Sibuk Sibuk Bergembira

IMG_1609sebagian dari rekan kerja, serasa lagi foto studio
*abaikan botol sambelnya๐Ÿ˜€ *

Setelah beberapa bulan tidak produktif dan memperparah penyakit hati dan pikiran, sejak akhir September lalu saya bisa kembali produktif. Saya bisa menyibukkan diri dengan kegiatan-kegiatan padat merayap dan sudah keburu capek lalu ketiduran untuk memikirkan masalah yang sedang saya hadapi beberapa bulan ini.

Saya bersyukur akhirnya resmi kembali bekerja dan mendapatkan gaji setiap bulan *walaupun gajinya hanya numpang lewat. Saya mendapatkan pekerjaan sekaligus bisa berbakti kepada almamater sebagai asisten laboratorium (aslab) psikologi. Ada beberapa alasan mengapa saya memilih bekerja sebagai aslab, pertama karena bekerja sebagai aslab mengharuskan saya ke kampus saat ada jadwal praktikum. Tentunya hal ini akan selalu mengingatkan saya kepada hutang-hutang laporan serta mendorong saya buat rajin bimbingan daripada kucing-kucingan sama dosen pembimbing selama saya di laboratorium. Selain itu, berada di lab, berarti akan sering diingatkan soal ngerjain Thesis. Ini terjadi, karena sebagian besar aslab adalah anak S2 yang sedang kejar-kejaran dengan dosen pembimbingnya. Serasa menemukan teman senasib untuk lulus cepar di sini. Mari kita singsingkan lengan baju dan mulai menulis, agar awal tahun bisa lulus, aamiin *lalu buat cover Usulan Penelitian*.

Oia, jangan bayangkan laboratorium psikologi itu kayak laboratorium kimia atau biologi yah, soalnya beda banget๐Ÿ˜† . Laboratorium psikologi ini lebih banyak meja dan kursi, alat-alat pemeriksaan psikologi, serta TV. Berkat menjadi aslab juga, saya merasa lebih sehat karena setiap hari saya berolahraga naik turun tangga ke lab yang terletak di lantai tiga dan empat di gedung yang berbeda. Bahkan ada satu hari di mana saya menaiki lantai tiga, turun, naik ke lantai empat di gedung yang lain, turun, kembali naik ke lantai tiga, lalu turun kembali untuk pulang.

Selain kembali bekerja, saya juga lagi dikejar-kejar ketua program studi (prodi) untuk segera membereskan sisa Kuliah Praktek yang masih mangkrak empat laporan. Saya sampai diwanti-wanti supaya tetap mengerjakan laporan walaupun sudah bekerja di lab. Selain itu, saya dan teman-teman di prodi profesi psikologi pendidikan, sudah mendapatkan surat peringatan dari koordinator Kuliah Praktek untuk segera menyelesaikan satu buah laporan Kuliah Praktek, kalau tanggal 15 November nanti tidak dikumpulkan, kami terancam harus ngulang tahun depan *yang mana ogah banget ngulang lagi*.

Berkat sibuknya bekerja di lab dan dikejar serta mengejar dosen untuk bimbingan, saya merasa produktif kembali dan dapat melarikan diri dari perasaan-perasaan tidak menentu beberapa bulan ini. Iya, sebenarnya masalahnya harusnya diselesaikan ya, tapi sebenarnya saya hanya bisa menanti dan berdoa. Bisa saja sih kalau mau saya menyelesaikan si masalah itu, tapi kali ini saya ingin pihak yang bersangkutan saja yang mengambil keputusan. Sudah saatnya Ia belajar untuk menyelesaikan masalah.

18 thoughts on “Sibuk Sibuk Bergembira

    • tergantung Nita,.
      kalau ambil s2 profesi psikologi, berarti s1-nya harus psikologi. Tapi kalau ambilnya psikologi terapan atau psikologi ilmu boleh s1 dari disiplin ilmu lain๐Ÿ™‚

      • Bedanya apa ya profesi & terapan?
        Kalau terapan aplikasinya untuk apa?
        Hehe, aku tertarik ilmu psikologi, tertarik ambil s2 forensik atau psikologi, cm masih ngawang2 banget.. Mohon bimbingannya.. โ™ฅ

      • profesi, berarti nanti gelarnya psikolog, lebih ke belajar interpretasi tesnya.
        sedangkan psikologi terapan, berarti ilmu psikologi yang bisa langsung diterapkan di masyarakat, seperti psikologi forensik, psikologi olahraga, psikologi SDM, dan lain-lain.

      • Psikologi kedokteran gigi gak ada ya..๐Ÿ˜ฆ
        Hehe, klo dokter kan ada psikiatri, drg gak ada.. Klo ambil pun bingung aplikasinya di mana, cm krn penasaran sm ilmunya aja.. Hhmm.. Thank you ya..๐Ÿ™‚

      • ga ada๐Ÿ˜€
        oia, kalau psikiatri memang dasarnya dari kedokteran. Tapi psikiatri dan psikolog juga berbeda Nita.
        Kalau penasaran dengan ilmunya, sepengetahuan saya di UI ada psikologi terapan kesehatan. siapa tahu bisa nyerempet ke profesi awal๐Ÿ˜€

      • Hooo.. Ada juga yang nyerempet2..๐Ÿ˜€
        Klo googling dan keywords-nya belum spesifik bisa makin mumet, jd aku fokusnya search ttg itu ya.. Sip sip. ๐Ÿ‘Œ๐Ÿ˜€

      • Iya, atau langsung googling universitasnya sama ‘psikologi terapan’. Biasanya universitas seperti UI, Unpad, UGM, Unair, Atmajaya, Maranatha punya jurusan psikologi terapan๐Ÿ˜€

  1. ganbate ya ira buat thesisnya…ih jadi mau nulis ttg perjalanan thesisku dulu..yamg mandekkk ga karua itu
    sukses ya ra… I know pskologi itu susehnya minta ampyunnnn..kamu hebat!!!

  2. Semangat ya kak ira
    Perihal hati pasti nanti ada penyelesainnya. Step back a little bit so he can chase you again๐Ÿ™‚

    Aku juga jadi pengen nulis lagi nih, udah lama banget ngga nge blog..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s