[EF]#12 Story of Transportation

IMG_6954me and my friends in Angkot

I have used public transportation since I live in Surabaya. I often used taxi, angkot, or ojek to help me going anywhere. Today, I prefer angkot and taxi as my public transportation. We can find angkot easily in Bandung. Maybe that’s why I was lazy to drive in Bandung šŸ˜€ . Now days, angkot has improvement such as there is trash bin inside, electric plug, even WiFi. How cool is that!! But then, government decided to raise the price of BBM. The cost of angkot increase and made me think to buy motorcycle because the cost difference betweenĀ it was quite far. When it was rain, I prefer to went back home with taxi. It was cheaper and drier than I used angkot. I really hopes that government has regulation about the costĀ of public transport. If public transport is cheaper, cleaner, and saver than private transportation, I think people will prefer public transportation.

*sorry for the late post
**this post is submission for English Friday Challange
*** feel free to be grammar Nazi šŸ™‚
****thank you Mas Ryan and Mbak Tjetje for help me correction this post

Advertisements

[EF]#11 My Outfit

This is myĀ first post about outfit of the day. I rarely have my photo in this blog neither in my instagram, so this is very challenging for me to share my full body photo. I don’t follow fashion trend. If I need to tell you my style, maybe I would tell it as casual and sporty. Sometimes, I love toĀ lookĀ chic too. I choose my clothes based on what I need to do that day. If I saw my client, I chooseĀ formal cloth such as pants, blouse or shirt, and flat shoes. If I played with my friends, I would wear jeans, t-shirt, sling bag, and sneakers. If I wanted to look chic, I wore dress or skirt, tote bag, and flats shoes. If I went to university, I would wear polo shirt or t-shirt, or shirt, jeans, backpack, and sneakers.

For this challenge, I choose my photo when I played ice skating with my friend in Paris Van Java Bandung.

IMG_5604in this photo I wear:
glasses – Levi’s
parka jacket – Stradivarius
red blouse – unbranded that I bought in Bandung Trade Center
black jeans – Color box
ice skating shoes – I borrowed it from Ice Garden

* Ā this post is submission for English Friday Challange
** feel free to be grammar NaziĀ šŸ™‚

[EF]#10 Nasi Bungkus Padang

IMG_6654Nasi Bungkus Padang

Indonesia has a lot of traditional delicious food. I have a lot of favorite dishes from Indonesia. But if I need to choose one, I prefer Nasi Bungkus Padang as my favorite Indonesian Food. When I was sick two years ago, I could not eat it because it contained fat and cholesterol.Ā Ā I needed to do fat diet, so I couldn’t eat it for six month šŸ˜¦ .

Nasi bungkus is simple white rice with favorable main dish as chicken, beef, or vegetable. The different between nasi bungkus Padang with other nasi bungkus is it serve with Ā cucumber, cassava leaf, jack fruit curry, and other dish that you like such as fried egg, chicken, rendang, cancang, fish, or tunjang. Maybe there are some food you do not know such as rendang, cancang, or tunjang. Basically, jack fruit, cancang, and tunjang are cooked with herbs, chili, and coconut milk. The difference is the meat that you use. Cancang use lamb and tunjang use cow foot that boiled until soft. I often buy nasi bungkus Padang with grilled chicken.

I love to eat nasi Padang at home rather than dine in. The taste is more delicious when you eat it for take away. Beside that, if you take away nasi bungkus Padang, the portion is huge. But I still can finish it *gembul*. Looking at this picture makes me want this nasi bungkus Padang again.

*this post is submission for English Friday Challange
**feel free to be grammar NaziĀ šŸ™‚
***This postĀ has edited by Mbak Yoyen. Thank you Mbak Yoyen šŸ™‚

Makan Enak di Malang

Kalau udah ke daerah Jawa Timur, rasanya kangen semua makanan šŸ˜€ . Maklum, saya pernah tinggal di Surabaya, sehingga kerasa banget kangennya sama makanan khasnya. Sebut saja Soto Lamongan Cak Har, Es krim Zanggardi, Mi pangsit tenda biru (yang dulunya berada di depan SMP 6 Surabaya), mi Jawa, Bakso, Rawon, hingga pentol!! Saat menyambangi Malang untuk tahun baruan di Bromo, tentu saja saya jadi pengen makan makanan yang saya kangenin di atas.

1. Nasi Rawon
IMG_3375Walaupun kadang suka iseng beli Rawon di Bandung, rasanya tetap berbeda dengan rawon di Jawa Timur. Salah satu tempat rawon yang saya datangi adalah kedai makannya “Bug Matira” yang terletak tidak jauh dari Stasiun kereta api Malang. Irisan daging sapi, tauge muda, serta kuah rawon yang hangat itu beneran enak banget. Teman saya sampai ada yang menambah satu porsi lagi. Maklumlah, di rombongan ke Bromo inikan ada satu orang Surabaya, satu orang Malang, satu yang pernah tinggal di Malang, dan saya yang pernah tinggal di Surabaya. Kita berempat ini beneran kangen banget sama makanan Jawa Timur šŸ˜€ .

