Menjalin Hubungan

20120930_092903

Apa sih yang membuat seseorang memutuskan untuk menjalin hubungan dengan lawan jenis? Kesamaan visi? Kenyamanan? Rasa sayang? Atau ketiganya? Untuk yang memiliki paham ta’aruf dan langsung menikah, apa yang membuat pertemuan Ta’aruf (yang sebenernya ga lama-lama amat) akhirnya memutuskan orang tersebut adalah jodohnya? Melihat kesiapannya kah? Komitmen? Kesamaan Visi?

Hihihi banyak banget tanda tanya untuk pembuka sebuah tulisan. Saya sedang bertanya-tanya tentang keputusan seseorang ketika menjalin relasi. Tentunya alasan setiap orang bisa sama bisa berbeda. Sangat beragam. Hal ini sempet jadi obrolan ngalor ngidul sama adik-adik ketemu gede. Ada ga yah yang memulai suatu hubungan bukan karena sayang? Ada ga yah yang memulai hubungan agar bisa move on? Ada ga yah yang memulai suatu hubungan sebagai pelariannya? Ada ga yang memulai suatu hubungan karena ingin menghindari gosip dan omongan orang? Ada ga yah yang memulai suatu hubungan karena iseng? Ada ga yah yang memulai hubungan karena mengobati luka hati? 

Jawabannya sih pasti ada.

Pertanyaan lanjutannya, adil ga sih buat orang yang beneran sayang sama pasangannya, tapi si pasangannya ini ternyata memulai hubungan atas dasar yang saya sebutin di atas? Bagaimana yah perasaan orang yang ada diposisi ini?

Kalau orangnya ga tahu sih, bakal baik-baik aja ya. Apalagi kalau pasangannya tetap mencurahkan perhatiannya buat dia. Kalau tahu, bagaimana coba perasaannya? Sedihkah? Kecewakah? Atau malah biasa aja?

Memang sih, rasa sayang bisa tumbuh karena terbiasa, seperti peribahasa Jawa “Witing tresno jalaran soko kulino”. Bisa saja saat memulai suatu hubungan orang yang awalnya ga punya perasaan bisa jadi sayang sama pasangannya karena terbiasa. Terbiasa ada pasangan, jadi serasa aneh kalau tanpa dia. Kayak sayur tanpa garam kali ya, hambar.

Bisa jadi yang awalnya iseng pacaran, eh berlanjut ke pelaminan karena cocok. Ada jugakan yah yang awalnya serius, ternyata berakhir begitu saja di tengah jalan. Ada juga yang berawal karena komitmen dan bisa langgeng sampai nikah dan punya anak karena berpegang teguh dengan komitmennya. Ada yang karena iseng, jalannya juga ga mulus. Ada yang awalnya sayang sampai udah nikah, punya anak, dan cucu tetep sayang sama pasangannya Awalnya sayang atau engga, akhirnya ga ada yang tahu, hanya waktu yang bisa menjawab.

*gambar diambil dari jurnal buatan Journ(al)ey

6 thoughts on “Menjalin Hubungan

  1. Semua hubungan dimulai dari rasa tertarik baik itu fisik, intelektual, kharisma, status sosial dan situasi ekonomi. Kombinasi faktor ini dengan nilai & kepercayaan yang dianut menentukan para pasangan untuk melanjutkan hubungan lebih lanjut.

    Banyak pasangan yang menikah karena faktor ekonomi & status sosial. Selama kedua pihak tahu dan sadar tentang ini dan mereka menerima, ya ngga ada masalah sih. Maksudku kita sebagai orang luar ngga berhak untuk menghakimi apakah ini adil atau ngga. Aku sih lihatnya sebagai simbiosis mutualisma.

    • aku setuju mbak Yoyen…
      aku kepikiran bikin postingan ini karena ada beberapa orang yg kadang mikir kayak pertanyaan-pertanyaan aku di atas itu.

      padahalkan kita ga pernah tahu apa yg bakal terjadi ke depannya. Selama mereka baik baik aja dan nyamankan bukan sebuah masalah ya mbak🙂

  2. Hmmm .. semua mungkin butuh waktu juga ya mbak? seperti yang mbak Ira uraikan di atas, Yang penting mungkin setelah berjalan dua duanya bisa merawat dan mempertahankan hubungan itu sampai akhir, bahagia, bener nggak mbak?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s