Berada di Sini, Jiwa dan Raga

Yesterday is history, tomorrow is mystery, but today is a give, that is why it called the present.

Kapankah terakhir kali kita sadar dengan nafas yang dihirup dan dihembuskan? Saya pertama kali menyadarinya ketika melakukan Yoga. Kemudian, Tuhan menuntun saya untuk bertemu dengan banyak kejadian dan orang untuk mengingatkan saya mengenai berserah diri, sabar, dan ikhlas. Hingga akhirnya saya dipertemukan dengan variabel penelitian thesis saat ini, mindfulness.

Mindfulness memiliki pengertian sebagai kesadaran yang muncul dengan memperhatikan tujuan saat ini dan tidak menilai dengan terungkapnya pengalaman demi pengalaman (Kabat-Zinn,2003). Sederhananya, midnfulness adalah berada di sini, jiwa dan raga.

Kapan ya terakhir kali kita berdialog dengan diri sendiri? Berkomunikasi, merasa, dan berdamai dengan diri sendiri? Sesederhana menghirup nafas dan melepaskannya. Berawal dari membaca jurnal-jurnal serta buku mindfulness, bertemu dengan Adjie Silarus dan bertukar pikiran terkait mindfulness, serta pembicaraan lanjutan dengan Ko Erlang dari tulisan yang ini, saya sampai disebuah titik: berserah diri.

Akan tiba saatnya kita tidak peduli dengan apa yang telah terjadi. Tanpa disadari, semua yang terjadi ini telah ada yang Maha Mengatur. Setiap kejadian tentu sudah diperhitungkan. Lalu mengapa saya masih cemas dengan masa lalu? Padahal sudah berlalu, mengapa masih menjangkar di sana? Di sinilah saya mulai belajar untuk melepaskan, mengambiil hikmah dari semua kejadian. Untuk kembali memperhatikan saat ini. Bagaimana dengan masa depan? Mengapa harus takut dengan sesuatu yang belum pasti?

Bagaimana dengan saat ini? Sudahkah saya hadir sepenuhnya saat ini?Tanpa memikirkan apa yang terjadi di depan dan benar-benar menikmati saat ini. Mengerjakan segala sesuatu dengan sadar, bukan autopilot. Karena masa lalu telah berlalu, masa depan masih di ujung, tetapi saat ini tidak akan terulang.

Perjalanan menulis thesis ini beneran lebih untuk diri saya sendiri. Yah walaupun belum kelar, tapi saya banyak belajar dari hasil membaca dan diskusi.Semoga thesisnya segera selesai. Semoga saya dan yang pada baca tulisan ini juga bisa lebih mindfulness, berada di sini sesederhana menyadari saat kita bernafas.

6 thoughts on “Berada di Sini, Jiwa dan Raga

  1. Terakhr kali sadar dengan nafas yang dihirup & dihembuskan… Baru aja *edisi flu berat dan hidung seret*
    Terakhir kali berdialog dengan diri sendiri…. 3 hari yang lalu pas lagi nelepon ternyata yang diteleponnya udah tidur sejak awal cerita…Hihihi…
    Btw kapan thesisnya kelar? *naburin garam ke luka yang menganga*
    Hihihihi :p

    • kamu Jahat TT____TT
      btw itu ga berdialog ama diri sendiri kali, tapi reportase yang dicuekin :p
      kapan memBandung? makan-makan dan ngobrol-ngobrol yuuuu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s