Would You Like a Cup of Coffee?

Untuk yang sudah lama mengikuti blog ini, tentu sudah tahu kalau saya ini suka banget berkunjung ke kedai kopi. Mulai dari minum cokelat hangat; mengerjakan mulai dari skripsi, thesis, hingga pekerjaan; numpang baca buku, menulis jurnal, hingga akhirnya beneran minum kopi dan bertemu dengan teman-teman baru. Dipikir-pikir banyak juga ya yang saya lakukan di sebuah kedai kopi. Uniknya, saya suka kedai kopi yang memiliki tempat tidak terlalu besar dan punya tone warna yang hangat.

Hal itulah yang membuat saya akhirnya menonton drama Korea Would You Like a Cup of Coffee. Bercerita mengenai Park Seok adalah pemilik kedai kopi 2nd Generation Coffee yang sangat passionate dengan pekerjaannya. Ia menjalankan kedai kopinya sendiri dan sering mengobrol dengan pelanggan-pelanggannya sambil duduk di belakang bar kopi. Suatu hari ia kedatangan tamu, Go Bi yang baru saja gagal menempuh ujian menjadi pegawai negeri. Park Seok lalu membuatkan secangkir kopi yang mengubah hidup Go Bi. Go Bi akhirnya meminta Park Seok untuk mengajarkannya membuat kopi yang enak.

Ceritanya sederhana dan tidak ada drama yang heboh. Sesederhana cerita mengenai tamu-tamu yang berkunjung ke kedai kopi kecil. Ada tamu yang datang silih berganti, tamu yang mencari tempat tenang sejenak, tamu yang merupakan pelanggan tetap, ataupun tetangga sekitar kedai kopi yang mampir berkunjung. Semua diceritakan dalam 12 episode selama 30 menit setiap episodenya. Tone warna dramanya juga hangat. Ditambah dengan lagu-lagu instrumentalnya membuat setiap kali menontonnya jadi tenang dan damai bawaannya. Cocok banget untuk menutup akhir pekan!

Rasanya hal-hal yang saya sukai dari sebuah kedai kopi diceritakan di Would You Like a Cup of Coffee. Bagaimana sebuah kedai kopi dapat menginspirasi orang-orang yang sedang kesulitan dengan hidupnya. Baik gagal ujian negara, stuck sama pekerjaan, atau pun sedang galau dengan sebuah hubungan. Selain itu drama ini juga menceritakan beratnya menjadi seorang barista ketika bos-nya adalah orang yang perfeksionis dan bener-bener mau mengajari baristanya dengan cara berbeda dari bos-bos lainnya. Oh ini mengingatkan saya sama seorang pemilik kedai kopi yang perfeksionis banget sama baristanya 😀 . Selain itu kita juga akan melihat ada tamu-tamu kedai kopi yang aneh-aneh dan menyebalkan. Kalau sering duduk di sebuah kedai kopi, kita pun akan melihat kelakuan dari tamu-tamu itu yang bikin geleng-geleng kepala.

Would You Like a Cup of Coffee ini bisa ditonton di Wetv ya. Semoga ikut menghangatkan hati saat menontonnya.

2 thoughts on “Would You Like a Cup of Coffee?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s