagian luarnya adem banget buat ngobrol

Kalau malem ke sini, saya lebih seneng untuk ngobrol-ngobrol. Kayak H+3 lebaran, saya dan seorang sahabat ke sini buat ngeteh dan minum cokelat sambil ngobrol ngalor ngidul. Suasana dengan pencahayaan kuningnya bikin suasanya makin hangat.

Yumaju
Jl. Maulana Yusuf No. 10 Bandung
Buka dari jam 07.00

Carangan Ala Nasirun

img_9522

Dalam pewayangan dikenal sebuah lakon yang dinamai Carangan.

Carangan berasal dari kata dasar Cang yang dalam bahasa Jawa berarti miring, menyerong, atau menonjol, kemudian menjadi carang, dengan merujuk pada cabang-cabang kecil yang bertunas pada pepohonan. Ketika berbicara mengenai lakon Carangan berarti cerita yang tumbuh dan berkembang dari pakem yang ada.

Pada pameran Carangan Pak Nasirun di Nu Art Sculpture Park, fokusnya adalah menanggapi dari karya-karya Pak Nyoman Nu Arta yang berada di dalam galerinya. Selain itu, Iapun meletakkan berbagai karya seni yang dimilikinya dalam pojok-pojok dan ruangan yang ada di galeri. Dalam pameran ini, Pak Nasirun tidak hanya mencarang karya Pak Nyoman, tapi juga berbagai elemen yang ia temui.

Pada bagian pintu masuk, Pak Nasirun meletakkan sebuah karya  iring-iringan sebagai bentuk prosesi mengantarkan Dalang Slamet Gundono yang meninggal sebelum sempat melihat wayang Burung pesanannya kepada Nasirun. Iring-iringan ini terdiri dari wayang-wayang burung pesanan, kuda-kudaan kayu yang sudah dilukis ulang, serta perahu naga kayu dengan berbagai wayang-wayang ukuran kecil. Indah banget. Saya betah sekali melihat detail lukisan serta berbagai wayang-wayang ukuran kecil ini. Bahkan saya kaget sendiri saat melihat ada wayang berbentuk naga yang merupakan hewan di shio lahir saya.

129apple_img_9432

Pak Nasirun sedang menjelaskan karyanya

Di lantai dua, terdapat karya-karya lain dari Pak Nasirun. Terdapat sebuah gambar mengenai kemerdekaan dan juga berbagai kacamata yang dilukis oleh Nasirun. Saat datang ke sana, saya beruntung karena sedang ada Pak Nasirun yang menjelaskan karya-karyanya. Selain itu kita juga bisa melihat berbagai jenis wayang besar yang dibuat oleh Pak Nasirun.

img_2282

img_2283

img_2285

img_2286

Dalam ruangan ini kita juga bisa melihat seri stempel. Dalam seri stempel ini, Pak Nasirun memasang stempel dalam papan kayu dan merespon pola asli distempel dengan ukiran dan warna dalam pola ragam ornamen hias. Saya rasanya bisa satu jam untuk melihat detial setiap stempel yang ada.

129apple_img_9436

129apple_img_9496

129apple_img_9507

129apple_img_9508

Selain itu Pak Nasirun pun membuat seri figur tunggal di mana ia melukis dalam medium cat minyak di atas kanvas. Pada seri ini Pak Nasirun mencoba mencarang ikon-ikon simbolik yang berasal dari mitologi maupun religi. Ia juga memodifikasi figur-figur ikonik dari elemen serta gambar keseharian.

129apple_img_9504

129apple_img_9505

Di dalam galeri yang menyimpan sebagian besar karya Pak Nyoman Nu Arta, Pak Nasirun mencoba untuk mencarang patung-patung karya Pak Nyoman. Ia menghadirkannya dalam kanvas-kanvas yang diletakkan disekitar patung. Membuat saya dapat melihat dari perspektif dan persepsi yang berbeda-beda. Misalnya saja pada karya Pak Nyoman berbentuk Candi Borobudur, Pak Nasirun bisa membuat tiga lukisan dengan perspektif yang berbeda-beda.

Menurut Kurator Jim Supangkat, Proses Pak nasirun dalam berkarya ini membuatnya belajar memahami hakikat kemanusiaan dalam pencarian para seniman, yang pada setiap zaman terus mencoba memaknai, menafsir, dan menuliskan pengalamannya, sebagai kelanjutan pertumbuhan. Carangan dalam penelitian Marshal Clark merupakan proses pemikiran ulang, tidak menyangkal yang sudah ada, akan tetapi merupakan bentuk perpanjangan imajinatif terhadap karya asli. Disinilah Pak Nasirun menemukan tempat bagi dirinya dan kisahnya.

