Menenangkan Diri Bersama Dewa Budjana

img_9627

Saya sungguh beruntung bisa menonton konser Dewa Budjana tanggal 30 November lalu di Galeri NuArt Sculpture Park!! Tepatnya dibagian amphitheater di belakang galeri.Awalnya saya sempat meragu untuk datang ke konser ini. Cuaca Bandung hingga sore hujan terus. Kebayang kalau hujan-hujan nonton konsernya, kan ribet ya. Ternyata mestakung *semesta mendukung*!! Selepas maghrib, hujan mereda dan saya ngegojek ke NuArt.

Saya suka dengan konsep konsernya yaitu pasar senggol. jadi selain pertunjukan musik juga ada semacam pasar makanan di bagian taman NuArt.  Bagian amphitheater dihias dengan lampu-lampu yang mengarah ke pepohonan dan bagian taman yang lain dihias dengan lampu-lampu kecil. Jadi ngebayangin kalau ngadain acara garden party di sini pasti asyik banget!!

img_9621

Area Pasar Senggol

Konser ini digelar untuk mengenalkan album terbaru Dewa Budjana, Zentuary. Zentuary sendiri terdiri dari dua kata “Zen” dan “Sanctuary” yang saya artikan titik kita untuk bisa menenangkan diri. Seperti kata Dewa Budjana malam itu, semua orang bebas mengartikan musiknya sesuai dengan selera masing-masing.

Saya pun menyukai penonton yang datang ke konser malam itu. Mulai dari sahabat-sahabat Dewa Budjana seperti Trie Utami, kemudian ada Nyoman Nuarta, juga ada teman-teman difabel yang ikut mendengar dan merasakan musik Dewa Budjana malam itu. Sebenarnya konser malam itu disediakan banyak tempat duduk, tapi saking penuhnya, sampai banyak yang berdiri.

img_9622

Konser Dewa Budjana malam itu banyak memperdengarkan musik dari album terbarunya. Hampir semua judul lagu dimainkan. Pada konser malam itu, Dewa Budjana juga terlihat banyak berkolaborasi dengan musisi yang masih muda. Yang saya suka dari musik-musik Dewa Budjana adalah pertemuan musik modern dan tradisional. Seperti malam itu, selain ada drum, gitar, bass, dan keyboard; juga ada gamelan, suling, hingga harmonika. Dewa Budjana pun tidak membiarkan konser ini terpaku pada permainan gitarnya. Ia juga memberikan ruang kepada musisi lainnya untuk memperlihatkan kebolehan mereka.

img_9633

Saya terhanyut selama dua jam dalam zentuary Dewa Budjana. Hadir dan menenangkan pikiran yang saat itu sedang resah menghitung hari pengujian penelitian tesis. Malam itu seperti oase yang menyegarkan. Saat konser memasuki babak akhir, saya sempat berpindah tempat ke bagian pasar senggol mengisi perut. Syahdu banget rasanya makan ditemani permainan gitarnya. Rasanya tidak ingin cepat selesai, masih ingin duduk-duduk dan menikmati malam di NuArt.

Advertisements

2 thoughts on “Menenangkan Diri Bersama Dewa Budjana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s