Carangan Ala Nasirun

img_9522

Dalam pewayangan dikenal sebuah lakon yang dinamai Carangan.

Carangan berasal dari kata dasar Cang yang dalam bahasa Jawa berarti miring, menyerong, atau menonjol, kemudian menjadi carang, dengan merujuk pada cabang-cabang kecil yang bertunas pada pepohonan. Ketika berbicara mengenai lakon Carangan berarti cerita yang tumbuh dan berkembang dari pakem yang ada.

Pada pameran Carangan Pak Nasirun di Nu Art Sculpture Park, fokusnya adalah menanggapi dari karya-karya Pak Nyoman Nu Arta yang berada di dalam galerinya. Selain itu, Iapun meletakkan berbagai karya seni yang dimilikinya dalam pojok-pojok dan ruangan yang ada di galeri. Dalam pameran ini, Pak Nasirun tidak hanya mencarang karya Pak Nyoman, tapi juga berbagai elemen yang ia temui.

Pada bagian pintu masuk, Pak Nasirun meletakkan sebuah karya  iring-iringan sebagai bentuk prosesi mengantarkan Dalang Slamet Gundono yang meninggal sebelum sempat melihat wayang Burung pesanannya kepada Nasirun. Iring-iringan ini terdiri dari wayang-wayang burung pesanan, kuda-kudaan kayu yang sudah dilukis ulang, serta perahu naga kayu dengan berbagai wayang-wayang ukuran kecil. Indah banget. Saya betah sekali melihat detail lukisan serta berbagai wayang-wayang ukuran kecil ini. Bahkan saya kaget sendiri saat melihat ada wayang berbentuk naga yang merupakan hewan di shio lahir saya.

129apple_img_9432

Pak Nasirun sedang menjelaskan karyanya

Di lantai dua, terdapat karya-karya lain dari Pak Nasirun. Terdapat sebuah gambar mengenai kemerdekaan dan juga berbagai kacamata yang dilukis oleh Nasirun. Saat datang ke sana, saya beruntung karena sedang ada Pak Nasirun yang menjelaskan karya-karyanya. Selain itu kita juga bisa melihat berbagai jenis wayang besar yang dibuat oleh Pak Nasirun.

img_2282

img_2283

img_2285

img_2286

Dalam ruangan ini kita juga bisa melihat seri stempel. Dalam seri stempel ini, Pak Nasirun memasang stempel dalam papan kayu dan merespon pola asli distempel dengan ukiran dan warna dalam pola ragam ornamen hias. Saya rasanya bisa satu jam untuk melihat detial setiap stempel yang ada.

129apple_img_9436

129apple_img_9496

129apple_img_9507

129apple_img_9508

Selain itu Pak Nasirun pun membuat seri figur tunggal di mana ia melukis dalam medium cat minyak di atas kanvas. Pada seri ini Pak Nasirun mencoba mencarang ikon-ikon simbolik yang berasal dari mitologi maupun religi. Ia juga memodifikasi figur-figur ikonik dari elemen serta gambar keseharian.

129apple_img_9504

129apple_img_9505

Di dalam galeri yang menyimpan sebagian besar karya Pak Nyoman Nu Arta, Pak Nasirun mencoba untuk mencarang patung-patung karya Pak Nyoman. Ia menghadirkannya dalam kanvas-kanvas yang diletakkan disekitar patung. Membuat saya dapat melihat dari perspektif dan persepsi yang berbeda-beda. Misalnya saja pada karya Pak Nyoman berbentuk Candi Borobudur, Pak Nasirun bisa membuat tiga lukisan dengan perspektif yang berbeda-beda.

Menurut Kurator Jim Supangkat, Proses Pak nasirun dalam berkarya ini membuatnya belajar memahami hakikat kemanusiaan dalam pencarian para seniman, yang pada setiap zaman terus mencoba memaknai, menafsir, dan menuliskan pengalamannya, sebagai kelanjutan pertumbuhan. Carangan dalam penelitian Marshal Clark merupakan proses pemikiran ulang, tidak menyangkal yang sudah ada, akan tetapi merupakan bentuk perpanjangan imajinatif terhadap karya asli. Disinilah Pak Nasirun menemukan tempat bagi dirinya dan kisahnya.

