Pengalaman Nonton Jurassic World di 4DX

image1

Minggu kemarin adalah pengalaman pertama saya menonton 4DX di Blitzmegaplex PVJ Bandung. Saya dan Teh Icha memang udah niat mau menonton Jurassic World di studio 4DX, agar lebih terasa efek dari filmnya. Kami masuk saat film sudah mau dimulai. Gelep banget!! Jadi aja menuju kursi sendiri gelep-gelepan dan sukses ternyata salah kursi x_x . Pesan moral: kalau lain kali nonton 4DX datengnya rada lebih awal. Buat yang belum tahu soal 4DX bisa lihat langsung di website blitzmegaplex.

Begitu duduk, kursi di 4DX ini berbeda karena kursinya sedikit naik, jadi barang-barang saya simpan di lantainya, biar aman kalau si kursi bergoncang. Selain itu di kiri dan kanan ada bolongan untuk sound effect dan di depan kursi ada bolongan-bolongan kecil untuk efek angin atau air. Begitu duduk, kursi sudah bergoncang karena telur dino yang bergerak-gerak. Sepanjang film, kami berdua ketawa mulu. Maklum baru pertama nonton di 4DX, jadi seru sendiri. Rasanya seperti naik wahana di dufan 😆

Sebelum cerita lebih lanjut mau ngasi sinopsis dari film Jurassic World. Dua puluh dua tahun sejak kejadian Jurassic Park (1993), Pulau Isla Nublar kini berfungsi penuh sebagai taman wisata dinosaurus, Setelah 10 tahun beroperasi dan pengunjung berkurang, perusahaan memberi mandat untuk meningkatkan kunjungan pengunjung. Atraksi baru pun diciptakan, namun malah menjadi malapetaka baru.

Kalau dilihat dari segi cerita, kurang lebih konsepnya masih sama dengan pendahulunya. Ada sebuah taman berisi dinosaurus, terus ada dinosaurus yang kabur. Bedanya, memang di sisi efek dan grafisnya yang halus banget. Karena itulah saya dan Teh Icha memutuskan merasakan kecanggihan efeknya di studio 4DX.

Sepanjang film, kita disuguhkan terpaan angin, goncangan-goncangan, cipratan air *iya, ikut kecipratan waktu adegan dino yang di air itu*, serta kilat dari senapan. Goncangan itu juga tidak hanya dari gerakan kursi yang naik turun, tetapi juga dari bagian punggung yang bisa memiliki efek seperti kita kejeduk dari belakang gitu. Apalagi saya menonton 3D yang berarti membuat pengalaman menonton semakin nyata. Ikut ngerasa deg-degan saat Indominius-Rex berjalan pelan ke arah Owen atau merasakan sensasinya saat Owen dikawal para Velociraptor buat menemukan Indominius Rex. Seru banget!! Kayaknya waktu itu kami yang paling berisik di studio karena ketawa dan kadang ikut berteriak *tutup muka*. Walaupun ya dari segi harga, ga akan sering-sering deh nonton di 4DX, cukup untuk film yang dirasa pas untuk ditonton di sana.

Satu yang saya ingat ketika selesai menonton Jurassic World, kita ga boleh sombong di bumi yang diciptakan oleh Tuhan. Bagaimanapun juga, kita hanya manusia biasa. Ambisi untuk menggenggam dunia itu benar-benar menjadikan orang tamak. Sebut saja Simon Masrani, yang memiliki keinginan menciptakan dinosaurus yang lebih banyak gigi, lebih berbahaya daripada T-Rex untuk keuntungan perusahaan atau Vic Hoskins yang memiliki keinginan menjadikan dinosaurus sebagai pengganti senjata tempur. Ambisi kedua orang ini malah memuat malapetaka terhadap lingkungan di sekitar mereka.

[EF]#23 Mudik Time

IMG_1326

It still second day of shaum and I am going to write about mudik 😆 Mudik is going to home town and meet with your big family. We always do that in the big day such as Ied Mubarak, Christmas, Nyepi, Waisak, etc.

Actually this couple of years I did not do mudik. My mother’s family gathers in Bandung. How about my father’s family? We often gather in Jakarta. So we are going to go to city. One thing that I love about going to Jakarta in Lebaran is Jakarta little bit empty, not much traffic jam here and there. My family can go to Jakarta just for 2 hours and half. I think we just prepare the car for going to Jakarta and my brother always have this duty 😀 .