Saya sampai menghabiskan dua jam untuk melihat karya-karya yang ada. Itu pun belum sepenuhnya puas, karena karya-karya Pak Nasirun dalam ruang seni Pak Nyoman belum saya perhatikan detail satu persatu. Ingin rasanya kembali dan melihat carangan hasil karya Pak Nasirun.

Kumpul di Bellamie Boulangerie

Sebelum akhir tahun, saya dan teman-teman tidak memiliki rencana untuk berkumpul dan memilih untuk berkumpul di awal tahun saja. Saya pun berpikir untuk berdiam di rumah dan mengobrol dengan orangtua.

img_0637

Bellamie Boulangerie

Di awal tahun, saya dan beberapa teman yang dulu pernah ke Garut dan Bromo bareng memutuskan untuk bertemu dan makan siang di Bellamie Boulangerie. Tempatnya berada di Jl. Cihapit dan berada di atas Kambing Bakar Kairo. Di sini tempatnya terbagi dua, ada smoking dan non smoking. Tadinya sih saya mau milih di non smoking mengingat ada dua ibu hamil di sini, sayangnya non smoking room ini kecil, jadi cepet banget penuhnya.Untungnya smoking roomnya berupa joglo besar, tinggi, dan banyak area bukaan, jadi tidak bikin gerah dan bebas dari kepungan asap. Saya dan teman-teman pun memilih duduk di sofa demi kenyamanan ibu hamil. Duh seneng banget lihat temen-temen ini udah hamil!! Bentar lagi nambah ponakan buat digendong dan diajak main.

Untuk menunya, di sini terkenal dengan menu croissant dan sandwichnya. Tapi kalau merasa ga kenyang, juga ada menu pasta, steak, dan nasi sih. Berhubung Bellamie buka dari pagi, mereka juga menyediakan menu sarapan di sini. Pada lantai bawahnya, kita juga bis abeli roti dan kue untuk dibawa pulang!! Duh rasanya pengen dibeli semua roti dan kuenya!! Untuk minumannya ada berbagai jenis kopi, cokelat, dan jus sehat. Tapi saya lihat gelas jusnya kecil, jadi kurang puas gitu minumnya 😦 .

Sambil menantikan temen-temen yang lain, saya yang udah kelaparan memilih pesan crispy mushroom.

img_0639

crispy mushroom

Jamurnya endut-endut dan digoreng kering, tapi jamurnya tetep lembut!! Saus cocolannya sendiri ada dua jenis, saus tomat dan barbeque. Saya sih lebih senang saus barbequenya. Enak dan renyah!!

Menu andalan croissantnya adalah beef and mushroom carbonara sandwich. Tapi saya lihat dimenunya nampak enek gitu. Maklum saya ga terlalu suka keju dan saus krim, jadi saya lebih memilih beef  stroganoff sandwich.

img_0641

 Croissantnya memang juara!! Renyah dibagian luar dan lembut dibagian dalamnya. Menu ini datang ditemani kentang goreng besar besar dan selada. Rasanya enak banget!! Potongan dagingnya lembut dan sausnya juga ga terlalu gurih.

Saya pun memesan teh leci sebagai pendamping kedua makanan ini. Gelas tehnya besar dengan dua leci di dalamnya. Rasa lecinya juga tidak terlalu manis. Sesuai dengan kesukaan saya.

img_0644

Saya dan teman-teman puas banget makan dan ngobrol di sini. Memang beda ya kalau ngobrolnya sama yang udah pada nikah dan bersiap punya anak. Udah ga ngobrol galau kayak dulu lagi karena masih banyak hal penting lain yang perlu dipikirin *kayak biaya persalinan dan mau ngelahirin di mana* 😆 . Permasalahan hidup emang masih banyak, tapi kita yang milih untuk lebih fokus menyelesaikan permasalahan yang mana.

Melihat Nu Art Lebih Dekat

129apple_img_9430

Bagian depan Nu Art

Saya sudah lama penasaran dengan NuArt Sculpture Park, sebuah galeri seni yang berada di area Setra Duta. Setiap mau ke sini, ada aja halangannya. Mulai dari hujan ga ada temen, ga ada kendaraan, hingga lagi dipugar. Sebenernya, galeri yang satu ini deket banget dari rumah. Ga perlu jauh-jauh kayak ke Selasar Sunaryo. Tapi, saking deketnya malah belum sempat untuk menginjakkan kaki di galeri ini.