Saya sampai menghabiskan dua jam untuk melihat karya-karya yang ada. Itu pun belum sepenuhnya puas, karena karya-karya Pak Nasirun dalam ruang seni Pak Nyoman belum saya perhatikan detail satu persatu. Ingin rasanya kembali dan melihat carangan hasil karya Pak Nasirun.

Kumpul di Bellamie Boulangerie

Sebelum akhir tahun, saya dan teman-teman tidak memiliki rencana untuk berkumpul dan memilih untuk berkumpul di awal tahun saja. Saya pun berpikir untuk berdiam di rumah dan mengobrol dengan orangtua.

img_0637

Bellamie Boulangerie

Di awal tahun, saya dan beberapa teman yang dulu pernah ke Garut dan Bromo bareng memutuskan untuk bertemu dan makan siang di Bellamie Boulangerie. Tempatnya berada di Jl. Cihapit dan berada di atas Kambing Bakar Kairo. Di sini tempatnya terbagi dua, ada smoking dan non smoking. Tadinya sih saya mau milih di non smoking mengingat ada dua ibu hamil di sini, sayangnya non smoking room ini kecil, jadi cepet banget penuhnya.Untungnya smoking roomnya berupa joglo besar, tinggi, dan banyak area bukaan, jadi tidak bikin gerah dan bebas dari kepungan asap. Saya dan teman-teman pun memilih duduk di sofa demi kenyamanan ibu hamil. Duh seneng banget lihat temen-temen ini udah hamil!! Bentar lagi nambah ponakan buat digendong dan diajak main.

Untuk menunya, di sini terkenal dengan menu croissant dan sandwichnya. Tapi kalau merasa ga kenyang, juga ada menu pasta, steak, dan nasi sih. Berhubung Bellamie buka dari pagi, mereka juga menyediakan menu sarapan di sini. Pada lantai bawahnya, kita juga bis abeli roti dan kue untuk dibawa pulang!! Duh rasanya pengen dibeli semua roti dan kuenya!! Untuk minumannya ada berbagai jenis kopi, cokelat, dan jus sehat. Tapi saya lihat gelas jusnya kecil, jadi kurang puas gitu minumnya 😦 .

Sambil menantikan temen-temen yang lain, saya yang udah kelaparan memilih pesan crispy mushroom.

img_0639

crispy mushroom

Jamurnya endut-endut dan digoreng kering, tapi jamurnya tetep lembut!! Saus cocolannya sendiri ada dua jenis, saus tomat dan barbeque. Saya sih lebih senang saus barbequenya. Enak dan renyah!!

Menu andalan croissantnya adalah beef and mushroom carbonara sandwich. Tapi saya lihat dimenunya nampak enek gitu. Maklum saya ga terlalu suka keju dan saus krim, jadi saya lebih memilih beef  stroganoff sandwich.

img_0641

 Croissantnya memang juara!! Renyah dibagian luar dan lembut dibagian dalamnya. Menu ini datang ditemani kentang goreng besar besar dan selada. Rasanya enak banget!! Potongan dagingnya lembut dan sausnya juga ga terlalu gurih.

Saya pun memesan teh leci sebagai pendamping kedua makanan ini. Gelas tehnya besar dengan dua leci di dalamnya. Rasa lecinya juga tidak terlalu manis. Sesuai dengan kesukaan saya.

img_0644

Saya dan teman-teman puas banget makan dan ngobrol di sini. Memang beda ya kalau ngobrolnya sama yang udah pada nikah dan bersiap punya anak. Udah ga ngobrol galau kayak dulu lagi karena masih banyak hal penting lain yang perlu dipikirin *kayak biaya persalinan dan mau ngelahirin di mana* 😆 . Permasalahan hidup emang masih banyak, tapi kita yang milih untuk lebih fokus menyelesaikan permasalahan yang mana.

