Yumaju Coffee Shop

IMG_8314

Terima kasih buat temen-temen di Instagram yang membuat saya kenal sama tempat ngopi di Jalan Maulana Yusuf ini. Saya lagi pengen nyari tempat baru untuk ngerjain laporan yang menumpuk plus ngerevisi tesis *iyaaahh udah wisuda kapan, baru mau ngerjain revisian kapan*. Tempatnya ga perlu aneh-aneh asal ada wifi, kopinya enak dengan harga terjangkau, plus ada cemilan buat temen ngopi. Semuanya ada di Yumaju.

IMG_8269

IMG_8273

Saya semakin suka ke sini karena baristanya ngasi pilihan mau pake biji kopi apa. Saya yang sebenernya buta sama perbijian kopi ini jadi mulai tahu perbedaan dari biji Kopi Toraja sama Aceh Gayo. Baristanya juga ramah-ramah dan suka ngajak kita ngobrol semakin menambah kehangatan di Yumaju.

IMG_9314

Latte

IMG_8270

salah satu varian tehnya

IMG_8196

cokelat panas

Selain kopi, mereka juga menyediakan beragam varian teh yang enak-enak. Temen saya pernah mesen teh berrynya dan beneran harum dan kerasa manis gitu tehnya. Apalagi mereka emang ngeracik sendiri alias pake daun teh beneran.

Untuk cemilannya, disini ada beragam pilihan pastry. Saya sih seneng banget sama bolen mereka yang enak, ga terlalu manis dan harganya cuma sepuluh ribu rupiah!! Duh bahagia banget rasanya. Kalau mau yang agak berat, di Yumaju juga ada sandwich dan pilihan cemilan-cemilan ringan kayak bitterbalen. Kalau laper banget mereka nyediain juga sih kayak lontong kari, garang asem, nasi goreng, dan nasi dengan daging sapi tapi memang bukan bagian dari menu utamanya mereka ya.

IMG_8203

bolen pisangnya enaakkk

IMG_8204

salah satu menu nasinya

Di sini mereka punya pantry untuk tempat air mineral, gula, tisu, hingga saos. Mereka juga punya tempat khusus untuk tempat gelas dan piring kosong. Semuanya self service.  Jadi jangan lupa buat nyimpen bekas minuman dan makanan kita di sana.

Saya suka kalau dateng ke sini pagi-pagi karena masih sepi. Enak banget buat ngerjain laporan yang sering saya tumpuk *salahkan prokrastinasi*. Kalau udah siang, saya pilih sekalian makan aja di sini dan tetep ngerjain laporan. Pokoknya pantang pulang sebelum target hari ini selesai. Nasib banget suka ga konsen kalau ngerjain di rumah. Bawaannya pengen nonton dan tidur mulu. Makanya ketika dateng ke Yumaju saya bisa loh pesen kopi plus bolennya pagi-pagi lanjut makan siang dan pesen teh buat nemenin makan. Paling baristanya yang bosen lihat saya di sana 😀 . Oia berhubung emang harga kopi, teh, dan makanannya masuk akal banget, sepanjang hari di sana saya ngeluarin uang ga sampai 100.000.

IMG_9325

bagian luarnya adem banget buat ngobrol

Kalau malem ke sini, saya lebih seneng untuk ngobrol-ngobrol. Kayak H+3 lebaran, saya dan seorang sahabat ke sini buat ngeteh dan minum cokelat sambil ngobrol ngalor ngidul. Suasana dengan pencahayaan kuningnya bikin suasanya makin hangat.

Yumaju
Jl. Maulana Yusuf No. 10 Bandung
Buka dari jam 07.00

Mencoba Menu Vegan Di Fortunate Coffee Bandung

Satu lagi nih tempat menyepi yang rada nyempil, Fortunate Coffee. Letaknya di Kebon Sirih. Kalau dari arah Stasiun Bandung, jalannya tepat disamping  gubernuran. Saya tahu tempat ini dari seorang teman. Katanya selain kopinya yang enak, makanan yang ada di sini adalah jenis makanan vegan!! Jadi penasaran sama tempatnya. Karena itu, setelah berkeliling dari Festival Bandung Mendongeng, saya menyempatkan diri ke sini.

