Tidak Apa-Apa untuk Menjadi Tidak Sempurna

Judulnya panjang banget ya!! Sebenernya pemikiran soal ini sudah lama ada di dalam kepala, cuma baru benar-benar diresapi ketika belajar merajut. Dipikir-pikir sistem pendidikan di Indonesia ini banyak mengajarkan anak untuk menjadi sosok yang mengejar kesempurnaan. Mulai dari anak-anak yang diajak berlomba untuk bisa baca, tulis, dan hitung diumurnya yang masih sangat muda, ataupun saat orang tuanya menjadi cemas saat anaknya merasa tertinggal ketika dibandingkan dengan anak lain. Saya yang punya keponakan aja, suka miris kalau ada yang ngomen ponakan saya kurang tinggi, kurang berisi, atau ketinggalan di beberapa tahap kembangnya kalau dibandingkan anak lain.

Ketika anak-anak di bangku sekolah, kejaran berikutnya adalah memperoleh nilai setinggi-tingginya. Saya dulu sampai menjadi orang yang pencemas kalau-kalau tidak mendapat ranking 5 besar. Rasanya salah dan dosa banget!!! Saat kuliah, kesempurnaan itu suka terjadi ketika mengerjakan tugas akhir baik skripsi maupun thesis. Pengalaman saya, yang bikin lama ngerjain itu karena maju mundur  untuk bimbingan. Bawaannya pengen bagus dan sempurna sehingga saat bimbingan udah boleh lanjut ke bab selanjutnya. Padahal itu ga mungkin banget!!! Kalau udah gini, biasanya jadi sedih dan kesel sendiri dan berakhir dengan melarikan diri berbulan-bulan sebelum akhirnya kembali lagi untuk bimbingan. Pembimbing thesis saya sampai bolak balik mengingatkan bahwa yang namanya penelitian itu ga masalah kalau akhirnya gagal. Namanya juga penelitian, ga harus 100% berhasil, yang penting ketika berhasil atau gagal kita bisa menjelaskan mengapa hal itu sampai terjadi.

Saat memasuki masa dewasa awal di umur 20an, tahap kesempurnaan yang dikejar pun berhubungan dengan tugas perkembangan seperti kudu cepet lulus kuliah, dapet kerja yang jelas dan punya penghasilan tetap, menikah dan punya anak. Kalau diumur 20 nyaris 30 belum ada ini semua, lagi-lagi rasanya gagal menjadi sosok sempurna.

Beberapa orang akhirnya menjadi sangat pencemas ketika ada hal-hal yang tidak berjalan sesuai dengan rencananya, beberapa menjadi sangat kompulsi dan obsesif dengan setiap kesempurnaan. Terkadang saya pun jadi frustrasi ketika tujuan dan prosesnya tidak berjalan beriringan. Padahal namanya juga manusia, ga akan pernah sempurna. Selalu ada celah untuk salah, karena dari sanalah kita belajar menjadi lebih baik lagi. Kebayang ga sih kalau semuanya berjalan dengan sempurna dan tidak pernah salah? Bisa saja saya menjadi orang yang congkak dan sombong, kurang bisa berempati, dan berakhir menjadi orang yang narsis. Yah sekarang aja, masih ngasah diri untuk lebih berempati.

Sama seperti belajar merajut. Di awal saya suka sebel kalau salah dan bawaannya pengen ngulang dari awal. Saya pernah sampai 3 kali gagal membuat bandana karena bolak balik sengaja melepas talinya buat mulai lagi dari awal. Sampai harus diingatkan sama yang ngajarin kalau ga papa untuk salah dan ga sempurna. Karena baru pertama kali, baru mencoba, tidak masalah untuk ada beberapa yang salah dan ga rapi. Dengan begitu, kitapun belajar untuk menghargai setiap proses yang terjadi.

 It’s ok not to be perfect.

Segala yang Berlebihan

Disaat kita sudah merencanakan mimpi-mimpi ke depan, maka beberapa saat kemudian Tuhan akan memberikan ujian untuk keteguhan mimpi tersebut. Hingga kita saya berpikir akan sulit untuk mencapai impian itu. Bahkan rencana yang sudah tersusun detail terkadang luluh lantak. Hancur lebur. Membuat saya kembali ke titik nol. Hari esok itu masih misteri, sebagai manusia hanya mampu berencana. Akan tetapi dengan rencana yang telah dibuat, belum tentu akan sama persis seperti itu.