Melihat Nu Art Lebih Dekat

129apple_img_9430

Bagian depan Nu Art

Saya sudah lama penasaran dengan NuArt Sculpture Park, sebuah galeri seni yang berada di area Setra Duta. Setiap mau ke sini, ada aja halangannya. Mulai dari hujan ga ada temen, ga ada kendaraan, hingga lagi dipugar. Sebenernya, galeri yang satu ini deket banget dari rumah. Ga perlu jauh-jauh kayak ke Selasar Sunaryo. Tapi, saking deketnya malah belum sempat untuk menginjakkan kaki di galeri ini.

Akhirnya saya berkesempatan ke sini secara dadakan. Memang ya kalau direncanakan itu suka ga jadi aja, sedangkan kalau ngedadak malah jadi. Awalnya karena saya penasaran dengan foto-foto yang diunggah seorang teman di instagramnya. Kemudian tak disangka ia mengajak saya untuk ke sana karena sedang ada pameran. Pucuk dicinta ulam tiba, akhirnya ke NuArt jugaaaa!!

129apple_img_9441

NuArt Sculpture Park ini baru saja selesai di renovasi tahun ini. Sehingga berbeda dengan sebelumnya, sekarang apabila ingin masuk ke dalam Nu Art, kita perlu membayar Rp.50,000,- untuk umum dan Rp.25,000,- untuk mahasiswa. Hiduplah kartu mahasiswa jadi bisa diskon 50%!!! Jangan lupa pula untuk menitipkan tas di bagian depan.

129apple_img_9445

Galerinya sendiri terbagi menjadi dua bagian, bagian dalam dan taman. Saat ini dibagian dalam sedang ada karya Pak Nyoman Nuarta yang berkolaborasi dengan Pak Nasirun. Untuk cerita lengkap soal ini, akan saya tulis terpisah ya.

129apple_img_9447

Salah satu karya favorit saya

Sedangkan bagian taman terdapat amphitheater untuk pertunjukan tari, musik, ataupun yang mau yoga bareng. Di sekitar taman ini, kita juga dapat melihat karya-karya Pak Nyoman Nuarta seperti paus, macan tutul, dan lain lain.

Di bagian belakang agak ke bawah, terdapat workshop Pak Nyoman Nu Arta. Kemarin sih saya melihat sedikit bagian dari proyek Garuda Wisnu Kencana. Yups, semua bagian Garuda Wisnu Kencana itu dikerjakannya dari Bandung, kemudian dibawa ke Bali.

129apple_img_9448

Berasa musim gugur

 

129apple_img_9459

Cokelat hangat dan hujan

 

129apple_img_9473

Me in a dreamland

Saya sih paling suka bagian tamannya. Rasanya adem dan asyik banget buat bengong atau piknik gitu. Kalau ingin bengong sambil berkhayal, di bagian amphitheater ada tempat buat duduk di bawah pohon. Paling seneng rasanya bengong di sana sambil melihat ke arah sungai.

img_9528

Tempat tenang buat nesis

Untuk yang laper, dibagian dalam ada sebuah restoran untuk duduk sambil menikmati suara aliran sungai yang berada di samping Nu Art. Apabila sekedar ingin minum dan menikmati suasana Nu Art, ada sebuah coffee shop di bagian depan, lengkap dengan colokan listrik. Coffee shop ini juga merupakan tempat nyaman untuk mengerjakan Tesis, karena tidak terlalu ramai dan bisa memandang ke arah taman. Adem banget!!!

Mencoba Menu Vegan Di Fortunate Coffee Bandung

Satu lagi nih tempat menyepi yang rada nyempil, Fortunate Coffee. Letaknya di Kebon Sirih. Kalau dari arah Stasiun Bandung, jalannya tepat disamping  gubernuran. Saya tahu tempat ini dari seorang teman. Katanya selain kopinya yang enak, makanan yang ada di sini adalah jenis makanan vegan!! Jadi penasaran sama tempatnya. Karena itu, setelah berkeliling dari Festival Bandung Mendongeng, saya menyempatkan diri ke sini.