Begitu sampai, wah tempatnya beneran nyempil dan hijau banget!!! Resmi bakal jadi tempat kesukaan saya buat duduk lama nih. Begitu masuk ke dalam, suasananya asli enak banget untuk menyendiri ngerjain tesis *oh tesis ini emang belum kelar kelar T__T*. Sayangnya, di sini saya ga ngeliat ada colokan. Jadi pastiin aja baterai laptopnya full ya.

img_9114

Suasana di Dalam Fortunate Coffee

img_9117

Fortunate Bread

Tempatnya juga instagramable!! Banyak sudut yang bisa dibuat untuk tempat swafoto. Di setiap mejanya pun ada quote mengenai waktu. Paling menarik adalah jam yang terletak di bagian belakang. Awalnya saya pikir hanya bentuknya saja yang seperti jam. Ternyata jam asli loh!!

img_9110

Jam

img_9112

img_9120

Pilihan Kopi

Untuk pecinta kopi, di sini banyak pilihan kopinya!! Saya sih nyobain pesenan temen: susu kedelai yang dicampur dengan es kopi. Ini menarik, karena semakin mencair si es kopi, semakin terasa kopinya. Enak banget!!! Sedangkan saya sendiri sih pesen orange joyful. Rasanya asem seger!!

img_9123

Es Kopi dan Susu Kedelai

img_9127

Orange Joyful

Makanannya sendiri saya memesan nasi capcay spesial. Maklum lagi laper, jadi butuh nasi. Nasinya terdiri dari capcay, rumput laut yang digoreng kering, dan dua buah sate yang dibuat dari gluten. Saya langsung jatuh cinta sama rumput laut gorengnya!! Enak bangetttt!! Satenya juga enak!! Ga kerasa lagi makan gluten.

img_9125

Nasi Capcay Spesial

Saya juga nyicipin spaghetti mushroom punya temen. Enak banget!! Saos tomatnya ringan dan seger. Duh lain kali ke sana mesti pesen ini. Sayang ga sempet difoto karena yang punya makanannya kelaperan.

img_9111

Game Board

Buat yang iseng ke sini, mereka juga menyediakan buku bacaan loh. Kemarin yang saya lihat sih buku-buku berisi gaya hidup sehat dan juga vegan. Selain itu di sini juga ada board game seperti kartu, catur, halma, congklak, atau ular tangga. Tapi saya ga ngubek banyak sih, soalnya lebih memilih ngobrol sama temen.

img_9113

About Time

Lain kali saya pasti ke sini lagi buat ngerjain Tesis atau numpang makan sehat 😀

Fortunate Coffee
Jln. Kebon Sirih No.21A
Open daily 10.00-21.00
Instagram: @fortunatecoffeebandung

Farewell Starbucks BIP

img_8329

Malam terakhir melihat pemandangan dari tempat duduk favorit

“Mbak, tahukan ya kalau ini hari terakhir kita buka?”

Hati saya mencelos. Bulan ini adalah kali pertama saya kembali menginjakkan kaki ke gerai kopi ini. Kalau saya tidak menguatkan tekad untuk membeli cokelat hangat demi mengurangi pusing dan menemani Teh Silva berdiskusi, mungkin saya akan menyesal keesokan harinya. Tuhan memiliki cara sendiri untuk membuat saya datang ke Starbucks BIP hari ini.

Sudah delapan bulan lebih sejak saya sering mendatangi tempat ini untuk berkegiatan. Mulai dari berdiskusi, menulis tesis, mengerjakan laporan, berkontemplasi, bersendau gurau, saling ngebully, cerita ngalor ngidul, menunggu waktu menonton gigs di IFI, mengunduh film atau tv series, hingga sekedar memandang hujan bersama orang-orang terdekat. Saya pun bertemu dengan beberapa teman lama ketika sedang duduk di sini.

Bulan-bulan sebelumnya tempat ini sesekali saya datangi untuk membaca novel, mendengarkan curhat adik-adik ketemu gede, bertukar pikiran dengan sepupu in crime, dan tempat saya curhat.