Akhirnya saya berkesempatan ke sini secara dadakan. Memang ya kalau direncanakan itu suka ga jadi aja, sedangkan kalau ngedadak malah jadi. Awalnya karena saya penasaran dengan foto-foto yang diunggah seorang teman di instagramnya. Kemudian tak disangka ia mengajak saya untuk ke sana karena sedang ada pameran. Pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya ke NuArt jugaaaa!!

129apple_img_9441

NuArt Sculpture Park ini baru saja selesai di renovasi tahun ini. Sehingga berbeda dengan sebelumnya, sekarang apabila ingin masuk ke dalam Nu Art, kita perlu membayar Rp.50,000,- untuk umum dan Rp.25,000,- untuk mahasiswa. Hiduplah kartu mahasiswa jadi bisa diskon 50%!!! Jangan lupa pula untuk menitipkan tas di bagian depan.

129apple_img_9445

Galerinya sendiri terbagi menjadi dua bagian, bagian dalam dan taman. Saat ini dibagian dalam sedang ada karya Pak Nyoman Nuarta yang berkolaborasi dengan Pak Nasirun. Untuk cerita lengkap soal ini, akan saya tulis terpisah ya.

129apple_img_9447

Salah satu karya favorit saya

Sedangkan bagian taman terdapat amphitheater untuk pertunjukan tari, musik, ataupun yang mau yoga bareng. Di sekitar taman ini, kita juga dapat melihat karya-karya Pak Nyoman Nuarta seperti paus, macan tutul, dan lain lain.

Di bagian belakang agak ke bawah, terdapat workshop Pak Nyoman Nu Arta. Kemarin sih saya melihat sedikit bagian dari proyek Garuda Wisnu Kencana. Yups, semua bagian Garuda Wisnu Kencana itu dikerjakannya dari Bandung, kemudian dibawa ke Bali.

129apple_img_9448

Berasa musim gugur

 

129apple_img_9459

Cokelat hangat dan hujan

 

129apple_img_9473

Me in a dreamland

Saya sih paling suka bagian tamannya. Rasanya adem dan asyik banget buat bengong atau piknik gitu. Kalau ingin bengong sambil berkhayal, di bagian amphitheater ada tempat buat duduk di bawah pohon. Paling seneng rasanya bengong di sana sambil melihat ke arah sungai.

img_9528

Tempat tenang buat nesis

Untuk yang laper, dibagian dalam ada sebuah restoran untuk duduk sambil menikmati suara aliran sungai yang berada di samping Nu Art. Apabila sekedar ingin minum dan menikmati suasana Nu Art, ada sebuah coffee shop di bagian depan, lengkap dengan colokan listrik. Coffee shop ini juga merupakan tempat nyaman untuk mengerjakan Tesis, karena tidak terlalu ramai dan bisa memandang ke arah taman. Adem banget!!!

Mencoba Menu Vegan Di Fortunate Coffee Bandung

Satu lagi nih tempat menyepi yang rada nyempil, Fortunate Coffee. Letaknya di Kebon Sirih. Kalau dari arah Stasiun Bandung, jalannya tepat disamping  gubernuran. Saya tahu tempat ini dari seorang teman. Katanya selain kopinya yang enak, makanan yang ada di sini adalah jenis makanan vegan!! Jadi penasaran sama tempatnya. Karena itu, setelah berkeliling dari Festival Bandung Mendongeng, saya menyempatkan diri ke sini.

Begitu sampai, wah tempatnya beneran nyempil dan hijau banget!!! Resmi bakal jadi tempat kesukaan saya buat duduk lama nih. Begitu masuk ke dalam, suasananya asli enak banget untuk menyendiri ngerjain tesis *oh tesis ini emang belum kelar kelar T__T*. Sayangnya, di sini saya ga ngeliat ada colokan. Jadi pastiin aja baterai laptopnya full ya.

img_9114

Suasana di Dalam Fortunate Coffee

img_9117

Fortunate Bread

Tempatnya juga instagramable!! Banyak sudut yang bisa dibuat untuk tempat swafoto. Di setiap mejanya pun ada quote mengenai waktu. Paling menarik adalah jam yang terletak di bagian belakang. Awalnya saya pikir hanya bentuknya saja yang seperti jam. Ternyata jam asli loh!!

