Farewell Starbucks BIP

img_8329

Malam terakhir melihat pemandangan dari tempat duduk favorit

“Mbak, tahukan ya kalau ini hari terakhir kita buka?”

Hati saya mencelos. Bulan ini adalah kali pertama saya kembali menginjakkan kaki ke gerai kopi ini. Kalau saya tidak menguatkan tekad untuk membeli cokelat hangat demi mengurangi pusing dan menemani Teh Silva berdiskusi, mungkin saya akan menyesal keesokan harinya. Tuhan memiliki cara sendiri untuk membuat saya datang ke Starbucks BIP hari ini.

Sudah delapan bulan lebih sejak saya sering mendatangi tempat ini untuk berkegiatan. Mulai dari berdiskusi, menulis tesis, mengerjakan laporan, berkontemplasi, bersendau gurau, saling ngebully, cerita ngalor ngidul, menunggu waktu menonton gigs di IFI, mengunduh film atau tv series, hingga sekedar memandang hujan bersama orang-orang terdekat. Saya pun bertemu dengan beberapa teman lama ketika sedang duduk di sini.

Bulan-bulan sebelumnya tempat ini sesekali saya datangi untuk membaca novel, mendengarkan curhat adik-adik ketemu gede, bertukar pikiran dengan sepupu in crime, dan tempat saya curhat.

Sampai baristanya mengingat saya dan sering bertanya kalau saya jarang datang. Baristanya juga hafal dengan kebiasaan saya yang lebih memilih untuk menggunakan gelas kaca ataupun mug daripada gelas karton maupun plastik. Hari ini pun salah seorang baristanya sempat berkata “terima kasih ya mbak Ira sudah menjadi reguler customer kami”. Akkkk sungguh sedih mendengarnya😥

Starbucks BIP memang berbeda dari starbucks yang lain. Tempatnya tidak terlalu ramai dan ada meja tersendiri yang sedikit terpisah dari meja-meja yang lain. Kalaupun sedang ramai, kami tetap bisa berkonsentrasi mengerjakan tesis di sini. Berbeda dengan suasana Starbucks Ciwalk yang lebih cocok untuk tempat mengobrol. Suhu ruangannya tidak terlalu dingin seperti Starbucks di Dipati Ukur. Jarak tempuh ke BIP pun bisa dilakukan dengan berjalan kaki dari kampus.

Tempat duduk favorit saya, Koko Erlang, Teh Silva, dan Ijal adalah di sebelah counter, dipisah oleh tempat display tumbler. Sedikit tersembunyi dari hiruk pikuk bagian depan. Dengan meja yang lebih tinggi dan colokan, kami betah duduk di sana dari pagi hingga sore atau dari siang hingga malam. Tempat ini memang membuat kami lebih leluasa untuk berdiskusi dan berkonsentrasi dengan apa yang sedang kami kerjakan. Bahkan ada waktu-waktu kami nyaris setiap hari ke sana untuk mengerjakan tesis. Berlama-lama di Starbucks BIP ini bahkan sudah menghasilkan seseorang yang lulus dari S2, dua orang yang seminar UP, dan seorang lagi yang hampir seminar UP.

page

Support Group Tesis

Tempat mungkin berganti, tetapi saya tidak akan lupa akan kenangan yang ada di sana. Farewell Starbucks BIP.

*Ditulis kala hujan menyapa Bandung, ditemani lagu-lagu Banda Neira

12 thoughts on “Farewell Starbucks BIP

  1. Waaah… kenapa kok tutup Ra? Dulu pertemuan pertama sama Andik juga di sini klo gk salah. Sedih yaaa kalo tempat langganan yang udah familiar sama orngnya harus tutup..:

  2. Loh kenapa tutup? Padahal kalau lagi ke BIP suka mampir di starbucks-nya untuk beli minuman favorit, iced chocolate with hazelnut…Tempatnya juga ga terlalu ramai dan lumayan terang.
    Duh jadi pengen iced chocolate nya starbucks😐

    • kontraknya ga diperpanjang. Iyoo di sana kan enak karena ga terlalu ramai. Ish kemaren aku beli hot chocolate hazelnut loh di sana

  3. Pasti sedih banget kalau lokasi yang secara tidak langsung berperan bagi kehidupan kita nggak bisa kita kunjungi lagi ya. Sedihnya terasa sampai sini loh Mbak, hehe. Ngomong-ngomong tutupnya kenapa ya, Mbak? Apa kurang ramai? Padahal setahu saya BIP itu ramai banget lho, hehe. Tapi seru juga ya kumpul-kumpul di coffee shop seperti itu… banyak bertukar cerita dan inspirasi :)).

    • Kontraknya ga diperpanjang Gara, dan akan diganti coffee shop lain😦

      seru banget…dan karena beberapa bulan ini intens ke sana, jadi beneran berasa ilangnya

    • bener banget Tutut….aku dan temen-temen pernah nyobain starbucks lain, tapi ga ada yang senyaman di BIP untuk tempat ngerjain tesis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s