Sampai baristanya mengingat saya dan sering bertanya kalau saya jarang datang. Baristanya juga hafal dengan kebiasaan saya yang lebih memilih untuk menggunakan gelas kaca ataupun mug daripada gelas karton maupun plastik. Hari ini pun salah seorang baristanya sempat berkata “terima kasih ya mbak Ira sudah menjadi reguler customer kami”. Akkkk sungguh sedih mendengarnya 😥

Starbucks BIP memang berbeda dari starbucks yang lain. Tempatnya tidak terlalu ramai dan ada meja tersendiri yang sedikit terpisah dari meja-meja yang lain. Kalaupun sedang ramai, kami tetap bisa berkonsentrasi mengerjakan tesis di sini. Berbeda dengan suasana Starbucks Ciwalk yang lebih cocok untuk tempat mengobrol. Suhu ruangannya tidak terlalu dingin seperti Starbucks di Dipati Ukur. Jarak tempuh ke BIP pun bisa dilakukan dengan berjalan kaki dari kampus.

Tempat duduk favorit saya, Koko Erlang, Teh Silva, dan Ijal adalah di sebelah counter, dipisah oleh tempat display tumbler. Sedikit tersembunyi dari hiruk pikuk bagian depan. Dengan meja yang lebih tinggi dan colokan, kami betah duduk di sana dari pagi hingga sore atau dari siang hingga malam. Tempat ini memang membuat kami lebih leluasa untuk berdiskusi dan berkonsentrasi dengan apa yang sedang kami kerjakan. Bahkan ada waktu-waktu kami nyaris setiap hari ke sana untuk mengerjakan tesis. Berlama-lama di Starbucks BIP ini bahkan sudah menghasilkan seseorang yang lulus dari S2, dua orang yang seminar UP, dan seorang lagi yang hampir seminar UP.

page

Support Group Tesis

Tempat mungkin berganti, tetapi saya tidak akan lupa akan kenangan yang ada di sana. Farewell Starbucks BIP.

*Ditulis kala hujan menyapa Bandung, ditemani lagu-lagu Banda Neira

Ngopi Santai di Two Cents

Satu lagi tempat ngopi yang sering saya datangi untuk ngobrol santai dengan kawan-kawan kesayangan, Two Cents. Saya lupa lagi tahu dari mana tempat ngopi ini, tapi yang pasti saya suka tempatnya!!

img_0666

Suasana di dalam Two Cents

Berada di tengah Bandung, tempat ini paling asyik karena deket dengan Jalan Riau yang banyak akses kendaraan umumnya. Jadi mau sampai malam di sini, pulangnya bakal dapet angkot 😀 . Dari sisi interiornya yang dominan kayu, bikin saya betah di sini. Saya juga suka tulisan-tulisan dan quote yang ada di kaca maupun dipiguranya. Selain itu, walau parkirannya suka penuh, suasana di dalem Two Cents ga pernah sampai berisik banget. Jadi tetap tenang kalau mau ngerjain kerjaan atau thesis. Wifi-nya juga cepet dan cukup banyak colokan membuat saya semakin betah di sini.

img_0665

spot duduk favorit

Selain varian kopinya yang banyak dan bisa manual brew, di sini juga ada banyak varian teh serta jus. Jadi kalau bosen ngopi, bisa pesan yang lain. Ga cuma ngejual minuman dan cake, di sini juga ada berbagai menu makanan dengan porsi yang bikin susah beranjak, alias banyak!! Jadinya kalau mau seharian di sini pun ga akan takut kelaparan. Saya hanya menyayangkan kenapa kalau memilih minuman yang dingin, kita akan mendapatkan gelas plastik. Padahal kalau pakai gelas yang bisa dicucikan bakal lebih ramah lingkungan.

img_0667

Thai Tea

Rasa kopinya sendiri enaak!! Jangan tanya ya soal detailnya, karena bukan pemerhati kopi 😀 . Saya juga suka sama jusnya, karena beneran dibuat fresh. Tehnya juga enak!! Apalagi teh di Two Cents pakai daun teh, jadi makin keluar aromanya. Untuk makanannya juga enak.

img_0672

Baked Rice

img_6979

breakfast? nope, it’s my late night snack!!

img_6610

Latte and Chocolate

Saya suka ngajakin orang-orang buat ke sini sekedar ngemil dan ngobrol ngnalor ngidul. Saya pernah ada di Two Cents dari jam 11 siang sampai jam 8 malam untuk ngobrol doang!! Hahaha!! Kalau lagi kumpul hore gini sih, semua juga diobrolin dan ga kerasa tahu-tahu udah malem aja.