2. Bakso
IMG_3473Jauh-jauh ke Malang, apalagi yang dicari kalau bukan baksonya šŸ˜€ . Di Malang ini juga lagi terkenal banget sama bakso bakarnya. Jadilah kami mencoba bakso yang dibumbui dan kemudian dibakar itu. Bakso bakarnya sendiri disajikan terpisah dengan bakso biasa. Jadi kita perlu memesan terlebih dahulu bakso bakarnya. Sedangkan untuk bakso yang biasa, tinggal kita ambil sendiri seperti kalau biasa makan bakso malang. Untuk yang di mangkok itu, saya mengambil mi putih, dua bakso biasa, dan tahu. Bagaimana rasa baksonya sendiri? Enak banget!! Duh makan sepuluh bakso bakar aja ga kerasa *elusin perut*. Berhubung udah kelaperan banget, saya sampai lupa melihat nama tempat bakso bakarnya.

IMG_3675Selain bakso bakar, saya juga mencoba bakso yang biasa. Berbeda dengan bakso di Bandung yang memakai sayuran, tauge, mi kuning atau bihun, di Jawa Timur, bakso biasanya disajikan dengan mi putih saja. Jadi baksonya berisi mi putih, bakso, dan gorengan. Memang sih, kalau biasa makan bakso di Bandung, bakalan terasa sedikit hambar.

3. Es Krim
IMG_3470Es krim yang saya maksud di sini adalah es krim tradisional dan buatan sendiri. Salah satu tempat nge-es krim yang kita datangi adalah Eskimo. Menurut orang yang lama tinggal di Malang, es krim di sini paling enak. Tempatnya sendiri bergaya bangunan rumah lama di Malang. Tempat duduknya pun masih memakai kursi rotan. Rasa es krimnya sendiri lembut dan langsung lumer dilidah. Varian es krimnya juga banyak loh, sepertiĀ triple chocolate,Ā black forest,Ā hinggaĀ rumraisin. Selain es krim batangan, mereka juga menyediakan jenis es krim cupĀ danĀ tart ice cream. Untuk yang kelaperan, saya sarankan tidak makan di sini, karena mereka hanya menyediakan cemilan kecil untuk menemani makan es krim.

4. Jajanan di Depan Sekolah
IMG_3665Saya dan Arian nih yang paling semangat buat beli jajanan di depan SMA Malang. Beneran kangen loh sama tipe-tipe jajanan yang ga ada di Bandung. Sebut saja Pentol. Dulu, setiap saya pulang sekolah, seneng banget rasanya beli pentol. Eh saat ke Malang, kenapa sekarang banyaknya tukang cilok sih? Tapi bentukannya lebih mirip pentol loh. Aneh ya. Pentol ini sebenernya adalah bakso kecil-kecil gitu dengan komposisi lebih banyak tepung daripada daging sapi. Biasanya pentol dijual dengan tahu juga. Kalau saat saya SD dulu, harga 500 perak udah dapet banyak, sekarang harganya 5000 rupiah dong. Mahal yaaaa.

IMG_3672Jajanan lain yang bikin kangen adalah es Degan alias es kelapa muda. Perpaduan air kelapa, daging kelapa muda yang empuk, dan rasa manis dari gulanya enak banget!! Kalau lagi panas-panas, tentu minum es kelapa muda bikin seger. Es kelapa muda di Malang berbeda dengan yang di Bandung. Di daerah Jawa Timur, es kelapa muda disajikan dengan gula putih yang telah dicairkan ataupun dengan gula merah cair, sedangkan di Bandung biasanya menggunakan susu kental manis.

Alhamdulillah bisa makan beberapa makanan yang dikangenin. Ah jadi ingin ke Surabaya dan Malang lagi buat makan enak dan jalan-jalan šŸ˜€ .

CUPS Coffee and Kitchen

Sebulan kebelakang ini, saya lagi suka dengan sebuah tempat ngopi di Bandung, CUPS Coffee and Kitchen. Tempatnya sendiri terbilang dekat dengan kampus saya, memiliki wifi yang mumpuni, ada colokannya, ada cemilan baik manis ataupun asin, pilihan musiknya juga oke, dan kopinya enak!! Saking seringnya ke sini, curiga mbak dan mas pelayannya udah hafal dengan saya šŸ˜€ .

