Melihat Jalan Asia Afrika Bandung

Konferensi Asia Afrika atau KAA memang sudah lewat, akan tetapi saya mau cerita jadi secantik apa Bandung saat bersolek untuk menyambut KAA kemarin. Walau tidak setiap sudut kota yang didandanin, tetapi kawasan Asia Afrika beneran jadi cantik dan Instagramable banget. Apa saja yang berbeda dari Jalan Asia Afrika?

IMG_7755

Pertama trotoarnya diganti menjadi baru. Padahal menurut saya, trotoar yang lama aja masih bagus, tetapi tetap dirombak dan diganti baru. Jadi lebih cantik sih memang. Selain itu sepanjang Jalan Asia Afrika dan Braga jadi banyak terdapat kursi panjang untuk duduk-duduk. Saya seneng banget ada kursi-kursi ini. Bawaannya jadi pengen bengong pinggir jalan atau baca novel sambil sesekali melihat mobil yang melintas. Kalau ketemunya kursi yang hadap-hadapan, bawaannya seru untuk ngumpul dan ngobrol-ngobrol.

IMG_7769berfoto di setiap sudut

Perbedaan lain di jalan ini adalah jalan Cikapundung Timur menjadi daerah pejalan kaki. Kalau dulu ini adalah jalan yang digunakan kendaraan bermotor untuk ke arah Braga. Sekali lagi, saya sih bahagia banget karena hak pejalan kaki di lihat oleh pemerintah kota Bandung. Apalagi di Sungai Cikapundung jadi ada pertunjukan air mancur menari, makin betah duduk-duduk di deket sungai sampai malam.

IMG_7821

Bagian jalan Asia Afrika yang keren lagi adalah peletakan bola-bola semen bertuliskan nama negara anggota KAA. Kalau dijaga baik-baik bola-bola itu keren banget dan bisa dipakai sebagai tempat duduk juga seperti bola-bola yang ada di Kota Tua Jakarta. Walau begitu, saya sempat khawatir si bola bola ini menggelinding ke jalan 😀 . Tambahan lainnya adalah air mancur di dekat kantor PLN Cikapundung. Ini juga salah satu spot foto orang-orang. Kalau soal taman alun-alun yang kece banget, nanti saya tulis terpisah aja ya 😀 .

IMG_7832asyikkan kalau ngobrol-ngobrol di sini

Jalan Asia Afrika yang tampil cantik seperti ini, tentunya membuat antusias warganya untuk berkunjung dan eksis di sana. Rata-rata pada bawa tongsis dan siap berfoto di sana. Saya pernah ditegur sekelompok ibu-ibu karena tidak sengaja lewat ketika mereka akan berfoto. Duh beneran tidak bermaksud mengganggu yang berfoto di sana. Seminggu kemarin, Jalan Asia Afrika ga pernah sepi. Selalu banyak warga yang berkumpul sambil bawa tongsis dan berfoto diberbagai posisi. Saya bahkan ga bisa memfoto gedung merdeka karena ramainya manusia plus kendaraan yang ada di sekitar sana. Menurut teman saya, kalau mau melihat Jalan Asia Afrika kosong, datengnya jam 2 pagi!!

Berhubung KAA sudah selesai, apa kabarnya wajah Bandung yang cantik-cantik ini? Bikin sedih *mewek dipojokan*. Bayangkan aja, Bandung udah dandan susah payah, dalam dua hari langsung banyak yang rusak. Mulai dari tanaman yang menghilang di dalam pot, kursi yang rusak, hingga sampah yang bertebaran.

gambar diambil dari sini

sedihkan ngeliatnya? 😦
– gambar diambil dari sini –

Membangun fasilitas memang jauh lebih mudah dibandingkan membangun mental warganya. Semoga warga Bandung benar-benar mencintai kotanya sehingga tidak merusak fasilitas umum dan membuang sampah di tempatnya, aamiin.


artinya “Boro-boro mau nginjek, kursi kehujanan aja dipayungin, kepanasan dikipasin, debuan dibersihin #GwSihGituOrangnya”
– gambar diambil dari sini –