Kecanduan Game

pict taken from here

Saya membuat postingan ini saat sedang memperbaiki laporan kuliah bertemakan game addict alias kecanduan game. Saat ini, anak jadi lebih gampang buat main game karena ada di ponsel pintar, di tablet, konsol game, laptop, atau main di komputer. Saya suka miris banget kalau lewat warnet dan ngeliat banyak anak SD dan SMP pada main game online di sana😦 . Kalau main gamenya masih seminggu sekali atau sehari selama satu jam, itu masih masuk taraf wajar lah yah. Hitung-hitung sebagai hiburan sebelum mulai belajar. Jadi apa dong tanda-tanda kalau sudah menjadi adiksi?

Griffits (2008) mengemukakan internet and video game addiction disebut sebagai  technological addictions dan didefinisikan secara operasional sebagai non chemical (behavioral) addiction yang melibatkan interaksi antara mesin yang bersifat pasif (seperti televise) maupun aktif (seperti video game) dengan manusia dalam jumlah yang besar. Dr. Kimberly S. Young (1996) menyebutkan sepuluh buah simtom yang menggambarkan perilaku para pecandu internet. Simtom tersebut adalah:

  1. Perubahan gaya hidup yang ditunjukkan dengan menghabiskan banyak waktu dalam jaringan internet atau bermain game.
  2. Aktivitas fisik secara umum berkurang
  3. Tidak memperdulikan kesehatan karena terlalu banyak aktivitas di depan layar komputer.
  4. Mengabaikan aktivitas yang penting karena menghabiskan banyak waktu dalam jaringan internet atau bermain game.
  5. Gangguan tidur atau perubahan pola tidur karena terlalu banyak menghabiskan waktu dalam jaringan internet atau bermain game.
  6. Sosialisasi berkurang
  7. Menelantarkan keluarga dan teman
  8. Menolak memperpanjang penggunaan waktu untuk aktivitas lain di area Inet.
  9. Merindukan saat-saat di depan komputer.
  10. Mengabaikan pekerjaan dan kewajiban-kewajiban personal.

Biasanya kalau saya melihat kasus-kasus kecanduan, orang menjadi susah menahan dirinya alias jadi impulsif banget dengan objek kecanduannya. Kalau engga terpuaskan, yang ada langsung gemetar, gelisah, dan cemas. Jurnal terakhir yang saya baca, Akio Mori, seorang profesor dari Tokyo’s Nihon University melakukan riset mengenai dampak video game pada aktifitas otak (Suprijanto, 2010). Dari penelitian Akio Mori dapat disimpulan bahwa terdapat dua poin penting. Pertama, penurunan aktivitas gelombang otak prefrontal yang memiliki peranan sangat penting, dengan pengendalian emosi dan agresivitas sehingga mereka cepat mengalami perubahan mood, seperti mudah marah, mengalami masalah dalam hubungan dengan hubungan sosial, tidak konsentrasi dan lain sebagainya. Kedua, penurunan aktivitas gelombang beta merupakan efek jangka panjang yang tetap berlangsung meskipun gamer tidak sedang bermain game. Dengan kata lain para gamer mengalami “autonomic nerves” yaitu tubuh mengalami pengelabuan kondisi dimana sekresi adrenalin meningkat, sehingga denyut jantung, tekanan darah, dan kebutuhan oksigen terpacu untuk meningkat. Bila tubuh dalam keadaan seperti ini maka yang terjadi pada gamer adalah otak mereka merespon bahaya sesungguhnya.

Kalau untuk anak-anak yang terlalu sering main game di tablet atau hp, biasanya otot-otot tangan menjadi kaku, sehingga saat beraktifitas menggunakan motorik halus menjadi terganggu seperti kaku saat menulis. Karena itulah, kalau ada ponakan main ke rumah, saya berusaha untuk ngajak mereka beraktifitas seperti lari-lari, ngajakin main congklak, bekel, kartu, uno stacko, atau saya ajakin ngegambar🙂

Sumber bacaan:
Kimberly, Young.2009.Understanding Online Gaming Addiction and Treatment Issues for Adolescent. The American journal of family therapy.
Basuki, Agus.Modul Mengatasi Kecanduan Permainan Daring Elektronik, Layanan Bimbingan Sosial bagi Siswa.

9 thoughts on “Kecanduan Game

  1. dan kalau kebanyakan main komputer/gadget bisa bikin tangan sakit, ngilu gitu. udah terjadi di aku. hampir 2 minggu terpaksa pakai support tangna kirinya karena ngilu2

  2. Naaaah ini nih yang lagi dilema banget untuk nerapin ke Baron supaya gak gadget/game addicted.. maunya aku batasin mainnya, tapi bapaknya longgar banget.. kemarin sempet tantrum gara2 aku larang main tapi aku akhirnya lemah hati juga deh gak tega lama2 denger anak nangis..

    • biar Baron ga terpaku pengen main tablet…coba diganti main yg lain mbak Shinta. Jadi dialihin gitu perhatiannya jadi main lego atau board game yg lain. Tetap semangat mbak Shinta🙂

      • Udah siiih, yaa jatuhnya ke mobil2an lagi, tet tot!.. Uda diajak main lego, play dooh, mewarnai/menggambar tapi endingnya ibuknya yg suruh main dia ngeliatin aja.. hahahaha….Untuknya Baron suka lari2, joget2, main petak umpet, loncat2 diatas sofa yang model aktifitas fisik gitu jadi kita biarin aja deh.. *ibuknya ngos2an*

      • aktifitas fisik emang bagus bgt biar motoriknya jalan mbak…sekalian olahraga buat ibunya😀

  3. Pingback: [EF]#15 Between Child Development and Games | Coklat dan Hujan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s