Terakhir saya ke Two Cents, karena menantikan bukanya Kuma Ramen yang berada tidak jauh dari sini 😀 . Daripada bingung mau nunggu di mana, jadilah kita ngobrol dulu di sini.

Two Cents Coffee
Jl. Cimanuk No.2
Bandung
Website: twocentscoffee.co

Ngobrol di Blue Doors Coffee

IMG_8916

Buat pecinta kopi dan lagi pengen ngilang dari ramainya kota, Blue doors bisa jadi pilihan. Tempatnya sendiri nyempil dan ga ada plangnya. Beneran tersembunyi. Saat pertama kali nginjekin kaki di sini, udah jatuh cinta sama area merokoknya yang dipenuhi tumbuhan. Jadi buat non perokok yang tetep mau ngobrol di depan, bisa ngerasa sedikit seger ya.

IMG_8915area merokok yang hijau

Untuk menu kopinya sendiri, mereka nyediain single origin serta turunan ekspreso. Piilihan biji kopinya di sini lumayan banyak. Untuk makanannya sendiri, ga ada makanan berat, cuma cemilan dan cake aja. Saya ke sini berdua sama Aya memesan ice chocolate dan cafe latte. Ice chocolatenya enakkkk!!! Cokelatnya ga terlalu pekat dan pakai susu juga. Buat yang suka minuman cokelat ga bikin enek, bisa cobain. Sedangkan cafe lattenya sendiri menurut saya enak enak aja.

IMG_8902Es Cokelat

IMG_8905Ice Coffee Latte

Saya suka banget ke Blue Doors karena tempatnya yang kecil dan vintage. Banyak banget barang-barang antiknya. Mulai dari pintu toko berwarna biru itu, condiment stationnya dengan meja kayu yang bisa ditutup plus serbet kotak-kotaknya, pigura-pigura di didinding,, bahkan toiletnya juga keren banget!! Eh tapi kalau untuk toiletnya saya malah jadi spooky 😀

IMG_8901area depan difoto dari tempat saya duduk

IMG_8912greeting cards-nya lucu lucu

IMG_8910condiment station

IMG_8913“coffee”

Buat yang  mencari tempat untuk kerja dengan wifi kenceng, Blue Doors bukan tempatnya!! Mereka sendiri udah ngasi tahu kalau ga menyediakan wifi kenceng lewat tulisan di depannya. Buat saya pribadi, Blue Doors ini lebih asyik buat menyendiri, bengong, nulis-nulis di buku jurnal, sampai baca novel. Suasanya mendukung banget! Blue Doors juga tempat yang pas untuk curhat dan ngobrol santai. Apalagi tanpa wifi kenceng, keinginan untuk lihat-lihat hp jadi berkurang dan bisa lebih fokus ngobrol.

IMG_8898please talk

IMG_8908sometimes…

Blue Doors Coffee
Jl. Gandapura No.61
Bandung

CUPS Coffee and Kitchen

Sebulan kebelakang ini, saya lagi suka dengan sebuah tempat ngopi di Bandung, CUPS Coffee and Kitchen. Tempatnya sendiri terbilang dekat dengan kampus saya, memiliki wifi yang mumpuni, ada colokannya, ada cemilan baik manis ataupun asin, pilihan musiknya juga oke, dan kopinya enak!! Saking seringnya ke sini, curiga mbak dan mas pelayannya udah hafal dengan saya 😀 .