How about before we moved to Bandung? My mother used to bought train ticket two weeks before the day *before KAI have obligation that we can buy ticket three month before the day*. We also prepared what hotel that we wanted to book and checked to my uncle to see was there any car that we could borrow.

I am really happy thinking about gathering with your big family, sharing some stories, seeing my nephews, or going out with my cousins. I just cannot wait for Ied Mubarak.

* This post is submission for English Friday Challange
** Feel free to be grammar Nazi 🙂

[EF]#22 Vitamin Sea

I need Vitamin Sea this couple of months. Last 2013, I really want to go to Karimun Jawa in December, but I couldn’t do that since I need work to do. So when Nanang told me that he would go to Karimun Jawa on Mei, I really want to tag along there. But again, I couldn’t make it because my father refused it. I was really broken heart because I couldn’t see the sea. I miss snorkeling *event I can’t swim 😀 *

see the green water!

the blue sky and white sand!!

Beside Karimun Jawa, I also had a plan to go to Thousand Islands. Last years on August, I already paid the advance money to go to Harapan Island with Dwi. One day before it, we canceled it because our private issue *yeah, that huru hara time*. We really upset since we need to escape for a while, but couldn’t do that.

Last week, I had another plan to visit three islands near Jakarta with Mey. We already prepared for it, but we couldn’t find the tour that had a time last week. Besides that, Mey and I need to go to another place on Sunday, so I just can play on Saturday in Jakarta, that’s why we agreed to reschedule it for another time.

IMG_1272I wanted to do this again

I love to see the blue sea, clear sky, reading novels, or just looking around and reflecting myself. Sometimes, I need this kind of escape to see my problems from another perspective, to learn more, to see more, and to feel more. I hope after Ied Mubarak I can have Vitamin Sea, aamiin.

*Karimun Jawa Pict taken from here
**This post is submission for English Friday Challange
*** Feel free to be grammar Nazi 🙂

Keuken 6: Taste in Transit

Walau Kekeun 6 sudah lewat 10 hari, ga ada salahnya sebelum puasa saya berbagi cerita soal festival makanan yang satu ini. Kalau mau tahu asal usul Kekeun, bisa cek sendiri di sini. Tempat penyelenggaraannya menarik banget, di Apron Bandara Husein Sastranegara!! Kalau yang punya path dan temen-temennya Hari Minggu tanggal 6 Juni 2015 banyak yang check in di Bandara, jangan buru-buru mengira mereka mau liburan ya. Siapa tahu cuma mau numpang makan di bandara, seperti saya. Kapan lagi bisa ngemil enak sambil melihat pesawat yang naik turun 😀 .

IMG_9043bukan mau liburan atau kerja, cuma mau makan

Saya dateng ke Kekeun 6 ini bareng dua orang temen kerja di lab. Eh ternyata saya ketemuan dengan beberapa temen. Saya ketemu temen yang sekarang jadi guru, temen SMA yang ternyata panitianya, dan dua orang temen yang suka bantuin acara di sebuah event organizer, eh ikutan juga bantuin panitia di Keuken. Perasaan capek abis event kemarin belum kelar, mereka udah pada kerja lagi di event yang lain. Juara banget!!

Sebelum memulai acara makan-makan, Kekeun mengadakan acara olahraga bareng dulu, Yoga dan Free Latic. Saya sih sadar diri buat ga ikutan Free Latic. Ngeliat kemarin yang ikutan aja udah capek duluan. Tapi buat yang mau ngebentuk badan cepet, bisa coba olahraga yang satu ini. Saya kemarin ikutan Yoga-nya aja. Itu pun udah capek banget!!

IMG_9031Nontonin yang Free Latic

Setelah yoga dan ngefotoin temen yang nyoba acro-yoga, kita langsung mantep menuju food truck-nya Holycow steak. Ini sih udah diincer banget dari jauh-jauh hari. Maklum di Bandung belum ada Holycow steak by Chef Afit. Walau ga ada wagyu steak, kita tetep bahagia nyobain steak-steak yang lain *gampang bahagia emang kalau nemu makan*.


IMG_9047Holycow Steak

Dagingnya beneran lembut banget!! Ini adalah satu-satunya makanan yang kita pesen masing-masing. Beneran ga mau bagi-bagi deh buat makan steak yang satu ini. Setelah itu kita makan-makan lagi dong, tapi pesennya satu untuk rame-rame biar bisa jajan banyak 😀 .

