I’m Not Ok

Sudah lama sekali saya tidak menulis di blog ini. Terakhir posting sepertinya bulan lalu. Saya juga sudah lama sekali tidak meracau di sini dan menuliskan masalah saya. Sekarang, saya melakukannya lagi. Saya harus mengakui ke diri sendiri bahwa beberapa bulan ini saya tidak di dalam kondisi yang baik-baik saja. Hal ini berpengaruh kekeinginan saya untuk menulis. Ingin rasanya menuangkan perasaan-perasaan saya selama beberapa bulan ini ke sini, tapi kok yah selalu mandeg di draft. Mungkin nanti, kalau sudah menemukan jawabannya, pelan-pelan akan saya keluarkan dari draft.

Terlalu banyak masalah dan kejadian dalam satu waktu, membuat saya benar-benar stres dan stuck. Saya sampai bingung mau ngapain. Hidupnya beneran kerasa lagi ada di paling bawah banget. Jeleknya, hal ini membuat saya malas melakukan aktifitas. Beberapa aktifitas bahkan saya drop dan lebih milih buat bengong. Bengong ini bukanlah teman yang baik saat lagi banyak masalah. Bawaannya jadi suka mikir negatif dan ujung-ujungnya sakit sendiri.

Saya menyadari masalah saya semakin parah sejak perut saya kembali sakit. Ini adalah sinyal kalau pikiran tidak dapat menyelesaikan masalahnya, sehingga badan juga kena sasaran untuk menyadarkan saya bahwa saya butuh bantuan dan sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja. Saya sampai mual-mual dan jadi ga nafsu makan. Akhirnya berat badan saya turun lumayan banyak.

Saat ini, saya mulai masuk ke dalam tahap pasrah dan menyembuhkan diri sendiri. Saya yang selama beberapa bulan ini bungkam, akhirnya mulai membuka diri dan memberi tahu diri sendiri dan orang-orang terdekat bahwa saya dalam kondisi yang tidak baik. Saya juga mulai memaksa diri untuk mengerjakan apa yang sudah saya tunda selama ini. Walau jadi zombi sekalipun, hidup ini tetap berjalan dan harus saya jalani. Sudah saatnya saya berhenti mengasihani diri sendiri dan memberi makan untuk emosi saya. Sudah terlalu lama saya dimakan emosi sendiri sehingga tidak melihat kesekitar. Ini sebenarnya menyebalkan.

Saya sadar apabila saya ingin kembali sehat secara mental, hal pertama yang harus saya lakukan adalah belajar menerima bahwa saya tidak baik-baik saja, bahwa saya memiliki masalah. So here I am, saying that I am not ok. 

18 thoughts on “I’m Not Ok

  1. So brave that you are honestly write here that you are not OK. This will pass, share with people you trust, do fun things that calm your mind, and take your time. I have been there so many times. Even rocky roads have an end. Big hugs for you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s