Kartu Pos: Membatik di Atas Kertas

IMG_8841kartu pos batik

Sudah lama saya tidak menulis soal kartu pos. Hobi yang satu ini sempat berhenti saya lakukan karena sibuk dengan urusan-urusan di akhir tahun kemarin. Saya baru memulai kembali berkirim kartu pos sekitar tiga bulan yang lalu. Kali ini kartu pos yang mau diceritakan adalah mengenai kartu pos batik.

Apabila ke Yogya, kita akan mudah menemukan kartu pos dengan gambar berbagai jenis batik di Mirota. Tentunya kartu pos itu berbeda dengan kartu yang akan saya ceritakan. Kartu pos ini dibuat dengan cara seperti membuat batik. Bedanya apabila kita membatik di atas kain, sedangkan ini dibuat di atas kertas. Cara pembuatannya adalah dengan menggambar terlebih dahulu motif batik di atas kertas. Kebetulan untuk kartu pos ini, teman saya membuat motif Truntum. Setelah selesai menggambar motifnya, apabila kita membatik di atas kain, maka motif batiknyalah yang diberikan lilin malam dengan cara mencanting. Sedangkan di kartu ini menggunakan krayon putih sebagai pengganti lilin malam. Tahap berikutnya adalah pewarnaan. Ketika membatik di atas kain, kita tinggal mencelupkan ke pewarna kain yang diinginkan. Pewarnaan di kertas ini menggunakan cat air. Bagian yang terkena krayon akan tetap berwarna putih. Terakhir adalah proses pengangkatan krayon dari kertas. Caranya ternyata mirip dengan menghilangkan lilin malam pada kain batik, yaitu dengan menggunakan panas. Bedanya apabila kain batik menggunakan air panas, maka kertas berpola batik ini menggunakan setrikaan. Jadi setelah cat air kering, tinggal disetrika. Maka jadilah kartu pos dengan menggunakan teknik batik.

Saya diberitahu cara mengerjakannya oleh si pembuat kartu pos, Cice dari Journ(al)ey. Saya berdecak kagum saat mendengar ceritanya. Membatik di atas kertas, tidak kalah unik dengan membatik di atas kain.

Oia tahukan kalian makna dari batik motif Truntum? Ternyata batik dengan motif ini digunakan oleh orang tua saat pernikahan anaknya. Arti dari Truntum adalah untuk membimbing. Ini merupakan harapan agar orang tua dapat membimbing dan memberikan nasihat bijak kepada kedua pengantin ketika memasuki kehidupan pernikahan. Truntum mewakili bentuk tunas bunga melati.

14 thoughts on “Kartu Pos: Membatik di Atas Kertas

  1. Aih, baru mau tanya maknanya ternyata ada di paragraf terakhir. Makna batik itu memang mendalam sekali ya Mbak, hebat bagaimana orang-orang tua dulu bisa menuangkan makna sedalam itu pada selembar kain polos :)).
    Keren deh kartu posnya :)).

      • Iya Mbak :)).
        Sip, selamat belajar Mbak. Nanti kalau sudah khatam ilmunya, tolong dibagikan ke kami-kami ini :haha.

  2. Truntum jika aku tak salah diinspirasi oleh bintang di langit, yang membuat istri raja yang sedang bersedih hati. Motif ini salah satu motif favoritku.

    Btw, seru ya batik ditaruh di kartu Post, bisa bercerita ke dunia.

    • Iya Mbak Tjetje. Aku paling suka kartu pos gambar batik untuk dikirim ke luar. Bisa cerita panjang di kartu posnya😀

  3. Temen saya dulu kakinya pernah kesiram lilin panas itu mbak pas bikin batik kain. Dia jadi trauma ngebatik lagi padahal anaknya rapih dan teliti kalo urusan batik-membatik.. Mungkin membatik di atas kertas ini bisa jadi alternatif dia untuk tetap berkarya ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s