Manusia Kuat

Manusia kuat adalah salah satu lagu Tulus yang membuat saya kembali semangat untuk berjuang dengan masalah-masalah yang terjadi dalam hidup ini. Seperti ketika saya dihadapkan dengan masalah tesis, lagu ini pun menjadi salah satu lagu penyemangat.

Kau bisa merebut senyumku, tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku, tapi aku tahu obatnya

Dua hari yang lalu, lagu berjudul Manusia Kuat ini pun dibuat menjadi video klip. Saat melihat awal videonya, saya langsung curiga Tulus berkolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre asal Yogya. Buat yang belum tahu Papermoon Puppet Theatre, coba inget-inget lagi deh di film AADC2 saat Rangga ngajak Cinta nonton pertunjukan boneka. Saya sendiri tahu mengenai Peppermoon ini sejak lama, tapi belum berhasil untuk nonton pertunjukkannya.

Melihat videonya, saya merasa diingatkan untuk tidak takut dengan apa yang terjadi di hadapan kita. Kita ga tahu masalah yang akan dihadapi seperti apa. Bisa jadi masalah masalah yang terjadi seperti kerikil sandungan yang mematahkan kaki untuk melangkah atau melumpuhkan tangan yang ingin terus berjuang. Bisa juga masalah yang dihadapi menghilangkan senyum atau bikin hati terluka. Atau mungkin jalan yang sepertinya baik-baik aja tiba-tiba runtuh, luluh lantak. Tapi kita adalah jiwa-jiwa yang kuat, dan kalau dikerjain pelan-pelan, diberesin satu-satu masalahnya, masalah pun bakal selesai.

Ga perlu jauh-jauh, menurut saya ngerjain tesis itu bener-bener memakan seluruh jiwa dan raga. Masalah-masalah yang berhubungan dengan tesis ini selalu muncul silih berganti. Sampai saya pernah ada dititik pengen udahan dan memilih kerja. Tapi, walau bolak balik jatuh bangun, saya akhirnya bisa menyelesaikan tesis juga.

Mungkin untuk beberapa orang, tugas akhir bukanlah masalah berat. Mungkin sedang ada yang bermasalah dengan perasaan. Beneran, soal ini pun saya pernah mengalaminya. Macam jalan lurus yang udah dibangun bertahun-tahun luluh lantak. Pernaaahhh!! Tapi saya berhasil melewatinya juga.

Makanya nonton video klip Tulus yang ini beneran berasa diingetin. Seperti apapun masalah yang lagi dihadapi, kita pasti bisa melewatinya. Mungkin sekarang lagi ada di titik terbawah, tapi pasti bisa dilewatin.

Karena…

manusia-manusia kuat, itu kita..jiwa-jiwa yang kuat, itu kita!!

Jangan Cintai Aku Apa Adanya

Hari ini Tulus mengeluarkan video klip “Jangan Cintai Aku Apa Adanya” dari album Gajah. Nonton videonya membuat hati hangat dan tahu-tahu kok berkaca-kaca sik? *anaknya gampang terharu*.

Saya suka melihat video klipnya karena ada beberapa adegan menari Jawa. Sangat Indonesia. Saya yang selalu punya keinginan untuk mencoba belajar tari tradisional serasa diingatkan dengan keinginan lama tersebut. Semoga bisa kesampaian mencoba menari tradisional.

Menonton video klip ini serasa bukan berjudul “Jangan Cinta Aku Apa Adanya” tetapi lebih ke “Cintai aku apa adanya”. Jangan-jangan maksudnya Tulus membuat lagu ini lebih ke sarkasme gitu ya? Mengingatkan kalau saling sayang itu perlu menerima pasangannya dengan semua kekurangan dan kelebihannya. Bahagia dengan hal-hal sederhana, serta saling menyemangati pasangannya. Bukan menuntut pasangannya untuk berubah seperti keinginan kita, tetapi lebih ke mau menerima pasangan apa adanya dan tidak kebayakan menuntut pasangannya. Toh bukankah awalnya kita mencintai pasangan itu apa adanya ya? Kalau setelah berubah, akankah kita masih mencintainya sama seperti saat awal bertemu?

