Bersantai di Sihanoukville

UBUW5348

Sihanoukville

Saat merencanakan jalan-jalan ke tiga negara, saya ingin memasukkan pantai di beberapa hari kami pergi. Saya sih bebas aja mau melihat pantai di Kamboja atau di Thailand, yang penting ke pantai. Kasian kak, anak gunung jarang liat pantai :’) . Awalnya sempat terpikir untuk ke Pattaya, tapi setelah melihat beberapa foto dan testimoni yang mengatakan betapa ramainya di sana kita mencoret Pattaya dari daftar.

Jadi mantai ke mana dong? Teh Zen pun mencetuskan untuk ke Sihanoukville. Awalnya saya ga tahu soal keberadaan Sihanoukville hingga melihatnya di google. Pantainya biru dan sepiiii. Teh Win pun setuju buat ke Sihanoukville. Setelah menghitung hari, kami menyisihkan waktu tiga hari dua malam di sini.

Perjalanan ke Sihanoukville ditempuh selama 5-6 jam naik travel dari Phnom Penh. Saya, Teh Zen, dan Teh Win sengaja memilih berangkat siang sehingga bisa sampai saat matahari terbenam. Apakah kita ngeliat matahari terbenam di hari pertama? tentu tidaaaakk. Kami memilih untuk meluruskan badan di hotel. Malamnya baru keluar untuk makan di Olive&Olive Mediterranean Food yang ada di dekat hotel.

IMG_0357

Makan malam pertama

Selama di Sihanoukville kita memang memilih untuk bersantai. Kehidupan di sini pun berjalan dengan lambat dan malemnya pun tergolong sepi. Ketika jam delapan memang ada beberapa bar yang memainkan musik. Tapi jam 11 malam udah pada selesai loh. Jadi sunyi lagi!! Kalau dilihat-lihat Sihanoukville memang kota transit untuk turis yang ingin menghabiskan waktu di pulau-pulau sekitar Sihanoukville seperti Pulau Koh Rong. Kalau kita sih udah seneng bisa leyeh-leyeh santai di Sihanoukvillenya.

Di pagi hari kedua, kami berjalan menuju Pantai Serendipity. Menurut temen saya yang pernah ke Sihanoukville, pantai ini sebenernya ga direkomendasikan karena termasuk kotor dan banyak yang jualan. Kenyataannya pantainya lebih bersih dan jernih dibandingkan Kute!! Memang sih beberapa kali saya menemukan sedotan atau kaleng minuman, tapi ga banyak. Airnya pun jernih!! Saya betah loh maen air di sini. Kita bahkan menemukan banyak ikan yang berenang sampai bibir pantai. Lucuuu banget!!

IMG_0368

Serendipity Beach

Kami pun berjalan hingga sampai di Pantai Oucheuteal. Pantai ini terasa berbeda dengan pantai sebelumnya. Kalau di Pantai Serendipity kehidupan pantainya baru berjalan sore ke malam mengingatkan saya akan Jimbaran Bali. Sedangkan Pantai Oucheuteal dari pagi sudah menggeliat. Kursi-kursi pantai di pasang dan kalau mau duduk di sana mesti bayar 10 usd!! Selama main di pantai ini pun akan banyak tukang pijat, pedagang kelapa muda, seafood bakar, serta tukang gelang yang menjajakan jualannya. Untuk yang mau snorkeling atau bermain jet-ski bisa meminjam peralatannya di Pantai Oucheutal.

IMG_0403

Pantai Oucheuteal

Saat matahari semakin naik, kami memutuskan untuk berjalan kembali ke hotel sambil mencari makan siang. Sepanjang perjalanan kami merasakan sepinya Sihanoukville. Padahal waktu sudah menunjukkan pukul dua belas siang loh!! Untuk makan siang kami mencoba makanan Turki yang berada di perempatan jalan sambil leyeh-leyeh di bawah pohon rindang. Porsi makanan yang besar membuat kami enggan segera beranjak dan memilih untuk menikmati siang di sana.