IMG_5802suasana CUPS Coffee and Kitchen

Tempatnya walaupun ga rame-rame banget, tapi ga sepi juga. Selain itu ga terlalu berisik. Penempatan kursi yang satu dengan yang lain dapat dikatakan cukup baik sehingga kalau ngobrol ga saling mengganggu gitu. Selain itu, ada area merokok dan tidak merokok yang dipisahkan oleh tangga. Senang rasanya ketika mengerjakan laporan tidak terganggu asap rokok. Bagian atap yang tinggi juga membuat pertukaran udara di dalam kafe maksimal, ga bikin pengap. CUPS Coffee and KitchenĀ juga memberikan wadah untuk seniman memamerkan karya mereka di sini. Seperti ketika terakhir saya ke sini, sedang ada pameran “The Sacred Path” yang menampilkan berbagai gambar tatto.

IMG_5197area merokok yang dibatasi oleh tangga

IMG_5804life as a journey

Saya bisa berlama-lama duduk di sini dari siang hingga malam. Mulai dari membuat laporan, ngeblog, mencari bahan thesis, ngeliatin orang yang berada di dalam kafe, baca novel, ngemil, sampai balik lagi bikin laporan. Walaupun begitu, saya memang belum khatam nyobain semua menunya ya. Apalagi bagian kopi panasnya. Maklum, Bandung belakangan lagi panas, jadilah saya lebih memilih minuman dingin.

IMG_5199areaĀ coffee bar

Pilihan untuk makanan dan minumannya memang tidak terlalu banyak. Untuk minumannya, CUPS memiliki menu kopi, cokelat, teh, dan air mineral. Menu kopinya sendiri memang tidak banyak dan tidak ada pilihanĀ origin coffee. Pilihan kopi yang tersedia di sini adalah espresso based Ā sepertiĀ espresso, ristretto, americano, machiato, magic, mocha, flat white, latte, affogato, atau green tea latte. Sedangkan makanannya, tidak ada makanan berat. Menu makanan paling beratnya adalah burger dan sandwich. Cemilannya mulai dari berbagai jenis platters, onion rings, chicken wings, french fries, salad, sup, cake, waffle, dan pancake.

IMG_5500pojokan favorit

IMG_5803salah satu hiasan dinding di CUPSĀ coffee and kitchen

Untuk pilihan minumannya, saya sudah mencoba empat menu. Mulai dariĀ chocolate with marshmallow, hot chocolate, affogato, dan latte. Saya sempat bertanya apa bedanyaĀ chocolate with marshmallowĀ danĀ chocolate biasa. Ternyata perbedaannya berada ditambahan sirup vanilla dan dua butir marshmallow. Saat awal mencoba chocolate with marshmallow, saya merasa cokelatnya terlalu manis. Saat kembali mengunjungi CUPS, sayapun mencobaĀ chocolateĀ biasa. Rasanya lebih pas dilidah dan tidak terlalu manis. UntukĀ affogato-nya sendiri enak!! Perpaduan pahit espresso dan manis es krim vanillanya beneran bercampur dengan baik dilidah saya. Sampai-sampai salah seorang teman selalu memesan menu ini ketika di CUPS. Menu kopi yang selalu saya pesan adalah latte ice. Perpaduan 1/3 espresso dan 2/3 susunya pas. Untuk yang tidak terlalu suka kopi, bisa mencoba minuman yang satu ini.

IMG_5205Tatakannya lucu ya šŸ™‚

Cemilannya sendiri, saya seringnya membeliĀ platters karena terdiri dari berbagai jenis cemilan sepertiĀ onion ring, sosis,Ā french fries, dori goreng tepung, ayam goreng tepung, bahkan mozzarella goreng tepung. Semuanya enak šŸ˜† . Apalagi kentang gorengnya karena tebal, garing di luar tapi ga bikin dalemnya kering, dan diberi bumbu diatasnya. Selain itu saya pernah mencobaĀ chicken wings yang berisi enam potong ayam dan satu saus pilihan. Bumbu ayamnya sendiri enak dan cukup meresap ke dalam daging.Ā Caesar salad-nya juga seger banget. Selada yang dicampur dengan saus caesar-nya ga bikin eneg. Ayam yang dipanggangnya juga enak. Begitu datang ke meja, langsung abis tak bersisa.

IMG_5237platter

IMG_5209chicken wing

IMG_5810menuĀ platter yang lain,Ā latte, dan novel Lukisan Hujan

IMG_5234caesar salad

Minuman dan makanan yang enak, suasana yang menyenangkan, harga yang terbilangĀ worth it, serta pelayanan yang baik membuat saya betah berlama-lama di sini.

Enam Puluh Enam

Selamat ulang tahun ibunda tercinta.

