Doulce Memoire & Maestro Musik Sunda

IMG_0959

Awal bulan Mei, saya menyaksikan sebuah pertunjukan kolaborasi musik Renaisans dan Sunda: Doulce Memoire dan Maestro Musik Sunda di Ifi Bandung. Acara kolaborasi ini merupakan pembuka dari rangkaian Printemps Francais 2016 di Bandung yang merupakan Festival Seni Prancis- Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Institut Prancis di Indonesia. Pertunjukkan memang sudah lama, acaranya pun sempat saya tulis di steller, tapi saya baru menuliskan versi blognya sekarang. Maklum baru dapet foto-foto dengan kualitas bagus :D .

SAMSUNG CSC

Sempet foto dulu

SAMSUNG CSC

Doulce Memoire

Doulce Memoire memulai pertunjukan dengan menyajikan sebuah musik dari zaman Renaisans. Petikan gitar zaman renaisans, seruling, serta perkusi membawa kita untuk menikmati musik istana. Ditambah dengan suara Sopran dan Tenor, sukses membuat saya merinding. 
SAMSUNG CSC

Maestro Musik Sunda

Setelah itu, giliran Maestro Musik Sunda yang terdiri dari Ibu Neneng, Kang Yoyon dan Bapak Dede menampilan kebolehannya menyanyikan lagu-lagu berbahasa Sunda. Tiupan seruling, petikan kecapi, serta suara halus Ibu Neneng menggetarkan sukma. Saya berasa kayak lagi di kondangan. Jarang-jarangkan ngedengerin lagu berbahasa Sunda seperti ini.
SAMSUNG CSC
Ketika Doulce Memoire dan pada maestro musik Sunda disatukan, saya hanya mampu berdecak kagum. Indah banget mendengar bagaimana seruling serta perkusi  disatukan dengan seruling khas Sunda dan kecapi. Baik lagu berbahasa Sunda maupun Prancis yang dinyanyikan malam itu, bikin saya merinding dan tidak henti-hentinya berdecak kagum.
Kolaborasi keduanya betul-betul membuat waktu satu jam tiga puluh menit berlalu tanpa terasa. Sungguh pertunjukkan kolaborasi yang mengagumkan. Saya benar-benar beruntung bisa menyaksikan pertunjukan ini.
*Foto-foto saya pinjam dari yang punya blog ini

14 thoughts on “Doulce Memoire & Maestro Musik Sunda

  1. *bayangin perpaduan musik Sunda sama musik Istana*
    Kayaknya keren 😀😎
    Kalau mau ke tempat seni di daerah Jakarta, bisa ke komunitas Salihara Mbak di daerah pasar minggu. Rutin ada pertunjukan musik, pameran seni, dan diskusi” buku pun sastra.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s