Konser Gajah Tulus

IMG_0997Tulus

Setelah tahun lalu, Tulus berhasil menggelar konser tunggalnya bertajuk “Diorama“, tahun ini Tulus kembali menggelar konser tunggalnya bertajuk “Gajah”. Saya, sebagai penggemar musik-musiknya Tulus, tentu ga mau melewatkan konsernya ini. Konsernya sendiri diadakan tanggal 25 September 2014 di Sabuga Bandung. Tulisan ini baru dimuat setelah Tulus menyelesaikan konsernya di Jakarta 😀 .

IMG_1002full band dan pemain tambahan

Sepanjang konser, saya merasa dinyanyiin sama Tulus. Lagu-lagu-nya saat itu pas banget dengan keadaan saya yang lagi dalam titik terendah. Konser Tulus ini bagaikan penanda untuk saya menjadi lebih baik lagi dan ga lama-lama dengan kesedihan yang saya rasakan. Lagu pembuka untuk konser ini aja berjudul “Baru” dan saya paling keras nyanyi saat bagian “inilah aku yang baru!!” 😆 . Lagu berikutnya yang saya hayati banget nyanyinya adalah “bumerang”. Selanjutnya Tulus juga menyanyikan lagu “gajah”.

IMG_1021saat menyanyikan “mengagumimu dari jauh”

Lagu lain yang saya suka adalah “mengagumimu dari jauh” dan “tuan nona kesepian” karena dibawakan secara acapela. Sukaaaaa banget. Saya juga sempet brebes mili alias menjatuhkan air mata saat Tulus menyanyikan lagu “teman hidup” dengan arrangement yang baru. Duh rasanya tuh luar biasa.

IMG_1010tulus dan penari topeng

Saya selalu menyukai konser Tulus. Selalu ada kejutan dalam konsernya. Kali ini Tulus menghadirkan seorang penari topeng sebelum memulai lagu “Diorama”. Tulus juga menyanyikan lagu dari Jikustik berjudul, “1000 tahun lamanya”. Saya juga dibuat kagum saat seorang pemusik bernama Hiroaki Kato menyanyikan lagu “sepatu” dalam bahasa Jepang. Kebahagian lain adalah saat Tulus menyanyikan “tanggal merah”, dikarenakan mengobati kerinduan saya dengan tiga orang personil dari 4peniti *kapan ya bisa nonton 4peniti konser lagi?*. Kejutan lain adalah kehadiran pemain biola dari “She” saat lagu “Sewindu”.

IMG_1012serasa 70an


Tulus bersama personil 4peniti

Saya resmi puas banget menonton konser Tulus kali ini. Move on dari konsernya lumayan lama, karena bolak balik nyanyiin dan dengerin lagu dari konser ini 😀

Konser Gajah Tulus – Baru, Bumerang

Satu lagi video orang yang saya ambil dari youtube soal konser gajah dari Tulus di Bandung. Saya suka sekali kedua lagu ini. Mungkin efek lagi mengalaminya juga kali ya *lah curcul*. Menurut saya, lagu berjudul Baru ini menceritakan tentang laki-laki yang dulu dicuekin dan malah jadi bahan lelucon si perempuan. Lalu ia berubah dan menjadi lebih baik, hingga di perempuan ini berbalik jadi memandang dia, tetapi semuanya sudah terlambat, karena si laki-lakinya udah move on. Lagu ini memberikan energi tersendiri kepada saya untuk tetap kuat dan tidak terlihat lemah di hadapan orang lain dan tetap melangkah ke depan, sehingga saya bisa tetap berjalan sambil bernyanyi: “nikmatilah…kejutanku…Ini aku yang baru. Nikmatilah…rasa rindu…tak lagi dikuasamu. Dari dulu kamu tahu, patuh aku demi kamu. Dulu lalu tinggal dulu, inilah aku yang baru!!”

Lagu kedua yang dinyanyikan oleh Tulus adalah lagu bumerang. Kalau lagu yang ini berbicara soal orang yang diselingkuhin sama pasangannya sendiri. Menceritakan soal ia yang sudah melangkah dan tidak peduli, sementara pasangannya masih sibuk dengan si selingkuhannya, membuat bumerang untuk dirinya sendiri, karena bagaimanapun juga berbuat sendiri biasanya akan dapat balasannya juga. Saya termasuk yang percaya, apapun yang awalnya tidak baik seperti selingkuh, akhirnya juga tidak akan bahagia. Kebayangnya, kalau jadiannya aja dari selingkuh, bisa ajakan dia melakukan hal yang sama di kemudian hari? Ini beberapa potongan lirik dari lagu bumerang: “Dia biarkanku jatuh cinta, lalu dia pergi seenaknya. Dihantui ragu, tapi tak peduli, gegabah jadi alasannya. Sudah jauh kini, aku berjalan tinggalkan dirimu. Tak kulihat lagi, apa yang membutakan ragamu. Sementara kau sibuk dengan permainanmu, sibuk dengan hati yang lain, nama yang lain. Sibuk merakit, bumerang tuk menyerangmu. Berbalik menyerangmu.

