Super Show 8!!

Sudah hampir sepuluh tahun sejak anggota Super Junior silih berganti melakukan wajib militer sebelum akhirnya semua selesai dan berkumpul. Sudah pasti ajang Super Show 8 menjadi reuni Elf (sebutan untuk fans Super Junior) dengan idola mereka secara lengkap. Meskipun begitu, harapan untuk melihat kesembilan anggota Super Junior tetap saja pupus. Kondisi kesehatan Heechul yang kurang mendukung, membuatnya jadi tidak bisa ikut dalam rangkaian konser Super Show 8 ini.

Super Show 8 yang bertajuk Infinite Time merupakan gelaran yang cukup besar karena membuktikan mereka masih bisa eksis setelah malang melintang di dunia Idol Korea selama 15 tahun. Saya sendiri mengenal mereka saat masih menjadi mahasiswa semester 5. Saat itu saya diccekokin temen-temen untuk menonton video klip “Sorry-sorry” dan dari sanalah pintu menuju boyband, girlband, band, Jazz Korea, serta variety show dan drama Korea yang hingga saat ini masih sering saya ikuti. Dengan alasan mengingat kembali awal perkenalan dengan Super Junior lah saya menonton konser mereka ini.

Konsernya sendiri diadakan di ICE BSD tepat pukul tiga sore, konsernya sore-sore dooong!!! Tumben banget kan yaaa! Awal konser dimulai dengan menyanyikan Indonesia Raya yang dilanjutkan dengan pembukaan intro lagu “Superman” yang serempak membuat Elf bernyanyi dengan menggoyangkan light stick yang telah berubah warna menjadi merah. Asliii pemandangan ini keren banget!!! Suasana nonton konser Kpop yang sudah lama tidak saya rasakan. Selain itu saya lihat hanya ada di konser Kpop adalah fans project, contohnya saja seperti di konser Super Junior ini fans memiliki project saat lagu “Somebody new“. Khusus untuk lagu ini Super Junior menyanyikannya dari balik panggung dan baru keluar di pertengahan lagu. Saat itulah penonton konser serentak menghidupkan senter di hp. Efekya asli bagus banget!!! Berasa lagi nonton video klip.

Untuk saya pribadi, menonton konser KPop memiliki suasana sendiri yang berbeda dengan konser-konser artis lain. Di sini para penggemarnya memiliki light stick yang akan digunakan sepanjang konser. Mereka pun biasanya hafal dengan chant atau sahutan atau nyanyian dari penonton untuk idolanya saat konser berlangsung, sehingga menimbulkan ritme yang pas dengan lagu yang dibawakan. Beda banget dengan konser artis non KPop yang biasanya penonton akan lebih banyak nyanyi bareng artisnya.

Selain itu ada beberapa kali sesi Ment atau sesi artis akan memperkenalkan diri dan berinteraksi dengan fansnya saat konser maupun melucu. Sebut saja Siwon yang sempat-sempatnya mempromosikan Mie Sedap karena ia adalah bintang iklannya. Atau kelakuan Leeteuk yang bolak balik bilang “love is…..” dan menjawab dengan mengawang. Atau saat masing-masing anggota Super Junior memperkenalkan diri menggunakan Bahasa Indonesia. Oh tentu tidak lupa saat Kyuhyun memperkenalkan diri dengan cara lebay. Inilah hal-hal yang bikin kangen saat menonton konser KPop. Apalagi untuk Super Junior yang mana mereka itu gesrek semua dan ga ada yang jaim. Kelakuannya ada aja yang bikin fans tertawa ataupun gemas. Bahkan saat bernyanyi lagu “Believe” mereka bernyanyi sambil ngebecandain anggota yang lain atau ikut ke mana kamera menyorot anggota yang sedang bernyanyi.

