Battle of Surabaya, There is No Glory in War

gambarnya pinjem dari sini

Sudah ada yang menonton Battlle of Surabaya? Dari judulnya saja, ini adalah film animasi Indonesia. Saya semangat banget pengen nonton film ini. Baru tahu kemarin kalau filmnya sudah ada di bioskop. Pagi-pagi waktu ngecek di cgv blitz, ternyata film ini sudah turun dari Blitz PVJ Bandung. Langsung cek ke 21 Cineplex dan tinggal di Empire 21 BIP dan BTC 21. Langsung nonton hari ini juga sebelum filmnya turun dari bioskop.

Film animasi ini berlatar belakang perang yang terjadi di Surabaya pasca perebutan Hotel Yamato dari pihak Belanda. Di film ini dikisahkan Musa, seorang remaja penyemir sepatu yang kemudian membawa misi sebagai kurir surat-surat rahasia untuk para tentara dan milisi pejuang Indonesia pra peperangan 10 November 1945 di Surabaya yang dikenal dengn Pertempuran Surabaya. Selain surat rahasia Musa juga mengantar surat-surat pribadi para pejuang untuk keluarganya. Bersama sahabatnya Yumna dan Danu, Musa mengalami petualangan hebat hingga banyak kehilangan orang-orang yang dicintainya.

Saya beneran terpukau banget sama animasinya yang keren. Menurut saya yang awam ini sih segitu rapi ya. Kalau liat dari segi gaya animasinya, memang belum Indonesia banget, masih ngingetin sama film-film animasi dari Studio Gibli. Wajah Musanya masih terlalu Jepang. Mungkin efek saya kebanyakan nonton anime yaπŸ˜€ , tapi saya suka dengan gambar animasi untuk tokoh Soekarno, Hatta, Bung Tomo, dan Gubernur Suryo yang mirip aslinya. Semoga ke depannya animator Indonesia punya gayanya sendiri.

Dari sisi sejarah penceritaannya, mungkin masih harus lihat fakta sejarahnya ya. Seperti tanggal atau pun tokoh-tokoh di dalamnya. Apalagi dengan penambahan cerita soal pasukan Kipas Hitam dari Jepang. Takutnya jadi mengaburkan fakta sejarah. Aneh aja lihat ada semacam ninja yang ikutan bantu Sekutu dan VOC saat perang di Surabaya. Penceritaan sejarahnya juga kurang lengkap dan melompat-lompat, jadi bakal rada bingung kalau belum baca sejarah soal perang 10 November 1945. Selain itu perpindahan cerita antara satu tempat ke tempat lain masih kurang smooth. Ngomongin soal perang, berhubung filmnya untuk 13 tahun ke atas, tentunya ga banyak adegan perang berdarah-darah yang ditampilkan, walau ya jadi aneh sih ketika ditembak ga ada darah yang ngucurπŸ˜€ . Filmnya juga memang lebih fokus ke perjuangan Musa sebagai kurir pengantar pesan tentara ke berbagai daerah di Jawa Timur.

Kalau dari segi bahasa, saya suka animasi ini menggunakan bahasa sesuai dengan tokohnya. Maksudnya kalau tentara Inggris, ngomongnya Bahasa Inggris (tanpa aksen british ya, kan susah niru aksen sexy Birtish), orang Belanda sesekali ngomong Belanda, dan yang orang Jepang, ngomongnya pakai Bahasa Jepang. Walaupun saat lagi bareng-bareng jadinya pada ngomong Bahasa Inggris. Selain itu beberapa tentara Indonesia ada yang menggunakan logat Suroboyoan dan juga Batak. Yah walaupun memang belum konsisten di semua tokoh ya. Seperti seorang tentara bernama Danu yang diisi suaranya oleh Reza Rahardian, lebih kerasa orang Indonesia dengan wajah Jepang daripada orang Surabaya.

Pesan moral di animasi ini memang kental banget. Seperti judulnya, there is no glory in war. Ga ada kejayaan yang di dapat dari perang. Filmnya juga manusiawi banget. Ga semua orang Jepang jahat, begitu juga orang Belanda. Tetapi, apapun itu, perang tentu ga bawa kebahagiaan. Banyaknya korban tak berdosa dari berbagai pihak menegaskan bahwa memang ga ada yang bisa didapatkan dari perang. Mungkin yang agak ganggu saat Danu mengatakan soal orang-orang Indonesia banyak yang korupsi dan ongkang ongkang kaki duduk di pemerintahan. Ini sih seperti pesan mengatakan keresahan masyarakat saat ini terhadap pemerintah Indonesia, tapi kan jadi rada ga sinkron sama cerita -___-“

Β Secara keseluruhan, saya kagum dengan animator-animator Indonesia yang berani memulai untuk membuat film animasi Indonesia. Apalagi ditayangkan di Bulan Agustus yang masih bernuansa kemerdekaan. Semoga ke depannya film animasi Indonesia bisa lebih baik lagi.

12 thoughts on “Battle of Surabaya, There is No Glory in War

  1. Sebagai orang surabaya emang bikin angkat alis pas lihatnya. Terutama logat ngomong yang anak jakarta banget. Hihihihi. Tapi patut diapresiasi lah hasil karyanya. Gaya Ghibli ga papa dipertahankan sambil nyari gaya yang Indonesia banget. Adegan paling kerennya adalah adegan kejar-kejaran yang Musa naik sepeda. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s