Ingatan saya pun kembali kepada salah satu nasihat yang ada di Kitab Suci, bahwa kita tidak boleh berlebihan dalam hal apapun, karena segala sesuatu yang berlebihan itu tidak baik. Seperti harapan yang berlebihan, rencana yang terlalu sempurna, atau terlalu mencintai seseorang. Maka usaha yang lebih baik adalah dengan secukupnya saja. Sesederhana makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Merencanakan mimpi janganlah terlalu berlebihan. Saat mimpi itu hilang terbentur karang, rasa frustrasi menjalar.

Tidak cuma soal rencana hidup, begitu pun masalah pasangan hidup. Saya selalu mengingatkan diri untuk tidak berlebihan ketika menyayangi seseorang, begitu kita terlalu menyayangi makhluk-Nya, saat itu pulalah akan dicoba oleh Tuhan YME. Tentu dicobanya dari berbagai arah yang tidak terbayangkan sebelumnya. Begitu juga ketika berencana untuk masuk ke tempat kerja yang diinginkan. Berusaha semaksimal mungkin, berkeinginan berlebihan, kemudian tidak tercapai. Been there, done that. Pediiihh banget rasanya!!!

Sebenarnya, manusia dibekali tidak hanya oleh emosi, tetapi juga akal dan pikiran. Sehingga akan ada upaya untuk mengontrol tindakan. Seperti ketika berhenti makan sebelum kenyang, selalu mengingatkan diri untuk tidak terlalu sayang kepada seseorang, ataupun menyediakan ruang untuk kejutan yang mungkin terjadi di masa depan. Tidak mudah, perlu dilatih. Latihannya pun tidak hanya mengelola bagian kepala atau kognisi, tetapi juga olah rasa, dan tindakan-tindakan yang dilakukan. We live as human being, so fight or flight is not the only choice that we have.

Geus Lila

Ternyata tulisan terakhir itu tanggal 10 Maret 2017!! *bebersih sarang laba-laba di blog*

Sejak tanggal 10 itu, saya punya banyak kegiatan dan urusan yang bikin susah nulis. Mulai dari masuk kantor dan ngerjain semua printilannya, ngurusin persiapan ke negeri gajah, di negeri gajah selama dua minggu tanpa laptop, pulang-pulang ada kerjaan lagi dan ikut training buat persiapan ambil data penelitian dosen, dan kembali lagi bekerja tiap hari. Walau sibuk tapi aku tetep happy!!

Semua orang yang ketemu pun pada bilang kalau muka saya cerah dan bersinar.  Padahal itu lagi capek-capeknya loh. Mungkin efek lulus kali ya, jadi beban terberatnya terangkat dan membuat langkah saya ringan. Makanya meskipun sibuk, tapi semuanya memang dijalani dengan sadar dan semangat. Ga berasa ada beban walau kerjaan banyak.

Sudah lama saya tidak bercerita di sini. Beberapa minggu ga nulis itu ternyata bikin gatel ya. Banyak banget yang pengen diceritain dan dibagi. Semoga semuanya bisa ditulis ya 😀 .

Meski ga sempet nulis, saya masih menyempatkan diri untuk blog walking. Jadi ga jauh-jauh juga sih dari urusan ngeblog. Cuma memang ga nulis aja. Akhirnya lebih sering update instagram ataupun ig-story.

Walau baru sebulan setengah ga nulis, saya udah ngeliat perubahan pad atampilan dashboard dan post wordpress. Paling kerasa kagok itu ngeliat post setting-nya jadi di sebelah kanan ya.

baiklah mari kita kembali menulis. Semoga nulis blognya bisa selancar jaman nesis dulu ya. Aamiin!!

*Geus lila = sudah lama (Bahasa Sunda)

Cerita Hujan

img_7385

Hujan…

Setiap hari hujan selalu menyapa saya. Biasanya ketika hujan sering berkunjung, saya seperti mendapat waktu untuk berkontemplasi, kembali berbincang dengan diri sendiri. Tidak hanya itu saya lebih sering melakukan kegiatan yang bersifat breathing in atau melibatkan diri sendiri seperti membaca, menulis, dan melihat kegiatan orang-orang disekitar. Saya bahkan sempat mencoba menjahit lagi karena ikutan membuat mainan untuk sekolah di dekat rumah. Ajaibnya, saya menemukan ketenangan dan kedamaian dari semua kegiatan ini.

Mungkin efek beberapa bulan saya merasakan tekanan dan tegangan tinggi dari diri dan lingkungan, sehingga kegiatan-kegiatan seperti di atas adalah oase saya untuk menenangkan diri sejenak, untuk bernafas, dan melihat sekitar secara utuh. Utuh, tanpa cemas memikirkan apa yang akan terjadi ataupun apa yang telah terjadi. Melakukan kegiatan secara sadar.