img_9110

Jam

img_9112

img_9120

Pilihan Kopi

Untuk pecinta kopi, di sini banyak pilihan kopinya!! Saya sih nyobain pesenan temen: susu kedelai yang dicampur dengan es kopi. Ini menarik, karena semakin mencair si es kopi, semakin terasa kopinya. Enak banget!!! Sedangkan saya sendiri sih pesen orange joyful. Rasanya asem seger!!

img_9123

Es Kopi dan Susu Kedelai

img_9127

Orange Joyful

Makanannya sendiri saya memesan nasi capcay spesial. Maklum lagi laper, jadi butuh nasi. Nasinya terdiri dari capcay, rumput laut yang digoreng kering, dan dua buah sate yang dibuat dari gluten. Saya langsung jatuh cinta sama rumput laut gorengnya!! Enak bangetttt!! Satenya juga enak!! Ga kerasa lagi makan gluten.

img_9125

Nasi Capcay Spesial

Saya juga nyicipin spaghetti mushroom punya temen. Enak banget!! Saos tomatnya ringan dan seger. Duh lain kali ke sana mesti pesen ini. Sayang ga sempet difoto karena yang punya makanannya kelaperan.

img_9111

Game Board

Buat yang iseng ke sini, mereka juga menyediakan buku bacaan loh. Kemarin yang saya lihat sih buku-buku berisi gaya hidup sehat dan juga vegan. Selain itu di sini juga ada board game seperti kartu, catur, halma, congklak, atau ular tangga. Tapi saya ga ngubek banyak sih, soalnya lebih memilih ngobrol sama temen.

img_9113

About Time

Lain kali saya pasti ke sini lagi buat ngerjain Tesis atau numpang makan sehat 😀

Fortunate Coffee
Jln. Kebon Sirih No.21A
Open daily 10.00-21.00
Instagram: @fortunatecoffeebandung

Ngopi Santai di Two Cents

Satu lagi tempat ngopi yang sering saya datangi untuk ngobrol santai dengan kawan-kawan kesayangan, Two Cents. Saya lupa lagi tahu dari mana tempat ngopi ini, tapi yang pasti saya suka tempatnya!!

img_0666

Suasana di dalam Two Cents

Berada di tengah Bandung, tempat ini paling asyik karena deket dengan Jalan Riau yang banyak akses kendaraan umumnya. Jadi mau sampai malam di sini, pulangnya bakal dapet angkot 😀 . Dari sisi interiornya yang dominan kayu, bikin saya betah di sini. Saya juga suka tulisan-tulisan dan quote yang ada di kaca maupun dipiguranya. Selain itu, walau parkirannya suka penuh, suasana di dalem Two Cents ga pernah sampai berisik banget. Jadi tetap tenang kalau mau ngerjain kerjaan atau thesis. Wifi-nya juga cepet dan cukup banyak colokan membuat saya semakin betah di sini.

img_0665

spot duduk favorit

Selain varian kopinya yang banyak dan bisa manual brew, di sini juga ada banyak varian teh serta jus. Jadi kalau bosen ngopi, bisa pesan yang lain. Ga cuma ngejual minuman dan cake, di sini juga ada berbagai menu makanan dengan porsi yang bikin susah beranjak, alias banyak!! Jadinya kalau mau seharian di sini pun ga akan takut kelaparan. Saya hanya menyayangkan kenapa kalau memilih minuman yang dingin, kita akan mendapatkan gelas plastik. Padahal kalau pakai gelas yang bisa dicucikan bakal lebih ramah lingkungan.

img_0667

Thai Tea

Rasa kopinya sendiri enaak!! Jangan tanya ya soal detailnya, karena bukan pemerhati kopi 😀 . Saya juga suka sama jusnya, karena beneran dibuat fresh. Tehnya juga enak!! Apalagi teh di Two Cents pakai daun teh, jadi makin keluar aromanya. Untuk makanannya juga enak.

img_0672

Baked Rice

img_6979

breakfast? nope, it’s my late night snack!!

img_6610

Latte and Chocolate

Saya suka ngajakin orang-orang buat ke sini sekedar ngemil dan ngobrol ngnalor ngidul. Saya pernah ada di Two Cents dari jam 11 siang sampai jam 8 malam untuk ngobrol doang!! Hahaha!! Kalau lagi kumpul hore gini sih, semua juga diobrolin dan ga kerasa tahu-tahu udah malem aja.

Terakhir saya ke Two Cents, karena menantikan bukanya Kuma Ramen yang berada tidak jauh dari sini 😀 . Daripada bingung mau nunggu di mana, jadilah kita ngobrol dulu di sini.

Two Cents Coffee
Jl. Cimanuk No.2
Bandung
Website: twocentscoffee.co