IMG_5802suasana CUPS Coffee and Kitchen

Tempatnya walaupun ga rame-rame banget, tapi ga sepi juga. Selain itu ga terlalu berisik. Penempatan kursi yang satu dengan yang lain dapat dikatakan cukup baik sehingga kalau ngobrol ga saling mengganggu gitu. Selain itu, ada area merokok dan tidak merokok yang dipisahkan oleh tangga. Senang rasanya ketika mengerjakan laporan tidak terganggu asap rokok. Bagian atap yang tinggi juga membuat pertukaran udara di dalam kafe maksimal, ga bikin pengap. CUPS Coffee and Kitchen juga memberikan wadah untuk seniman memamerkan karya mereka di sini. Seperti ketika terakhir saya ke sini, sedang ada pameran “The Sacred Path” yang menampilkan berbagai gambar tatto.

IMG_5197area merokok yang dibatasi oleh tangga

IMG_5804life as a journey

Saya bisa berlama-lama duduk di sini dari siang hingga malam. Mulai dari membuat laporan, ngeblog, mencari bahan thesis, ngeliatin orang yang berada di dalam kafe, baca novel, ngemil, sampai balik lagi bikin laporan. Walaupun begitu, saya memang belum khatam nyobain semua menunya ya. Apalagi bagian kopi panasnya. Maklum, Bandung belakangan lagi panas, jadilah saya lebih memilih minuman dingin.

IMG_5199area coffee bar

Pilihan untuk makanan dan minumannya memang tidak terlalu banyak. Untuk minumannya, CUPS memiliki menu kopi, cokelat, teh, dan air mineral. Menu kopinya sendiri memang tidak banyak dan tidak ada pilihan origin coffee. Pilihan kopi yang tersedia di sini adalah espresso based  seperti espresso, ristretto, americano, machiato, magic, mocha, flat white, latte, affogato, atau green tea latte. Sedangkan makanannya, tidak ada makanan berat. Menu makanan paling beratnya adalah burger dan sandwich. Cemilannya mulai dari berbagai jenis platters, onion rings, chicken wings, french fries, salad, sup, cake, waffle, dan pancake.

IMG_5500pojokan favorit

IMG_5803salah satu hiasan dinding di CUPS coffee and kitchen

Untuk pilihan minumannya, saya sudah mencoba empat menu. Mulai dari chocolate with marshmallow, hot chocolate, affogato, dan latte. Saya sempat bertanya apa bedanya chocolate with marshmallow dan chocolate biasa. Ternyata perbedaannya berada ditambahan sirup vanilla dan dua butir marshmallow. Saat awal mencoba chocolate with marshmallow, saya merasa cokelatnya terlalu manis. Saat kembali mengunjungi CUPS, sayapun mencoba chocolate biasa. Rasanya lebih pas dilidah dan tidak terlalu manis. Untuk affogato-nya sendiri enak!! Perpaduan pahit espresso dan manis es krim vanillanya beneran bercampur dengan baik dilidah saya. Sampai-sampai salah seorang teman selalu memesan menu ini ketika di CUPS. Menu kopi yang selalu saya pesan adalah latte ice. Perpaduan 1/3 espresso dan 2/3 susunya pas. Untuk yang tidak terlalu suka kopi, bisa mencoba minuman yang satu ini.

IMG_5205Tatakannya lucu ya 🙂

Cemilannya sendiri, saya seringnya membeli platters karena terdiri dari berbagai jenis cemilan seperti onion ring, sosis, french fries, dori goreng tepung, ayam goreng tepung, bahkan mozzarella goreng tepung. Semuanya enak 😆 . Apalagi kentang gorengnya karena tebal, garing di luar tapi ga bikin dalemnya kering, dan diberi bumbu diatasnya. Selain itu saya pernah mencoba chicken wings yang berisi enam potong ayam dan satu saus pilihan. Bumbu ayamnya sendiri enak dan cukup meresap ke dalam daging. Caesar salad-nya juga seger banget. Selada yang dicampur dengan saus caesar-nya ga bikin eneg. Ayam yang dipanggangnya juga enak. Begitu datang ke meja, langsung abis tak bersisa.