Hujan benar-benar bisa membawa saya untuk berhenti sejenak dari hiruk pikuk kegiatan dan pikiran. Memandang sesaat, menyesap ketenangan yang dibawanya.

How’s Life?

How’s life?

Saya baru saja membaca sebuah tulisan blog terbaru dari seorang sahabat. Kalau bahasa sekarangnya partner in crime. Dia udah lama banget ga nulis dan tiba-tiba ada sebuah tulisan baru di blognya. Tulisan di atas adalah pertanyaan yang ada ditulisannya. Saya sampai merasa dia ngomong langsung ke saya!!

Duh sungguh kangen banget sama si pecinta warna kuning!! Kangen ngobrol berjam-jam, muterin Bandung buat nyobain tempat makan, nyari wifi untuk numpang ngunduh sambil ngemil, karaokean  bareng, belanja bareng, nyari makan dan barang murah, ngelakuin hal-hal konyol bareng, hingga ke toko buku karena kita sama-sama punya selera baca yang sama.

How’s life?

Great!!
Fine..
Just fine…
I guess I’m fine..
Better…
Not Bad…
Tired, but yeah I still life.

Maybe I just need some coffee…

So…how’s life?

Cerita Beberapa Minggu Ini

dan lalu….rasa itu tak mungkin lagi tersimpan di hati..

Belakangan ini Bandung hujan dari siang hingga malam. Mulai dari hujan deras sampai hujan gerimis sepanjang hari. Kalau gerimis, saya suka males buat buka payung. Pengennya sih hujan hujanan aja. Cari penyakit bangetkan.

Apalagi, sudah dua minggu terakhir ini saya ketularan batuk dan pilek. Yah walaupun belum parah, tapi udah suka batuk pagi-pagi. Kemarin-kemarin saya usahain buat minum vitamin sama air putih yang banyak. Saya ga boleh sakit dulu sampai hari Kamis kemarin. Kudu sehat dan kuat!!

Jadilah boro-boro mau nulis blog soal Malaysia lagi. Semua kegiatan dan kerjaan ditahan dulu sampai hari Kamis besok. Cerita lengkap soal apa yang terjadi, semoga ada waktu dan ga keburu lupa ya ditulis di blog.

Setelah lewat hari Jumat, hari Sabtu dan Minggu kemarin keujanan dong!! Langsung deh badannya meriang. Semoga lekas sembuh ya. Hari Kamis, Jumat, dan Sabtu menanti nih. Harus sehat sebelum hari-hari itu.

Ditengah kesibukan dan riweuhnya dua minggu ini, saya benar-benar merasa beruntung ada orang-orang baik yang senantiasa membantu saya lewat cara mereka masing-masing. Terima kasih Allah sudah mengirim bantuan lewat tangan-tangan mereka. You know who you are.

Lagu Float yang berjudul Pulang ini pun senantiasa menemani saya melalui dua minggu ini. Beneran adem banget ngedenger lagunya sambil ngetik, minum kopi atau teh anget, dan melihat hujan yang turun.

Bawa aku pulang, rindu!! Bersamamu….

What You Good At

Ah looking the timeline in twitter and looking for someone twit “What is the thing that you’re good at ? is that the thing that you enjoy the most ?”. I said it is interesting question. Since sometimes you enjoy one thing but not really good at it or the opposite, you good at one thing but not really enjoy it. So if you have both of them, is heaven!!

I do not know what I good at, but I sure I like talking with people. My boyfriend said that I good at listening and embracing other people. When I think of it, I enjoy my self when I do interview to other. I just lazy when it comes with report :D. Maybe because I know I good at it, I want to be consultant at first. That is why I love clinical psychology, because I can talk to people with heart. I just scream out, I can not control my self when I must see something negative. I mean, clinical psychology talk about people whom stress,  depressing, histrionic, etc. That is why I choose industrial and organization psychology for my master degree. I still can talk to people, to listening about their problem, and do something on it.

How about what I enjoy at? I enjoy travelling. I love to see other culture, museum, and people. But sometimes I’m not good at deal with the price or make itinerary since most of my holiday there is someone who arrange at all and I just pay and go. I enjoy to writing, but I know that when I got stuck, I’m not finished my writing. Ah a lot of things that I enjoy but I’m not sure I’m good at it. I just know one that I write before. I also enjoy my time when I do my dance lesson. But until now, I’m not really good at it. I still learn so I can dance better and better.

Looking for something you good at and also enjoy it is difficult. Sometimes you have a lot things that you good at but somehow you not enjoy it or you have a lot things that you enjoy but not really good at it or maybe you have a lot things that you enjoy it and also good at it so confused to things what the best for it. Ah interesting to think about it and surprise when you have both of it.