Sore itu Super junior benar-benar tampil prima, baik dari suara maupun koreografi yang dilakukan. Suara Yesung maupun Ryeowook udah pasti yang paling stabil dibandingkan yang lainnya. Selain itu ada kejutan untuk para Elf!! Line vocal dari Super Junior seperti Kyuhyun, Yesung, dan Ryeowook melakukan dance. Biasanya mereka jarang banget solo dance! Sedangkan geng rapper Super Junior seperti Eunhyuk, Shindong, serta Dong Hae menyanyikan lagu ballads seperti model di video klip karaokean dan pada akhirnya sukses bikin ngakak penonton konser. Kejadian lain yang membuat satu tempat konser ketawa ngakak adalah saat semua anggota Super Junior berupaya untuk ngerap ala-ala 90an. Asliiiii kocak banget!!!!

Saya sangat puas menonton konser Super Junior. Waktu konser sepanjang tiga jam sungguh tak terasa. Tahu-tahu lagu “sorry-sorry” yang menjadi lagu penutup pun sudah dinyanyikan. Tak lama encore mulai dilakukan dan diakhir anggota Super Junior kembali menyapa penggemarnya dan pamit undur diri. Beneran deh sopan banget. Biasanya kan abis encore kebanyakan penyanyi langsung undur diri yak. Ini sempet loh satu-satu ngucapin makasi ke penggemar dan pamit undur diri. Terima kasih Super Junior telah menjadi senior yang membuktikan bahwa mereka tetap bisa eksis dan bersaing sehat dengan junior-juniornya, tetap lucu dan apa adanya.

Everything in Between

Everything in between
It’s where we live our dream
It tells us about something

Mendengarkan lagu everything in between paling cocok dilakukan saat melakukan sebuah perjalanan. Mau naik mobil, bis, kereta atau perjalanan saat menuju dan di dalam pesawat. Adem banget dan benar-benar terasa bahwa ini adalah sebuah lagu perjalanan. Sebagaimana video klipnya menceritakan mengenai perjalanan Diego dan Marlis dari Belanda ke Indonesia.

Diego dan Marlis melakukan perjalanan panjang menggunakan sepeda dengan tujuan beramal tidak hanya untuk kemanusiaan tetapi juga hewan dan tumbuhan. Sungguh luar biasa mengikuti perjalanan mereka berdua baik melalui blognya maupun instagram dan sekarang melalui video klipnya.

We’ve seen so many things,
That lie beneath Through the dark and light and shine

Everything in between mengingatkan kita bahwa hidup adalah sebuah perjalanan untuk mengenal diri sendiri. Prosesnya tentu tidak pernah mudah. Perjalanan untuk bisa berjuang, untuk melihat ke dalam diri, untuk berdamai dengan pikiran dan perasaan seringkali malah terasa sendiri dan sepi. Namun dari sana kita bisa tegak berdiri dan menerima baik sisi gelap dan terang dari diri sendiri. Sehingga sendiri tak lagi terasa sepi hingga akhirnya kita kembali menemukan apa itu arti pulang ke rumah untuk jiwa kita.

Saat kita telah berpulang, kita pun akan dihadapkan pada sebuah pertanyaan baru, ke manakah kita akan pergi? Apakah sebenarnya tujuan dari kelahiran ini? Memang untuk beribadah ataupun mencari surga, tetapi dengan cara yang seperti apa? Beneran jadi berkontemplasi saat mendengarkan video klipnya ya!! Coba bayangkan kalau mendengarkan lagu ini sambil ada sepoi-sepoi angin dari jendela!!

Melihat video klip ini saya beneran kangen buat jalan-jalan lagi. Padahal belum genap sebulan sejak saya melakukan perjalanan terakhir!!

We wear our home, upon our hearts

Perpisahan

We’re apart …Sitting in the dark
Close the door….Begin to doubt

Perpisahan, tidak ada yang bisa memastikan kapan hal ini akan terjadi. Bisa hari ini, esok, atau beberapa tahun kemudian. Itu semua benar-benar rahasia dari Sang Pencipta. Hanya saja perpisahan akan selalu mutlak terjadi.

