Makassar International Writer Festival

RTYKE6799

Akhirnya keinginan saya untuk dapat ke Makassar International Writer Festival (Miwf) dapat tercapai di tahun ini. Sebenernya udah mupeng banget pengen ke sana dari dua tahun lalu, apa daya baru tercapai di tahun ini.

Miwf di tahun ini memiliki tema yang cukup berat, sepertinya berhubungan dengan banyaknya kejadian-kejadian yang menimpa Indonesia, banyaknya hoax, serta situasi perpolitikan yang semakin panas sehingga pada tahun ini tema yang diusung adalah “Voice Noise”. Menarik walaupun saya tidak menyangka temanya akan seberat ini.

Mendatangi festival ini beda banget suasananya sama UWRF yang dulu saya datangi. Di sini lebih banyak anak muda dari wilayah Timur Indonesia yang datang. Apalagi dengan tema yang dibawakan, saya sungguh dapat merasakan idealis-idealis mahasiswa ini (oh gw sungguh tua kalau ngomongin ini, ketika di umur gw sekarang idealis kadang bertabrakan dengan realita dan kebutuhan untuk meneruskan hidup).

Saya juga senang sekali dengan deretan sesi-sesi yang ada di Miwf. Di sini ada sesi dari Lala Bohang, Mbak Windy Ariestanty, Uda Ivan Lanin, Mbak Leila S. Chukdori, ada monolog Tjut Nyak Dien dari Ine Febriyanti serta Najwa Sihab. Hanya saja yang bikin kesel adalah rundown acara baru keluar h-seminggu acara sehingga saya yang udah beli tiket dari sebulan lalu jadi tidak begitu punya pilihan sesi yang ingin dikunjungi. Saya pikir pembicara yang banyak menghimpun masa akan disimpan di akhir, tapi ternyata tahun ini disimpan di awal. Sebut saja Mbak Leila S. Chukdori, Ine Febriyan ataupun Najwa Sihab. Untungnya saya masih bisa mengikuti sesi dari Uda Ivan Lanin walaupun telat hampir satu jam. Saya ga nyangka banget Makassar bisa macet parah!! Sehingga perjalanan dari bandara ke Benteng Fort Rotterdam memakan waktu lebih lama dari seharusnya. Saya pun sedih karena tidak bisa bertemu dengan penulis puisi seperti Aan Mansyur dan juga mengikuti sesinya penulis favorit saya, Mbak Windy Ariestanty.

Selain sesi-sesi dan workshop menulis, acara favorit saya adalah poetic under the stars yang asyik banget buat bengong sambil ngedengerin yang baca puisi dan lihat bintang di atas kepala kita. Apalagi kita bisa menyeret bean bag yang bertebaran di halaman Benteng Rotterdam untuk dipakai duduk-duduk santai di rumput depan panggungnya.

Di luar kekurangan dan kelebihan di atas, hal yang paling saya apresiasi dari Miwf tahun ini adalah mereka memiiki juru terjemah bahasa insyarat di beberapa diskusi panelnya yang dihadiri temen-temen yang tuli. Ini sangat menyenangkan karena sebuah festival membaca tidak hanya untuk orang-orang tertentu, tetapi bisa dinikmati oleh semua orang. Saya pun selalu senang melihat bagaimana juru terjemah ini dengan semangat menerjemahkan apa yang diungkapkan oleh pembicara.

Selain itu sepanjang hari dari pagi hingga sore di sebelah Gereja kita akan melihat banyak bean bag dan beberapa spot untuk meminjam buku dan membaca di tempat. Kita  pun bisa berdiskusi sambil duduk-duduk di bean bagnya. Sesuatu yang tidak saya dapatkan ketika mengikuti UWRF.

20180504_164902

20180504_165354

masih sempet ngikutin sesinya Uda Ivan

IMG_0721

kopi dingin di tengah panasnya cuaca Makassar

20180505_101314

IMG_0735

20180504_192032

20180504_211023

yang paling depan itu penerjemah bahasa isyarat loh

Advertisements

when I Give You Star

Don’t judge me, that I was angry to you
Don’t judge me, that I don’t care abaout your life (or future maybe)

Don’t judge me, that I am a rigid person

Don’t judge me like you do THAT alone!

I give you star mark, because of what you done to your own task

I give you star mark because we care abaout your future

I give you star mark, to tell you that success need hardwork not just tell people to do what you want to do because any of hand there, just talking

I give you star mark to give you some learning, that you must do what your job is

and, it doesn’t mean you will have good mark with just watching soccer, dating with your boyfriend/girlfriend, hangout with others, play cards,  just pay people to do what you should do, or just tell people what we must to do or you must to do).

that’s why the reason I give you star between your name

Surat soal Masa Lalu

Eia sebelum gw kasi tau suratnya, ini surat pernah menang lomba surat cinta loh! Walo yang bersangkutan a.k.a yang bikin ini surat sebenernya berniat buat curcol dikit :p , tapi ternyata menghasilkan karya yang luar biasa [sist i really knew how you feel when you wrote this letter kok, srius gw!!!] . Jadi, inilah suratnya

Bandung dalam sirap dan layu
akhir Maret dibalik angin bertirai gerimis


Yang tercinta,

Tertitip selaksa gema kerinduan hatiku padamu di angin malam. Ketika sepi mengetuk dinding kamar, dengan mata yang enggan terpejam, aku bermenung menyadar nasib, mengingatkan yang tercinta dalam duka.

Sukmaku tercekam dalam kebisuan, merangkaki masa lalu, saat kebahagiaan masih kita miliki. Semua partikel kenangan yang beruntai-untai itu menyesakkan dadaku yang sudah jenuh oleh kerinduan padamu. Karena entah mengapa tergambar segara biru luas yang membatasi kita.

Ternyata benar kalau hati yang sedang mekar dalam cinta tak sanggup menyembunyikan keindahannya, begitu pula hati yang luka tak sanggup menutup kepedihannya. Emosi benar-benar bisa merusak seluruh jiwa raga…

Begitu dahsyatnya pengaruh cinta atas manusia…seperti yang terjadi padaku. Di balik sepi yang membias di pekatnya langit malam, aku merasakan kesyahduan yang hilang nampak dalam kabut perasaan yang bergalau. Sesuatu yang tak bisa kuungkap lewat persediaan khasanah kata. Sesuatu yang langsung menyentuh hati dan dapat langsung dimaklumi, tanpa kata ataupun isyarat.

Karenanya, kini aku mengirim bayanganku menyusuri jalan-jalan sepi, menyebrangi waktu, mengembara seperti hantu untuk mencarimu dan menyampaikan apa yang selama ini berdetak dalam rinduku.

Dapatkah hatimu menyisakan sedikit tempat untuk cintaku? Atau mungkinkah aku harus mendaki sampai puncak cintaku dihatimu?

Saat gw nulis postingan ini, kebetulan banget si winamp nyanyi lagu PADI yang menanti sebuah jawaban , menambah “pas” feeling yang di dapet saat membaca surat ini [cobain aja :D]