[EF}#28 I Love The Mountain Song

I often share my favorite song in my blog, so for today challenge I want to share another song. This is the children song *maybe some of you know this song already*.

I knew about this song last week when I had study group about Waldorf School. I feel excited about this new concept of school (I will share it later for this). We sang this song as a warm up before the study begin. It was really fun and helped to improve my concentration because we can sing it as a group of four and sing around like in the video.

This is the lyric:
(1) I love the mountains
I love the rolling hill
(2) I love the flowers
I love the daffodils
(3) I love the fireside
When the lights are low
(4) Boom dee-a-da Boom dee-a-da
Boom dee-a-da Boom dee-yay
Boom dee-a-da Boom dee-a-da
Boom dee-a-da Boom dee-yay

* This post is submission for English Friday Challange
** Feel free to be grammar Nazi 🙂

Advertisements

One Ok Rock

What waits for you?
What’s breaking through?
Nothing for good
You’re sure it’s true?

Saya sering banget nulis potongan lirik One Ok Rock di blog ini. Perkenalan awal saya dengan grup musik asal jepang ini saat mendengarkan Ghoose House mengcover salah satu lagu mereka. Perkenalan selanjutnya saat Ingga mengenalkan dengan salah satu lagu yang jadi status messangernya. Lagu-lagu One Ok Rock juga menemani saya ketika lagi galau akut tahun lalu. Lagunya beneran bikin nambah galau dan mikir, sebut saja lagu Nothing Help, Mr Gandai Speaker, Heartache, Decision, sama Mighty Long Fall.  Band rock ini juga punya lirik yang bisa bikin mikir dan motivasi macam Be The Light atau C.h.a.o.s.m.y.t.h. Lagu yang sweet juga mereka punya, sebutu saja lagu Wherever you are, bikin meleleh kalau baca liriknya!!

Buat yang kemarin-kemarin nonton Rurouni Kenshin The Movie, One Ok Rock menjadi pengisi soundtrack ending ketiga film itu!! Band rock yang terdiri dari Taka, Toru, Ryota, dan Tomoya ini ga melulu punya lagu Bahasa Jepang, tapi sering kali di mix antara Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Mangkanya gampang banget kebawa perasaan kalau denger lagu mereka 😀 .  Taka, vokalisnya suka duet dengan beberapa grup band asing seperti simple plan di lagu Summer Paradise dan Againts The Current bawain lagu Dreaming Alone. Cobain deh nonton dan dengerin lagu-lagu mereka.

One Ok Rock – Mighty Long Fall

One Ok Rock – Heartache

nontonin studio jam session ini beneran bikin trenyuh!! Ini juga ending soundtracknya Rurouni Kenshin The Movie

Paling baru, saya bengong sendiri saat mereka mengcover lagu Vanessa Carlton yang Thousand Miles. Duh terpukau banget nontonnya. Apalagi Takanya ganteng banget waktu konser di Yokomaha ini.

One Ok Rock – A Thousand Miles

Againts The Current feat Taka

Sebenarnya dua tahun yang lalu mereka udah ngegelar konser di Indonesia. Apa daya waktu itu saya belum kenal banget sama band rock yang satu ini. Berharap banget mereka bakal konser di Indonesia lagi, aamiin.

Battle of Surabaya, There is No Glory in War

gambarnya pinjem dari sini

Sudah ada yang menonton Battlle of Surabaya? Dari judulnya saja, ini adalah film animasi Indonesia. Saya semangat banget pengen nonton film ini. Baru tahu kemarin kalau filmnya sudah ada di bioskop. Pagi-pagi waktu ngecek di cgv blitz, ternyata film ini sudah turun dari Blitz PVJ Bandung. Langsung cek ke 21 Cineplex dan tinggal di Empire 21 BIP dan BTC 21. Langsung nonton hari ini juga sebelum filmnya turun dari bioskop.

Film animasi ini berlatar belakang perang yang terjadi di Surabaya pasca perebutan Hotel Yamato dari pihak Belanda. Di film ini dikisahkan Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang kemudian membawa misi sebagai kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia pra peperangan 10 November 1945 di Surabaya yang dikenal dengn Pertempuran Surabaya. Selain surat rahasia Musa juga mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya. Bersama sahabatnya Yumna dan Danu, Musa mengalami petualangan hebat hingga banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Saya beneran terpukau banget sama animasinya yang keren. Menurut saya yang awam ini sih segitu rapi ya. Kalau liat dari segi gaya animasinya, memang belum Indonesia banget, masih ngingetin sama film-film animasi dari Studio Gibli. Wajah Musanya masih terlalu Jepang. Mungkin efek saya kebanyakan nonton anime ya 😀 , tapi saya suka dengan gambar animasi untuk tokoh Soekarno, Hatta, Bung Tomo, dan Gubernur Suryo yang mirip aslinya. Semoga ke depannya animator Indonesia punya gayanya sendiri.