Perpisahan pun bisa jadi dalam bentuk apapun. Bisa saja berpisah dari orang tua karena harus pindah ke kota lain demi kuliah atau bekerja. Berpisah dengan teman-teman paska lulus kuliah. Berpisah dengan rekan satu kantor. Berpisah karena semua mulai sibuk dengan kegiatannya masing-masing. Berpisah dengan pasangan baik itu pacaran atau bercerai. Serta berpisah dengan yang tersayang akibat meninggal baik pasangan hidup, saudara maupun orang tua.

Perpisahan tentu akan membuat semuanya berbeda, apapun bentuknya. Namun apapun yang kita lakukan setelah berpisah, mau kita berselisih jalan, mungkin kita tidak akan bertemu kembali di titik yang sama. Karena bagaimanapun orang berubah, perasaan pun berubah dan kita sudah tumbuh dengan keterpisahan yang membuat kita memiliki pandangan yang berbeda.

Bukan berarti jadi melupakan orang yang berpisah, namun kita tetap bisa mengenang orang tersebut dan kemudian melanjutkan hidup. Tidak malah terpaku dengan perpisahan yang terjadi. Karena bagaimana pun juga waktu terus berjalan, hidup perlu dihidupi, dan kita pun dipaksa untuk terus bergerak.

Setelah perpisahan yang bisa dilakukan pada akhirnya adalah dengan cukup berani untuk mengikhlaskan dan tumbuh semakin berakar kuat untuk mampu berdiri sendiri.

Saya tergerak membuat tulisan ini setelah mendengarkan lagu yang baru saja dirilis oleh Grace Sahertian berjudul Apart. Ah syahdu nian lagunya. Apalagi saat saya membaca liriknya yang membuat saya seketika berpikir “harusnya lagu ini rilis beberapa tahun lalu!!!”.

Mungkin lagu ini memang tidak ditakdirkan untuk saya dengarkan saat itu tapi saat ini, saat begitu banyak rizki yang ada disekitar saya. Sebut saja pertemanan mulai dari dunia blog, ketemu pembaca Readers Hangout, keluarga Waldorf Indonesia serta keluarga Bakmie Bebek Berolahraga (seriously that our wa group name!! (lol) ). Sehingga saya benar-benar bisa bersyukur dan melihat sejauh apa dampak perpisahan itu membuat saya bisa berdiri seperti saat ini.

Brave enough…To let things go
Going strong…Standing on our own

Rendy Pandugo

Saya baru saja mendengar lagu Rendy Pandugo yang terbaru berjudul Silver Rain ini. Ya ampun..liriknya manis banget!! Bercerita soal temen masa kecil yang akhirnya membuka kapsul waktu mereka sepuluh tahun kemudian. Ngedengernya beneran bikin senyum senyum sendiri!!

Kalau cuma ngedenger lagunya aja, ga akan nyangka deh kalau penyanyinya orang Indonesia. Suaranya beneran renyah dan pelafalan kata Bahasa Inggrisnya pun bagus. Ngingetin saya sama lagu-lagu berbahasa Inggrisnya Mocca yang ga banyak orang yang nyangka kalau Indonesia punya pemusik-pemusik kayak mereka.

Sebenernya saya pertama kali kenal sama Rendy Pandugo ini dari sahabat saya, Yaya. Dia ngerekomendasiin buat denger dan nonton video klipnya Rendy Pandugo yang berjudul I don’t care.

Setelah ngedenger lagu dan video klipnya, saya beneran jatuh cinta. Video klipnya kereeen!! Simpel dan suasananya beneran pas aja sama lagunya. Memang sih, dari sisi lagu dan lirik bukan lagu yang membahagiakan kayak Silver Rain. Tapiii saya sukaaaakkk.

