Enam Puluh Tujuh

Selamat ulang tahun papa!!

Umur papa memang sudah 67 tahun, tapi papa tidak terlihat seperti berumur 67 tahun. Papa masih kuat mengitari Bandung sendiri dengan berjalan kaki. Beliau bahkan pernah berjalan kaki ke Lembang sendiri. Kalau saya sih, jelas banget ga sanggup menemani berjalan sejauh itu. Papa juga masih kuat mengayuh sepeda dan bahagia mengikuti sepeda santai yang sering diadakan. Saya? Lagi-lagi ga kuat menggayuh sepeda di jalan tanjakan. Beliau pernah loh naik sepeda di jalan tanjakan seperti cipaganti dan dago dengan sepeda tanpa gigi. Beneran kuat. Alhamdulillah, papa juga sehat. Beliau juga tidak memiliki pantangan untuk makan apapun. Saya masih berdecak kagum melihat papa bebas memakan jeroan, kambing, bersantan, makanan manis, atau makanan asin. Beliau hanya tidak suka makanan asam. Bagian yang suka asam sih saya dan mama. Papa juga bahagia dan memilih tidak bekerja lagi. Padahal hingga hari ini, beliau sering ditawari untuk berbagai proyek dari tempatnya dulu bekerja. Beliau lebih memilih untuk menikmati hari tuanya dengan berjalan-jalan dan berkebun.

Maaf ya pa, anak gadismu ini masih menjadi mahasiswa dan belum bisa menggenapkan bahagiamu mengantar saya ke pasangan hidup saya. Doakan saja ya pa, agar dapat segera terlaksana. Semoga juga saya bisa segera lulus dari S2 dan bekerjaย full time sehingga papa bisa lebih tenang melihat saya.

Semoga panjang umur, sehat selalu, bahagia selalu, bijaksana selalu, dan selalu dalam lindungan Allah SWT, aamiin.

13 thoughts on “Enam Puluh Tujuh

  1. Pingback: Enam Puluh Enam | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s