Begitu sampai, wah tempatnya beneran nyempil dan hijau banget!!! Resmi bakal jadi tempat kesukaan saya buat duduk lama nih. Begitu masuk ke dalam, suasananya asli enak banget untuk menyendiri ngerjain tesis *oh tesis ini emang belum kelar kelar T__T*. Sayangnya, di sini saya ga ngeliat ada colokan. Jadi pastiin aja baterai laptopnya full ya.

img_9114

Suasana di Dalam Fortunate Coffee

img_9117

Fortunate Bread

Tempatnya juga instagramable!! Banyak sudut yang bisa dibuat untuk tempat swafoto. Di setiap mejanya pun ada quote mengenai waktu. Paling menarik adalah jam yang terletak di bagian belakang. Awalnya saya pikir hanya bentuknya saja yang seperti jam. Ternyata jam asli loh!!

img_9110

Jam

img_9112

img_9120

Pilihan Kopi

Untuk pecinta kopi, di sini banyak pilihan kopinya!! Saya sih nyobain pesenan temen: susu kedelai yang dicampur dengan es kopi. Ini menarik, karena semakin mencair si es kopi, semakin terasa kopinya. Enak banget!!! Sedangkan saya sendiri sih pesen orange joyful. Rasanya asem seger!!

img_9123

Es Kopi dan Susu Kedelai

img_9127

Orange Joyful

Makanannya sendiri saya memesan nasi capcay spesial. Maklum lagi laper, jadi butuh nasi. Nasinya terdiri dari capcay, rumput laut yang digoreng kering, dan dua buah sate yang dibuat dari gluten. Saya langsung jatuh cinta sama rumput laut gorengnya!! Enak bangetttt!! Satenya juga enak!! Ga kerasa lagi makan gluten.

img_9125

Nasi Capcay Spesial

Saya juga nyicipin spaghetti mushroom punya temen. Enak banget!! Saos tomatnya ringan dan seger. Duh lain kali ke sana mesti pesen ini. Sayang ga sempet difoto karena yang punya makanannya kelaperan.

img_9111

Game Board

Buat yang iseng ke sini, mereka juga menyediakan buku bacaan loh. Kemarin yang saya lihat sih buku-buku berisi gaya hidup sehat dan juga vegan. Selain itu di sini juga ada board game seperti kartu, catur, halma, congklak, atau ular tangga. Tapi saya ga ngubek banyak sih, soalnya lebih memilih ngobrol sama temen.

img_9113

About Time

Lain kali saya pasti ke sini lagi buat ngerjain Tesis atau numpang makan sehat 😀

Fortunate Coffee
Jln. Kebon Sirih No.21A
Open daily 10.00-21.00
Instagram: @fortunatecoffeebandung

Ngopi Santai di Two Cents

Satu lagi tempat ngopi yang sering saya datangi untuk ngobrol santai dengan kawan-kawan kesayangan, Two Cents. Saya lupa lagi tahu dari mana tempat ngopi ini, tapi yang pasti saya suka tempatnya!!

img_0666

Suasana di dalam Two Cents

Berada di tengah Bandung, tempat ini paling asyik karena deket dengan Jalan Riau yang banyak akses kendaraan umumnya. Jadi mau sampai malam di sini, pulangnya bakal dapet angkot 😀 . Dari sisi interiornya yang dominan kayu, bikin saya betah di sini. Saya juga suka tulisan-tulisan dan quote yang ada di kaca maupun dipiguranya. Selain itu, walau parkirannya suka penuh, suasana di dalem Two Cents ga pernah sampai berisik banget. Jadi tetap tenang kalau mau ngerjain kerjaan atau thesis. Wifi-nya juga cepet dan cukup banyak colokan membuat saya semakin betah di sini.