Selain dua singlenya ini, Rendy Pandugo juga pernah ngisi soundtrack untuk film Galih dan Ratna!! Memang lagu-lagunya masih jarang terdengar, mari kita doain aja Mas Rendy *akraaaabbb* bisa makin sukses 🙂 .

Manusia Kuat

Manusia kuat adalah salah satu lagu Tulus yang membuat saya kembali semangat untuk berjuang dengan masalah-masalah yang terjadi dalam hidup ini. Seperti ketika saya dihadapkan dengan masalah tesis, lagu ini pun menjadi salah satu lagu penyemangat.

Kau bisa merebut senyumku, tapi sungguh tak akan lama
Kau bisa merobek hatiku, tapi aku tahu obatnya

Dua hari yang lalu, lagu berjudul Manusia Kuat ini pun dibuat menjadi video klip. Saat melihat awal videonya, saya langsung curiga Tulus berkolaborasi dengan Papermoon Puppet Theatre asal Yogya. Buat yang belum tahu Papermoon Puppet Theatre, coba inget-inget lagi deh di film AADC2 saat Rangga ngajak Cinta nonton pertunjukan boneka. Saya sendiri tahu mengenai Peppermoon ini sejak lama, tapi belum berhasil untuk nonton pertunjukkannya.

Melihat videonya, saya merasa diingatkan untuk tidak takut dengan apa yang terjadi di hadapan kita. Kita ga tahu masalah yang akan dihadapi seperti apa. Bisa jadi masalah masalah yang terjadi seperti kerikil sandungan yang mematahkan kaki untuk melangkah atau melumpuhkan tangan yang ingin terus berjuang. Bisa juga masalah yang dihadapi menghilangkan senyum atau bikin hati terluka. Atau mungkin jalan yang sepertinya baik-baik aja tiba-tiba runtuh, luluh lantak. Tapi kita adalah jiwa-jiwa yang kuat, dan kalau dikerjain pelan-pelan, diberesin satu-satu masalahnya, masalah pun bakal selesai.

Ga perlu jauh-jauh, menurut saya ngerjain tesis itu bener-bener memakan seluruh jiwa dan raga. Masalah-masalah yang berhubungan dengan tesis ini selalu muncul silih berganti. Sampai saya pernah ada dititik pengen udahan dan memilih kerja. Tapi, walau bolak balik jatuh bangun, saya akhirnya bisa menyelesaikan tesis juga.

Mungkin untuk beberapa orang, tugas akhir bukanlah masalah berat. Mungkin sedang ada yang bermasalah dengan perasaan. Beneran, soal ini pun saya pernah mengalaminya. Macam jalan lurus yang udah dibangun bertahun-tahun luluh lantak. Pernaaahhh!! Tapi saya berhasil melewatinya juga.

Makanya nonton video klip Tulus yang ini beneran berasa diingetin. Seperti apapun masalah yang lagi dihadapi, kita pasti bisa melewatinya. Mungkin sekarang lagi ada di titik terbawah, tapi pasti bisa dilewatin.

Karena…

manusia-manusia kuat, itu kita..jiwa-jiwa yang kuat, itu kita!!

Teruntuk yang Sedang Berjuang

Mendengarkan lagu ini, mengingatkan saya sama perjuangan tesis beberapa bulan ini. Bohong banget kalau saya ga pernah ada di titik terendah dan rasanya ingin menyerah. Tapi saya percaya, saya pasti bisa menyelesaikannya!! Terbukti saya akhirnya bisa juga melewati gunung bernama tesis.

