Tragedi Jam Tangan

IMG_8826jam tangan kesayangan

Saya memiliki tiga buah jam tangan dengan bahan tali yang berbeda-beda, yaitu kulit, plastik, dan stainless. Awalnya saya paling suka memakai jam tangan plastik karena water resistant dan juga aman kalau kena hujan. Selain itu, berhubung jam tangan digital, ia juga memiliki fungsi tanggal, alarm, stopwatch, dan juga satu lagi petunjuk jam. Fungsi terakhir ini berguna banget kalau lagi jalan-jalan di luar zona waktu Indonesia bagian Barat. Hal lain yang saya suka dari jam tangan ini adalah kecil. Maklum tangan sayakan memiliki tulang yang kecil, jadi ga semua jam tangan digital bisa terlihat bagus ditangan. Beberapa bulan lalu, tali plastiknya patah 😦 . Saya sampai bengong ngeliatnya. Untungnya jam tangan ini ga patah saat lagi di jalan. Bakalan makin sedih kalau jam tangannya hilang di jalan. Beberapa bulan lalu saya sempet ke tukang jam, tapi katanya ga bisa diperbaiki talinya.

Satu lagi jam tangan yang sering dipakai adalah jam tangan kulit yang dipakai ketika bekerja. Selain kecil, jam ini juga terlihat elegan, karena itulah sering saya gunakan kalau lagi ada proyekan ngetes atau wawancara. Hari Jumat lalu, pulang dari kampus saya membantu mama buat cuci piring. Jamnya tentu dilepas dan dimasukkan ke saku celana. Keesokan harinya celana yang dipakai semalam saya masukkan ke mesin cuci. Terus jam-nya apa kabar? Lupa dong kalau jam itu masih ada di saku celana!!!

–______________________–!!

Sadarnya saat mau ngejemur karena tiba-tiba ada yang jatoh dari celana berbentuk kepingan. Tadinya kepikiran kalau itu adalah kancing baju. Ternyata itu adalah bagian dari penutup belakang jam tangan!! Langsung lemes di depan mesin cuci. Hari ini rencananya saya mau ke tukang jam. Siapa tahu jam ini masih bisa diselamatkan.

Saya memang ada jam satu lagi yang berbahan stainless. Tapi jam ini paling jarang saya pakai karena berat dan masih longgar di tangan. Padahal talinya sudah dikecilin loh. Kayaknya harus dikecilin lagi deh.