Udara Bandung yang lagi panas banget ngebuat kita nyicipin dessert dari The Dream Cake. Lucunya, dessert ini disajikan di atas batok kelapa, lengkap dengan daging kelapanya yang enak itu, ditambahkan dengan es krim green tea, mochi, dan cornflakes.

IMG_9055seger banget!!

Apalagi nih yang kita cobain? Black Burger!! Udah janjian sama seorang temen kalau saya mau ngedatengin tenant-nya. Eh orangnya pas acara sakit dong, jadi ga dateng ke Keuken. Kecapekan nyiapin buat acara ini soalnya. Tapi kita tetep nyobain si burgernya dong. Penasaran, apa yang bikin roti bun-nya jadi hitam. Ternyata, warna hitamnya ini dari kluwek.

IMG_9059black burger

Makanan lain yang saya coba adalah steak fries dari Brother Jonn and Sons. Walau namanya Brother Jonn and Sons, tapi chef-nya adalah orang-orang suis butcher. Asyik banget nih makan steak yang udah dipotong-potong kayak kentang goreng. Disiram saus jamur dan keju. Yummy!!!

IMG_9054steak fries

Salah satu cemilan yang rada aneh saya cobain adalah mushroom pop. Jamur yang digoreng tepung ini, rasanya enak!! Ternyata ini adalah makanan yang bisa diolah dari growbox. Unik banget.

IMG_9052mushroom pop

Masih ada lagi makanan yang saya cobain? masih!! 😆 mangkanya diposting malam ini, kalau besok siang diamuk masa. Makanan yang antriannya panjang banget adalah Hi Fries. Semangkok kentang goreng disiram dengan pilihan saus. Paling terkenalnya adalah si saus rumput laut. Rasanya? Enak banget!! Kenyang banget makan ini bertiga.

IMG_9068Hi Fries dengan saus rumput laut

Terakhir, kita nyobain Ngorea street food, tuppoki. Jajan di sini, beneran serasa jajan di Korea, tempat tuppokinya di gelas kecil gitu soalnya. Enak!!

IMG_9069ngantri jajan

IMG_9071Tuppoki

selain acara makan-makan, kita juga bisa melihat para koki profesional melakukan demo masak loh. Asyik banget bisa nyobain makanannya. Selain itu ada demo masak juga dari berbagai tenant yang ada. Acara makan makan ini juga ada live music dan dj-nya. Kebayangkan makin malam, makin ramai acaranya.

IMG_9064suasana Keuken 6

IMG_9065kapan lagi masak dengan pemandangan landasan pesawat

Oia, selamat mulai teraweh dan selamat berpuasa untuk yang menjalankan ibadah puasa. Mohon maaf lahir dan batin ya, semoga puasanya berkah, aamiin.

[EF]#21 Let’s Go To Bosscha Observatory!!

Holiday is coming, so where are you going to go? Let me tell you one place near Bandung that can be one of your place destination for holiday

IMG_6960Bosscha!!

Bosscha Observatory is the one place that help you to see the stars in Indonesia. It is the oldest and the biggest observatory in Indonesia. It is located in Lembang. It’s about 15km from Bandung. If you are from my age, you would know that this observatory is one of location from “Petualangan Sherina”.

Actually, Bosscha Observatory is a part of the Faculty of Mathematics and Natural Sciences that provide for research institute with specific programs. Because of that, we can’t go to Bosscha every day. For public visit, you can only come on Saturday from 09.00 am to 01.00 pm. The good news is we can have night visit to see the stars!! Just check the date in here.

We can go to Bosscha Observatory by private car, taxi, ojeg, or angkot. Last time I went there, I used angkot Station Hall – Lembang from Pasteur. It will stop in front of the gate. After that I went with ojeg. It was really nice, I had a tour to saw the biggest telescope in Indonesia, “Refractor Double Zeiss”. Besides that, there were other telescopes too in Bosscha Observatory.

IMG_6964Refractor Double Zeiss

My budget from this trip was under Rp.100.000!! These are the detail:
Angkot Sarijadi – St. Hall               Rp.  3.000,-
Angkot St-hall – Lembang             Rp.  7.000,-
Ojeg                                               Rp.  5.000,-
Entry Fee                                       Rp.20.000,-

I hope my next visit is for night visit, aamiin.