Dari sisi sejarah penceritaannya, mungkin masih harus lihat fakta sejarahnya ya. Seperti tanggal atau pun tokoh-tokoh di dalamnya. Apalagi dengan penambahan cerita soal pasukan Kipas Hitam dari Jepang. Takutnya jadi mengaburkan fakta sejarah. Aneh aja lihat ada semacam ninja yang ikutan bantu Sekutu dan VOC saat perang di Surabaya. Penceritaan sejarahnya juga kurang lengkap dan melompat-lompat, jadi bakal rada bingung kalau belum baca sejarah soal perang 10 November 1945. Selain itu perpindahan cerita antara satu tempat ke tempat lain masih kurang smooth. Ngomongin soal perang, berhubung filmnya untuk 13 tahun ke atas, tentunya ga banyak adegan perang berdarah-darah yang ditampilkan, walau ya jadi aneh sih ketika ditembak ga ada darah yang ngucur 😀 . Filmnya juga memang lebih fokus ke perjuangan Musa sebagai kurir pengantar pesan tentara ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Kalau dari segi bahasa, saya suka animasi ini menggunakan bahasa sesuai dengan tokohnya. Maksudnya kalau tentara Inggris, ngomongnya Bahasa Inggris (tanpa aksen british ya, kan susah niru aksen sexy Birtish), orang Belanda sesekali ngomong Belanda, dan yang orang Jepang, ngomongnya pakai Bahasa Jepang. Walaupun saat lagi bareng-bareng jadinya pada ngomong Bahasa Inggris. Selain itu beberapa tentara Indonesia ada yang menggunakan logat Suroboyoan dan juga Batak. Yah walaupun memang belum konsisten di semua tokoh ya. Seperti seorang tentara bernama Danu yang diisi suaranya oleh Reza Rahardian, lebih kerasa orang Indonesia dengan wajah Jepang daripada orang Surabaya.

Pesan moral di animasi ini memang kental banget. Seperti judulnya, there is no glory in war. Ga ada kejayaan yang di dapat dari perang. Filmnya juga manusiawi banget. Ga semua orang Jepang jahat, begitu juga orang Belanda. Tetapi, apapun itu, perang tentu ga bawa kebahagiaan. Banyaknya korban tak berdosa dari berbagai pihak menegaskan bahwa memang ga ada yang bisa didapatkan dari perang. Mungkin yang agak ganggu saat Danu mengatakan soal orang-orang Indonesia banyak yang korupsi dan ongkang ongkang kaki duduk di pemerintahan. Ini sih seperti pesan mengatakan keresahan masyarakat saat ini terhadap pemerintah Indonesia, tapi kan jadi rada ga sinkron sama cerita -___-“

 Secara keseluruhan, saya kagum dengan animator-animator Indonesia yang berani memulai untuk membuat film animasi Indonesia. Apalagi ditayangkan di Bulan Agustus yang masih bernuansa kemerdekaan. Semoga ke depannya film animasi Indonesia bisa lebih baik lagi.

Soal Perempuan dan Kehidupannya

Saya sukses mewek saat menonton video ini. Di dalam video ini, saya mengenal beberapa wajah yang blognya suka saya singgahi seperti Mbak Shasy dan Mbak Ainun. Perempuan-perempuan Indonesia ini memiliki masalahnya masing-masing, penilaian orang terhadap mereka, serta ketakutan-ketakutan yang ada dipikiran mereka sendiri.

