Setelah Sepuluh Tahun: Lukisan Hujan

IMG_5807

En la lluvia, cuando le recuerdo

From Sisy as old as I am
Until I am older than Diaz
I miss you a lot Lukisan Hujan

Saya adalah salah seorang pembaca yang menantikan dicetak ulang dan diperbaharuinya novel Lukisan Hujan dari Sitta Karina. Pertama kali memegang novel ini saat sampul depannya masih bergambar lukisan pegunungan disertai rinai hujan. Saya yang memang menyukai rintik hujan langsung memegang novel tersebut dan menimbang untuk membelinya. Apalagi saat membaca kalimat berbahasa Spanyol yang menjadi pembuka tulisan ini. Arti tulisan itu sendiri adalah “di dalam hujan, ketika ku mengingatmu”. Akhirnya, sayapun membeli novel tersebut dan jatuh cinta dengan cerita Diaz, Sisy, keluarga Hanafiah, serta Bintaro Lakeside.

Setelah sepuluh tahun, Sitta Karina kembali menerbitkan Lukisan Hujan dengan beberapa tambahan cerita di dalamnya. Membaca ulang novel ini tidak lantas membuat saya bosan. Walau secara garis besar ceritanya berubah, tetapi perasaan ketika membacanya sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Seperti membaca novel yang baru terbit.ย Saya sampai membaca ulang semua seri Hanafiah yang saya miliki saking geregetan membaca Lukisan Hujan.

Walaupun begitu, beberapa bab awal Lukisan Hujan terbaru ini seperti melompat-lompat dan ada beberapa scene yang membuat pembaca saya kurang paham ketika membacanya. Sampai cek ricek dengan novel yang lama๐Ÿ˜€ . Kalau soal kehidupan mewah kaum sosialitanya, ya memang berlebihan, tapi buat saya tidak terlalu ganggu sih, anggep aja tambahan pengetahuan. Karakter tokohnya sendiri, pas. Tidak berlebihan dan semuanya memiliki sisi humanis yang jarang ada di novel bergenre teenlit. Egoisnya Igo, cueknya Fey, kagumnya Nina ke cowo yang lebih tua, temperamennya Diaz, hingga childish-nya Sisy karena ia masih SMA.

Secara keseluruhan, saya menikmati membaca ulang buku Lukisan Hujan ini. Sepanjang saya membaca novel ini, hujanpun terus turun di Bandung, membuat saya menikmati membaca novel ditemani latte atau cokelat hangat serta suara rintik hujan.

17 thoughts on “Setelah Sepuluh Tahun: Lukisan Hujan

  1. Untuk ukuran teenlit, ini lumayan tebal ya…
    Saya belum pernah baca novel Sitta Karina sebelumnya :hehe. Tapi agaknya ini novel patut dipertimbangkan. Sampulnya keren!
    Dan ada spin-off-nya juga ya, Mbak? Novel tentang Hanafiah?

  2. Saya pinjem aja deh. Hahahaha gimana?
    Teenlit ya genrenya. Saya kira mah novel non teenlit loh.

    Terus. Yang lebih menarik perhatian foto kopi dan bukunya. Hahaha

    • novel yang dulu diremake gitu mbak Noni…
      jadi lebih nyambung ke novel lanjutannya “putri hujan dan ksatria malam”

  3. Pingback: CUPS Coffee and Kitchen | Coklat dan Hujan

  4. Pingback: Sabtu Senang! Dari Inacraft 2015 sampe Book Signing | Nadcissism

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s