Ways Of Clay di Galeri Nasional

Sebelum ke Kota Kasablanka (Kokas) buat nonton Juru Bicara Pandji, saya dan seorang adik ketemu gede menyempatkan diri ke Galeri Nasional yang tinggal nyeberang dari Gambir. Saya sudah penasaran ingin ke Galeri Nasional saat ada pameran lukisan istana di sana, apa daya belum ada kesempatannya. Jadilah baru Sabtu kemarin bisa ke sana.

Bulan ini hingga tanggal 22 Januari nanti, Galeri Nasional sedang ada pameran bertajuk Ways of Clay: Perspective Toward the Future. Di sini kita bisa melihat berbagai bentuk dari tanah lempung hingga keramik yang dibuat oleh berbagai seniman dari dalam dan luar negeri.

Kalau melihat dari website Galeri Nasional, Ways of Clay: Perspective Toward the Future ini merupakan bagian dari perhelatan Jakarta Contemporary Ceramics Biennale (JCCB) yang keempat. Pameran Ways of Clay: Perspectives Toward the Future ini sebenarnya mau memahami hubungan antara gagasan seniman dan cara ekspresi, di mana perspektif terhadap material dan media memengaruhi proses kreasi serta apresiasi sebuah praktek seni.

20161210_103215

berbagai jenis lempung

Saya sendiri awalnya bingung dengan banyaknya bentuk karya yang dipamerkan, mulai dari koleksi tanah liat diberbagai belahan dunia, bentuk-bentuk lempung, keramik, ngegabungin antara visual dan lempung, ataupun keramik dan audio. Maklum sebagai orang awam, saya awalnya hanya berpikir melihat koleksi buatan tanah liat aja. Cetek banget ya -___-” . Jadilah begitu masuk dan melihat berbagai koleksinya, saya bolak balik bengong, kagum, dan sempet menginterpretasi bebas si karya seninya.

20161210_103229

siapa yang mau roti?

20161210_103350

20161210_103400

kucing!!

img_9945

img_9948

Salah satu karya favorit: HiToTema

20161210_103624

anggota band lengkap

20161210_103721

Untuk koleksi yang piring ini, awalnya saya bingung kenapa banyak berisi biji-biji. Ternyata liat di instagramnya The 4th JCCB ini adalah biji padi dong dan sekarang udah tumbuh padinya!!

20161210_103916

kancing kancing kancing!!

20161210_104354

salah satu koleksi favorit: Stargazers

img_9955

Untuk karya yang ini, sudah tentu adalah karya baru yang ditulis dengan tulisan lama. Senimannya sendiri berasal dari Filipina loh. Awalnya saya kira dari Indonesia 😀 .

20161210_104446

Seeds, The Journey of Life

20161210_104550

An Audience with Wisdom and A Gathering of Subconsciousness

Karya yang satu ini lama saya lihat untuk mencari bentuk-bentuk Subconsciousness dan juga mana yang merupakan audience with wisdom. Saya bahkan sampai berdiskusi dan menginterpretasikan bebas kira-kira mana yang merupakan subconsciousness.

20161210_104526

Liability: Between Lack and Achievement

Sayangnya, kita hanya sebentar keliling pameran ini. Padahal inginnya kan melihat satu persatu dan diperhatiin bener, tapi waktunya ga cukup. Ini aja muter-muter Galeri Nasionalnya ada kali hampir satu jam lebih 😀 . Semoga lain kali ada kesempatan ke sini.

Untuk info lebih lanjut soal pameran ini bisa cek langsung ke website JCCB ya 🙂

*sebagian foto-fotonya diambil dari kamera Koko E

Advertisements

14 thoughts on “Ways Of Clay di Galeri Nasional

  1. Wah Galeri Nasional. Dulu waktu pertama-tama di Jakarta saya suka keliru antara Galeri Nasional dengan Museum Nasional, haha. Tapi sampai sekarang belum pernah main kemari. Kayaknya boleh nih dalam waktu dekat diagendakan, apalagi ada pameran biennal ya, kan mesti menunggu dua tahun lagi kalau mau menyaksikannya. Kerajinan lempung mengingatkan saya pada pajangan-pajangan keramik yang ada di rumah saat saya kecil. Sayang sudah pada pecah semua karena kejahilan kami-kami, haha.

    • Iya pamerannya cuma ada 2 tahun sekalli Gara. Sempetin maen ke Galeri Nasional Gara. Hahaha kalau sekarang curiga nyesel udah mecahin keramik di rumah :p
      Duh aku malah belum jadi aja ke Museum Nasional ><

      • Iya nyesel, padahal keramik dari lama. Saya masih ingat itu keramik dibeli di pasar malam, hehe. Kalau tahan lama kan bisa jadi benda bersejarah ya.
        Haha, kita kebalik ya Mbak… saya belum ke Galeri Nasional, Mbak belum ke Museum Nasional.

  2. Pingback: Mengunjungi Galeri Nasional | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s