IMG_5237platter

IMG_5209chicken wing

IMG_5810menu platter yang lain, latte, dan novel Lukisan Hujan

IMG_5234caesar salad

Minuman dan makanan yang enak, suasana yang menyenangkan, harga yang terbilang worth it, serta pelayanan yang baik membuat saya betah berlama-lama di sini.

Epic Coffee Yogyakarta

IMG_0275Let The Coffee Tell The Story

Oktober tahun lalu, saya ke Yogya untuk menghadiri nikahan sepupu bernama Kak Bunga. Malam setelah pesta nikahannya, kami para sepupu dan teman dekatnya diundang untuk makan malem di Epic Coffee yang terletak di Jalan Palagan.

IMG_0255Tampak depan

Saat melihat bangunannya, mengingatkan akan Miss Bee Provider Bandung. Lihat saja bangunan depannya serasa masuk ke rumah kaca. Saat itu, berhubung rombongannya banyak, Kak Bunga memesan tempat duduk di luar. Udara yang dingin dan bebas polusi serta langit yang cerah, beneran bikin suasana nyaman banget untuk ngumpul dan ngobrol ngalor ngidul.

IMG_0257tempat duduk di luar

Bagaimana dengan makanan dan minumannya? Enyaaakkkk!! Kayaknya semua appetizer  dikeluarin semua deh sama Epic Coffe. Ada yang sempet ke foto, ada yang langsung masuk mulut karena……….. kalap *nunduk*. Untuk menu perkopiannya, mereka menyediakan berbagai single origin coffee seperti kopi Luwak, Flores Wolowio, Papua, Java Sindoro, Pantan Musara, serta Mandhaeling. Selain itu Epic Coffee juga menyediakan varian espresso seperti cappuccino, piccolo, americano, flat white, latte, hingga affogato. Mereka juga menyediakan varian blended coffee, cokelat, teh, milkshake, smoothies, squash, hingga fresh juice. Untuk yang ga doyan kopi, tetep bisa minum dan nongkrong di sini 😀 . Bagaimana dengan menu makanannya? Rata-rata sih western food seperti salad, sandwich, steak, pasta, ayam, ataupun fish and chips.

IMG_0261Epic Nachos

Epic Nachos yang dipesan ini adalah nachos dengan saus salsa homemade, kacang merah, dan keju meleleh. Saus salsa asam manis, asinnya keju, plus kacang merah ini enak banget!!

IMG_0262lupa lagi nama menunya, yang pasti tetep enak 😆

IMG_0292Watercress and Beetroot Salad

Watercress and Beetroot Salad ditambah smooked beefgoat cheese, bawang bombay merah, dan balsamic dressing ini adalah pesanan Tane. Kita awalnya bengong saat melihat menu ini 😆 . Kirain bukan tipe salad gitu makanannya. Walaupun begitu, tetep aja abis.

IMG_0298Warm Croque Monsieur

Untuk makanan yang satu ini, kembali kesalahan berada di pemesannya 😆 . Jadi sepupu saya yang memesan ini bukan pemakan daging dan ayam. Alhasil smooked beef-nya dihabiskan oleh yang lain lalu sepupu saya ini berbagi dengan Tane yang makanannya lebih banyak sayuran. Kita sampai bercanda pesanan mereka tertukar 😆 .

IMG_0293Fish and Chips

Fish and Chips-nya enak. Si ikannya digoreng ga terlalu kering, jadi daging ikannya masih lembut dan ga kering. Saus tartarnya juga enak.

IMG_0294Grilled Rosemary Chicken

Grilled Rosemary Chicken ini disajikan bareng tumisan baby potato dan wortel, seladam dan mushroom sauce. Ayamnya lembut dan harum, tumisannya juga enak *elus perut*.

IMG_0271Hot Chocolate

IMG_0276bagian teras dari Epic Coffee

Senang sekali menikmati waktu mengobrol dengan sepupu-sepupu dan makan enak. Happy time, happy tummy 😀 . Oia, dibagian dalam dari Epic Coffee ini juga ada Epilog Furniture juga. Furniture yang kebanyakan terbuta dari kayu ini bikin ngiler pengen punya. Untungnya belum punya rumah sendiri, jadi hanya bisa kagum dan seneng ngeliat barang-barangnya.