Selingkuh

“Kenapa Agus ga sama Lani?”

“Kenapa Ferre dan Rana ga bisa bersatu?”

Hemat saya, selingkuh itu ga membawa bahagia *serasa lirik lagu*. Saya percaya, sebuah niat baik tentu akan berakhir baik. Selingkuh, awalnya juga niatnya udah salah. Awalnya mungkin bahagia, ngerasa tertantang, akhirnya? tetep aja ngenes.

Tertarik sama orang selain pasangan itu wajar. Manusiawi. Apalagi kalau lagi bosen dan jenuh sama pasangan sendiri. Godaan dari luar malah ngebuat bikin nyaman dan malah pengen udahan aja. Tinggal kita-nya aja bagaimana mengontrol perasaan. Mau dilanjutin perasaannya dan berakhir kepleset, atau mengingat kembali kenapa selama ini kita memilih dia menjadi pasangan kita. Selama kita tidak memperbuas perasaan tersebut, selingkuh tidak akan terjadi.

Apa aja yang bisa bikin orang selingkuh?
Bisa jadi karena jenuh dengan pasangan dan bosan dengan kegiatan yang sama. Bisa jadi karena selingkuhannya emang tertarik sama pasangan kita dan jadi ngegodain terus. Bisa karena sibuk masing-masing. Bisa jadi karena hubungan lagi dingin. Bisa jadi karena terlalu sering bertemu dan dekat sehingga jadi selingkuh. Bisa jadi selingkuhannya lebih menarik secara fisik. Bisa jadi kurang bersyukur sama apa yang udah dipunyai. Bisa jadi karena jauh dari pasangan. Bisa jadi karena dekat sebagai teman di kantor lalu berujung curhat. Banyak hal yang bisa menjadi penyebab selingkuh.

Terus siapa yang salah?
Semuanya bisa dikatakan salah.
Bisa jadi pasangan itu kurang komunikasi dan berakhir pada memendam perasaan sehingga kenyamanan itu hilang. Bisa jadi pasangan ini sedang butuh perhatian, tapi tidak ada yang memberi. Bisa jadi, ga terbuka sehingga yang satu merasa baik-baik aja yang lain engga.

Pasangan yang selingkuh juga salah. Ga berusaha berkomunikasi dan membuka diri ke psangannya dan jadi curhat ke teman lawan jenisnya. Tertarik dengan lawan jenisΒ yang ngebuat nyaman, atauΒ karena merasa lebih menantang. Bisa jadi pasangan yang selingkuh juga kurang bersyukur dan mencari yang terbaik. Saya selalu mengingat petuah dari mama “Usahain ga terlalu dekat dengan lawan jenis. Tetap ada batasannya. Apalagi kalau udah jadi pasangan orang lain”.

Selingkuhannya juga salah. Udah tahu punya pasangan ya masih aja tetep milih buat jadi selingkuhan. Terlanjur sayang. Jadi ingat postingan saya soalΒ instant gratification. Demi kesenangan sesaat, semua yang telah dibangun dirusak.

Buat saya, apapun penyebabnya selingkuh itu salah. Ga bisa dibenarkan apapun kondisinya. Menjalin hubungan itukan tujuannya untuk kebaikan. Kalau dimulai dengan selingkuh, di mana tujuan baiknya? Saya ingin mengutip kata-kata dari novel Twitvortiare 2 “You know you are in love with the right person when falling in love with him turns you into the best version of yourself“. Bagaimana bisa menjadi versi terbaik ketika dimulai dengan selingkuh?

Bertahan dengan pilihan yang ada, tetap dengan komitmen, itu adalah perjuangan. Bagaimana kita bisa terus mencintai orang yang sama selama bertahun-tahun. Menjadi setia itu tidak mudah, karena itu ada yang mengatakan “jalan yang benar itu biasanya sulit ditempuh”. Saya selalu salut dengan orang tua, kakek-nenek, dan pasangan yang bisa bertahan lama dalam hubungannya. Mereka adalah orang-orang yang tangguh.

10 thoughts on “Selingkuh

  1. Ouu iya aku udah pernah baca deng hehehe. Setuju sama post ini!

    apalagi kata2: “Bertahan dengan pilihan yang ada, tetap dengan komitmen, itu adalah perjuangan.” …. bener banget!πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s