Medan: Bersedih Hati di Istana Maimun

IMG_9387

Sejak mendapatkan kesempatan untuk kerja ke Medan bulan Februari 2017, rekan sekantor sudah mewanti-wanti agar kita pergi ke Istana Maimun.
“Biar lihat istana lain selain Keraton teh!!”.
Bener juga, selama ini kita lebih akrab dengan istana-istana dari kerjaan di Jawa. Sedangkan eksplorasi ke istana lain di Indonesia saya hanya pernah mengunjungi Istana Pagaruyuang di Batu Sangkar. Ya itu mah keharusan yak buat berkunjung ke Istana leluhur sendiri saat pulang kampung 😀 .

Saat ada waktu kosong di siang hari, pergilah kami berdua ke Istana Maimun. Sampai di sana, saya melihat hamparan lapangan besar dan Istana yang berdiri di bagian tengah sedikit ke belakang. Terasa mewah dan lapang dengan warna kuning terang. Kekhasan dari Istana Maimun adalah bentuk bangunannya yang berupa rumah panggung dengan atap depan seperti  kubah masjid. Melihat Istana Maimun berarti melihat keberagaman budaya, mulai dari unsur kebudayaan Melayu,  gaya Islam, India, Spanyol, serta Itali. Kalau dilihat-lihat posisi Istana Maimun juga tidak jauh dari Masjid Raya Medan.

Walaupun kekaguman itu sayangnya tidak berlangsung lama. Istana yang didirikan oleh Kesultanan Deli itu berdiri menyedihkan 😦 . Saat saya ke sana bulan Maret 2016, Istana ini terlihat kurang terawat. Saat masuk ke dalam, tidak tampak ada pemandu yang mendekati kami berdua. Kami pun melihat-lihat sekeliling dengan bingung. Di tengah kebingungan itu, kami dikagetkan dengan banyaknya orang berjualan cinderamata serta penyewaan kostum diruangan bagian belakang. Kami pun sesekali ikut mencuri dengar dari pemandu yang menceritakan sejarah museum kepada serombongan turis lokal. Sisi bagian depan museum pun lebih banyak debunya. Hanya pada bagian singgasana raja yang lebih terawat. Mungkin karena jadi tempat orang berfoto lengkap dengan baju sewaan sehingga lebih terjaga kebersihannya.  Saat melihat bagian sayap kanan dari museum, saya merasa bagian tersebut ditinggali oleh warga. Keliatan dari jemuran yang ada di bagian depannya. Saya sampai bengong saat melihat ada jemuran di istana. Ini istana loooh!!

IMG_9337

kelihatankan yah kemegahannya

IMG_9335

orang berjualan di dalam istana

IMG_9362

bagian kiri bangunan istana

IMG_9360

Memang harga tiket masuk sebesar lima ribu rupiah tentu tidak mencukupi untuk merawat istana ini. Padahal kalau dirawat, istana ini akan terlihat sangat megah dan lebih indah dari saat ini. Bagian dalam yang penuh dengan ukiran, bagian langit-langit dengan karya-karya geometri khas kebudayaan Islam itu kalau dipoles tentu bakal terlihat keindahannya. Jendela-jendela, bagian pagarnya itu juga bagus banget loh. Semoga pemerintah di Medan lebih menyadari tentang potensi wisata yang ada di Istana Maimun.

Advertisements

11 thoughts on “Medan: Bersedih Hati di Istana Maimun

  1. Wah klo harga masuknya murah sulit berdiri sendiri museumnya, pasti harus mengandalkan uang pemerintah. Di sisi lain, klo harga tiket mahal, bisa2 sepi pengunjung karena jarang ada orang yg bisa mengapresiasi sebuah kebudayaan. 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s