Soal Psikotes

Sebelum bekerja seseorang biasanya melewati tahapan psikotes. Saya yangn berstatus mahasiswa psikologi sampai kenyang ditanyain kenalan dan teman-teman non psikologi soal tips dan trik untuk lolos psikotes.

 

Psikotes itu sebenarnya bukanlah suatu tes, karena memang tidak ada yang namanya lulus atau tidak lulus. Psikotes dilakukan oleh suatu perusahaan untuk mengetahui kecocokan antara potensi pelamar dengan kemauan perusahaan. Buat yang udah lama kerja dan di psikotes oleh perusahaannya buat apa dong? Kan udah cocok ama perusahaannya. Sepengetahuan saya sih untuk pemetaan atau kenaikan pangkat. Jadi nanti diliat lagi apakah cocok atau tidak dengan jabatan tersebut. Lepas dari hanya formalitas atau tidak, tetapi pengambilan datanya tetep formal loh karena melibatkan pihak ketiga.

Biasanya saya suka dicibirin plus dinyinyirin setiap saya menjawab pertanyaan teman-teman soal psikotes ini. Saya selalu menyarankan orang-orang yang bakalan psikotes untuk tidur cukup, sarapan, dan ngikutin apa yang diinstruksikan. Simpel dan bikin hidup yang ngerjain psikotes, pemeriksa, skorer, dan juga psikolognya damai dan tentramπŸ˜€

Banyak teman saya tidak percaya hanya itu yang perlu disiapkan saat psikotes. Biasanya pertanyaan yang muncul adalah bagaimana cara gambar yang bakalan bisa lolos psikotes. Percayalah, menggambar disesuaikan dengan perusahaan agar terlihat loyal bukan suatu keputusan yang baik, karena memang bukan itu yang bakal dilihat. Gambar bagus atau jelek juga ga termasuk dipenilaian kok. Termasuk sok tahu dan bikin garis sendiri saat tes kertas koran juga bukan pengerjaan yang bijak.

Kenapa hanya itu yang perlu dipersiapkan? Pada dasarnya psikotes bertujuan untuk mengetahui potensi, minat, dan kepribadian dari setiap orang yang dites. Kebayang ga, kalau saat ngetes kita nyontek atau mengerjakan sesuai dengan buku-buku psikotes yang banyak dijual, hasil kepribadian siapa tuh yang dikaji sama psikolognya? Ujung-ujungnya bakal nyusahin diri sendiri dan perusahaan. Diri sendiri bakal keteteran saat bekerja, bosenan, atau malah susah sendiri. Perusahaan, tentu jadi merugi karena kinerja pegawainya ga maksimal. Jadi lebih baik mengerjakan psikotes sesuai dengan kemampuan diri.

*bakarin buku-buku psikotes*

gambar didapat dari sini

11 thoughts on “Soal Psikotes

  1. Ira dulu aku juga waktu kerja di tempat ini tapi waktu di kantornya sebelum pindah ke cabangnya pakai tes psikotes sampai 2X dan sampai sekarang aku ngak tau tu hasil tesnya, tapi alhamdulilah keterima AminπŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s