Saya ingin berbagi sebuah lagu dari Dira Sugandi. Menurut saya lagu ini diciptakan untuk yang sedang berjuang..
untuk yang sedang berkutat dengan perkuliahannya,
untuk yang sedang menyelesaikan tugas akhir dan tesis,
untuk yang sedang mencari jodoh,
untuk yang sedang berusaha kembali berdiri dalam hidupnya,
untuk pasangan dan orang tua dengan segala permasalahannya,
untuk para pekerja dengan hiruk pikuk di tempat kerja,
untuk kamu yang sedang menghadapi beratnya hidup,
Dengar dan rasakan lagu ini…

oh..sunyi yang bersuara….
kala gelap melanda…
menanti, berkabut jawabannya

kau..bertahanlah kau di sana.
waktu akan berkata, percaya…semua baik saja…

langit akan mendengar, seruan lelahmu.
yakinlah semua terlewati…
mengayuhlah doamu, sampai ia berlabuh seberat apapun itu

Dengarkan hatimu, sanubari kecilmu
disitulah berada semua harapan
tegak berdiri..kan temukan percaya, dan langitkan mendengar

Oh, saat sejuta tanya tak sanggup tuk mengerti, 
rencanaNya menyimpan pertanda.

Langit akan mendengar seruan lelahmu, seberat apapun itu…

Meredup malam sebelum fajar tiba, diantara pekat temukan sinarNya
Oo, segenap hatiku berkata terus percaya….

Saya berkaca-kaca mendengar lagu ini. Kerasa banget tulusnya Mbak Dira saat menyanyikannya. Seperti tulisan di akhir video klipnya. Jangan berhenti untuk percaya.

Selamatkan Lagu Anak

Saya baru saja tahu kalau artis-artis cilik sejak bulan puasa kemarin menggodok sebuah lagu untuk anak-anak. Awalnya terdapat mereka berkumpul dikarenakan resah dengan adanya anak kecil yang menyanyikan lagu orang dewasa dengan bahasa yang tidak sesuai untuk anak-anak dan kasar. Itu loh lagu “lelaki kardus”. Artis cilik yang terdiri dari Joshua Suherman, Chikita Meidi, Leony, Dea Ananda, Amanda, Tasya, Tina Toon, Natasha, serta Fathya awalnya membahas mengenai hal ini saat bulan puasa. Mulailah tagar #SaveLaguAnak beredar. Hingga akhirnya rencana untuk membuat lagu pun digodok. Ternyata banyak banget yang mau ikut membantu gerakan #SaveLaguAnak ini. Bahkan Papa T. Bob, Enno Lerian, Puput Melati, dan bahkan ada Kak Nunuk serta Indra Bekti ikut andil dalam video klip mereka!!

Para artis cilik ini pun ga dibayar loh untuk membat project ini. Beneran karena mereka pengen anak-anak kembali punya lagu sendiri. Saya sampai niat banget nontonin Vlog-nya Joshua untuk tahu soal #SaveLaguAnak.

Sebagai orang yang sering ngedatengin SD Negeri dan bengong karena anak SD bahkan sudah tahu lagu dangdut, Noah, ataupun lagu-lagu Kpop, saya beneran sedih mengingat lagu daerah ataupun lagu nasional mereka ga hafal 😦 . Padahal dengan usia mereka yang ada di dalam tahap konkrit operasional, mereka kadang masih belum betul-betul paham dengan kata-kata yang mereka dengar dan baca, jadi beneran suka ngomong aja sesuai dengan keadaan yang mereka lihat.

Sebagai bagian dari lingkungan anak, yang bisa dilakukan secara maksimal adalah membantu anak-anak dengan mengontrol tontonan mereka. Saat ini, banyak orang tua yang akhirnya memilih menyanyikan lagu anak-anak Bahasa Inggris ataupun mencari kembali lagu anak zaman dulu. Beneran susah bangetkan nyari lagu anak berbahasa Indonesia?! Selain itu masih banyak orang tua di luar yang kurang paham dengan tahap perkembangan anak dan bahayanya memberikan mereka lagu-lagu dengan bahasa orang dewasa. Makanya saya seneng banget dengan project ini.

Semoga selain lagu “Selamatkan lagu anak” akan ada lagu-lagu lain yang menyusul. Jadi anak-anak punya pilihan mendengarkan lagu berbahasa Indonesia yang sesuai dengan tahap kembang mereka.