Wisata Sejarah Kereta Api: Buitenzorg – Soekaboemi – Tjiandjoer

Tanggal 29 Mei 2016 saya, Dede Marin, dan Cice mengikuti Wisata Sejarah Kereta Api (Railway Heritage Tour)  yang diselenggarakan oleh unit Heritage PT. KAI dan ICOMOS (International Council on Monument & Sites) Indonesia. Wisata Sejarah Kereta Api kali ini akan melakukan perjalanan jalur kereta api pertama di Hindia Belanda, yaitu rute Buitenzorg – Soekaboemi – Tjiandjoer.

IMG_1821

Pada hari Minggu, peserta berkumpul di ruang VIP Stasiun Bogor. Di sini kami disambut oleh presiden ICOMOS Indonesia yang berperan sebagai tour guide, Bapak Dicky AS Soeria Atmadja dan kepala stasiun Bogor, Bapak Sugi Hartanto. Setelah itu, sambil menantikan kereta menuju Sukabumi, peserta diajak berkeliling Stasiun Bogor.

IMG_1833Bogor, terletak 346m di atas permukaan laut

Pengenalan Stasiun Bogor dimulai dari menaiki tangga kayu berputar untuk ke lantai dua stasiun yang menggunakan kayu. Zaman Hindia Belanda dulu belum dikenal lantai yang dicor sehingga menggunakan lantai kayu. Untuk tangganya sendiri terbuat dari kayu jati dan merupakan satu-satunya stasiun yang memiliki tangga kayu berputar. Keunikan lain dari stasiun ini adalah bangunannya yang tinggi untuk dapat menghalau panas udara tropis. Selain itu apabila diperhatikan, pada bagian bawah pintu kayu terdapat plat besi yang berguna untuk menghindari gesekan kayu dengan lantai agar pintu tetap awet. Bagian lain yang menarik dari Stasiun Bogor adalah hall depan yang berfungsi sebagai ruang tunggu kereta. Bagian daun pintu yang diukir cantik dan langit-langitnya mengingatkan saya pada ballroom ruangan Eropa yang megah. Sayangnya saat ini hall tersebut dibiarkan kosong.

IMG_1847suasana pagi di Stasiun Bogor

IMG_1853Tangga berputar yang terbuat dari Kayu Jati

IMG_1854detail pintu depan dari stasiun lama Bogor

IMG_1859Hall yang megah di Stasiun Bogor

Stasiun Bogor sendiri merupakan landmark kota yang terletak tepat di seberang Istana Bogor. Saat zaman Hindia Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang memiliki arti ‘tanpa kecemasan’ atau ‘rasa aman’ yang merupakan tempat beristirahat bagi pekerja yang jauh dari hiruk pikuk kota Batavia.

Tidak terasa, waktu pun menunjukkan pukul 07.30. Saatnya kami masuk ke kereta. Sebenarnya saat ini perjalanan Bogor – Sukabumi dimulai dari Stasiun Paledang, akan tetapi khusus untuk tur heritage ini, kami memulai perjalanan dari Stasiun Bogor. Di Stasiun Paledang, kereta sempat berhenti selama 20 menit untuk menaikkan penumpang menuju Sukabumi. Sambil menunggu, kami dibagian scraft dan peta perjalanan. Pada peta, dapat terlihat bahwa jalur yang kami lalui merupakan jalur yang berbeda dengan jalur kereta Jakarta menuju Bandung.

IMG_1894Pak Dicky sedang menjelaskan peta perjalanan hari ini

IMG_1899peta wisata sejarah kereta api

Perjalanan menuju Sukabumi ini, melalui Stasiun Batu Tulis, Ciomas, Maseng, Cigombong, Cicurug, Parung Kuda, Cibadak, Karang Tengah, hingga sampai dipemberhentian Sukabumi. Sepanjang perjalanan, Pak Dicky menceritakan mengenai sejarah yang ada di Jalur ini.

IMG_1905Gunung Pangrango yang terlihat dari sebelah kanan

IMG_1916Gunung Salak terlihat dari sebelah kiri kereta api

Pada perjalanan menuju Stasiun Batu Tulis kita bisa melihat Gunung Salak di kiri dan Gunung Pangrango di kanan. Pak Dicky menceritakan bahwa di kaki Gunung Pangrango terdapat enam makam tentara Nazi. Wouw, saya sampai bengong sendiri mengetahui fakta sejarah yang satu ini.

Sejarah lain yang diceritakan adalah mengenai sebuah danau buatan yang terletak tidak jauh dari Stasiun Cigombong yang bernama Danau Lido. Dahulu, danau ini digunakan untuk tempat peristirahatan bagi petinggi pengawasan pembangunan Jalan Raya Pos dan pemilik perkebunan. Hingga saat ini, Danau Lido masih digunakan untuk tempat peristirahatan pejabat negara. Para mantan Presiden Indonesia juga pernah bepergian ke Danau Lido untuk beristirahat.

Apabila kita sampai di Stasiun Cigombong, wajib banget untuk turun sejenak dari kereta dan mengagumi pemandangan Stasiun dengan latar belakang Gunung Salak yang sayang untuk dilewatkan. Beneran cantik banget pemandangannya!!

IMG_1926Indah!!