IMG_0432

our lunch at Benetton Turkish Food

IMG_0436

porsi besar

Sore harinya kami pun ingin melihat matahari tenggelam dari pantai yang lain, Pantai Otres yang berjarak sekitar 8 km dari Serendipity. Tentu saja kami memilih untuk memakai tuk-tuk ke sana. Enak banget rasanya naik tuk-tuk yang berjalan pelan di Kamboja. Tuk-tuknya beneran beda deh sama tuk-tuk Bangkok. Di Pantai Otres, matahari ternyata masih tinggi dan terlihat awan mendung 😦 . Sambil menantikan matahari turun lagi-lagi kami bermain air, mengobrol, dan memandang pantai. Saya bahkan menemukan ayunan dan asyik main ayunan dulu 😀 . Pantai Otres banyak dipilih turis karena memang lebih tenang daripada Pantai Oucheuteal. Di pantai ini ga banyak yang keliling menjajakan makanannya. Kita pun lebih enak buat duduk-duduk beralaskan pasir pantai dan bengong ngeliatin laut.

IMG_0457

Pantai Otres

IMG_0455

CKDE6341

jump!!

Pulang dari Pantai Otres kami memilih untuk mencoba makan seafoodnya yang ternyata biasa aja. Lebih enak makan di Olive&Olive deh. Malamnya daripada ngobrol di kamar, kami memilih mencoba Sushi Bar yang berada di seberang hotel. Asli asyik banget deh memilih hotel di dekat Serendipity Beach karena banyak banget tempat makan dan supermarketnya.

IMG_0514

IMG_0517

Keesokan harinya kami masih bisa bermain sebentar ke Serendipity Beach sambil menunggu jadwal travel untuk transit ke Phnom Penh dan dilanjutkan dengan bus malam ke Siem Reap.

Bahagia banget rasanya bisa bersantai sejenak di Sihanoukville. Saya suka banget sama pantainya yang sepi, pasir putihnya yang lembut banget kayak bedak tabur, airnya yang jernih berwarna  biru tosca, dan waktu yang berjalan dengan santai dan damai di sana. Menuliskan soal Sihanoukville jadi kangen main air lagi!!

Advertisements

Hallo Medan!!

Setahun yang lalu akhirnya saya berkesempatan mengunjungi Medan dalam rangka pekerjaan. Saya bahagia banget rasanya ditugaskan ke Medan, karena berarti bisa eksplore beberapa tempat. Sempet kepikiran buat ketemu sama Mbak Noni, sayang jadwalnya ga pas >< .

Saat pertama kali menjejakkan kaki ke Sumatera Utara, saya kagum banget sama Bandara Kuala Namu. Gede banget yaaakk!! Maklumin aja kalau heboh, biasa lihat Bandara Bandung yang kecil. Begitu melihat stasiun kereta apinya pun saya kembali bengong. Bagus, rapi, bersih dan luas banget ya tempatnya. Keretanya bersih ada tempat buat nyimpen koper, serta ada colokan listrik. Makanya begitu ngeliat kereta bandaranya KLIA2, saya berasa lagi naek kereta ai Kuala Namu 😀 . Ga sampai satu jam udah sampai di jantung kota Medan.

IMG_9211

Berhubung saya dan partner kerja udah laper banget, kita segera melipir ke mall depan stasiun buat makan di Nelayan!! Niat banget kita makan di Nelayan. Menurut teman saya ini, wajib banget nyobain dimsum dan pancake duriannya Nelayan. Rasanya emang enak banget ya!! Dimsumnya lumer di mulut. Duh jadi susah move on. Di Bandung belum ada dimsum seenak Nelayan. Bahkan Bao Dim Sum di PVJ Bandung yang menurut saya enak banget, kalah dong sama Nelayan. Pancake-nya beneran durian. Kita sampai beli 2 porsi!! Kerja belom, makan udah seenaknya aja ini :p .

page

Kalap!!

Malamnya kita sempet ke Merdeka Walk karena ada Sate Padang yang enak di sini. Tadinya saya nyaris tergoda buat makan di Nelayan lagi 😀 . Duh untung tobat dan kembali teguh nyobain sate padang. Tempat makan di Merdeka Walk ini enak ya buat duduk ngobrol-ngobrol gitu. Saya lihat ada beberapa yang pulang kerja pun nyari makan di sini. Saat ke sana, perhatian saya tertuju sama si Happy Car yang ada di pintu masuk Merdeka Walk. Unik aja permainannya 😀 .

