Menulis dalam Bahasa Inggris

BEC-Blog-English-ClubBlog English Club

Saya memiliki masalah dengan menuangkan isi pikiran dalam sebuah tulisan. Hal ini terlihat sekali ketika saya mengerjakan laporan untuk tugas kuliah ataupun saat bekerja, karena itulah saya menerapi diri dengan menulis di blog. Walau tata bahasa masih agak kacau, minimal sistematis 😀 . Ga hanya nulis blog dalam Bahasa Indonesia, saya juga suka menulis dalam Bahasa Inggris. Tentu saja dengan grammar yang acak-acakan. Mangkanya saya bahagia banget ketika Mas Ryan, Mas Dani, dan Mbak Nita ngomongin soal Blog English Club (BEC).

Saya yang masih suka tertukar antara satu grammar dengan grammar lain, jadi perlu maksain diri untuk menulis menggunakan Bahasa Inggris setiap hari Jumat. Serunya, di BEC ini, kita dikasi tantangan dengan berbagai tema untuk dituliskan setiap hari Jumat. Jadi kita ga usah pusing mikirin mau nulis soal apa. Paling pusingnya soal bagaimana menuangkan isi pikiran dengan menggunakan Bahasa Inggris dan bisa tersampaikan dengan baik ke pembaca. Paling menantang adalah tema minggu kemarin soal bagaimana gadgets mempengaruhi hidup kita. Banyak yang pengen diomongin, tapi susah ngeramunya 😆 .

Selain tantangan menulis, BEC juga memfasilitasi anggotanya untuk belajar lebih melalui whats app. Setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat akan ada sesi belajar bareng dengan empat orang mentor, yaitu mbak Mikan, Mbak Nana, Mbak Eva, dan Mbak Yo. Belajar barengnya juga ga kalah seru karena kita bisa bebas bertanya mengenai topik yang sedang dibahas serta boleh membetulkan apabila ada kata-kata yang salah. Belajar dengan sistem berbagi ilmu seperti ini, jadi lebih mudah untuk kita aplikasikan dalam menulis Bahasa Inggris. Admin-admin di grup juga siap sedia untuk mengarahkan jalannya sesi belajar bareng agar tetap terkondisi dengan baik.

BEC juga punya grup chit chat-nya. Grup whats app satu ini untuk memfasilitasi hasil kita belajar dan membiasakan kita ngobrol dalam Bahasa Inggris via tulisan. Grammar Nazi-nya di sini bisa siapa aja. Terus, di grup itu ngapain aja? Ngobrol ngalor ngidul, ngegosip, berbagi resep, dan tempat curcol 😆

Awalnya tentu saja saya sendiri malu-malu ketika menulis dalam Bahasa Inggris ataupun takut pertanyaan saya terlalu konyol untuk ditanyakan. Tetapi, berhubung suasana belajarnya menyenangkan dan saling memotivasi untuk lebih baik, saya jadi biasa untuk menulis dalam Bahasa Inggris di grup ini. Kalau engga tahu mengungkapkannya dalam Bahasa Inggris, saya biasa mencampurkan bahasanya atau menulis dalam Bahasa Indonesia. Anggota grup lain dengan senang hati akan membantu menyampaikan maksud saya dalam Bahasa Inggris. Saya juga jadi punya banyak kenalan dan bisa ngobrol dengan orang-orang yang biasanya suka saya sambangin blognya 😀 .

Untuk yang mau ikutan belajarnya, BEC sekarang punya twitter juga loh. Jadi untuk yang pusing baca grup whats app bisa ngikutin pelajarannya via twitter. Kalau kita hanya belajar teori tanpa praktek, kita tidak bisa luwes ketika menuliskan sebuah cerita dalam Bahasa Inggris. Saya bersyukur sekali memiliki wadah untuk belajar teori dan langsung praktek di BEC.