Rendy Pandugo

Saya baru saja mendengar lagu Rendy Pandugo yang terbaru berjudul Silver Rain ini. Ya ampun..liriknya manis banget!! Bercerita soal temen masa kecil yang akhirnya membuka kapsul waktu mereka sepuluh tahun kemudian. Ngedengernya beneran bikin senyum senyum sendiri!!

Kalau cuma ngedenger lagunya aja, ga akan nyangka deh kalau penyanyinya orang Indonesia. Suaranya beneran renyah dan pelafalan kata Bahasa Inggrisnya pun bagus. Ngingetin saya sama lagu-lagu berbahasa Inggrisnya Mocca yang ga banyak orang yang nyangka kalau Indonesia punya pemusik-pemusik kayak mereka.

Sebenernya saya pertama kali kenal sama Rendy Pandugo ini dari sahabat saya, Yaya. Dia ngerekomendasiin buat denger dan nonton video klipnya Rendy Pandugo yang berjudul I don’t care.

Setelah ngedenger lagu dan video klipnya, saya beneran jatuh cinta. Video klipnya kereeen!! Simpel dan suasananya beneran pas aja sama lagunya. Memang sih, dari sisi lagu dan lirik bukan lagu yang membahagiakan kayak Silver Rain. Tapiii saya sukaaaakkk.

Selain dua singlenya ini, Rendy Pandugo juga pernah ngisi soundtrack untuk film Galih dan Ratna!! Memang lagu-lagunya masih jarang terdengar, mari kita doain aja Mas Rendy *akraaaabbb* bisa makin sukses 🙂 .

Yura Yunita – Kataji

Anjeun mentang asmara, rasa di awang-awang…

Saya mengenal sosok Yura Yunita dari seorang teman yang mendatangi konser pertama Yura di IFI Bandung. Mulailah saya sering mendengar suaranya berkumandang di radio-radio Bandung membawakan single ‘cinta dan rahasia’ bersama Glenn Fredly.

Setelah itu, saya hanya tahu dua buah lagu Yura, ‘cinta dan rahasia’ sama ‘balada sirkus’. Sisanya ga pernah denger!! Maklum keinginan buat beli albumnya selalu terpatahkan rasa lelah pulang dari kantor >< . Padahal toko buku dan cd indie semacam Kineruku atau Omunium tuh deket dari kantor.

Sanajan kuring geus apal, anjeun mah tukang cidra…

Hingga beberapa hari yang lalu saya dikenalkan dengan lagu Yura Yunita berjudul Kataji. Alunan musik lagu Kataji ini kental dengan irama Jazz. Awalnya dari judul lagunya, saya kira ini adalah lagu berbahasa Jepang. Ternyata saya salah dong, lagu ini Berbahasa Sunda aseli!! Maklum, walau lama tinggal di tanah Parahyangan, saya mah cuma bisa sedikit Bahasa Sunda. Jadi begitu mendengar kata Kataji, saya ga tahu kalau itu kata Bahasa Sunda.

Saya ampe bengong sendiri ngedenger lagunya. Kebiasaan musisi yang sering saya dengar, lebih mengeksplor sisi alat musik kedaerahan dibandingkan liriknya. Sedangkan Yura mencoba mengeksplor sisi lain, yaitu bahasa. Idenya seger banget. Siapa tahukan ke depannya ada yang menyanyikan Jazz dengan Bahasa Minang mungkin?

Kataji sendiri memiliki arti terpikat. Lagu ini berkisah tentang seseorang yang yang terpikat oleh seorang laki-laki yang suka memainkan perasaan perempuan. Duh minta ditajong bangetkan laki-laki kayak gini!! Padahal perempuan dalam lagu ini sudah tahu kelakuan si laki-laki. Tapi apa daya, ternyata ga mampu melawan auranya jadi we Kataji *makanya ga boleh terlalu benci ya ama orang*.

Dengerin lagu ini asyik banget loh. Musiknya ceria. Kayak lagi nginget-nginget kebodohan ketika mau-maunya terpikat sama laki-laki kayak gini.

Na kunaon, ieu hate bet kataji, Ka iwat endahna basa
Ka irut imut nu manis, Hate bet kataji…