Saya pernah ngerasain perasaan yang sama, ngerasain bersalahnya, serta ngerasain kadang suka egois dengan hidup yang dipilih ini. Terus makin berkaca-kaca saat ngeliat video dari orang-orang yang mereka sayangi, dengerin pendapat dan ucapan tulus untuk para perempuan di video itu, sungguh bikin hati ini hangat dan akhirnya menjatuhkan air mata.

menjadi perempuan seutuhnya itu ketika kita mencintai kehidupan yang kita jalani

Saya membuat beberapa keputusan-keputusan dalam hidup saya. Terkadang masih loh kepikiran pilihan yang saya jalani ini egois banget, kayak ga mikirin perasaan orang disekitar saya. Padahal kalau saya ga milih ini, bisa aja kehidupan saya sudah A atau B. Nyesel? kadang ada sih. Tapi ya buat apa, toh ini adalah jalan yang saya pilih, tentunya sudah merupakan tanggung jawab saya untuk menghadapi resiko-resiko terhadap pilihan itu. Pilihan saya ini adalah hasil terbaik dari berbagai pilihan yang ada. Saya tetap mencintai kehidupan yang sedang saya jalani ini. Hari inipun saya bisa berbahagia, tertawa bersama teman-teman yang saya temui dari berbagai pilihan telah dibuat, dan saya juga berusaha menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertunda.

Video ini sungguh menginspirasi.
Selamat hari Kartini untuk semua perempuan Indonesia 🙂 .

See You Again

It’s been a long day…

Saya tidak menyangka saat pertama kali menonton film sendiri dibioskop, saya akan menangis. Bukan karena sedih nonton sendiri ya, tapi karena sedih menonton akhir dari Fast and Furious 7. Akhir film ini merupakan salam perpisahan serta bentuk penghormatan dari para pemain Fast and Furious kepada Paul Walker. Apalagi ketika saya mendengar lagu yang dinyanyikan oleh Wiz Khalifa bersama Charlie Puth ini, serta kata-kata terakhir Dom ke Brian, saya sampai ngerasa nyesek sendiri.

Whether I’m a quarter mile away or halfway across the world, the most important thing in life will always be the people in this room, mi familia. You’ll always be with me, you’ll always be my brother.” 

Saya ga tahu apakah akan ada kelanjutan dari Fast and Furious. Tetapi, kalau boleh memilih, saya ingin Fast and Furious selesai di seri ketujuhnya ini saja. Akhir dari film ini sudah cukup banget untuk mengakhiri semua serinya. Lagi pula apalah arti Dom tanpa Brian, serasa sayur tanpa garam, hambar.

When I see you again…

Thinking Out Loud

Saya beneran menahan nafas saat menonton video klip dari Ed Sheeran yang Thinking Out Loud. Narinya keren banget!!! Sampai saya ulang-ulang terus video klipnya 😆 . Bahkan sampai mencari video behind the scene-nya dan melihat bagaimana Ed Sheeran latihan nari hingga bisa seperti di video klip ini. Beneran bikin kangen sama latihan dansa latin yang pernah saya ikuti.

Tarian di video klip ini, termasuk dalam kategori dansa latin, tepatnya dansa rumba. Rumba sendiri berasal dari kata “rumbear” yang berarti bersenang-senang, hadir untuk menari. Dansa rumba berkembang di Kuba dan termasuk salah satu jenis dansa yang lambat dibandingkan dengan cha-cha ataupun jive, sehingga sering dikategorikan sebagai dansa yang romantis. Lihat saja di video klipnya Ed Sheeran, beneran romantis bangetkan?!

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Hari ini Tulus mengeluarkan video klip “Jangan Cintai Aku Apa Adanya” dari album Gajah. Nonton videonya membuat hati hangat dan tahu-tahu kok berkaca-kaca sik? *anaknya gampang terharu*.

Saya suka melihat video klipnya karena ada beberapa adegan menari Jawa. Sangat Indonesia. Saya yang selalu punya keinginan untuk mencoba belajar tari tradisional serasa diingatkan dengan keinginan lama tersebut. Semoga bisa kesampaian mencoba menari tradisional.

Menonton video klip ini serasa bukan berjudul “Jangan Cinta Aku Apa Adanya” tetapi lebih ke “Cintai aku apa adanya”. Jangan-jangan maksudnya Tulus membuat lagu ini lebih ke sarkasme gitu ya? Mengingatkan kalau saling sayang itu perlu menerima pasangannya dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Bahagia dengan hal-hal sederhana, serta saling menyemangati pasangannya. Bukan menuntut pasangannya untuk berubah seperti keinginan kita, tetapi lebih ke mau menerima pasangan apa adanya dan tidak kebayakan menuntut pasangannya. Toh bukankah awalnya kita mencintai pasangan itu apa adanya ya? Kalau setelah berubah, akankah kita masih mencintainya sama seperti saat awal bertemu?