Jadi mau sampai kapan merakit bumerang?

Konser Gajah Tulus – Satu Hari di Bulan Juni, Teman Pesta, Kisah Sebentar

Masih dari konser Gajah-nya Tulus. Lagu satu hari di bulan Juni ini, mengingatkan saya sama bulan Juni tahun ini. Sepanjang hari kerjaannya nyetel lagu ini. Benar-benar penguat banget lagunya. Saya suka dibagian awal lagu ini. Baca deh lirik untuk “satu hari di bulan Juni” :
Kita tak perlu terlalu, banyak uang. Kita bahagia, mesti tak ke mana-mana. Kamu cantik, meski tanpa bedak. Rasakan ini senang, didadaku memilikimu. Peluk aku, merdu ku dengar, debar jantungmu. Oh tenang sayang, semua akan baik-baik saja….”
Menenangkan banget ga sih lagunya? 😀

Video ini kemudian melanjutkan dengan lagu “teman pesta” yang dimedley dengan “kisah sebentar”. Dilihat-lihat sebenernya lirik lagu satu dengan yang lain ini agak kontradiktif. Di satu sisi, lagu “teman pesta” ini kayak yang ikhlas banget merelakan orang yang dia cintai buat bahagia. Lihat saja lirik lagunya:
Aku jatuh cinta pada kekuranganmu, aku yang selalu punya waktu untukmu. Aku teman pestamu, ku ingin kau bahagia. Aku teman pestamu, ku ingin menghiburmu. Aku teman pestamu, berdansa, menari, kan kulakukan. Aku teman pestamu, ku bisa kau andalkan. Aku teman pestamu, aku cinta padamu“.

Lirik “teman pesta” ini beda banget dengan lirik “kisah sebentar”. Apalagi yang dinyanyikan saat konser adalah bagian reff dari lagunya. Liriknya seperti ini:
Ayo ingat kata-katamu, kau takkan tinggalkan aku. Ayo ingat kata-katamu, selamanya kamu hanya untuk aku. Ayo ingat kata-katamu, sayang cinta kamu segalanya. Ayo ingat kata-katamu, selamanya kamu hanya untuk aku“.
Kerasa kayak yang sebel karena si pasangannya meninggalkan ia dengan segala janji manis yang dulu pernah diucapkan. Saampai perlu diingatkan gitu ucapannya.

Konser Gajah Tulus – Mengagumimu dari Jauh

Tanggal 25 September kemarin, Tulus kembali mengadakan konser keempatnya di Sasana Budaya Ganesha alias SABUGA Bandung. Untuk cerita konsernya menyusul ya. Ini adalah video yang saya temukan dari youtube. Saya ingin mengingat kembali konser yang sukses bikin perasaan saya naik dan turun dalam waktu yang bersamaan. Konser kali ini nontonnya pake hati 😆

Saya suka sama lirik lagu ini!! Ini adalah potongan lagunya:

Bukan ku tak percaya diri.
Tapi aku tahu diri..
Biarkanku memelukmu tanpa memelukmu
Mengagumimu dari jauh.
Aku menjagamu tanpa menjagamu
Menyayangimu dari jauh

Siapa yang jadi pengagum rahasia di sini???? Ini lagu kayaknya pas banget deh 😀

Konser Diorama Tulus

20130509_185342

Tanggal 9 Mei 2013 kemarin, saya sama kawan saya nonton konsernya Tulus di Dago Tea House. Jam 5 saya udah nongkrong cantik di Dago Tea House. Baru sadar ternyata open gate-nya jam 7 loh sodara-sodara!!! Terus ngapain aja kita ampe jam 7? Pertama kali udah pasti nukerin tiket dulu, terus dilanjut makan Siomay dulu biar ga laper pas di dalem. Udah gitu masuk ke area Dago Tea House dan udah mulai pada ngantri aja gitu. Jadilah kita juga ngikut ngantri *menurut ngana?*. Capek deh ini ngantri satu jam lebih demi masuk ke gedung. Ampe udah ngantuk. Pas masuk juga kudu nunggu satu jam lagi karena konsernya mulai jam 8. Gedungnya penuh banget dan usher yang kerjanya ampe bingung sendiri. Sambill nunggu konser kita berdua ampe bingung mau ngapain dan ngantuk -____-.

