Pasrah

Bagaimana kabar saya akhir-akhir ini? Puji Tuhan, setelah akhirnya saya menerima keadaan diri yang sedang tidak baik, saya mulai bisa berpikir dengan lebih jernih. Apalagi setelah kabur sejenak ke Yogya, saya mulai menata kembali hidup dan bertanya apa yang saya inginkan dan harapkan dalam permasalahan ini. Seminggu kemudian, akhirnya saya memutuskan untuk tidak menjadi drama queen dan merasa saya yang paling menderita.

Saya menyadari bahwa dalam masalah ini, saya juga bisa menjadi pelaku, bukan hanya korban dan mengasihani diri sendiri. Langkah pertama yang saya ambil adalah memarahi diri sendiri karena beberapa bulan ini bersikap drama. Kemudian saya mulai memaafkan diri sendiri. Memaafkan apa yang sudah saya lakukan. Menyesal? Udah pasti sih, tapi yang paling susah adalah menerima keadaan dan memaafkan diri sendiri.

Sekarang sih, saya sudah masuk ke dalam tahap pasrah. Pasrah menerima apapun yang terjadi di depan. Beberapa masalah sudah mulai teratasi. Tuhan berbaik hati menunjukkan jalan mana yang harus saya ambil. Tinggal satu masalah yang masih mengambang. Semoga dapat berakhir bahagia, aamiin.

16 thoughts on “Pasrah

  1. Dear ira.
    You looked just fine seharian kita bersama di jgj. Hebat menyimpan perasaan yg galau.
    Apa pun masalahnya, pasti terlampaui, minimal oleh waktu. Apalagi buat ira yg periang. Yakin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s