* This post is submission for English Friday Challange
** Feel free to be grammar Nazi 🙂

Swafoto

Ada yang tahu swafoto? Itu adalah bahasa Indonesia dari Selfie. Tahun lalu, saya sempet berdiskusi soal per”swafoto”an ini dengan cousins in crime dan Ingga. Obrolan ini tercetus karena banyaknya orang yang menggunakan kata swafoto untuk mengatakan jenis foto seseorang yang sendirian. Pertanyaan dasarnya, apakah kalau dia difoto oleh orang lain, tetapi sendiri tetap dikatakan swafoto? Sama seperti kita foto rame-rame dan difoto oleh mas bro atau mbak sis apakah tetap dikatakan wefie?

Berdasarkan pertanyaan sesederhana ini, kita jadi ngebahas soal foto sebelum era digital. Kitakan sering banget foto sendiri dan meminta orang lain untuk memfoto. Apakah kegiatan ini masih disebut swafoto? Memang istilah swafoto ini baru terdengar sekitar tahun 2013-an ketika zaman foto dengan kamera depan telepon pintar sedang ramai dan diunggah ke media sosial. Padahal kalau foto sendiri seperti itu disebut swafoto, mengapa kata-kata itu baru terdengar di tahun 2013 ya? Hihihihi ini benar-benar obrolan random ya 😀 .

Ngomong-ngomong kalau melihat ke wikipedia *yang memang belum tentu terpercaya juga*, inilah pengertian dari swafoto:

Swafoto atau yang dikenal dengan selfie adalah jenis foto diri yang diambil sendiri baik dengan menggunakan kamera digital ataupun kamera mobile phone.

Jadi kalau ada yang mengatakan semua foto sendirian itu disebut swafoto, bisa dijawab beum tentu, karena syarat swafoto adalah mengambil gambarnya sendiri. Kalau gambarnya diambil oleh orang lain maka tidak disebut swafoto.

Kartu Pos: Membatik di Atas Kertas

IMG_8841kartu pos batik

Sudah lama saya tidak menulis soal kartu pos. Hobi yang satu ini sempat berhenti saya lakukan karena sibuk dengan urusan-urusan di akhir tahun kemarin. Saya baru memulai kembali berkirim kartu pos sekitar tiga bulan yang lalu. Kali ini kartu pos yang mau diceritakan adalah mengenai kartu pos batik.

Apabila ke Yogya, kita akan mudah menemukan kartu pos dengan gambar berbagai jenis batik di Mirota. Tentunya kartu pos itu berbeda dengan kartu yang akan saya ceritakan. Kartu pos ini dibuat dengan cara seperti membuat batik. Bedanya apabila kita membatik di atas kain, sedangkan ini dibuat di atas kertas. Cara pembuatannya adalah dengan menggambar terlebih dahulu motif batik di atas kertas. Kebetulan untuk kartu pos ini, teman saya membuat motif Truntum. Setelah selesai menggambar motifnya, apabila kita membatik di atas kain, maka motif batiknyalah yang diberikan lilin malam dengan cara mencanting. Sedangkan di kartu ini menggunakan krayon putih sebagai pengganti lilin malam. Tahap berikutnya adalah pewarnaan. Ketika membatik di atas kain, kita tinggal mencelupkan ke pewarna kain yang diinginkan. Pewarnaan di kertas ini menggunakan cat air. Bagian yang terkena krayon akan tetap berwarna putih. Terakhir adalah proses pengangkatan krayon dari kertas. Caranya ternyata mirip dengan menghilangkan lilin malam pada kain batik, yaitu dengan menggunakan panas. Bedanya apabila kain batik menggunakan air panas, maka kertas berpola batik ini menggunakan setrikaan. Jadi setelah cat air kering, tinggal disetrika. Maka jadilah kartu pos dengan menggunakan teknik batik.

Saya diberitahu cara mengerjakannya oleh si pembuat kartu pos, Cice dari Journ(al)ey. Saya berdecak kagum saat mendengar ceritanya. Membatik di atas kertas, tidak kalah unik dengan membatik di atas kain.

Oia tahukan kalian makna dari batik motif Truntum? Ternyata batik dengan motif ini digunakan oleh orang tua saat pernikahan anaknya. Arti dari Truntum adalah untuk membimbing. Ini merupakan harapan agar orang tua dapat membimbing dan memberikan nasihat bijak kepada kedua pengantin ketika memasuki kehidupan pernikahan. Truntum mewakili bentuk tunas bunga melati.