Mama yang masih segar dan awet muda. Mama yang masih mau bercanda dan mengobrol dengan teman-teman anaknya. Sampai menanyakan kabar sahabat-sahabat anaknya. Mama yang masih mau belajar apalagi ketika berhubungan denganĀ teknologi. Saya dan uda adalah orang-orang yang bangga ketika mama bisa mengirim foto melalui whats app šŸ˜€ .

Mama juga adalah orang yang mengajarkan saya untuk mengambil setiap hikmah dalam suatu kejadian, berusaha mencapai tujuan, tetapi jangan sampai terlalu memaksakan diri. Saya juga termasuk yang berdecak kagum setiap melihat mama memasak. Sayang, baru beberapa menu yang bisa saya praktekkan sendiri. Tidak hanya itu, mama bahkan sampai sekarang memiliki hobi untuk merajut menggunakan hakken. Biasanya dari kedua hobinya ini, beliau mendapatkan pesanan dari orang-orang terdekatnya.

Mama jugalah yang membawa saya menyukai novel. Setiap saya membeli novel, beliau pasti ikutan membaca. Malah terkadang saya menumpuk bacaan, mama malah sudah selesai membaca semuanya. Beneran kalah deh untuk urusan yang satu ini. Selain membaca, hal lain yang menurun kepada saya adalah hobi berjalan-jalan. Karena itulahĀ mama paling mupengĀ kalau tahu saya mau jalan-jalan *bulan depankan giliran mama yang keluar kotaĀ šŸ˜€ *.

Sama seperti saat menulis di ulang tahun papa, saya ingin meminta maaf apabila belum optimal dalam berbakti kepadamu. Anak perempuanmu ini masih berkutat dengan urusan perkuliahannya, tahun ini insyaAllah lulus ma. Semoga di tahun ini juga saya bisa bekerja full time plus ketemu jodohnya ya ma.Ā Setidaknya untuk ulang tahun mama sekarang, saya ingin menghadiahkan kabar bahwa laporan-laporan klien sudah selesai, hari ini saya akan mendaftarkan diri untuk sidang profesi.

Semoga, mama selalu sehat, panjang umur, bijaksana selalu, segera bisa menggendong cucu, bahagia selalu, dicukupkan rizkinya, dan selalu dalam lindungan Tuhan YME, aamiin.

I love you full mom :-*

Setelah Sepuluh Tahun: Lukisan Hujan

IMG_5807

En la lluvia, cuando le recuerdo

From Sisy as old as I am
Until I am older than Diaz
I miss you a lot Lukisan Hujan

Saya adalah salah seorang pembaca yang menantikan dicetak ulang dan diperbaharuinya novel Lukisan Hujan dari Sitta Karina. Pertama kali memegang novel ini saat sampul depannya masih bergambar lukisan pegunungan disertai rinai hujan. Saya yang memang menyukai rintik hujan langsung memegang novel tersebut dan menimbang untuk membelinya. Apalagi saat membaca kalimat berbahasa Spanyol yang menjadi pembuka tulisan ini. Arti tulisan itu sendiri adalah “di dalam hujan, ketika ku mengingatmu”. Akhirnya, sayapun membeli novel tersebut dan jatuh cinta dengan cerita Diaz, Sisy, keluarga Hanafiah, serta Bintaro Lakeside.

Setelah sepuluh tahun, Sitta Karina kembali menerbitkan Lukisan Hujan dengan beberapa tambahan cerita di dalamnya. Membaca ulang novel ini tidak lantas membuat saya bosan. Walau secara garis besar ceritanya berubah, tetapi perasaan ketika membacanya sama seperti sepuluh tahun yang lalu. Seperti membaca novel yang baru terbit.Ā Saya sampai membaca ulang semua seri Hanafiah yang saya miliki saking geregetan membaca Lukisan Hujan.

Walaupun begitu, beberapa bab awal Lukisan Hujan terbaru ini seperti melompat-lompat dan ada beberapa scene yang membuat pembaca saya kurang paham ketika membacanya. Sampai cek ricek dengan novel yang lama šŸ˜€ . Kalau soal kehidupan mewah kaum sosialitanya, ya memang berlebihan, tapi buat saya tidak terlalu ganggu sih, anggep aja tambahan pengetahuan. Karakter tokohnya sendiri, pas. Tidak berlebihan dan semuanya memiliki sisi humanis yang jarang ada di novel bergenre teenlit. Egoisnya Igo, cueknya Fey, kagumnya Nina ke cowo yang lebih tua, temperamennya Diaz, hingga childish-nya Sisy karena ia masih SMA.

Secara keseluruhan, saya menikmati membaca ulang buku Lukisan Hujan ini. Sepanjang saya membaca novel ini, hujanpun terus turun di Bandung, membuat saya menikmati membaca novel ditemani latte atau cokelat hangat serta suara rintik hujan.