IMG_9246

Sate Padang

IMG_9287

Happy Car

Keesokan harinya saatnya kerja!! Tapi siangnya kita ada waktu kosong lumayan banyak. Jadilah kita sempet beli bolu Meranti dan maen ke Istana Maimun sama ke rumah Chonng A Fie. Cerita soal kedua tempat ini ditulis terpisah ya. Soalnya udah kepanjangan. Hahahaha. Malemnya, kita diajakin makan sampai di tiga tempat sama orang kantor!! Pertama kita diajakin makan seafood di restoran yang terkenal dengan rajungan gorengnya *akoh lupa nama tempat makannya apa*, lanjut makan duren Ucok, dan dilanjut lagi makan mi Aceh Titi Bobrok. Kalo kita ga ngibarin bendera putih, udah pasti dilanjut lagi loh itu makannya *tepok jidat*.

IMG_9438

Ronde 1: Seafood!!

IMG_9442

Ronde 2: Durian Ucok

IMG_9447

Ronde 3: Mi Aceh titi Bobrok

Sayangnya saya cuma kerja sehari di Medan. Sehari setelah kerja, kita udah balik lagi ke Bandung. Masih banyak tempat yang pengen saya datengin di Medan dan sekitarnya. Saya juga belum main ke Pulau Samosir, lihat Orang Utan di Bukit Lawang serta belum ketemuan juga sama Mbak Noni. Semoga lain kali saya dapet kesempatan buat ke Sumatera Utara lagi, aamiin.

Semarang: Makan Seafood di Kampung Laut

img_2706

Seorang teman seperjalanan merekomendasikan tempat makan di daerah Barat kota Semarang. Katanya seafoodnya enak dan segar!! Duh sebagai orang gunung yang jarang makan seafood segar, tentu saja saya dan seorang lagi mengangguk setuju buat makan di sana. Apalagi dasarnya emang seneng makan, jadikan susah buat nolak :p

img_2691

Tempatnya sendiri luas banget!! Restorannya niat banget karena bikin danau buatan yang cukup luas. Pengunjung pun dapat memilih mau makan di area yang mana, menghadap ke danau, deket tempat bermain anak, di dalam saung, sampai lesehan. Buat yang bawa anak, anaknya pasti seneng deh lari-larian atau main di area bermainnya. Buat yang bawa pasangan bisa milih view yang ngadep ke danau biar romantis. Kalau saya sih memilih untuk duduk lesehan bareng dua orang lainnya.

img_2703

Waktu kita ke sana adalah bulan puasa. Jadi rame banget!! Bahkan kita sampai harus waiting list. Beruntungnya lima menit sebelum adzan maghrib kita dapet tempat duduk dan bisa langsung pesan. Yeay!!

img_2735

makanan!!

Kita sih mesen empat menu makanan, udang telor asin, ikan kerapu, tahu goreng, dan tumis kangkung. Karena makan seafood tanpa kangkung itu berasa ada yang kurang 😆 . Untuk porsi makan bertiga, ini udah cukup banget.

img_2733

udang telur asin

Udangnya cukup besar dan lembut. Rasa dagingnya manis dan bumbu telur asinnya juga enak!!! Ah jadi kangen makan udangnya deh!!

img_2731

kerapu bakar

Ikan kerapunya gede banget!! Dagingnya manis dan lembut. Apalagi ikannya memang langsung dibakar tanpa digoreng, jadi dagingnya ga kering. Buat yang suka sambel, tinggal dicocol sambel deh, nikmat banget!!!

img_2732

Kangkung bumbu terasi

Kangkung bumbu terasinya juga enak! Saya paling suka deh makan kangkung digabungin sama seafood. Jadi makin nikmat makannya. Jangan lupa ditambah nasi anget ya 😀

Oia satu menu lagi yang lupa difoto karena dateng di tengah-tengah makan, tahu dua rasa. Jadi separo porsinya adalah tahu isi, satu lagi tahu crispy gitu. Saya sih lebih suka makan tahu crispynya dari pada tahu isi.

img_2728

Es Kelapa Muda

Untuk minumannya saya memilih es kelapa muda. Paling pas deh minum kelapa muda di tengah cuaca Semarang yang panas.

Keseluruhan saya puas banget makan di sini!! Paling rada keselek waktu lihat bon 😆 . Soalnya ada yang di luar ekspektasi kita bertiga. Jadi kita lupa bilang ukuran ikan kerapu yang dipesen. Makanya yang dateng ikannya gede banget. Kita sih ga masalah dan yang ada ketawa ga brenti-brenti karena kebodohan kita bertiga. Untuk ukuran harga worth it banget sama apa yang kita dapetin. Duh jadi kangen makan di sini!!

Restoran Kampung laut
Komplek Puri Maerokoco, Tawangsari,
Semarang Barat,
Kota Semarang