img_0665

spot duduk favorit

Selain varian kopinya yang banyak dan bisa manual brew, di sini juga ada banyak varian teh serta jus. Jadi kalau bosen ngopi, bisa pesan yang lain. Ga cuma ngejual minuman dan cake, di sini juga ada berbagai menu makanan dengan porsi yang bikin susah beranjak, alias banyak!! Jadinya kalau mau seharian di sini pun ga akan takut kelaparan. Saya hanya menyayangkan kenapa kalau memilih minuman yang dingin, kita akan mendapatkan gelas plastik. Padahal kalau pakai gelas yang bisa dicucikan bakal lebih ramah lingkungan.

img_0667

Thai Tea

Rasa kopinya sendiri enaak!! Jangan tanya ya soal detailnya, karena bukan pemerhati kopi 😀 . Saya juga suka sama jusnya, karena beneran dibuat fresh. Tehnya juga enak!! Apalagi teh di Two Cents pakai daun teh, jadi makin keluar aromanya. Untuk makanannya juga enak.

img_0672

Baked Rice

img_6979

breakfast? nope, it’s my late night snack!!

img_6610

Latte and Chocolate

Saya suka ngajakin orang-orang buat ke sini sekedar ngemil dan ngobrol ngnalor ngidul. Saya pernah ada di Two Cents dari jam 11 siang sampai jam 8 malam untuk ngobrol doang!! Hahaha!! Kalau lagi kumpul hore gini sih, semua juga diobrolin dan ga kerasa tahu-tahu udah malem aja.

Terakhir saya ke Two Cents, karena menantikan bukanya Kuma Ramen yang berada tidak jauh dari sini 😀 . Daripada bingung mau nunggu di mana, jadilah kita ngobrol dulu di sini.

Two Cents Coffee
Jl. Cimanuk No.2
Bandung
Website: twocentscoffee.co

Ngopi di Pinggir Hutan

IMG_6362Kopi Armor

Berjalan-jalan di sekitar hutan ataupun sedang berkemah paling syahdu dan nikmat banget ketika bisa ngopi sambil diiringi pemandangan indah dan bunyi jangkrik. Atau minum kopi hangat, bermain gitar, serta bersendau gurau dengan teman ketika camping di hutan tuh asyik banget!! Sekarang sih udah ga perlu jauh-jauh ke Cikole Lembang, ataupun ke Ciwidey untuk merasakan sensasi minum kopi di Hutan. Kita bisa menikmatinya di Kopi Armor yang terletak di pinggir Taman Hutan Raya Juanda (Tahura), Bandung.

Armor kopi ini berada di dekat pintu masuk Tahura, tidak jauh dari tempat parkir. Akan tetapi karena letaknya yang berada di dalam kwasan Tahura, kita jadi harus membayar biaya masuk sebesar Rp.11.000,- untuk WNI dan Rp.50.000,- untuk WNA. Karena sudah membayar untuk masuk kawasan hutannya, saya dan teman-teman memilih tracking santai di sekitaran Tahura. Kita jalan-jalan sekitar 2 jam bolak balik baru deh istirahat di Kopi Armor.

Tempatnya beneran natural. Kursi dan mejanya terdiri dari kayu-kayu. Untuk bagian di pinggir danau ada beberapa yang menggunakan kursi besi. Kalau lagi hujan, ada bagian dalam yang bisa jadi tempat untuk berteduh. Saran saya sih untuk yang mau santai di sini, lebih baik ke Armor ketika hari kerja atau pagi di akhir pekan.

IMG_6363tempatnya nyaman banget buat ngopi

IMG_6365duduk-duduk sambil ngeliat hutan

Untuk jenis kopinya sendiri ada Robusta, Liberica, serta Arabica. Biji kopinya sendiri banyak banget pilihan biji kopi dari tiap jenis juga banyak. Buat yang ingin nyari biji kopi untuk di rumah, mereka ngejual bijinya loh!! Metode seduhan kopinya juga beragam mulai dari V60, French Press, Flat Bottom, Moka Pot, Ibrik, sampai kopi tubruk. Tinggal dipilih. Kalau ga suka kopi, di sini juga menjual beberapa jenis teh seperti green tea, Oolong, serta Black Tea.