Setelah Stasiun Parung Kuda, terdapat Stasiun Cibadak. Tidak jauh dari Stasiun Cibadak ini terdapat daerah yang bernama Tjipetir. Akhir tahun 2014, di Eropa sempat digemparkan dengan berita mengenai seseorang yang menemukan sebuah balok persegi bertuliskan Tjipetir di dekat pantai daerah Cornwall, Inggris. Benda tersebut berbahan kenyal seperti karet. Balok karet Tjipetir tersebut menyebar di daerah pantai Inggris karena diangkut sebuah kapal yang karam. Banyak berita mengatakan bahwa kapal yang mengangkut balok karet Tjipetir adalah Titanic!!

Saya sampai bengong ngedengernya. Bayangkan saja, dulu balok berbahan karet asal Tjipetir ini dikirim ke Eropa untuk digunakan sebagai  insulator kabel telegraf bawah laut. Balok berbahan karet ini istimewa karena tidak terbuat dari getah pohon karet melainkan dari daun yang digiling untuk mendapatkan getah perca. Terbayangnya karet buatan Tjipetir ini kuat bangetkan sampai jadi insulator bawah laut.

IMG_1936Tjipetir

Melewati Stasiun Cisaat, kami pun sampai di Sukabumi dan berganti kereta perintis menuju Cianjur. Keretanya sendiri merupakan kereta ekonomi AC yang terdiri dari empat buah gerbong. Disebut kereta perintis, karena berada di bawah Departemen Perhubungan dan bukan merupakan bagian dari PT. KAI.

IMG_1929suasana Stasiun Sukabumi

Perjalanan pun dilanjutkan melewati Stasiun Gandasoli, Cireugas, dan Lampegan. Dari Stasiun Cireugas ke Lampegan, kita akan melewati sebuah terowongan kereta api pertama yang dibangun di Hindia Belanda bernama Terowongan Lampegan. Disebut Lampegan karena dahulu orang Indonesia sering mendengar kata ‘Lampe ghan!!’ yang diteriakkan oleh Menir Belanda saat ada kereta yang akan memasuki terowongan. Kata itu berarti ‘nyalakan lampu’. Saya dan beberapa orang peserta tur semangat banget merasakan detik-detik kereta api memasuki terowongan ini. Ternyata terowongannya lumayan panjang!! Seru banget merasakan momen melihat cahaya dari terowongan Lampegan. Dari Stasiun Lampegan, perjalanan dilanjutkan melewati Stasiun Cibeber, Cilaku, hingga sampai di Stasiun
Cianjur.

IMG_1937sejauh mata memandang, terdapat hamparan sawah

IMG_1957Terowongan Lampegan

IMG_1958Stasiun Lampegan

IMG_1965selalu suka merasakan kereta berbelok

IMG_1986suasana Stasiun Cianjur

IMG_2019pemindah rel kereta manual!!

IMG_2027Foto bareng Pak Dicky

IMG_2039Foto bareng Kepala Stasiun Cianjur

Sesampainya di Stasiun Cianjur, kami pun beristirahat, berdiskusi, dan menikmati makan siang. Betul-betul perjalanan yang menyenangkan!! Banyak banget informasi dan pengetahuan sejarah yang saya dapatkan dari perjalanan kali ini. Rasanya tidak pernah belajar sejarah semenyenangkan ini.

*Saya juga membuat versi Steller tulisan ini

15 thoughts on “Wisata Sejarah Kereta Api: Buitenzorg – Soekaboemi – Tjiandjoer

  1. Wow…👍🏼 Ini mah daerah kekuasaanku..😃 Seandainya tau kamu lagi jalan ke Cianjur, pasti saya ajak mampir ke rumah.. Saya kan tinggal di Cianjur dan asli orang Cianjur. Dulu waktu saya masih anak-anak malah sempat tinggal di rumah dekat stasiun KA Cianjur ini.. Stasiun ini tempat bermain saya di masa kecil.. Saya generasi yg lahir di pertengahan dekade 70an di Cianjur. Zaman itu orang lebih sering bepergian dengan kereta. Jalur yg kamu tempuh itu adalah jalur nostalgia karena ayah saya almarhum biasa mengajak keluarga piknik luar kota naik kereta, trus balik lagi, jadi pikniknya ya di dalam kereta itu.. Dan bagian favorit saya sebagai anak-anak..? Tentu saja terowongan Lampegan.. Duhhh.., mata saya sampe berkaca-kaca nulis komentar ini..Ingat masa kecil yg sederhana tapi bahagia.. Makasih banyak udah berbagi cerita ini..

    • Setuju!!
      Eh tapi jalur kereta pertama yang dibuat memang dari Bogor sampai Cianjur aja sih. Pembangunan selanjutnya baru ada rel dari Cianjur ke Bandung.
      Semoga ke depannya jalur rel kereta Cianjur – Majalengka bisa dibuka ya😉

  2. Keren banget Raaa, jadi pengen ngajakin Una ikutan tur ini kalau dia gedean dikit. Demen banget aku datengin historical places, hihi, sok Ra jalan2 yang banyak ya foto yang banyak juga xD

    • Seru banget Mischa…Iyaaa ajakin Una kalo udah agak gedean Mis.
      Doain juga rejekinya lancar yaaa buat jalan-jalan 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s