Cerita Tesis (3)

Pasca Seminar Proposal Penelitian, saya mulai ngebut bikin perbaikan alat ukur serta program intervensi. Semua dilakukan untuk bisa cepet-cepet intervensi. Waktunya mepet banget karena tinggal tujuh minggu sebelum Ujian Akhir Semester anak SD. Kalau ga sempet ambil data bulan November, saya mesti nunggu sampai Januari untuk ambil data!! Haduh ga akan sempat mengejar sidang awal Februari!!

Akhirnya dari ngebut bikin alat ukur, minggu kedua November saya mulai bisa ambil data dan melakukan intervensi. Saya pikir intervensinya bakal  berjalan lancar dan ga penuh drama. Ternyata tetep ada cerita dan dramanya!! Drama pertama adalah Antapani yang lagi macet-macetnya karena pembangunan Jembatan Antapani. Pulang dari Antapani ke daerah kota bisa memakan waktu satu jam ajah. Sampai saya pernah ketiduran di angkot saking macetnya >< . Drama lainnya adalah hari pertama mau mulai intervensi, orang yang bakal ngebantu intervensinya ga dateng dong. Hp-nya mati dan ga bisa dihubungin. Rasanya kesel, bt, ama sedih jadi satu. Seorang adik ketemu gede berusaha menenangkan saya sambil bilang “Ambil data itu selalu ada praharanya, kalau engga bukan tesis namanya” dan dia ngasi contoh pengalamannya yang dipikir-pikir lebih miris dari kejadian saya. Yah apalah arti Pasteur – Antapani dibandingkan Soekarno Hatta – Majalaya. Tuhan memang Maha Baik, disetiap kesulitan selalu ada kemudahan.  Tiga hari kemudian disaat saya lagi pusing memikirkan rencana B dan C, orang yang menghilang tersebut nge-whatss app dan ngejelasin kalau ternyata hp-nya rusak dan baru dibenerin. Kita akhirnya bikin kesepakatan lagi untuk bantuin intervensi. Syukurlah selama tujuh kali intervensi beneran dateng dan ngebantu terus. Terima kasih banyak ya pak pelatih!!

Minggu kedua Desember, ambil data pun selesai. Saatnya bikin pembahasan. Agak lama juga proses mengerjakannya. Bolak balik revisi sampai minggu kedua Januari. Saya sampai sakit bahu dan punggung karena kebanyakan duduk plus ngetik di laptop dan komputer. Buah perjuangan pun terbayar pada minggu ketiga Januari. Tesis saya di acc untuk maju sidang!!! Huwaaahh beneran beres juga ya ini tesis!! Nangis terharu lihat tesis sendiri *pelukin tesis*.

Akhirnya tanggal 6 Februari kemarin saya pun berusaha menjawab dan mempertahankan penelitian saya di meja hijau *beneran taplaknya warna hijau!!*. Satu jam lebih saya disidang. Beneran pasrah deh sama hasilnya. Toh selama proses hingga di dalam ruang sidang saya sudah berusaha memberikan daya dan upaya yang dimiliki.

Tepat pukul 12.30 di hari yang sama, ketua program studi pun membacakan yudisium dan saya dinyatakan lulus dengan hasil memuaskan. Alhamdulillah!!! Syukurlah.. akhirnya lulus juga!! Resmi bisa pakai gelar!! Perjuangan selama ini terbayar sudah. Lunas!!

img_2333

 NB. Foto kelegaan dan bahagianya bisa dilihat di IG saya ya 🙂 .

Advertisements

8 thoughts on “Cerita Tesis (3)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s