IMG_6367pilihan biji kopinya banyak

Saya sendiri memilih kopi robusta dengan metode Vietnam Drip. Rasanya nikmat banget!! Manisnya pas. Saya juga sempat nyicip milk tea dan green teanya. Buat saya tehnya juga ga kalah enak. Untuk panganannya sendiri, di sini hanya menjual camilan seperti pisang goreng, bala bala (bakwan), ataupun bitterballen. Mereka juga menyediakan nama makanan yang rada aneh seperti Risolinda ataupun bukan risol tapi buah-buah cinta. Haduh apa banget ya ini nama makanannya 😆 . Yang paling bikin bengong adalah Kamingsun -___-“ . Kesel sendiri deh baca menu makanannya 😆 .

IMG_6368menu cemilannya 😀

IMG_6373pisang goreng dan milk tea hangat

IMG_6374Vietnam Drip

IMG_6376Bala-bala alias Bakwan

IMG_6407greent tea

Armor Kopi Bandung
Taman Hutan Raya Juanda
Bandung

Ngobrol di Blue Doors Coffee

IMG_8916

Buat pecinta kopi dan lagi pengen ngilang dari ramainya kota, Blue doors bisa jadi pilihan. Tempatnya sendiri nyempil dan ga ada plangnya. Beneran tersembunyi. Saat pertama kali nginjekin kaki di sini, udah jatuh cinta sama area merokoknya yang dipenuhi tumbuhan. Jadi buat non perokok yang tetep mau ngobrol di depan, bisa ngerasa sedikit seger ya.

IMG_8915area merokok yang hijau

Untuk menu kopinya sendiri, mereka nyediain single origin serta turunan ekspreso. Piilihan biji kopinya di sini lumayan banyak. Untuk makanannya sendiri, ga ada makanan berat, cuma cemilan dan cake aja. Saya ke sini berdua sama Aya memesan ice chocolate dan cafe latte. Ice chocolatenya enakkkk!!! Cokelatnya ga terlalu pekat dan pakai susu juga. Buat yang suka minuman cokelat ga bikin enek, bisa cobain. Sedangkan cafe lattenya sendiri menurut saya enak enak aja.

IMG_8902Es Cokelat

IMG_8905Ice Coffee Latte

Saya suka banget ke Blue Doors karena tempatnya yang kecil dan vintage. Banyak banget barang-barang antiknya. Mulai dari pintu toko berwarna biru itu, condiment stationnya dengan meja kayu yang bisa ditutup plus serbet kotak-kotaknya, pigura-pigura di didinding,, bahkan toiletnya juga keren banget!! Eh tapi kalau untuk toiletnya saya malah jadi spooky 😀

IMG_8901area depan difoto dari tempat saya duduk

IMG_8912greeting cards-nya lucu lucu

IMG_8910condiment station

IMG_8913“coffee”

Buat yang  mencari tempat untuk kerja dengan wifi kenceng, Blue Doors bukan tempatnya!! Mereka sendiri udah ngasi tahu kalau ga menyediakan wifi kenceng lewat tulisan di depannya. Buat saya pribadi, Blue Doors ini lebih asyik buat menyendiri, bengong, nulis-nulis di buku jurnal, sampai baca novel. Suasanya mendukung banget! Blue Doors juga tempat yang pas untuk curhat dan ngobrol santai. Apalagi tanpa wifi kenceng, keinginan untuk lihat-lihat hp jadi berkurang dan bisa lebih fokus ngobrol.

IMG_8898please talk

IMG_8908sometimes…

Blue Doors Coffee
Jl. Gandapura No.61
Bandung