Sebelum jam 8, lampu udah sempet dimatiin, penonton udah pada sorak dan berteriak, ternyata lampunya idup lagi :)). PHP abis itu. Udah gitu sempet ada yang keluar dari tirai panggung, ternyata orang yang naro set list lagu :)). Kembali di PHP ini. Jam 8 lampu kembali mati. Kali ini intro Tulus terdengar. Alhamdullillah ya Allah, akhirnya penantian panjang berakhir jugaaaa.

page

Pas tirai dibuka, ternyata banyak bener yak anggota bandnya. Mulai dari pianis, keyboardis, gitaris, bassis, drummer, backing vocal, string section, dan brass section. Konser ini dibuka dengan lagu teman pesta. Setelah itu Tulus sempat meyapa penonton dan meneruskan bernyanyi jatuh cinta serta tuan nona kesepian. Selain lagu-lagu dari albumnya, Tulus juga menyanyikan beberapa lagu dari penyanyi favoritnya seperti lagu Chrisye yang serasa dan semusim, white shoes and couple company yang kampus kemarau, titi DJ yang jangan berhenti mencintaiku, ain’t no sunshine, dan juga Begawan Solo.

20130509_205059

Konser kemudian dilanjutkan dengan Tulus menyanyikan lagu Diorama. Saya suka sekali dengan lagu ini. Apalagi saat konser, ada bagian di mana Tulus dan semua anggota bandnya terdiam dan membiarkan penonton bernyanyi. Saat Tulus menyanyikan lagu ini, sebenarnya gitaris Anto Arief memiliki bagian untuk unjuk kebolehan gitarnya, tetapi karena kabelnya copot, batal deh nunjukin kebolehannya. Eh tapi kesalahan teknis kayak gini ga bikin mereka semua bingung dan tetep ngelanjutin ampe akhir. Baru pas beres, Tulus ngasi tahu soal kesalahan teknis ini. Penonton akhirnya meminta Tulus nyanyi ulang biar Anto Arief punya kesempatan buat unjuk kebolehan yang dikabulin sama Tulus.

page1

Tuluspun tak selalu bernyanyi, ia juga memberi kesempatan ketiga backing vocalnya untuk unjuk kebolehan dengan bernyanyi lovely day. Kemudian konser dilanjutkan dengan Tulus menyanyikan lagu teman hidup. Saat nyanyi lagu ini, Tulus nyanyi buat ibunya dan beneran bikin terharu karena ampe Tulusnya aja ga sanggup nyanyi pas tengah-tengah lagu. Penonton ampe nyanyiin pas bagian Tulus ga kuat sampe akhirnya Tulus nyambung lagi. Pas nyanyi lagi ini, emosinya kejaga banget dong!! Suaranya ga ada geter-geternya. Keren banget!!  Konserpun ditutup dengan encore lagu sewindu.

page2

Konser Tulus ini sangat membekas untuk saya. Saya bisa dapetin kesan jazz yang pengen ditampilin sama Tulus dan bandnya. Banyak banget jamming sessionnya di sini. Seperti saat lagu semusim di mana dua orang musisi yang menemani Tulus diberi kesempatan untuk unjuk kebolehannya. Saat lagu Titi DJ yang dibawakan hanya dengan piano itu juga juara banget!! Saya juga makin senang karena selain lagu-lagu itu, Tulus juga cinta sama Indonesia dan membawakan lagu Bengawan Solo.

Mood penonton saat konser makin kebangun karena adanya video mapping. Saat jeda lagu, juga ditampilkan cerita-cerita mengenai awal mulanya Tulus bermusik,  siapa saja orang-orang yang berperan selama dia bermusik, pembuatan video klip teman hidup, sampe yang mengcover lagu sewindu. Selama konser, sayapun merasakan bagaimana Tulus yang rendah hati dan selalu mengenalkan anggota bandnya. Dia juga memberikan banyak porsi untuk anggota bandnya tampil.

Kalau Tulus konser lagi, Saya yakin bakal nonton lagi konsernya 😄