Hai Hujan

Diantara suara jari menyentuh keyboard, dentingan sendok dan piring, saya kembali mendengar suara hujan. Bukan, bukan hujan deras dan berangin. Bukan pula gerimis yang hanya mengotori mobil. Hujan yang ini lembut, kecil kecil dan rapat. Sanggup membuat jari-jari berhenti dan membuat saya mendongak, melihat ke arah jalan dan tersenyum. Hai hujan, saya kangen. 

-ditulis saat 29 Februari 2016 sambil menikmati hujan disela-sela mengerjakan revisi thesis

2 thoughts on “Hai Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s