Makan di Manado

Saat saya akan tinggal tiga minggu di Manado, beberapa orang teman mewanti-wanti untuk menjaga makan selama di sana. Maklum aja, di Manado kan terkenal dengan makanan ekstrimnya 😀 . Saat di sana tadinya saya nyaris di bawa ke pasar yang menjual segala macam hewan-hewan yang di makan oleh orang Manado, tapi berhubung saya ga tegaan dan takut trauma, akhirnya ga jadi ke sana.

Sebelum berangkat ke Manado pun, Mbak Shasya sempet memberikan link tulisan di blognya soal makanan halal di Manado. Asli terharu banget dapet list-nya!!! Seenggaknya saya ga buta mau makan apa di sana dan ga terjebak makan junk food terus-terusan.

Untuk saya yang biasa tinggal di gunung, cita-cita saat lagi ke Manado itu semudah untuk makan ikan dan teman-temannya. Alhamdulillah banget dalam seminggu saya bisa tiga sampai empat kali makan itu semua dengan harga murah!!!! Asli murah banget kalau dibandingkan makan ikan di Bandung.

Salah satu tempat makan favorit selama di sana adalah Tuna House yang ada di daerah Kawasan Mega Mas. Selain di sana sebenernya saya pernah nyobain makan di Tuna House dekat bandara dan di Bitung Karangria. Kalau soal tempat sudah tentu instagramable yang di Bitung Karangria, tapi saran saya kalau mau ke cabang sana mending satu jam sebelum laper karena lama banget nunggu makanannya!!! Soal makanannya sesuai nama, spesialis mereka adalah tuna, mulai dari rahang tuna, daging tuna bakar, hingga sashimi-nya. Harga untuk daging tuna bakar sama nasi dan sepiring kecil tumis kangkung yang paling murah adalah 35 ribu saja!!! Sedangkan untuk segunung sashimi dan singkong rebus harganya 50 ribu!!! Sedangkan udang saus menteganya dengan jumlah udang melimpah harganya pun 50 ribu!!! Muraaahhh!!!

satu set seperti ini 35 ribu gengs!!! – belum sama minum ya –
gunungan sashimi, soyu, dan singkong.

Selain Tuna House, saya sempat diajakin ke Rahang Tuna Om Iker. Kalau ini ada di Jl. Pier Tendean, sama mesti masuk ke dalam kawasan ruko gitu juga. Ini adalah pertama kali saya makan rahang tuna dan enak!!! Selain itu muraaaaahhh!! Cuma 35 ribu aja. Saya sampai bengong dong pas tahu harganya. Beneran deh menurut saya segitu tuh rahangnya gede. Kata temen saya, tuna yang sehari-hari di makan oleh orang Manado itu biasanya yang suka ditolak untuk eskport loh. Wouw banget ya, kebayang kan yang suka dikirim ke negara lain segede apa. Sayang sungguh sayang sampai tulisan ini naik cetak di blog, saya ga nemu foto rahang tuna-nya.

Duh baru dua tempat aja, saya udah kangen banget makan tuna di Manado. Selain tuna, saya juga suka sama nasi kuningnya!! Seperti di Bandung atau Makasssar, orang Manado pun menjadikan nasi kuning sebagai sarapan. Perbedaannya adalah dicara penyajian serta isinya. Nasi kuning Manado biasanya dibungkus oleh daun Woka atau daun Lontar dan di dalamnya ada ikan cakalangnya!!

Nasi Kuning Cakalang

Untuk tempat makan yang saya coba di Manado, nanti saya buat tulisannya lagi ya. Sekarang cukup tiga dulu 😀 .

10 thoughts on “Makan di Manado

  1. Tunanya bikin ngiler…

    Setuju, waktu ke Manado, salah satu sarapan yang populer di sana ya nasi kuning pake cakalang. Mungkin kalau di Jakarta semacam nasi uduknya ya. Nyobain ikan tude ngga?

  2. Wah, saya dari dulu kepengen banget ke Manado nyobain masakan Manado langsung dari sumbernya. Dulu cuma pernah nginap satu malam di bandara Sam Ratulangi gara-gara pesawat turboprop saya gagal mendarat di Ternate dan harus balik ke Manado. Jadi bisa dibilang saya pernah ke Manado, tapi cuma bandaranya saja. 🙂

  3. Pingback: Makanan Khas Manado | Cokelat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s