Desember

129apple_img_9458

Sudah Desember lagi aja ya!! Time flies!! Beneran ga kerasa banget setahun sudah hampir berlalu. Hal ini mengingatkan saya kembali akan tantangan dari BEC di awal tahun, soal kata yang akan mewakili setahun ini. Saat itu saya memilih kata “learn” alias belajar. And I got a lot of lesson to learn this year.

Saya belajar banyak hal baru, mendapat insight terhadap banyak pandangan, menanyakan banyak hal menggenai hidup, belajar merendahkan sisi egois dalam diri, mencoba untuk mudur selangkah, berhenti sejenak, banyak berbicara dengan orang lain dan diri sendiri, serta menyelesaikan setiap masalah yang ada. Terakhir tentu saja menyelesaikan tesis.

Saya belajar hal baru tahun ini. Saya belajar untuk menjahit, merajut, sampai membuat mainan dari kayu!! It was really fun to learning something new. Saya pun belajar lebih dalam lagi mengenai sistem pendidikan Waldorf dari Rudolf Steiner dan semakin mencintai pendekatan Waldorf. Untuk hal ini saya berterima kasih ke keluarga besar Jagad Alit yang mau mengajarkan dan berdiskusi dengan saya. Apalagi tahun ini ada Horst Hellman dan Edith Van Der Meer yang datang ke Bandung untuk berbagi mengenai kurikulum Waldorf, mendongeng untuk anak, mendisiplinkan anak, menjaga ritme hidup, menyederhanakan parenting, hingga menghadapi dua pola asuh yang berbeda. Saya mendapatkan pandangan baru untuk melihat permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan dan anak-anak. Tentunya hal ini langsung saya terapkan ketika ada yang curhat soal anaknya ke saya.

Persepsi saya banyak berubah tahun ini. Saya menjadi kenal lebih dekat dengan beberapa orang dan melihat hal-hal lama dalam sudut pandang yang baru. Menyegarkan sekaligus membuat saya bertanya lebih banyak tentang hal yang lain. Yah apalagi dengan drama pilkada dan printilannya ini. Saya jadi lebih mengetahui siapa orang-orang disekitar saya dan bagaimana cara pandang mereka. Beberapa membuat saya terkejut, yang lain membuat saya sadar sejauh mana sebaiknya saya memberi garis batas.

Desember ini, saya mulai dengan banyak bertemu teman yang sudah lama tidak bertemu. Meluangkan waktu untuk mendengar kabar dari mereka semua. Tahun ini saya belajar bahwa setiap orang yang datang ke dalam hidup saya memiliki tempat tersendiri di hati.

Ngomongin tesis, bulan Agustus kemarin saya kembali ganti terapi loh. Iya, tiga kali ganti!!! Luar biasa!! Saya belajar untuk tidak mempertahankan idealisme dan ego saya. Udah buntu kak buat ngasi alasan logis ke pembimbing. Jadilah saya mengambil langkah mundur dan alhamdulillah, akhirnya pembimbing setuju dengan terapi yang saya ajukan. Empat bulan dari situ, disinilah saya bersama si tesis yang sedang memasuki babak akhir. Terima kasih banyak untuk doa, semangat, kritikan, dan juga bantuan-bantuan dari semua orang.

Bulan Desember, Bandung juga masih suka hujan. Apalagi hujan hari ini, gerimmis tipis tipis kesukaan saya. Tentu saja cokelat hangat menjadi teman yang setia menemani dalam suasana seperti ini. Kopi? Oh saya masih minum kopi kok. Tapi belakangan kembali ke asal, minum cokelat. Soal hujan dan Bulan Desember, saya langsung teringat lagu Efek Rumah Kaca. Yuk dengerin lagunya 🙂

Soal tahun depan, saya punya beberapa rencana acak. Tapi saya tidak tahu, setelah lulus pintu mana yang akan terbuka lebih dulu. Manapun yang terbuka lebih dulu, maka itulah yang terbaik. Setahun belajar mengenai mindfulness membuat saya lebih sadar dan waspada dengan sekeliling. Menikmati setiap hari yang saya jalani. Melihat banyak hal dan ekspresi orang-orang.

Advertisements

One thought on “Desember

  1. Pingback: So Long 2016!! | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s