Buang Sampah

gambar diambil dari sini

Saya melihat dan mendengar percakapan di angkot antara seorang ibu dan anak. Seperti ini percakapannya:

Ibu(I): Udahan makannya, stik kayunya ga usah digigitin
Anak (A): terus dibuang ke mana?
Ibu (I): ke sana aja (menunjuk ke arah jalan)
Anaknya pun mengikuti petunjuk sang Ibu membuang stik kayu ke luar pintu angkot.

Saya yang saat itu melihat dan mendengar hal ini hanya bisa menatap tajam ibu dan ga bisa mencegah anak untuk membuang sampah sembarangan. Sayang sekali anak yang berusia sekitar 4 atau 5 tahun itu sudah diajarkan untuk membuang sampah sembarangan.

Mungkin hal ini terlihat sepele, akan tetapi mengajari anak untuk membuang sampah pada tempatnya berarti mengajarkan anak untuk dapat bertanggung jawab terhadap tindakannya, menahan diri untuk tidak impulif melakukan sebuah perilaku, serta menyayangi lingkungan sekitar.

Anak-anak, apalagi saat lahir hingga usia tujuh tahun, merupakan anak-anak yang seperti spon, menyerap apapun yang ia lihat, dengar rasakan, dan perhatikan. Apabila terbiasa untuk diperbolehkan membuang sampah sembarangan, jangan kaget apabila di rumah ia bisa membuang sampah di mana saja.

Saya sendiri terus mengingatkan diri untuk jadi lebih baik lagi. Bukann hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang-orang disekitar, serta ketika saya punya anak nanti.

14 thoughts on “Buang Sampah

  1. ini namanya teori ‘Kaca Pecah’. Saat ada orang pertama memecahkan kaca jendela dan dibiarkan nama akan ada orang kedua ketiga dan seterusnya memecahkan kaca.
    Pernah diberikan materi ini di training 5S.
    >.<

  2. Kelakuan orang indonesia yang paling sepele dan paling menyebalkan adalah buang sampah sembarangan. Liat aja di kota-kota besar atau kecil sungainya sudah tercemar oleh limbah sampah. Bahkan di tempat-tempat wisata sekalipun terlihat kotor karena sampah

  3. Itu gambarnya ._. yang pelaku orang pertama kok kampret ya mbak -_-

    Bener juga sih -_- kadang nih, kadang ya, orang tua justru suka ngajarin hal yang nggak bener loh. Kadang sih. Cuma kadang. hal sepele yang nanti berimbas jadi gede -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s